Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : TPACK-IPA (Technological Pedagogical Content Knowledge)

PENGEMBANGAN MEDIA VIRTUAL LABORATORY IPA MATERI FOTOSINTESIS BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALYTICAL THINKING PESERTA DIDIK KELAS VII SMP DEVELOPMENT OF SCIENCE VIRTUAL LABORATORY LEARNING MEDIA IN PHOTOSYNTHESIS MATERIAL BASED ON GUIDED INQUIRY TO IMPROVE ANALYTICAL THINKING OF SEVENTH GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Wahyu Marliyani; Asri Widowati; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (January, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media virtual laboratory IPA berbasis inkuiri terbimbing yang layak pada materi Fotosintesis untuk meningkatkan kemampuan analytical thinking peserta didik kelas VII SMP; (2) mengetahui respon peserta didik terhadap media virtual laboratory IPA; dan (3) mengetahui peningkatan kemampuan analytical thinking perserta didik setelah menggunakan media virtual laboratory IPA pada materi Fotosintesis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadaptasi model 4-D Thiagarajan Semmel. Model 4-D terdiri dari empat tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran) namun tahap ini tidak dilakukan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi media virtual laboratory IPA, angket respon peserta didik terhadap media virtual laboratory IPA, lembar keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing, lembar observasi analytical thinking, dan soal pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 2 dosen ahli dan 3 guru IPA sebagai validator, serta 33 peserta didik kelas VII F SMP 1 Jetis Bantul sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Reliabilitas kelayakan media virtual laboratory IPA melalui Uji Borich, gain score analytical thinking, dan persentase analytical thinking. Hasil penelitian ini adalah: (1) Produk media virtual laboratory IPA berbasis inkuiri terbimbing dinyatakan layak dengan kategori sangat baik (A) oleh validator. (2) Respon peserta didik terhadap media virtual laboratory IPA memperoleh skor dengan kategori sangat baik (A). (3) Media virtual laboratory IPA pada materi Fotosintesis dapat meningkatkan kemampuan analytical thinking dengan hasil perhitungan gain score sebelum dan setelah menggunakan media dalam kategori sedang. Persentase kemampuan analytical thinking peserta didik melalui observasi meningkat dari kategori cukup baik menjadi baik.Kata kunci: Analytical Thinking, Inkuiri Terbimbing, Media Virtual Laboratory IPAThis study aims: (1) produce a guided inquiry-based science virtual laboratory learning media in Photosynthesis material to develop analytical thingking skill of seventh grade junior high school students; (2) investigate student’s response toward science virtual laboratory learning media, and (3) investigate improvement of student’s analytical thinking skill using science virtual laboratory learning media. This research is a research development using 4-D model adapted from Thiagarajan Semmel. 4-D model consists of four steps, which are Define, Design, Develop and Disseminate but nothing . The Instruments used in this research are science virtual laboratory learning media validation sheets, student response of science virtual laboratory learning media sheets, feasibility of the guided inquiry lesson sheets, analytical thinking observation sheets, and pretest-posttest sheets. Furthermore, this research involves two lecturers and three science teachers as validators, and thirty-three seventh grade students of SMP N 1 Jetis Bantul as the research subjects. The analysis technique used in this research is quantitative and qualitative analysis. Borich assessment, gain score analytical thinking, and percentage of analytical thinking. The research result shows that: (1) Science virtual laboratory based on guided inquiry learning media which is revealed decent on categories very good (A) by validators. (2) Student’s response toward science virtual laboratory learning media with a score on categories very good. (3) Science virtual laboratory learning media in Photosynthesis material could improve students’ analytical thinking skills with the gain score calculation on medium category. The percentage of students’ analytical thinking skills is increasing from insufficient category to good category.Keywords: Analytical Thinking, Guided Inquiry, Science Virtual Laboratory Learning Media
