Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Prospek Teknologi Pembuatan Beras Bergizi Melalui Fortifikasi Iodium Ridwan Rachmat; Syafaruddin Lubis
JURNAL PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v19i3.145

Abstract

Dalam upaya penanggulangan masalah gangguan akibat kekurangan Iodium (GAKI), peningkatan mutu gizi beras merupakan salah satu terobosan yang dapat ditempuh terutama untuk memperbaiki mutu gizi masyarakat di daerah endemik Iodium. Penerapan teknologi fortifikasi Iodium pada beras sangat prospektif untuk dikembangkan, karena beras merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi lebih dari 90% penduduk Indonesia. Teknologi fortifikasi Iodium pada beras dilakukan dengan prinsip memanfaatkan sifat Iodium yang mudah terikat dengan amilosa sebagai unsur utama beras. Iodium sebagai fortifikan dalam bentuk larutan dengan penambahan bahan pengikat dikabutkan dengan alat pengkabut yang digandengkan pada alat penyosoh beras. Hasil penelitian menunjukan bahwa fortifikasi Iodium pada beras dengan menggunakan bahan pengikat dextrose dan sodium bikarbonat tidak berpengaruh terhadap kualitas beras. Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa fortifikasi iodium sebesar 1 ppm pada beras menunjukkan bahwa rasa nasi dari beras dengan fortifikan iodit maupun iodat tanpa pengikat tidak berbeda nyata dengan kontrol dan disukai •60% konsumen (responden). Sedangkan dari segi aroma tidak berbeda nyata dengan kontrol dan menunjukkan penampilan permukaan terlihat bersih dan cemerlang. Dari mutu fisik beras, pada umumnya beras beriodium dapat diklasifikasikan pada standar mutu II karena beras kepala diatas 80% dan beras patah paling tinggi 19,41%.In an effort to overcome problems Iodine deficiency disorders (IDD), increased nutrient quality of rice is one of the breakthroughs that can be achieved primarily to improve the nutritive quality of the community in areas of endemic iodine. Iodine fortification technology implementation on highly prospective for development of rice, because rice is the staple food consumed by more than 90% of Indonesian population. Iodine fortification of rice technology by utilizing the principle of the easy nature of iodine bound with amylose as the main element in rice. Iodine as fortifikan in the form of a solution with the addition of a binder in mist sprayer which coupled with the tool on the tool penyosoh rice. The results showed that iodine fortification in rice by using a binder dextrose and sodium bicarbonate did not affect the quality of rice. The organoleptic test showed that iodine fortification of 1 ppm in rice showed that the rice with iodate fortificant iodid or without a binder is not significantly different from the control and preferred •'3d 60% of consumers (respondents). In terms of flavor not significantly different from the control and shows the surface appearance looks clean and bright. From the physical quality of rice, generally can be classified on the quality standard II for over 80% head rice yield and broken rice the highest 19.41%. 
Teknologi Penyimpanan Gabah Secara Hermetik untuk Menekan Susut Kualitas dan Kuantitas Ridwan Rachmat
JURNAL PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v17i2.256

