Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Lateralisasi

Nilai Moral Dala Novel Hujan Karya Tere Liye Loliek Kania Atmaja; Mardan Mardan; Lidia Sugandi
Lateralisasi Vol. 8 No. 1 (2020): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i1.809

Abstract

AbstrakSastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang obyeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Karya sastra adalah karya seni yang di ungkapkan oleh pemikiran dan perasaan manusia dengan keindahan bahasa, karena itu karya sastra mempunyai sifat yang sama dengan karya seni yang lain. Karya sastra diciptakan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.Selain itu, karya sastra juga menjadi sarana penanaman nilai moral. Karya  sastra  menampilkan gambaran  kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial yang mencakup hubungan  antar manusia, antar peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Adanya nilai moral dalam karya sastra diharapkan mampumemunculkan nilai-nilai positif bagi pembaca, sehingga pembaca peka terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan mendorong untuk berprilaku baik, masalah yang ingin di angkat dalam penelitian ini adalah(1) Bagaimanakah bentuk-bentuk nilai moral baik dalam novel Hujan karya Tere Liye ? (2) Bagaimanakah bentuk-bentuk nilai moral buruk dalam novel Hujan karya Tere Liye ?. Dengan mengacu pendekatan struktural, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam novel Hujan karya Tere Liye dapat disimpulkan bahwa novel tersebut tersebut terdapat nilai-nilai moral baik dan nilai-nilai moral buruk.Menurut Nurgiyantoro (2013:429-430), nilai moral baik meliputi keimanan, penolong, pantang menyerah, kejujuran, tanggung jawab, bekerja keras, kebahagiaan, dan menerima.Sedangkan moral buruk meliputi bohong dan jahat. Dari hasil pembahasan tersebut dapat ditemukan : 1. Bentuk nilai moral Baik : 1) moral keimanan ada 3 data, 2) moral penolong ada  24 data,  3) moral pantang menyerah 10  data, 4) moral kejujuran 10 data, 5) moral bertanggung jawab 4 data, 6) moral bekerja keras 14 data, 7) moral kebahagiaan 22 data, dan 8) moral menerima 11 data. 2. Bentuk nilai moral buruk : 1) moral bohong 3 data, 2) moral jahat 16 data. Untuk nilai moral baik yang paling mendominan adalah nilai moral penolong. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis menyampaikan saran, sebagaiberikut : a) Kepada pembaca novel, hendaknya dapat meneladani nilai moral baik dalam novel Hujan karya Tere Liye ini sebagai ajaran kebaikan dan contoh dalm menjalani hidup. b) Kepada peneliti lain yang berencana akan meneliti novel ini, lebih baiknya untuk memperluas cakupan pada aspek-aspek yang lain dan memperdalam penelitian bentuk nilai moral yang berbeda dalam novel Hujan karya Tere Liye ini.Kata Kunci : Nilai Moral, Novel Hujan
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA SI ANAK BADAI KARYA TERE LIYE Loliek Kania Atmaja; Mardan - Mardan; Pita - Pramudia
Lateralisasi Vol. 8 No. 2 (2020): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i2.1250

Abstract

Abstrak     Konflik adalah kejadian yang tergolong penting, sesuatu yang bersifat tidak menyenangkan yang terjadi dan atau dialami oleh tokoh-tokoh cerita yang bersifat dramatik, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi balasan. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah konflik batin tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye? Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pendeskripsian konflik batin tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik daftar data dengan langkah-langkah sebagai berikut, (1) membaca novel Si Anak Badai karya Tere Liye, (2) membaca ulang  novel Si Anak Badai karya Tere Liye sambil menandai bagian karya yang berhubungan dengan masalah penelitian dengan cara menggaris bawahi dengan tinta warna, (3) mengumpulkan bagian-bagian teks novel yang telah digarisbawahi pada lembar pencatat data dalam bentuk daftar data. Teknik analisis data adalah (1) mengidentifikasi konflik batin tokoh utama yang telah terkumpul dalam daftar data, (2) mengklasifikasikan kedalam kategori sesuai dengan masalah penelitian yaitu konflik tokoh utama, (3) menganalisis konflik tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye untuk dideskripsikan, (4) menginterpretasikan konflik tokoh utama yang terdapat dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye, dan (5) menarik kesimpulan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian konflik batin tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye dapat diambil kesimpulan, yaitu konflik batin tokoh utama ditemukan sebanyak 78 data meliputi marah ditemuakan sebanyak 4 data, cemas ditemukan sebanyak 5 data, kesal ditemukan sebanyak 3 data, rasa takut ditemukan sebanyak 14 data, kebingungan ditemukan sebanyak 13 data, rasa bersalah ditemukan sebanyak 7 data, kecewa ditemukan sebanyak 8 data, panik ditemukan sebanyak 10 data, penderitaan ditemukan sebanyak 2 data, penyesalan diri ditemukan sebanyak 1 data, sedih ditemukan sebanyak 2 data dan malu ditemukan sebanyak 8 data. Koflik batin tokoh utama yang paling dominan muncul adalah rasa takut dengan 14 data. Sedangkan yang paling sedikit adalah penyesalan diri dengan 1 data. Saran dalam penelitian ini (1) hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk penelitian berikutnya. (2) kepada pembaca dan pemerhati karya sastra memperdalam pengkajian karya sastra, (3) perlu penelitian yang relevan agar penelitian selanjutnya dapat dijadikan sebagai referensi.Kata Kunci: Konflik Batin, Tokoh Utama, novel Si Anak Badai
PENGIMAJIAN DALAM PUISI KERIKIL TAJAM YANG TEREMPAS KARYA CHAIRIL ANWAR Loliek Kania Atmaja; Ajat - Manjato; Septina - Lisdayanti
Lateralisasi Vol. 9 No. 1 (2021): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i1.1753

