Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS MISKONSEPSI SISTEM PERNAPASAN PADA BUKU TEKS BIOLOGI SMA KELAS XI DI KABUPATEN BANYUMAS Syahida Chairunnisa; Sukiya Sukiya; Tutiek Rahayu
Jurnal Edukasi Biologi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v7i4.13725

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi miskonsepsi berdasarkan kategori miskonsepsi menurut Hershey (2005), dan mengetahui persentase masing-masing kategori miskonsepsi pada materi sistem pernapasan dari buku teks biologi kelas XI di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten dengan teknik pengambilan objek secara sensus, karena hanya tiga buku teks yang digunakan. Objek penelitian ini adalah buku teks yang memuat materi sistem pernapasan. Unit analisis berupa teks dan gambar yang memuat materi sistem pernapasan. Analisis miskonsepsi berdasarkan kategori misidentification, oversimplification, overgeneralization, undergeneralization, dan obsolete concept and terms dilakukan oleh tiga panelis. Data yang diperoleh diuji kehandalan datanya dan dianalisis dengan menghitung persentase setiap kategori miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi unit teks dan gambar pada buku teks biologi SMA kelas XI yang digunakan di Kabupaten Banyumas adalah misidentification (1,1% dan 0%), oversimplifications (3,5% dan 12,2%), overgeneralizations (1,8% dan 0%), undergeneralizations (0,37% dan 0%), obsolete concept and terms (0,67% dan 0%).Kata kunci: Banyumas, buku teks biologi, miskonsepsi, sistem pernapasan, SMA
KETERKAITAN ANTARA LANGGAM BELAJAR DENGAN KARAKTER ILMIAH YANG MUNCUL DALAM PERKULIAHAN KESEHATAN LINGKUNGAN MATERI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNY Fatharani Yurian Wahid; Yuliati M.Kes; Tutiek Rahayu
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i3.4515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam langgam belajar, karakter ilmiah, dan keterkaitan antara langgam belajar dengan karakter ilmiah yang muncul pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, di mana peneliti akan melihat bagaimana pola antara karakteristik setiap macam langgam belajar yang dimiliki mahasiswa Pendidikan Biologi FMIPA UNY dengan karakter ilmiah yang muncul dalam perkuliahan Kesehatan Lingkungan dengan materi PHBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase langgam belajar yang paling banyak dimiliki adalah Asimilasi sebesar 36,67%. Diantara kedelapan karakter ilmiah yang muncul, belum semua mahasiswa dapat mencapai kategori Mulai Konsisten pada karakter ilmiah Kreatif dan Rasa Ingin Tahu. Terdapat kecenderungan karakter ilmiah berpengaruh terhadap macam langgam belajar yang dimiliki mahasiswa. Terdapat kesesuaian antara karakteristik mahasiswa MIPA secara umum dengan karakteristik langgam belajar Asimilasi.Kata kunci: karakter ilmiah, langgam belajar, mahasiswa.
PENYUSUNAN POCKET BOOK PENYAKIT MENULAR SEKSUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Anggrek sinta sari; Asri Widowati; Tutiek Rahayu
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i2.4490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas pocket book Penyakit Menular Seksual (PMS) sebagai bahan ajar pengayaan ditinjau dari kelayakan materi, kegrafisan, kebahasaan, tampilan, pemahaman konsep serta sikap peduli lingkungan pocket book; (2) potensi bahan ajar pocket book PMS  dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI di SMA N 3 Klaten; (3) potensi pocket book PMS untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan  tahap, yaitu (1) Analisis (Analysis), (2) Desain (design),  (3) Pengembangan (Development), dan (4) Uji coba (Implementation). Bahan ajar pengayaan ini berupa pocket book pengayaan penyakit menular seksual yang akan direview oleh 2 dosen ahli media, 2 dosen ahli materi, dan 2 guru biologi SMA. Penelitian ini dilakukan di SMA N 3 Klaten. Tahap uji coba terbatas melibatkan 15 siswa kelas XI di SMA N 3 Klaten. Instrumen penilaian berupa angket penilaian dianalisis secara dekriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas pocket book penyakit menular seksual sebagai bahan ajar pengayaan menurut ahli media, ahli materi dan guru biologi berkategori baik, berpotensi dalam meningkatkan pemahaman konsep termasuk dalam kriteria sangat baik, dan layak digunakan dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan.  Kata kunci: pocket book, penyakit menular seksual. 
PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) PADA USAHA JASABOGA DI KECAMATAN KOTAGEDE, YOGYAKARTA Maria Olivia Ero Blikon; Tutiek Rahayu; Anna Rahmawati
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 6 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i6.7808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan HACCP pada usaha jasaboga berupa titik kritis pada produksi ayam bacem dan mengetahui kualitas produk yang dihasilkan melalui uji cemaran fisik, kimia, dan mikrobiologis di Kecamatan Kotagede dan mengetahui hasil penerapan HACCP dengan mutu produk ayam bacem tersebut. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan metode observasi langsung. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan jasaboga A2 dan sumber air bersih PDAM dan pengambilan sampel ayam bacem secara random. Sampel ayam bacem diambil secara aseptik dan langsung dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan kualitas mutu berdasarkan syarat fisik, kimia, dan mikrobiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik kritis kedua jasaboga terletak pada proses pengolahan ayam bacem dengan alat yang tidak saniter, penjamah kurang higiene, dan sanitasi lingkungan yang kurang. Hasil HACCP pada kedua jasaboga tidak memenuhi standar permenkes RI No 715/MENKES/SK/V/2003, namun hasil uji fisik, kimia, dan mikrobiologisnya baik dan aman untuk dikonsumsi. Kata kunci: HACCP, usaha jasaboga, ayam bacem
HUBUNGAN TANDA-TANDA VITAL DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KONSENTRASI BELAJAR PADA REMAJA PUTRI Sovi Amalia Devi; Tutiek Rahayu
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 4 Tahun 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i4.13239