Abstract

Penyimpanan gabah baik ditingkat petani maupun komersial menghadapitantangan keadaan iklim dan gangguan hama. Masalah utama kerusakan mutuyang disebabkan oleh absorpsi uap air dan hama serta kehilangan viabilitas daribenih. Studi ini mempelajari sistem penyimpanan gabah secara hermetik baikuntuk konsumsi maupun benih ditingkat petani dan laboratorium. Tujuan utamaadalah untuk mengamati pengaruh penyimpanan hermetik padi dan benih terhadap kehilangan secara kualitas maupun kuantitas. Penelitian dilakukan di Subang, dan Karawang, Jawa Barat. Metode penyimpanan yang dievaluasi terdiri atas sistem penyimpanan tradisional, sistem penyimpanan hermetik. Pengambilan sampel dilakukan setiap 3 bulan pada 5 lokasi yang berbeda secara terpisah. Analisa mutu sampel gabah dan beras dilakukan di Laboratorium Karawang pada Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian. Tingkat oksigen selama periode penyimpanan diukur setiap 2 minggu. Penelitian ini membandingkan sistem penyimpanan hermetik secara tradisional dengan wadah tabung plastik, plastik polyetylen serta volcano cube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyimpanan hermetik merupakan metode yang efektif untuk skala kecil menengah dan memiliki kemampuan dalam pengendalian variasi kadar air dan hama Penyimpanan gabah. Ditinjau dari daya tumbuh benih tertinggi terdapat pada benih yang disimpan dalam tong plastik (plastik jar) yaitu 86%, diikuti kantong aluminium foil 84% dan karung polyetilene 82,3%, dan terendah yaitu volcani cube 78,3%. Penyimpanan metode hermetik dengan menggunakan tabung atau tong plastik secara umum terbaik dibandingkan dengan karung polyetilene atau kantong aluminium foil. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah serangga, terkendalinya viabilitas benih selama 12 bulan penyimpanan. Viabilitas benih, kondisi lingkungan menurun setelah penyimpanan selama 6 bulan; sistempenyimpanan hermetik dengan prinsip pengendalian tingkat respirasi aerobik dari bahan, serangga dan jamur. Dalam sistem ini kadar karbon dioksida antar biji meningkat dengan berkurangnya tingkat konsentrasi oksigen, sehingga respirasi aerobik yang terjadi semakin rendah.
Cokelat dan Efek Penyegarnya Maesaroh, Mia; Rachmat, Ridwan; Fanani, Muhammad Zainal
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i2.17013

Abstract

Cokelat merupakan produk homogen yang dihasilkan melalui proses pencampuran bahan-bahan yang berasal dari biji kakao, baik dengan tambahan bahan lain maupun tanpa, termasuk bahan tambahan pangan (BTP) yang telah disetujui oleh otoritas kompeten. Sebagai salah satu produk yang memiliki potensi besar, karena ketesediaan bahan baku biji kakao yang melimpah di Indonesia, yang merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia. Hal ini menjadikan cokelat sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut, terutama melalui pendekatan kualitatif berdasarkan berbagai rujukan utama. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa cokelat, selain memberikan efek penyegar (menurunkan kecemasan atau stres), juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan. Cokelat diketahui memberikan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, serta membantu menjaga berat badan. Selain itu, konsumsi cokelat dapat meningkatkan energi, mengatasi kelelahan, dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Beberapa sifat fisikokimia cokelat yang telah ditemukan, meliputi kandungan fenolik (seperti asam galat, asam kafeat, katekin, dan epikatekin), metilxantin (termasuk teobromin, kafein, dan teofilin), flavonoid, polifenol, prosianidin, feniletilamin, 2,5-diketopiperazina, asam askorbat, tiamin, zat besi, magnesium, vitamin D2, dan serat. Berbagai senyawa tersebut berkontribusi pada manfaat kesehatan yang signifikan, menjadikan cokelat tidak hanya sebagai camilan lezat yang menyenangkan, tetapi juga sebagai sumber gizi yang bermanfaat bagi tubuh.
Rancang Bangun Sistem Pengolahan Air Limbah Ekstraksi Berbasis Internet of Things di PT Sari Alam Sukabumi Wulandari, Tria; Rahmaniah, Mustika; Erlangga; Arief Munandar, Rifki; Rizki; Juang Pajri Perkasa, Moch; Rachmat, Ridwan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pengolahan air limbah ekstraksi berbasis Internet of Things (IoT) di PT Sari Alam Sukabumi. Teknologi IoT diterapkan untuk memantau kualitas air limbah secara real-time, memungkinkan deteksi dini perubahan kualitas air dan otomatisasi dalam proses penyesuaian pengolahan. Sistem ini menggunakan sensor untuk mengukur pH dan kekeruhan air yang terhubung dengan platform pengolahan data, sehingga memungkinkan pengendalian lebih efisien dan penurunan biaya operasional. Hasil dari penerapan sistem ini memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan sesuai dengan baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh regulasi pemerintah, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi IoT, pengolahan air limbah menjadi lebih efektif, dan berkelanjutan.
Karakteristik Kimia, Organoleptik, dan Bentuk Kristal Berbagai Jenis Madu Permana, Irfan Zanuwarsa; Haris, Helmi; Rachmat, Ridwan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15871

