Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Ujian Kelulusan pada Siswa Linda Ishariani; Laviana Nita Ludyanti
Prosiding SPIKesNas : Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2023): SPIKesNas - Februari 2023
Publisher : STIKES dan AKZI Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Graduation Exam is now replaced with an assessment, the new policy causes many of them to feel anxious and unprepared physically, psychologically, and materially, hence the need for support from the closest people, namely the family in the form of instrumental, informational, emotional support and assessment/appreciation. This study aims to determine the relationship of family support to the level of readiness of students to take the graduation exam. This study uses a non-experimental design with a correlational research design through a cross sectional approach. The sample of this research is the 12th grade students of Fashion Design with a total of 35 respondents using the Total Sampling technique. Collecting respondent data using a questionnaire in the form of a google form link. Data were analyzed using Spearman Rank Test. The results showed that most of the family support was in the Enough category (65.7%), the level of readiness of almost all respondents (77.2%) was in the Enough category. The results of the Spearman Rank analysis are known to have p value = 0.000 with a = 0.05 and the value of the Correlation Coefficient (r) is 0.754. This study shows that family support with a child's readiness level is at a strong level in the same direction. This means that the higher the family support, the higher the readiness level of the child to take the national exam. Family support in the Enough category is one of the factors in changing the level of readiness of children to take the graduation exam. The optimal support in this study is informational support, which is 76.58% and is included in the good category. So it is recommended for families to provide other family support, namely emotional, instrumental, and even more optimal support so that students feel themselves cared for and make children excited to learn and prepare to take the graduation exam in the upcoming Covid-19 pandemic.
Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Pencegahan Dan Penanganan Stunting Pada Balita Laviana Nita Ludyanti; Dina Zakiyyatul Fuadah; Dewi Taurisiawati Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pondasi penting pada masa balita adalah kondisi status gizi yang baik dan sehat. Akan tetapi masih banyak ditemukan masalah status gizi pada masa tersebut, salah satunya adalah kondisi stunting pada balita. Stunting diartikan sebagai permasalahan kekurangan gizi kronis, dimana asupan gizi yang kurang adekuat dalam jangka waktu yang lama menjadi salah satu penyebabnya. Hal tersebut menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai oleh pertambahan tinggi badan yang lebih lambat dari anak seusianya, terutama pada seribu hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan dari orang tua terkait pola pemenuhan nutrisi terutama pada balita. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu tentang praktek pengasuhan yang tidak baik, keragaman bahan dan keragaman jenis makanan yang diberikan untuk pemenuhan gizi pada balita dan terbatasnya layanan kesehatan, akan menimbukan terganggunya proses pertumbuhan dan perkembangan balita, terutama perkembangan otak. Pemerintah telah banyak menjalankan program dalam upaya pencegahan stunting, akan tetapi pelaksanaan belum dapat dilaksanakan secara optimal. Oleh karena itu penting untuk meningkatkan peran orang tua dalam memberikan asupan makanan yang bergizi pada anaknya melalui peningkatan kesadaran dan pengetahuan ibu. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan peran orang tua dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui peningkatan kesadaran dan pengetahuan orang tua. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan tersebut yaitu dengan memberikan edukasi kepada ibu tentang upaya pencegahan dan penanganan stunting pada balita. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya peran orang tua terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting pada balita.
Program Ketumbang ‘Kelas Tumbuh Kembang” bagi Ibu Balita di Dusun Cangkring Desa Pelem Kabupaten Kediri Dewi Taurisiawati Rahayu; Laviana Nita Ludyanti; Dina Zakiyatul Fuadah; Nove Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 5 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kependudukan yang cukup besar di Indonesia adalah jumlah kepadatan penduduk yang sangat besar. Hal ini menimbulkan berbagai macam masalah lain. Untuk itu, pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) yaitu program pembatasan jumlah anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan peran serta keluarga dalam ber-KB. Mitra pengabdian meliputi bidan desa, perangkat desa dan kader. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pojok Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung pda tanggal 1 Juli 2022 sampai dengan 4 Agustus 2022. Metode pengabdian yang digunakan adalah memberikan edukasi ke keluarga tentang Kesehatan reproduksi wanita terutama Ibu dengan berperan serta dalam program keluarga berencana. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya peran serta masyarakat dalam program keluarga berencana