Abstract

Puisi dimanfaatkan oleh penyair sebagai sumber inspirasi kreatif, sarana estetika, hingga cara berpikir untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Puisi mempunyai susunan kata terpilih yang apabila dibaca akan mampu membangun gambaran, menghasilkan bayangan imajinatif, dan berkesan dalam pikiran pembaca. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah Pengimajian dalam Kumpulan Puisi Kerikil Tajam yang Terempas Karya Chairil Anwar  ? Tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan Pengimajian dalam Kumpulan Puisi Kerikil Tajam yang Terempas Karya Chairil Anwar. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat : mampu menambah wawasan dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan mengenai studi sastra Indonesia, khususnya dengan pembelajaran sastra. penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan tambahan untuk menambah pengetahuan, keterampilan berbahasa khususnya puisi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Pengimajian dalam Kumpulan Puisi Kerikil Tajam yang Terempas Karya Chairil Anwar yakni 1. Pengimajian penglihatan, 2. Pengimajian pendengaran, 3. Pengimajian gerakan, 4. Pengimajian perabaan, 5. Pengimajian penciuman, 6. Pengimajian pencecapan, dan 7. Pengimajian synaesthetic. Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang penulis sarankan untuk menambah wacana tentang kajian pengimajian. Kajian pengimajian memiliki kedudukan yang cukup signifikan dalam tataran teori sastra. Sebagai salah satu pembedahan karya sastra berupa pengimajian yang mampu memberikan pandangan lain dari sebuah karya sastra. Dengan memanfaatkan teori-teori gaya bahasa yang didasarkan pada pemahaman ilmu sastra, analisis terhadap karya sastra akan menghasilkan warna pemahaman yang lebih terhadap kedudukan seorang dalam sisi sastra.Kata Kunci      : Pengimajian, Puisi, Kerikil Tajam yang Terempas
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KESENIAN DONGENG ANDEI-ANDEI REJANG DI KABUPTEN BENGKULU UTARA Loliek Kania Atmaja; Lerinda - Lerinda; Ajat - Manjato
Lateralisasi Vol. 9 No. 2 (2021): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i2.2919

Abstract

AbstrakAndei-Andei Rejang adalah cerita/dongeng, yaitu bentuk kesenian bercerita atau berdongeng sebelum tidur, cara penyampaian ceritanya bisa saja tanpa dilagukan, bercerita sebelum tidur ini sudah menjadi kebiasaan orang-orang tua suku rejang tempo dulu. Rumuskan  permasalahan dari penelitian ini adalah Apa saja nilai-nilai sosial dalam kesenian dongeng Andei-Andei Rejang di Bengkulu Utara?tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui Apa saja nilai-nilai sosial dalam kesenian dongeng Andei-Andei Rejang di Bengkulu Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-nilai sosial yang terdapat dalam dongeng Andei-Andei Rejang “kacea dan kersip” diatas dapat dipahami bahwa terdapat nilai-nilai sosial: (a) Nilai tolong menolong 1 kutipan, (b) Nilai kasih sayang 1 kutipan, (c) Nilai kepedulian 1 kutipan, (d) Nilai kepedulian 1 kutipan, (e) Nilai setia kawan 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Kacea ngen Beuk” terdapat satu nilai sosial, yaitu: (a) Nilai kepedulian 1 kutipan, (b) Nilai toleransi 1 kutipan, (c) Nilai kasih sayang 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Be’uk besanan dengan kuo” terdapat satu Nilai sosial, yaitu: : (a). Nilai tolong menolong 1 kutipan, (b). Nilai kasih sayang 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Olok Lai” terdapat dua nilai sosial, yaitu: (a). Nilai tolong menolong 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Beuk sebisan ngen Kuo” terdapat satu nilai sosial, yaitu: (a). Nilai tolong menolong 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Anak Lumang Bguau Ngajai” terdapat dua nilai sosial, yaitu: : (a). Nilai kepedulian 1 kutipan, (b). Nilai sopan santun 1 kutipan.Kata Kunci : nilai-nilai, Kesenian, dongeng andei-andei rejang
NILAI BUDAYA DALAM KEARIFAN LOKAL BUKU CERITA RAKYAT LEGENDA DANAU DENDAM TAK SUDAH DAN DANAU TES KARYA OYIEK KANIA ATMAJA DAN IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Loliek Kania Atmaja; Oyiek Atmaja
Lateralisasi Vol. 10 No. 01 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v10i01.3493