Abstract

Madu merupakan salah satu bahan pangan yang berwarna kuning cerah hingga kecoklatan, memiliki tekstur yang kental, memiliki rasa yang manis karena memiliki kandungan gula yang tinggi. Pada penelitian ini, jenis madu yang digunakan yaitu madu kaliandra, madu hafidz, madu kurma TJ, dan madu sintetis. terhadap parameter organoleptik, kimia dan bentuk kristal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, dimana yang dijadikan faktornya yaitu jenis madu yang terdiri dari empat taraf perlakuan. Analisis data yang digunakan yaitu uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Analisis jenis madu yang dilakukan meliputi uji organoleptik (uji mutu hedonik dan uji mutu sensori) dan uji laboratoris (aktivitas enzim diastase, hidroksimetilfurfural, kadar air, kadar gula pereduksi, kadar sukrosa, keasaman, kadar abu, dan total padatan tidak terlarut). Berdasarkan parameter organoleptik, uji mutu hedonik terbaik dari keempat sampel madu yang ada, madu sintetis menunukkan hasil terbaik pada uji mutu hedonik dan madu jenis madu kurma TJ merupakan madu dengan uji mutu sensori terbaik. Berdasarkan parameter kimia, kualitas madu Kaliandra cenderung memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan jenis madu lainnya, memiliki aktivitas enzim diastase sebesar 6,71 DN, hidroksimetilfurfural sebesar 22,57 mg/kg, kadar air sebesar 17,90%, kadar gula pereduksi sebesar 56,65%, kadar sukrosa sebesar 6,22%, keasaman sebesar 6,45 mL NaOH/kg, kadar abu sebesar 0,45%, dan total padatan tidak terlarut sebesar 0,52%. Berdasarkan pengamatan bentuk kristal madu, madu hafidz memiliki keteraturan bentuk kristal yang bentuknya seperti bola lengket karena mengandung glukosa.
Eduekowisata Berbasis Integrated Farming System di UKM “TAPOS FARM” Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi-Bogor Syarbaini, Ahmad; Haris, Helmi; Rachmat, Ridwan; Mulya, Sahnur; Muhammad, Marcell; Azis, Abrar Ghani; Wicaksono, Muhammad Abdiki; Fauzan, Muhamad Falih; Nuraini, Ani
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20896

Abstract

Background: Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di “Tapos Farm” bekerja sama dengan Karang Taruna “PEDULI” dan pengelola Wisata Alam “LBC Lestari” di Kampung Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi. Kegiatan ini mengusung konsep eduekowisata dengan fokus pada Integrated Farming System yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil pertanian. Namun demikian, pengelolaan Tapos Farm masih menghadapi kendala pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran sehingga potensi bisnis eduekowisata belum memberikan dampak ekonomi yang optimal. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan keterampilan mitra, memperluas peluang pemasaran serta meningkatkan pendapatan UKM Tapos Farm. Metode: Metode pelaksanaan meliputi persiapan, sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, serta program keberlanjutan. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan anggota mitra, di mana skor keterampilan meningkat dari 1 (kurang) menjadi 3 (cukup), serta pendapatan dari skor 2 (agak baik) menjadi 4 (baik). Selain itu, program menghasilkan luaran berupa pengembangan produk, rekognisi 4–6 SKS mahasiswa, publikasi di media massa, karya audio-visual di kanal Youtube, serta submit artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA. Kesimpulan: PKM ini mampu mengoptimalkan potensi eduekowisata berbasis pertanian terpadu dan berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat lokal.