PERBEDAAN MODEL GUIDED INQUIRYDAN LEARNING CYCLE 5E TEMA ENERGI DALAM SISTEM KEHIDUPAN PADA SIKAP ILMIAH DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP Fauzia Budi Mariska; Yuliati Yuliati; widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (June, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisisperbedaansikapilmiahantara siswa yang menggunakan model Guided Inquirydengan model Learning Cycle 5E dan (2) menganalisisperbedaanketerampilan berpikirkritisantara siswa yang menggunakan model Guided Inquirydengan model Learning Cycle 5E. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalentcomparison-group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 3 Bantul dengan jumlah 217 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode acak(random), yaitucluster random sampling sehingga diperoleh siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen 1 dengan perlakuan model Learning Cycle 5E dan siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen 2 dengan perlakuan model Guided Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) lembar keterlaksanaan model Guided Inquiry dan Learning Cycle 5E, (2) lembar observasi sikap ilmiah, dan (3) soal pretest-posttest keterampilan berpikir kritis. Analisis yang digunakan untuk menguji perbedaan sikap ilmiah dan keterampilan berpikir kritis adalah uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan signifikan pada pencapaian sikap ilmiah antara siswa yang menggunakan model Guided Inquiry dengan model Learning Cycle 5E yang mana skor rata-rata sikap ilmiah kelas dengan model Guided Inquiry lebih tinggi dari pada kelas dengan model Learning Cycle 5E, dan (2) terdapat perbedaan signifikan pada pencapaian keterampilan berpikir kritis antara siswa yang menggunakan model Guided Inquiry dengan model Learning Cycle 5E dengan kriteria gain score sedang pada model Guided Inquiry dan kriteria gain score rendah pada model Learning Cycle 5E.Kata kunci:Model Guided Inquiry, model Learning Cycle 5E, sikap ilmiah, keterampilan berpikir kritis.
PENGEMBANGAN LKPD IPA DENGAN PENDEKATAN AUTHENTIC INQUIRY LEARNING PADA SUB MATERI FOTOSINTESIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING DAN SIKAP INGIN TAHU PESERTA DIDIK KELAS VII SMP Wulan Ambar Pratiwi; asri widowati; widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (June, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan LKPD IPA yang dihasilkan dengan pendekatan Authentic Inquiry Learning; (2) mengetahui pengembangan LKPD IPA untuk meningkatkan kemampuan problem solving peserta didik; dan (3) mengetahui pengembangan LKPD IPA untuk meningkatkan sikap ingin tahu peserta didik.    Penelitian  ini  merupakan  penelitian  pengembangan  dengan  mengadaptasi  model  4-D  Thiagarajan   Semmel. Model 4-D terdiri dari empat tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan)  dan  disseminate  (penyebaran)  namun  tahap  ini  tidak  dilakukan.  Instrumen  yang  digunakan meliputi lembar validasi LKPD, angket respon peserta didik terhadap LKPD, lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi problem solving, soal pretest dan posstest, angket sikap ingin tahu dan lembar observasi sikap ingin tahu. Penelitian ini melibatkan 3 dosen ahli dan 3 guru IPA sebagai validator, serta 33 peserta didik kelas VII G SMP 1 Sleman  sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Reliabilitas kelayakan LKPD melalui Uji Borich, gain score problem solving, persentase problem solving dan persentase sikap ingin tahu. Hasil penelitian diperoleh (1) kelayakan LKPD IPA yang telah dihasilkan dengan pendekatan Authentic Inquiry Learning pada sub materi “Fotosintesis” ini termasuk dalam kategori sangat baik (A). Reliabilitas kelayakan LKPD yaitu sebesar 93,47% sehingga memenuhi kelayakan sebagai bahan ajar. (2) LKPD IPA dapat meningkatkan problem solving dengan hasil perhitungan gain score 0,39 dengan kategori sedang. Persentase problem solving peserta didik melalui observasi meningkat sebesar 15,35 % dari kategori cukup menjadi baik. (3) LKPD IPA berpotensi meningkatkan sikap ingin tahu peserta didik yang dibuktikan dengan peningkatan pada setiap pertemuan dari kategori baik menjadi sangat baik. Kata kunci: LKPD IPA, Authentic Inquiry Learning, Problem Solving, Sikap Ingin Tahu. 