Abstract

ABSTRAK Banyak cerita rakyat yang terdapat di Provinsi Bengkulu, ada beberapa yang akan peneliti kaji, yaitu sebagai berikut : 1. Danau Dendam Tak Sudah, 2. Buaya Buntung, 3. Biring Kecik, 4. Ular Kepala Tujuh, dan 5. Pahit Lidah. Ke lima cerita rakyat inilah yang akan peneliti analisis berdasarkan nilai budaya yang terdapat di dalam cerita rakyat tersebut. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah nilai budaya dalam kearifan lokal buku cerita rakyat Legenda Danau Dendam Tak Sudah Dan Danau Tes karya Oyiek Kania Atmaja dan implementasi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Legenda Danau Dendam Tak Sudah Dan Danau Tes karya Oyiek Kania Atmaja. (2) Untuk mendeskripsikan implikasi nilai budaya dalam kearifan lokal buku cerita rakyat Legenda Danau Dendam Tak Sudah Dan Danau Tes karya Oyiek Kania Atmaja terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Berdasarkan analisis nilai-nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Legenda Danau Dendam Tak Sudah Dan Danau Tes karya Oyiek Kania Atmaja dapat disimpulkan nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Legenda Danau Dendam Tak Sudah Dan Danau Tes karya Oyiek Kania Atmaja yaitu : 1. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, antara lain Kehendak/ rencana Tuhan, dan sebagainya. 2. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam. 3. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat, seperti Pemimpin yang bertanggung jawan, Rasa tolong menolong sesama manusia, dan sebagainya. 4. Nilai budaya dalam hubungan manusia lain, seperti Persahabatan, Berjanji, Merasa kecewa dan sebagainya. 5. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, seperti: Sifat pemalas akan merugikan diri sendiri, Sifat keras kepala hanya akan merugikan diri sendri. Sehubungan dengan penelitian penuis mengharapkan dapat menambah wawasan pembaca atau masyarakat untuk lebih mengetahui dan memahami nilai budaya dan kearifan lokal yang disampaikan oleh buku cerita rakyat Legenda Danau Dendam Tak Sudah Dan Danau Tes karya Oyiek Kania Atmaja. Dan semoga Sebagai bahan referensi bagi peneliti lainnya yang masalahnya relevan dengan penelitian ini. Kata Kunci : Nilai Budaya, Cerita Rakyat, Implikasi
PATOLOGI SOSIAL DALAM NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE Loliek Kania Atmaja; Celika Zenti; Jelita Zakaria
Lateralisasi Vol. 11 No. 01 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i01.5483

Abstract

Abstrak Masalah dalam penelitian ini yaitu tentang Patologi Sosial dalam Novel Janji karya Tere Liye yang terdiri dari lima macam patologi sosial (Kriminalitas, Perjudian, Minuman Keras, Korupsi, dan prostitusi). Tujuan meneliti patologi sosial karena banyak yang tidak menyadari tentang penyakit yang ada di lingkungan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalh Deskriptif Kwalitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Novel Janji karya Tere Liye, data yang dihasilkan sebanyak 68 data, yang terbagi menjadi lima bagian patologi sosial. Kriminalitas terdapat sebanyak 32 buah data, Perjudian terdapat sebanyak 5 buah data, Minuman Keras terdapat sebanyak 26 data, Korupsi terdapat sebanyak 3 buah data, dan Prostitusi terdapat sebanyak 3 buah data. Untuk mengetahui data-data tersebut peneliti membaca berulang-ulang Novel sambil memahami isi didalamnya sehingga peneliti menemukan data-data tersebut. Kata Kunci : Patologi Sosial, Kriminalitas