Harmein Rahman
Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan-Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132.

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Effect of Slag and Recycled Materials on the Performance of Hot Mix Asphalt (AC-BC) Rindu Twidi Bethary; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman; Nyoman Suaryana
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.1.1

Abstract

The limitations of road construction materials require alternative materials such as asphalt recycling and utilization of waste potential such as steel slag for aggregate substitutes. In this study, there were tests for slag characteristics and reclaimed asphalt pavement (RAP) then continued with a marshall test to determine the optimum asphalt content (OAC). The nine mixtures planned in this study consist of 10-30% Slag combined with 10-30% RAP with Reclamite as a rejuvenating material. Using a combination of RAP, there is a decrease in the mixing and compaction temperature of 20°C compared to the conventional hot mix. Test results on hot mix asphalt using a combination of RAP and slag generate an increase of 10-30% each using a combined gradation and volume correction. Test result in heat asphalt mixture by using RAP and slag combination with additional of 10-30% each using correction of volume and combined gradation. For the hot mix asphalt with RAP10 and SLAG 10-30 (HMAR10S10-30), the OAC value is 5.83%, 5.95%, and 5.38%, and for the hot mix asphalt with RAP20 and SLAG 10-30 (HMAR20S10- 30), the OAC value obtained is 5.90%, 5.60%, and 5.95%, and for the hot mix asphalt with RAP30 and SLAG 10-30 (HMAR30S10-30), the OAC value is 5.55%, 5.60 %, and 5.33%. Keterbatasan material konstruksi jalan membutuhkan adanya material alternatif seperti daur ulang aspal dan pemanfaatan potensi limbah seperti slag baja untuk pengganti agregat, pada penelitian ini terdapat pengujian karakteristik slag dan daur ulang aspal (RAP) kemudian dilanjutkan dengan pengujian marshall untuk menentukkan kadar aspal optimum (KAO). Sembilan campuran direncanakan dalam penelitian ini yang terdiri dari 10-30% Slag dikombinasikan dengan 10-30% RAP dengan bahan peremaja Reclamite. Dengan menggunakan kombinasi RAP terjadi penurunan temperatur pencampuran dan pemadatan lebih rendah 20°C dibandingkan campuran panas konvensional. Hasil pengujian pada campuran beraspal panas dengan menggunakan kombinasi RAP dan slag dengan penambahan masing-masing sebesar 10-30% menggunakan koreksi volume dan gradasi gabungan, untuk campuran beraspal panas dengan RAP10 dan SLAG 10-30 (HMAR10S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,83%, 5,95%, dan 5,38%, sedangkan campuran beraspal panas dengan RAP20 dan SLAG 10-30 (HMAR20S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,90%, 5,60%, dan 5,95% dan untuk campuran beraspal panas dengan RAP30 dan SLAG 10-30 (HMAR30S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,55%, 5,60%, dan 5,33%.
Study of Flexible Pavement Structure Maintenance in Runways with Pavement Condition Index (PCI) Method Meilinda Atika Rachman; Harmein Rahman; Bambang Sugeng Subagio; Sri Hendarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.1.4