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN PEMAHAMAN KONSEP PADA TEMA GEMPA BUMI PESERTA DIDIK SMP N 1 WATES THE INFLUENCE OF SCIENCE LEARNING USING SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) MODEL TOWARDS EARTHQUAKE DISASTER PREPAREDNESS AND EARTHQUAKE CONCEPTS UNDERSTANDING OF STUDENTS OF SMP N 1 WATES Lutfi Rahmawati Nurhadi; Ekosari Roektiningroem; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (May, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pembelajaran IPA dengan model Science, Environment, Technology and Society (SETS) terhadap kesiapsiagaan gempa bumi peserta didik SMP N 1 Wates, dan (2) pengaruh pembelajaran IPA dengan model Science, Environment, Technology and Society (SETS) terhadap pemahaman konsep pada tema gempa bumi peserta didik SMP N 1 Wates. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest nonequivalent control group design. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kesiapsiagaan bencana gempa bumi, lembar observasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi, soal pretest dan soal posttest. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh pembelajaran IPA dengan model SETS terhadap kesiapsiagan bencana gempa bumi peserta didik SMP N 1 Wates, dan (2) terdapat pengaruh pembelajaran IPA dengan model SETS terhadap pemahaman konsep pada tema gempa bumi peserta didik SMP N 1 Wates.Kata kunci: kesiapsiagaan bencana, pemahaman konsep, pembelajaran IPA, SETSThis research was aimed to know: (1) the influence of science learning using science, environment, technology and society model towards earthquake disaster preparedness of students of SMP N 1 Wates, and (2) the influence of science learning using science, environment, technology and society model towards earthquake concepts understanding of students of SMP N 1 Wates. It was a quasi-experimental research with nonequivalent pretest posttest control group design.The instruments used were in forms of earthquake disaster preparedness questionnaire, earthquake disaster preparedness observation sheets, and pretest and posttest. Data analysis technique used was a descriptive and inferential analysis technique using Mann Whitney test. The research result are: (1) there is influences of science learning using science, environment, technology and society model towards earthquake disaster preparedness of students of SMP N 1 Wates, and (2) there is influences of science learning using science, environment, technology and society model towards earthquake concepts understanding of students of SMP N 1 Wates.Keywords: concepts understanding, disaster preparedness, science learning, SETS 
PENGARUH MODEL KLARIFIKASI NILAI TERHADAP KESADARAN BAHAYA ZAT ADITIF PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP Kurnia Tri Aulia; Purwanti Widhy Hastuti; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (July, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh model pembelajaran klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek pengetahuan, (2) menganalisis pengaruh model pembelajaran klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek sikap, dan (3) menganalisis pengaruh model pembelajaran klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek tindakan. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wonosari Tahun Ajaran 2017/2018 sebanyak 171 siswa yang terbagi dalam tujuh kelas. Sampel penelitian ini berjumlah 48 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII D sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran klarifikasi nilai dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, (2) soal aspek pengetahuan, (3) angket kesadaran bahaya zat aditif aspek sikap dan tindakan dengan konversi skala likert. Teknik analisis data terdiri dari teknik pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, untuk mengetahui peningkatan hasil pretest dan posttest menggunakan perhitungan nilai n-gain, dan teknik pengujian hipotesis menggunakan uji independent t-test dilanjutkan dengan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh model klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek pengetahuan siswa dengan kategori effect size sedang (2) ada pengaruh model klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek sikap dengan kategori effect size tinggi (3) ada pengaruh model klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek tindakan dengan kategori effect size tinggi.Kata kunci : Kesadaran Bahaya Zat Aditif, Model Klarifikasi Nilai
