Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH SELF-LEADERSHIP TERHADAP LEARNING AGILITY PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI STKIP BUDIDAYA BINJAI Lusi Maria Marbun Marbun; Nurul Hasanah; Khairina Afni
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v5i2.1119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Leadership terhadap Learning Agility pada mahasiswa tingkat akhir di STKIP Budidaya Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi yang menjadi sasaran penelitian berjumlah 265 mahasiswa tingkat akhir, dengan jumlah sampel sebanyak 159 mahasiswa yang diperoleh melalui teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala psikologi, yaitu skala Self-Leadership dan skala Learning Agility yang disususn berdasarkan model skala Likert. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui sejauh mana variabel Self-Leadership berperan dalam memengaruhi Learning Agility sebagai variabel yang diteliti. Hasil pengujian menunjukkan nilai signifkansi sebesar p = 0,000 (p<0,05), sehingga hipotesis penelitian dinyatakan di terima. Nilai koefisien determinasi (R ²) diperoleh sebesar 0,086 atau setara dengan 8,6 %, yang menandakan bahwa Self-Leadership memberikan kontribusi sebesar 8,6% terhadap Learning Agility. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara Self-Leadership dengan Learning Agility pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa yang memiliki kemampuan mengelola diri pada tingkat yang lebih baik cenderung menunjukkan kemampuan belajar adaptif yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika kemampuan Self-Leadership berada pada tingkat yang rendah, maka tingkat Learning Agility juga cenderung ikut rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan dalam menyusun program pengembangan mahasiswa khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan adaptasi, serta optimalisasi proses pembelajaran.
PERAN GURU BK DALAM MENDAMPINGI SISWA MENUJU POST-TRAUMATIC GROWTH SETELAH KEHILANGAN ORANG TUA DI SMK PUTRA ANDA BINJAI Nurzannah Nurzannah; Risma Dina; Khairina Afni
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v5i2.1138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendampingi siswa yang kehilangan orang tua menuju Post-Traumatic Growth di SMK Putra Anda Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMK Putra Anda Binjai dengan subjek penelitian terdiri dari 2 guru BK dan 5 siswa yang telah kehilangan salah satu orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi siswa yang mengalami kehilangan orang tua, yaitu sebagai pendamping emosional, fasilitator coping, fasilitator pemaknaan pengalaman, motivator, dan penguat resiliensi siswa. Bentuk layanan yang diberikan meliputi konseling individu, pemberian dukungan emosional, penguatan motivasi belajar, serta kerja sama dengan pihak sekolah dan keluarga. Pendampingan tersebut membantu siswa lebih mampu mengekspresikan emosi, menerima kondisi kehilangan, kembali termotivasi dalam belajar, memperbaiki hubungan sosial, meningkatkan kemandirian, menemukan tujuan hidup yang lebih jelas, serta meningkatkan kedekatan spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan BK berkontribusi dalam mendorong munculnya aspek-aspek Post-Traumatic Growth pada siswa setelah mengalami kehilangan orang tua.
TINGKAT CYBERCHONDRIA PADA SISWA SMK ABDI NEGARA BINJAI SERTA IMPLIKASINYA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING M. Nur Fadhilah; Muhazir; Khairina Afni
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v5i2.1139

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan internet sebagai sumber informasi kesehatan yang dapat memunculkan perilaku cyberchondria, yaitu kecenderungan mencari informasi kesehatan secara berlebihan yang disertai rasa cemas terhadap kondisi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cyberchondria pada siswa SMK Abdi Negara Binjai serta implikasinya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 234 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 70 siswa yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,987. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat cyberchondria pada siswa SMK Abdi Negara Binjai berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 58,73 atau persentase sebesar 58,73%. Seluruh indikator, yaitu excessiveness, distress, compulsion, dan reassurance, juga berada pada kategori sedang. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling perlu mengoptimalkan layanan informasi, bimbingan kelompok, dan konseling individual untuk meningkatkan literasi kesehatan, kemampuan menyaring informasi dari internet, serta membantu siswa mengelola kecemasan akibat pencarian informasi kesehatan secara berlebihan.
Utilization of Google Drive Application for Archival Document Storage Cindy Agathia Dwi Syahfitri; Hamidah; Khairina Afni
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.932

Abstract

This study aims to analyze the utilization of the Google Drive application as a medium for document archiving at SMK Swasta Taruna Bangsa Sawit Seberang in the 2024–2025 academic year. The research was motivated by the persistence of manual archiving systems in schools, which often cause difficulties in document retrieval, data loss risks, and low administrative efficiency. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal and administrative staff. The findings reveal that the use of Google Drive facilitates document storage, management, and retrieval, enhances time efficiency, and strengthens data security through encryption systems and access control features. However, several challenges were identified, including limited digital literacy among users, dependence on internet connectivity, and the restricted capacity of free storage. Overall, the study concludes that Google Drive serves as an effective solution for supporting school archive digitalization, provided that its implementation is accompanied by proper technical training and well-defined management policies.