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tanda-tanda vital, kadar hemoglobin dantingkat konsentrasi remaja putri, serta hubungan tanda-tanda vital dan kadar hemoglobin dengankonsentrasi belajar pada remaja putri. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa FMIPA UNY yangberumur 17- 24 tahun sejumlah 35 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengandesain studi cross sectional. Variabel bebas yaitu tanda-tanda vital yang meliputi denyut nadi, tekanandarah dan laju pernapasan dan variabel terikat yaitu tingkat konsentrasi belajar. Teknik sampling yangdigunakan adalah purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini meliputi tabel data tanda vitalremaja putri, tes Bourdon Wiersma, dan seperangkat alat-alat yaitu tensimeter dan Hb meter. Hasilpenelitian menunjukkan nilai tanda-tanda vital yaitu denyut nadi sebesar 79,62 kali/menit, tekanandarah sebesar 105/74 mmHg, laju pernapasan sebesar 22 kali/menit, dan kadar hemoglobin seberar12,00 g/dl, nilai tersebut sesuai dengan standar dari kementrian kesehatan. Tingkat konsentrasi belajarpada remaja putri yaitu kecepatan tergolong baik (4,45), ketelitian tergolong ragu-ragu (17,8), dankonstansi tergolong cukup baik (2,0). Berdasarkan uji korelasi Spearman, hubungan sangat lemahantara tanda-tanda vital dan kadar hemoglobin dengan konsentrasi belajar pada remaja putri .Kata kunci: tanda-tanda vital, kadar hemoglobin, remaja putri, tingkat konsentrasi belajar
PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA KROMIUM (III) NITRAT DAN KROMIUM (III) KLORIDA TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIK GINJAL PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI DENGAN STREPTOZOTOCIN-NICOTINAMIDE Renadi Iriawan; Tri Harjana; Tutiek Rahayu
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 8 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i8.6038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senyawa kromium (III) nitrat dan kromium (III) klorida terhadap nekrosis sel ginjal tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi streptozotocin-nicotinamide. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan. Tikus tersebut dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu P1 (kromium nitrat), P2 (kromium klorida), K+ (kromium pikolinat) dan K- (Na-CMC). Variabel tergayutnya berupa persentase nekrosis sel ginjal tikus putih jantan galur Wistar. Metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan nekrosis sel ginjal menggunakan mikroskop cahaya. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dan diuji one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberi perlakuan memberikan pengaruh nyata (p0,05) dalam menurunkan nekrosis sel pada tahap karioreksis, serta memberikan pengaruh tidak nyata (p0,05) terhadap nekrosis sel pada tahap piknotis dan kariolisis untuk semua kelompok perbandingan. Kata kunci: kromium klorida, kromium nitrat, nekrosis sel, tikus putih. 
GAMBARAN KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU PADA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN BANTUL DIY Hani Mayasari; Tutiek Rahayu
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 7 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 7 Tahun 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i7.13110

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kondisi lingkungan dan perilaku padamasyarakat yang mendukung terjadinya Leptospirosis di Kabupaten Bantul Provinsi DIY. Penelitianini merupakan penelitian observasi yang dilaksanakan di wilayah penelitian Kecamatan Jetis,Bambanglipuro, dan Pundong. Waktu penelitian dilaksanakan tanggal 1-14 April 2018. Pengambilansampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik Pengumpulan data dengan metode angket(quisioner/Chek List), wawancara, dan observasi. Semua data yang terkumpul dianalisis menggunakananalisis deskriptif untuk mengetahui gambaran kondisi lingkungan dan perilaku kejadianLeptospirosis di Kabupaten Bantul. Analisis Chi square untuk melihat perbandingan antara kondisilingkungan kejadian Leptospirosis kelas kontrol dan kasus. Berdasarkan hasil penelitian terdapatperbedaan kondisi lingkungan berupa kondisi selokan, genangan air, keberadaan bak sampah, kondisirumah, indikator vektor Leptospirosis, dan jalan sekitar rumah yang mendukung terjadinyaLeptospirosis masyarakat di Kabupaten Bantul Provinsi DIY. Terdapat perbedaan faktor perilakuyang mendukung terjadinya Leptospirosis berupa kebiasaan membersihkan diri, rumah, pencegahanvektor, dan memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantul Provinsi DIY.Kata kunci: Leptospirosis, Bantul, Lingkungan, Perilaku, DIY
CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA PEMBUATAN BESENGEK TEMPE BENGUK DI DESA BUMIREJO Tinuk Noviakorniyati; Tutiek Rahayu; Anna Rahmawati
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 7 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i7.7859