Abstract

AbstractRunway is an area in an airport for aircrafts to land and take off. The maintenance of the facilities on both the airside and landside must be taken care of in order to maximize the performance of the airport. Based on the aircraft type service plan of Balikpapan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport and to maximize the performance of airports at present and in the future, an assessment of the condition of the runway with a Pavement Condition Index (PCI) value parameter on the flexible pavement to obtain the optimal repair or maintenance needs was carried out. The PCI obtained in 2019 was 61 (fair). Based on the PCI value in the runway, an evaluation was conducted with COMFAA and FAARFIELD to obtain the most critical aircraft PCN value in 2019. Segment 1, which is assumed to be half of the runway length which is sta 0 + 000 to 1 + 250, has a PCN value of 34.3 and segment 2, assumed to be of sta 1 + 250 - 2 + 500, has a PCN value of 33.2 where the ACN value for critical aircraft B777 - 300 ER is 89.3. In accordance with the recommendation of FAA AC-5380-6C, the most optimal scenario is scenario 2, which is major rehabilitation with the handling type of inlay - scrape and fill every 7 years when the PCI value is 49 (poor) and in the following years, routine maintenance would be done with patching. The total handling fee for 20 years of maintenance with scenario 2 is Rp. 195,377,000,000.  AbstrakRunway merupakan area pada bandar udara untuk tempat mendarat dan lepas landas bagi pesawat. Fasilitas "“ fasilitas sisi udara dan sisi darat harus diperhatikan pemeliharaannya agar dapat memaksimalkan kinerja bandar udara. Berdasarkan rencana pelayanan tipe pesawat Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan untuk memaksimalkan kinerja bandar udara pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, maka dilakukan penilaian kondisi perkerasaan runway dengan parameter nilai Pavement Condition Index (PCI) pada perkerasan lentur untuk mendapatkan kebutuhan perbaikan atau pemeliharaan yang optimal. Nilai PCI yang diperoleh pada tahun 2019 adalah sebesar 61 (fair). Berdasarkan nilai PCI pada runway tersebut dilakukan evaluasi dengan COMFAA dan FAARFIELD untuk mendapatkan nilai PCN pesawat terkritis pada tahun 2019. Pada segmen 1 yang diasumsikan setengah dari panjang runway yaitu sta 0+000 sampai 1+250 memiliki nilai PCN 34,3 dan segmen 2 diasumsikan dari sta 1+250 "“ 2+500 memiliki nilai PCN 33,2 dimana nilai ACN untuk pesawat kritis B777 "“ 300 ER adalah 89,3. Sesuai dengan rekomendasi FAA AC-5380-6C Skenario yang paling optimal adalah skenario 2  yaitu rehabilitasi mayor dengan jenis penanganan pengupasan dan pengisian perkerasan pada surface (inlay "“ scrape and fill) setiap 7 tahun sekali ketika nilai PCI sebesar 49 (poor) dan pada tahun "“ tahun berikutnya dilakukan pemeliharaan rutin dengan patching. Total biaya penanganan selama 20 tahun masa pemeliharaan dengan skenario 2 sebesar Rp. 195.377.000.000.
Pengembangan metode penilaian indikator transportasi berkelanjutan di Indonesia Russ Bona Frazila; Febri Zukhruf; Taufiq Suryo Nugroho; Rudy Hermawan Karsaman; Harmein Rahman
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.8

Abstract

Abstrak Kegiatan ekonomi di suatu kawasan perlu ditunjang oleh mobilitas yang tinggi namun tetap efisien. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan pengembangan sistem transportasi berkelanjutan di suatu kawasan. Sistem transportasi yang berkelanjutan memastikan bahwa sumber daya yang digunakan untuk melakukan mobilitas pada saat ini tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi generasi yang akan datang. Makalah ini mengusulkan metode penilaikan indikator transportasi berkelanjutan di Indonesia dan membagi indikator transportasi berkelanjutan menjadi tiga pilar: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu makalah ini mengusulkan metode perhitungan indikator transportasi berkelanjutan untuk 2 jenis kawasan: kawasan perkotaan, dan kawasan antar kota. Metode perhitungan indeks ini kemudian diaplikasikan untuk menghitung indeks transportasi berkelanjutan di kawasan kota-kota provinsi Jawa Barat. Untuk kawasan antar kota, perhitungan indeks untuk provinsi Jawa Barat kemudian dibandingkan dengan 4 provinsi lain di Indonesia dengan karakter yang hampir sama yaitu: Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Keywords: Indeks transportasi; kawasan perkotaan; transportasi berkelanjutan Abstract In many cities and countries, efficient movements for people and goods are required to support the economy. This can usually be achieved by developing a sustainable transportation system. A sustainable transportation system ensures that the resources used to provide existing transportation system will continue to be available in the future and that the externalities associated with transportation will not have negative impacts to the future generations. This paper suggests a method to calculate index to measure sustainability of the transport systems in Indonesia. The method includes a calculation for three main pillars of a sustainable transportation system: economy, social, and environment. Further, this paper suggests the methods to calculate the index for two different area: urban area and inter urban area. The suggested methods then are applied for West Java. For urban area, we calculate the index for five cities in West Java. As for intercity cases, the index for West Java than is compared with four other provinces with similar characteristics: North Sumatera, Banten, West Java, Central Java, and East Java. Keywords: Transportation index; urban area, sustainable transport
Perbaikan Sifat Reologi Aspal Dengan Penambahan Asbuton Murni Dalam Tinjauan Modulus Kekakuan dan Kriteria Kerusakan Perkerasan Eva Wahyu Indriyati; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman
Dinamika Rekayasa Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2015
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2015.11.2.75