PENGEMBANGAN VIRTUAL LABORATORY IPA BERPENDEKATAN INKUIRI MATERI OSMOSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS PESERTA DIDIK DEVELOPMENT OF SCIENCE VIRTUAL LABORATORY USING INQUIRY APPROACH IN OSMOSIS MATERIAL TO IMPROVE ANALYTICAL ABILITY OF STUDENTS Sarah Rahmawati; Asri Widowati; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (August, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui (1) kelayakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Omosis menurut dosen ahli dan guru IPA SMP; (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis; dan (3) peningkatan kemampuan analisis siswa setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D, dengan tahapan pendefinisian masalah dalam pembelajaran IPA, tahapan perancangan pemenuhan kebutuhan media pembelajaran, tahap pengembangan yakni tahapan validasi dan uji produk, dan tahap penyebarluasan produk dilakukan secara terbatas di SMP Negeri 1 Minggir. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis dinyatakan layak oleh validator dosen ahli dan guru IPA SMP dengan kategori yang sangat baik (A); (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA materi Osmosis sangat baik sebesar 82%; dan (3) peningkatan kemampuan analisis peserta didik setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing dengan perhitungan N-gain score sebesar 0,61 yang masuk kategori sedang.Kata kunci: virtual laboratory IPA, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan analisis.This research conducted to: know (1) the feasibility of science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material based on expert lecturers and science teacher of SMP; (2) student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material; and (3) the improvement of analytical ability of students after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material. This researchy used 4-D development model, with stage of definition problem in science learning, design stage of fulfillment learning needs, development stage is the validation stage and product test, and the product dissemination stage is limited in SMP Negeri 1 Minggir. The result of this research show that: (1) science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material is feasible declared by the validator lecturers and teachers with very good category (A); (2) student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material was very good by 82%; and (3) improvement of student’s analytical ability after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material with N-gain score calculation equal to 0.61 in the medium category.Keywords: science virtual laboratory, guided inquiry approach, analytical ability
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 BERBAH THE EFFORT OF IMPROVEMENT SCIENCE PROCESS SKILLS AND LEARNING ACHIEVEMENT BY APPLYING THE SCIENCE PROCESS SKILLS APPROACH IN SCIENCE LEARNING FOR THE STUDENTS CLASS VIII C SMP NEGERI 2 BERBAH Ricky Romadhoni; Insih Wilujeng; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (April, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui penerapan pendekatan keterampilan proses sains yang optimal yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Berbah, mengetahui peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Berbah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model spiral Kemmis dan Mc. Taggart dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan keterampilan proses sains yang optimal dilakukan dengan enam langkah, yaitu guru menetapkan tujuan pembelajaran beserta keterampilan proses sains yang mau dicapai (meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasikan, memprediksi, mengukur, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan); guru mengajukan suatu permasalahan yang harus dicari jawabannya oleh siswa; siswa memprediksi berdasarkan permasalahan; siswa melakukan proses sains dengan mengikuti LKS yang disiapkan; guru membimbing siswa saat melaksanakan kegiatan; siswa menemukan jawaban atau hasil dari proses sains dan ketercapaian hasil belajar dan keterampilan proses sains termasuk kategori sangat baik.Kata kunci: pendekatan keterampilan proses sains, keterampilan proses sains, hasil belajar.The research’s purposes are to know the application science process skills approach optimal that can enhance the science process skills and learning achievement for the students class VIII C SMP Negeri 2 Berbah and know the science process skills improvement and the learning achievement for the students class VIII C SMP Negeri 2 Berbah. This research was class action research (CAR) by using spiral Kemmis and and Mc. Taggart model which consist four stages planning, action, observation, and reflection. This research using descriptive analysis technic. The results showed that science process skills approach which optimal was done with six steps, namely teachers set the learning aims and their science learning process (observing, classifying, predicting, measuring, communicating, and conclusing); teacher asked a problem that must be resolved by students; students predicting based on problems; students conduct scientific process by following worksheets prepared; teacher guide students when activity; students find answers results of process science and learning achievement and science process skills included very good category.Keywords: science process skills approach, science process skills, learning achievement.