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil pelaksanaan CPPB berupa titik kritis pada pembuatan besengek tempe benguk di Desa Bumirejo, mutu produk tempe dan besengek tempe benguk ditinjau dari syarat fisik, kimia dan mikrobiologis. Penelitian ini penelitian komparatif, metode observasi. Lokasi pengambilan sampel obyek di dua pembuat. Metode penentuan subyek secara purposive sampling. Sampel diuji kualitas mutu biji, tempe, besengek tempe benguk dan air bersih berdasarkan syarat fisik, kimia dan mikrobiologis. Hasil penelitian, menunjukkan titik kritis pembuatan besengek tempe benguk pembuat A dan pembuat B pada hygiene dan sanitasi tempat, peralatan serta karyawan tidak berPHBS. Mutu produk tempe benguk pembuat A tidak memenuhi syarat mikrobiologis Peraturan BPOM RI No. HK.00.06.1.52.4011. Pembuat B tidak memenuhi syarat fisik, kimia SNI 01-3144-2009 dan syarat mikrobiologis Peraturan BPOM RI No. HK.00.06.1.52.4011, tempe tidak aman dikonsumsi. Mutu Besengek kedua pengusaha memenuhi syarat fisik dan kimia SNI 01-3144-2009 dan syarat mikrobiologis Peraturan Kepala BPOM RI No. HK.00.06.1.52.4011, sehingga aman untuk dikonsumsi.           Kata Kunci : CPPB, Tempe Benguk, Besengek Tempe Benguk
CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK (CPPB) PADA PEMBUATAN ES PUTER Silvy Wening Vadila; Tutiek Rahayu
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 8 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 8 Tahun 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i8.13406

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penerapan CPPB pada pembuatan es puter,mengetahui perbedaan titik kritis pembuatan es puter A dan B bedasarkan pelaksanaan CPPB ,danmengetahui perbedaan mutu keamanan pangan produk es puter pembuat A dan B berdasarkan hasilpelaksanaan CPPB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasi, pengambilan sampeldilakukan dengan cara pengundian. Hasil penerapan CPPB tidak ada perbedaan , pada pembuatan es puterA dan B pada lingkup bahan sudah sesuai dengan spesifikasi bahan baku dan pada tahapan prosespembuatan terdapat penyimpangan yakni pada alat, pekerja, dan lingkungan. Kedua pembuat es puter Adan B memiliki titik kritis yang berasal dari pekerja, tempat, dan peralatan. Hasil uji fisik es puter A danB tidak ada perbedaan, keduanya terdapat benda asing berupa serpihan kulit kelapa dan pasir. Hasil ujikimia sakarin es puter di pembuat A dan B negatif, pH air baku es puter A yakni 6 dan es puter B yakni 7.Hasil uji mikrobiologis coliform es puter pembuat A dan B pada ke tiga kriteria ½ jadi, jadi (0 jam), danakan habis (12 jam) menunjukkan hasil positif 110 MPN/mL.Kata kunci: es puter,CPPB, titik kritis, fisik, kimia, mikrobiologi.
Pengaruh Pemberian Kromium Nitrat dan Kromium Klorida pada Tikus Wistar yang Diinduksi dengan Streptozotocin-Nicotinamide terhadap Gambaran Histologi Jantung Utami Amardi Putri; Tri Harjana; Tutiek Rahayu
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 6 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i6.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senyawa kromium nitrat dan kromium klorida terhadap histologi jantung tikus jantan galur Wistar yang diinduksi streptozotocin-nicotinamide. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan 2 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan, dilaksanakan selama 4 bulan. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu P1 (kromium nitrat), P2 (kromium klorida), K+ (kromium pikolinat) dan K- (Na-CMC). Variabel terikat berupa histologi jantung tikus berupa kerusakan pembuluh darah arteri dan nekrosis sel. Metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan histologi jantung menggunakan mikroskop cahaya. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, independent t test,uji Kruskal-Wallis dan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberi pelakuan kromium nitrat dan kromium klorida memberikan pengaruh yang tidak signifikan (p0,05) pada semua tahap nekrosis sel kecuali perbandingan kelompok P2 dan K- yang memberikan pengaruh secara signifikan (P0,05) pada tahap kariolisis dan memberikan pengaruh yang tidak signifikan (P0,05) dalam menurunkan kerusakan pembuluh darah arteri. Kata kunci: histologi jantung, kromium klorida, kromium nitrat, tikus