Abstract

Indonesia saat ini masih sangat tergantung pada aspal minyak untuk memenuhi kebutuhan aspal untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan. Meningkatnya harga minyak mentah secara langsung akan meningkatkan harga aspal minyak. Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap aspal minyak adalah dengan memanfaatkan sumber aspal alam yang dimiliki oleh Indonesia di Pulau Buton, Sulawesi. Untuk dapat memperoleh gambaran dari perbaikan sifat reologi akibat penambahan Asbuton dilakukan pengujian sifat reologi mekanistik dengan alat Dynamic Shear Rheometer pada campuran bitumen Asbuton dan aspal Pen 60/70 dengan 19 variasi Asbuton. Dari artikel ini, kesimpulan dari sisi sifat reologi mekanistik adalah bahwa campuran bitumen Asbuton dan aspal pen 60/70 mengalami perbaikan sifat reologi mekanistik, seperti peningkatan Modulus Kekakuan Bitumen (Sbit) seiring dengan penambahan kadar Asbuton. Selanjutnya dari analisis terhadap kriteria kerusakan perkerasan, disimpulkan bahwa penambahan Asbuton akan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi permanen, tetapi mengurangi ketahanan terhadap retak lelah. Kadar Asbuton Optimum yang direkomendasikan adalah sebesar 10%.
Perbaikan Sifat Reologi Visco-Elastic Aspal dengan Penambahan Asbuton Murni Menggunakan Parameter Complex Shear Modulus Eva Wahyu Indriyati; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman
Dinamika Rekayasa Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2013
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2013.9.2.70

Abstract

The increasing demand of crude oil will increase the price of petroleum asphalt. Indonesia has imported asphalt to meet the need for the annually road construction and maintenance. One solution to improving the rheological properties of bitumen is by adding the harder bitumen or other chemical compound to reduce dependence to petroleum asphalt. In Indonesia there is a source of natural asphalt in Buton Island, Sulawesi with huge amount of deposit that potentially could improve the rheological properties of Pen 60/70 Petroleum Asphalt. In order to obtain a better understanding on the contribution of Asbuton to the improvement of performance on rheological properties, this research used 19 variations of Asbuton and pen 60/70 petroleum bitumen. This variation is then subjected to the basic rheology test and the mechanistic test using Dynamic Shear Rheometer. The conclusion of basic rheological performance is obtained that mixture (Asbuton and 60/70 petroleum bitumen) will increase hardness of bitumen. Conclusion on mechanistic rheological performance is that mixture (Asbuton and 60/70 petrol bitumen) will increase Performance Grade (PG) and Complex Shear Modulus (G*). The results from the analysis of Master Curve and Black Diagram, it is shown that the increasing proportion of bitumen Asbuton will decrease the phase angle (δ) but its temperature susceptibility is worse.
ANALISA REOLOGI DASAR ASPAL MODIFIKASI NANO ABU CANGKANG SAWIT Fitra Ramdhani; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman; Russ Bona Frazila
Racic : Rab Construction Research Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.4216

