Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA DIKLINIK SAHABAT IBU DAN ANAK (SIDA) Deva Yulianti; Waryantini; Mhamad Yusfar Syaifuro, Kunkun
Healthy Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/pre9qx02

Abstract

Pendampingan suami berarti menemani dan turut serta dalam  suka dan duka saat proses persalinan. Keluarga merupakan sistem pendukung bagi ibu yang akan melahirkan,dan kehadiran serta dukungan suami sangat berarti dalam membantu ibu selama persalinan. suami merupakan orang terdekat ibu dalam menjalani proses persalinan dapat memberikan rasa tenang dan sebagai penguat psikis pada ibu  bersalinan manfaat pendampingan suami dengan kedekatan suami-istri bertambah selalu ada bila dibutuhkan,menumbuhkan naluri kebapakan suami akan lebih menghargai istri,membantu keberhasilan IMD,membantu mengurangi rasa neyri saat persalinan dan dapat membantu dalam pemenuhan nutrisi ibu(ardiyansyah, M, 2023). Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin primigravida di klinik sahabat ibu dan anak (SIDA).untuk mengetahui tingkat kecemasan pada ibu bersalin primigravida di klinik sahabat ibu dan anak (SIDA).Mengetahui hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin primigravida di klinik sahabat ibu dan anak (SIDA). Desain dalam penelitian ini adalah studi kolerasi dengan menggunakan metode pendekatan crosssectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 90seluruh ibu bersalin primigravida. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data menggunakan Uji Chi-Square untuk mencari hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin primigravida. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya responden Didampingi  (82,2%) dan Tidak mendampingi (17,8%). Uji Chi-Square menunjukan terdapat hubungan p-value = 0,589 > (0,05). Berdasarkan tabel Symetric Measures didapatkan hasil Congenty Coefficient = 0,057 H? ditolak dan Ha diterima Maka dapat disimpulkan bahwa pendampingan suami dapat mempengaruhi tingkat kecemasan pada ibu bersalin primigravida.Memberi informasi dan pengetahuan bagi ibu bersalin untuk mempersiapkan diri baik secara fisik maupun psikis. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan ibu dan mencegah munculnya kecemasan
Efektifitas Terapi Jus Belimbing Dan Terapi Jus Tomat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Ciluncat Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung Waryantini; Widya Nurul Agni; Ganjar Safari
Healthy Journal Vol. 11 No. 2 (2022): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v11i2.1145

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah besar diseluruh dunia, hasil pengukuran tekanan darah di jawa barat 2020 sebesar 37,7%, riskesdas 2018 terdapat 63 juta penduduk indonesia yang menyandang penyakit hipertensi , berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk berusia >18 tahun 34,1%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari terapi jus belimbing dan terapi jus tomat terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di desa ciluncat kecamatan cangkuang kabupaten bandung. Design penelitian yang di gunakan adalah pre – ekperimental One Group Pretest – Postest Design. Sampel sebanyak 20 responden, 10 responden kelompok intervensi terapijus belimbing 10 responden kelompok intervensi terapi jus tomat dengan menggunakan teknik sampling insidental. Analisa data menggunakan Uji Normalitas Data, Uji Homogenitas Data, Uji Wilcoxon, dan Uji Mann-Whiteney U- Test. Hasil Uji Wilcoxon dengan nilai p value terapi jus belimbing 0,03 (p0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi jus belimbing dan terapi jus tomat terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di desa ciluncat kecamatan cangkuang kabupaten bandung. Saran ditujukan kepada lansia yang mengalami hipertensi untuk tetap menjaga kesehatan tekanan darah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 40-55 Tahun Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Premenopause Liana Pujiastuti; Dewi Septi Ambarwati; Waryantini
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1332

Abstract

Tahap sebelum mendekati menopause dikenal sebagai premenopause. Wanita premenopause sering mengalami kecemasan karena tidak menyadari tanda-tandanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara tingkat kecemasan premenopause wanita dan tingkat pengetahuan wanita antara usia 40 dan 55 tahun. Teknik cross-sectional dan desain kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 30 responden dipilih sebagai sampel, dan sampling kuota juga digunakan. Data penelitian dianalisis menggunakan chi-square untuk melihat bagaimana hubungan pengetahuan dan kecemasan. Responden premenopause dari 30 responden memiliki hampir semua informasi yang diperlukan, atau sebanyak 19 (63,3%), dan sebagian besar dari mereka mengalami kecemasan tentang premenopause, dengan 22 (73,3%) melaporkan kecemasan berat, dengan nilai p 0,000. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kecemasan dan pengetahuan pramenopause pada wanita antara usia 40 dan 55 terdapat hubungan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Kelas 10 dan 11 MA Mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Nandar Wirawan; Dedi Kurnia; Waryantini; Rifaldi Faturahman
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1422

