Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

KORELASI ANTARA SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH DENGAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SEKOLAH DASAR SE KOTA WAMENA KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA Selestina Wetipo; Sepling Paling
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.928 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i2.2426

Abstract

Pengawas sekolah dasar merupakan salah satu elemen yang memiliki peranan penting dalam meningkatan kemampuan kerja personil sekolah dasar terutama dalam hal pengelolaan suatu sekolah melalui pelaksanaan supervisi manajerial.Tujuan dari penelitian ini, untuk mendapat gambaran tentang pelaksanaan supervisi manajerial yang dilaksanakan oleh pengawas sekolah dan manajerial kepala sekolah sekolah dasar di kota wamena kabupaten Jayawijaya . Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti merupakan penelitian pertama yang bersifat penelitian deskriptif dalam kuantitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang memberikan kepada pengawas sekolah dasar dan, kepala sekolah dasar. Hasil penelitian pelaksanaan supervisi manajerial pengawas sekolah di Wamena belum sepenuhnya memberi pelayanan dan pembinaan secara berkualitas. Pengawas sekolah yang melaksanakan manajeril di setiap sekolah dasar sampai tingkat SD adalah 32% yang menjawab setujuh dari 25 sekolah dasar bahwa pengawas sekolah melaksanakan manajerial. Berdasarkan hasil perhitungan supervisi pengawas sekolah, didapatkan; nilai rata-rata yang diperoleh dari data (mean) = 85,68. Sedangkan hasil penelitian supervisi manajerial kepala sekolah yang menjawab 28% dan nilai rata-rata diperoleh dari data (mean) = 84,28. Supervisi pengawas dan supervisi kepala sekolah tidak jauh beda dari nilai rata-rata (mean). Perbedaannya hanya sebesar 85, 68 – 84, 28 = 1, 4 poin saja (kecil). Dengan demikian, penulis dapat disimpulkan bahwa manajerial pengawas sekolah dan manajerial kepala sekolah dengan kriteria Setujuh untuk melaksanakan manajerial di setiap sekolah yang ada di kota Wamena.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PAPUA Sepling Paling; Marudut Sitorus
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.84 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i2.2459

Abstract

Menjamurnya kasus Covid-19 di provinsi Papua sehingga pendidikan di Papua diperkirakan terjun bebas akibat dampak dari pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, provinsi Papua wajib mengikuti perkembangan teknologi pendidikan menuju pendidikan Daring (e-learning) guna menyikapi polemik-polemik dan stigmatisasi tingkat pengetahuan di Papua tersebut. Kendalanya adalah beberapa daerah di provinsi Papua masih belum memiliki akses internet. Ketiadaaan jaringan internet ini, menyebabkan pendidikan di beberapa wilayah di Papua mengalami lumpuh total, karena tidak dapat mengaplikasikan pembelajaran Daring sehingga kegiatan belajar mengajar dari rumah (study from home) tidak terlaksana. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang dilakukan guna mengetahui efektivitas pembelajaran Daring di Papua. penyebaran kuesioner melalui aplikasi google form yang dapat diakses oleh responden baik siswa maupun guru. data dianalisis secara deskriptif kuantitatif sederhana untuk memberikan gambaran mengenai efektivitas pembelajaran Daring selama pandemi COVID-19 sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 di Provinsi Papua. hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajaran Daring yang dilaksanakan di Papua tidak efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa karena nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran Daring tidak ada peningkatan yang signifikan. Namun demikian, pembelajaran Daring yang dilakukan dapat mencegah penularan Covid-19 yang ada di Papua yang dibuktikan dengan adanya peningkatan aktivitas masyarakat Papua setelah kota Jayapura berubah dari zona merah menjadi zona kuning dan Kabupaten Jayawijaya mengalami perubahan zonasi dari kuning menjadi zona hijau.