Abstract

Pengembangan aspal modifikasi dengan menggunakan nano teknologi merupakan salah satu inovasi dalam menciptakan sebuah material baru yang berskala nano meter yang mempunyai sifat lebih unggul dari material yang berukuran besar. Keunikan dari nano material yaitu semakin kecil ukuran material maka luas permukaan dan kinerja karakteristik material dalam campuran aspal semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan Nano Abu Cangkang Sawit (NACS) pada bitumen terhadap sifat reologi dasar aspal.. Metode penelitian menggunakan metode pengujian di laboratorium. Material nano yang digunakan adalah material abu cangkang sawit yang diperoleh dari limbah sisa pembakaran cangkang sawit yang berasal dari Riau yang kemudian diproses menjadi Nano Abu Cangkang Sawit (NACS) di laboratorium Kimia ITB. Aspal yang digunakan yaitu aspal Pen 60/70 produksi Pertamina. Penggunaan material NACS dalam modifikasi aspal dengan variasi 1%, 2%, dan 3% NACS dapat menurunkan nilai penetrasi ,meningkatkan titik lembek, menurunkan nilai daktilitas dan menurunkan suhu pencampuran dan suhu pemadatan seiring dengan bertambahnya persentase NACS.. Kata-kata Kunci: Nano Abu Cangkang Sawit (NACS), reologi dasar aspal, Nano teknologi
ANALISIS PERPANJANGAN DAN DESAIN KETEBALAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR RUNWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI Irvayana, I Putu Dika; Sihombing, Atmy Verani Rouly; Rahman, Harmein
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 1 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I Gusti Ngurah Rai International Airport is developing the airside facilities by extending the runway and hoping the runway would accommodate the A380-000 which is larger than the current critical aircraft type B777-300ER. Lengthening the runway is one way to breakdown the heavy traffic, the larger aircraft certainly accommodate more passengers and cargo than the current operating aircraft. In this study, an analysis of the need for additional runway length along with the pavement structure design was carried out to accommodate A380-800, A340, B777-300ER, B747-400ER and B747-800. The analysis results show than an additional 1100 m on existing runway is needed to accommodate the 5 types of aircraft used in this analysis that able to take off in full load conditions. With 6% of CBR value, is needed a flexible pavement structure thickness 28,4 inch above the subgrade layer is required for 20 years pavement design. ABSTRAK Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai tengah dalam tahap pembangan fasilitas sisi udara dengan melakukan pemanjangan runway dengan harapan runway dapat mengakomodasi pesawat jenis A380-800 yang lebih besar dibandingkan dengan pesawat terkritis saat ini tipe B777-300ER. Perpanjangan runway merupakan salah satu cara mengurai padatnya traffic, pesawat yang lebih besar tentunya dapat menampung penumpang dan cargo lebih banyak dibandingkan tipe pesawat yang beroperasi saat ini. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap kebutuhan tambahan panjang runway beserta desain struktur perkerasan untuk mengakomodasi pesawat tipe A380-800, A340, B777-300ER, B747-400ER, dan B747-800. Hasil analisis menunjukan bahwa dibutuhkan tambahan runway sepanjang 1100 m pada panjang runway eksisting untuk mengakomodasi 5 tipe pesawat yang digunakan dalam analisis dapat melakukan take-off dalam kondisi full load. Dengan nilai CBR 6%, dibutuhkan struktur perkerasan lentur setebal 28,4 in di atas permukaan subgrade untuk desain perkerasan 20 tahun.
Evaluasi Reologi Campuran Aspal Pen 80/100 Dan Bahan Modifikasi Asbuton Murni Dengan Master Curve Dan Black Diagram Ramdhani, Fitra; Rahman, Harmein; Subagio, Bambang Sugeng
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.2.6

