Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Metode Pelaksanan Pekerjaan Pier Jembatan Teluk Kendari (Studi Kasus: Pier 4 pada Pembangunan Jembatan Teluk Kendari) Heru Fredianto; Baso Mursidi; Muh. Rizal Alhas
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2021)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v6i4.28742

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pelaksanaan pekerjaan pier 4 Jembatan Teluk Kendari, agar dapat mengetahui detailing pekerjaan pier, mengetahui volume besi dan beton yang dibutuhkan pada pekerjaan pier. Pekerjaan ini menggunakan metode pondasi dalam yaitu bore pile. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pekerjaan pier 4 jembatan teluk anjang ini menggunakan bore pile berdiameter 1,5 meter sebanyak 15 tiang dan memiliki kedalaman mencapai 30 meter. Lalu pada kolom pier berbentuk gawang memiliki 2 kolom dan ringginya 5,83 meter serta lebarnya 2 meter, lalu membutuhkan beton ready mix 69,96 m³. Diatas kolom pier terdapat pier head  yang panjangnya 20 meter dan lebar atas 2,25 meter serta lebar bawah 4,25 meter dan membutuhkan beton ready mix sebanyak 195 m³.
TINJAUAN FAKTOR KETERLAMBATAN PEKERJAAN STUDI KASUS DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Tajri Tajri; Baso Mursidi; Fitriah Fitriah; Fathur Rahman Rustan
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.35552

Abstract

Penelitian ini memuat tinjauan akan faktor-faktor keterlambatan pekerjaan konstruksi dengan menggunakan metode House of Risk untuk menganalisis faktor dan penyebab keterlambatan Pembangunan Gedung Induk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, maka terdapat 12 (dua belas) poin penyebab keterlambat yang teridentifikasi yaitu kesalahan dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja, tenaga kerja yang tidak menetap, kurangnya tenaga kerja manusia yang terampil, kurangnya kehadiran tenaga kerja, materi dan bahan didatangkan dari tempat jauh, minimnya pengaan material yang ada dilapangan, pengiriman bahan dan material yang terlambat, pemantauan dan pengontrolan tidak maksimal, terdapat konflik dan kesalahpahaman, koordinasi yang lemah, prosedur yang tidak tepat, serta pandemic covid-19, yang kemudian dikelompokkan menjadi 3 (tiga) faktor utama keterlambatan yaitu kurangnya tenaga kerja, keterlambatan pengantaran material, dan kurangnya koordinasi dilapangan.
Perhitungan Stabilitas Dinding Penahan Tanah (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Kantor Walikota Kendari) Hasran Jaya; Sulha Sulha; Anafi Minmahddun; Muh Handy Dwi Adityawan; Baso Mursidi; Rini Sriyani; Sultan Machmud Hasan Masiki
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i2.44

Abstract

Abstrak Proyek Pembangunan Gedung Kantor Walikota Kendari adalah proyek yang dibangun Diatas lahan seluas 6,3 hektar dan menelan anggaran sebesar 250 milyar rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari. Pembangunan Gedung Kantor Walikota Kendari ini terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu gedung podium setinggi lima lantai, tower setinggi sembilan lantai dan gedung parkir setinggi tuga lantai dan akan dikerjakan secara bertahap selama tiga tahun. Karena pada proyek Pembangunan Gedung Kantor Walikota Kendari memiliki bangunan basement parkir yang berada dibawah elevasi tanah yang menggunakan struktur dinding penahan tanah, maka dibutuhkan perhitungan yang akurat untuk menahan gaya yang dapat menyebabkan kegagalan struktur dinding penahan tanah sebagai dinding basement parkir pada proyek pembangunan gedung kantor walikota kendari. Supaya dapat menahan tanah yang memilki kondisi khusus tersebut, konstruksi ini harus mampu memberikan kestabilan terhadap pengaruh gaya-gaya eksternal maupun internal. Oleh karena itu, dalam perencanaan dinding penahan tanah, kestabilan konstruksi harus ditinjau terhadap pengaruh gaya-gaya eksternal yang dapat menyebabkan keruntuhan guling (overtuning failure), keruntuhan geser (sliding failure), dan keruntuhan daya dukung tanah (bearing capacity failure), maupun terhadap gaya-gaya internal yang dapat pecahnya konstruksi.
Daya Dukung Fondasi Tangki 5000 KL Pertamina Region VII Sulawesi, Kota Kendari, Kecamatan Kendari Barat Muh Handy Dwi Adityawan; Umran Sarita; rini sriyani; Baso Mursidi; Sultan Machmud Hasan Masiki; Wuliman La Ode; Sulha Sulha
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i3.89

Abstract

Seiring dengan pertambahan penduduk pengguna kendaraan juga meningkat secara signifikan setiap tahunya. Sehingga kebutuhan akan bahan bakar juga meningkat. Selain itu, Meningkatnya aktivitas pertambangan secara regional turut menyumbang peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Untuk menjamin ketersedian BBM di Kota Kendari, PT. Pertamina melakukan peningkatan infrastruktur berupa penambahan tangki dengan kapasitas 5000 KL. penelitian ini bertujuan untuk menentukan dimensi fondasi tangki timbun yang sesuai berdasarkan daya dukung tanahnya. Analisi daya dukung fondasi dilakukan dengan terlebih dahulu mengintepretasi data tanah dan data struktur tangki timbun sesuai API 650. Dimensi fondasi awal ditentukan secara trial. Analisis daya dukung berdasarkan data sondir yang dikorelasikan ke nilai kohesi undrained. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai tekanan maksimum yang bekerja pada tanah di bawah fondasi lebih kecil dibandingkan daya dukung ijin dari fondasi. Dengan demikian dimensi fondasi yang telah ditetapkan telah sesuai dan memenuhi persyaratan angka aman