Abstract

Potensi bahaya yang dihadapi santri akibat kecelakaan dan implikasinya yang serius, adalah area yang mempunyai risiko kecelakaan yang tinggi dengan macam- macam kecelakaan yang terjadi dipesantren adalah terkilir, luka, pingsan, perdarahan dan keracunan. Penting bagi sekolah untuk mengimplementasikan program P3K dan pendidikan keselamatan. Melalui program UKS dan pelatihan P3K, peningkatan pengetahuan dalam memberikan pertolongan pertama telah terbukti efektif. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai P3K di pesantren, dengan tujuan memperkuat program kesehatan dan keselamatan siswa secara komprehensif.Populasi dalam studi ini terdiri dari 46 santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil berjumlah 41 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling, dengan menggunakan metode proportionate stratified random. Sebelum intervensi pendidikan kesehatan mengenai P3K, 90,2% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, 78,0% mencapai pengetahuan yang cukup. Hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,00 < 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan setelah pendidikan kesehatan dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdampak positif pada pengetahuan santri kelas 10-11 MA mengenai P3K, mendorong praktik yang benar dan efektif, serta melatih keterampilan P3K bagi santri untuk merespons kecelakaan. Penelitian lanjutan dan inovasi dalam pendidikan kesehatan di pesantren, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam P3K.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Kelas 10-11 Ma Mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Nandar Wirawan; Waryantini; Ganjar Safari; Rifaldi; Dini Rubby
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1475

Abstract

Potensi bahaya yang dihadapi santri akibat kecelakaan dan implikasinya yang serius, adalah area yang mempunyai risiko kecelakaan yang tinggi dengan macam- macam kecelakaan yang terjadi dipesantren adalah terkilir, luka, pingsan, perdarahan dan keracunan. Penting bagi sekolah untuk mengimplementasikan program P3K dan pendidikan keselamatan. Melalui program UKS dan pelatihan P3K, peningkatan pengetahuan dalam memberikan pertolongan pertama telah terbukti efektif. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai P3K di pesantren, dengan tujuan memperkuat program kesehatan dan keselamatan siswa secara komprehensif.Populasi dalam studi ini terdiri dari 46 santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil berjumlah 41 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling, dengan menggunakan metode proportionate stratified random. Sebelum intervensi pendidikan kesehatan mengenai P3K, 90,2% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, 78,0% mencapai pengetahuan yang cukup. Hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,00 < 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan setelah pendidikan kesehatan dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdampak positif pada pengetahuan santri kelas 10-11 MA mengenai P3K, mendorong praktik yang benar dan efektif, serta melatih keterampilan P3K bagi santri untuk merespons kecelakaan. Penelitian lanjutan dan inovasi dalam pendidikan kesehatan di pesantren, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam P3K.
Pijat Laktasi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan Dengan ASI Ekslusif Di Desa Bojongkunci Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung Erin Rika Herwina; Waryantini; Tri Nugroho Wismadi; Ajeng Yayu
Healthy Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v13i1.1488

Abstract

Pemberian ASI Ekslusif banyak memberikan manfaat baik untuk ibu maupun bayinya. Namun kondisi seperti produksi ASI yang kurang dapat menghambat pemberian ASI Ekslusif dan berdampak pada pertumbuhan berat badan bayinya. Metode pijat laktasi dapat meningkatkan produksi dan memperlancar ASI sehingga diasumsikan dapat meningkatkan berat badan bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat laktasi terhadap berat badan bayi usia 3-6 bulan dengan ASI Ekslusif. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan 15 sampel kelompok intervensi dan 15 sampel kelompok kontrol ibu dengan ASI Ekslusif yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik non parametrik yang digunakan yaitu Wilcoxon dan uji Mann Whiteney U. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh pijat laktasi terhadap berat badan bayi usia 3-6 bulan dengan ASI Ekslusif baik pada kelompok intervensi (p=value 0,001) dan kontrol (p=value 0,001). Namun demikian peningkatkan berat badan bayi lebih efektif pada kelompok yang dilakukan pijat laktasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak dilakukan pijat laktasi. Dengan demikian disarankan perlu adanya edukasi kepada seluruh keluarga atau ibu yang sedang menyusui untuk melakukan pijat laktasi sehingga meningkatkan produksi ASI dan berat badan bayi.