Abstract

Abstract Indonesia is currently importing oil bitumen to meet its asphalt needs. One of the best solutions is to utilize Asbuton, which is not affected by the global oil price increases. One of the engineering issues being developed is improving the rheological properties of bitumen by adding Asbuton. The aim of this study is to provide an overview of the improvement in rheological properties due to the addition of pure Asbuton to a Pen 80/100 asphalt mixture. Basic rheological property tests were conducted with variations of 0%, 2%, 6%, 10%, 30%, 50%, 70%, 90%, 94%, 98%, and 100% pure Asbuton content, and mechanistic rheological property tests were carried out using a Dynamic Shear Rheometer with variations of 0%, 2%, 6%, 10%, and 30% pure Asbuton content. The basic rheological properties obtained from this study showed a decrease in penetration value, an increase in softening point, and a decrease in ductility and elastic recovery. Meanwhile, the mechanistic rheological properties of the bitumen mixture also showed an increase in Performance Grade (PG) in the original condition, RTFO condition, and PAV condition. Based on the Mastercurve, the addition of pure Asbuton caused the bitumen to be more sensitive to changes in temperature and loading frequency. In the Black Diagram review, there was a decrease in the phase angle (δ) value, indicating that the bitumen became more durable. Keywords: Asbuton, Asphalt Pen 80/100, Black Diagram, Complex Shear Modulus, Master Curve, phase angle Abstrak Indonesia saat ini masih melakukan impor aspal minyak untuk memenuhi kebutuhan aspalnya, maka salah satu cara yang terbaik adalah memanfaatkan Asbuton yang nilai harganya tidak terpengaruh dengan kenaikan harga minyak dunia. Salah satu isu kerekayasaan yang berkembang adalah meningkatkan sifat reologi dari bitumen dengan menambahkan Asbuton. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan gambaran dari perbaikan sifat reologi akibat penambahan Asbuton murni pada campuran Aspal Pen 80/100 dilakukan pengujian sifat reologi dasar dengan variasi: 0%, 2%, 6%, 10%, 30%, 50%, 70%, 90%, 94%, 98%, dan 100% kadar Asbuton murni dan pengujian sifat reologi mekanistik dengan alat Dynamic Shear Rheometer dengan variasi: 0%, 2%, 6%, 10%, dan 30% kadar Asbuton murni. Sifat reologi dasar yang diperoleh dari penelitian ini  terjadinya penurunan nilai penetrasi, peningkatan titik melembek serta penurunan daktilitas dan elastic recovery. Sedangkan dari sifat reologi mekanistik campuran bitumen juga mengalami peningkatan Performance Grade (PG) pada kondisi original, kondisi  RTFO, dan pada kondisi PAV. Berdasarkan Mastercurve dengan penambahan Asbuton murni menyebabkan bitumen lebih sensitif terhadap perubahan temperatur dan frekuensi pembebanan. Sedangkan dalam tinjauan Black Diagram terjadinya penurunan nilai phase angle (δ) sehingga bitumen semakin durable. Kata-kata Kunci: Asbuton, Aspal Pen 80/100, Black Diagram, Complex Shear Modulus, Master Curve, phase angle
Pengaruh Kadar Semen dan Gradasi Agregat pada Campuran Lapis Fondasi Agregat Semen terhadap Kuat Tekan, Kuat Lentur, dan Modulus Elastisitas Asrie, Betarokhmah Nuriva; Rahman, Harmein; Hariyadi, Eri Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.6

Abstract

Cement-treated base (CTB) is an aggregate mixture with relatively low water and cement content for pavement base layers, which can provide a stronger and stiffer base layer and requires a lower thickness than using granular layers but has the potential to form reflective cracks in the surface layer. Therefore, CTB should not be too stiff and the compressive strength needs to be limited. The research was carried out to analyze the effect of variations in cement content, gradation, and mix density on compressive strength, flexural strength, and elastic modulus. This research also analyzed the resistance of flexible pavement structures with CTB to asphalt fatigue and permanent deformation failure using the AUSTROADS 2017 method and the CIRCLY 6.0 program. The stiffness of CTB with Bina Marga gradation is built by the aggregate material (initially stiff), while the stiffness of CTB with FAA gradation is built by cement and the aggregate material tends to give flexible behavior because it is easier to move. The results showed that CTB with FAA gradation and 5% cement content resulting in a 7-day compressive strength of 3,28 MPa was stated as the optimum mix combination because it provides better resistance to fatigue and permanent deformation failure.
Pengaruh Penyumbatan Pori (Clogging) pada Perkerasan Aspal Porous Terhadap Permeabilitas dan Limpasan Permukaan Melati, Talitha; Hariyadi, Eri Susanto; Rahman, Harmein
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyumbatan pori pada aspal porous terhadap kemampuan drainase melalui parameter limpasan permukaan dan permeabilitas. Asbuton murni digunakan sebagai bahan pengikat dengan harapan dapat memperbaiki kualitas campuran. Penelitian disimulasikan pada kondisi sebelum dan sesudah terjadi penyumbatan pori dengan variasi load sedimen, gradasi campuran, dan curah hujan. Penentuan gradasi campuran melalui proses trial dengan ketentuan batas sesuai ASTM D7064/D7064M − 08 (2013). Pengujian tersebut menggunakan alat falling head dan rainfall simulator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa load sedimen berpengaruh terhadap penurunan kapasitas infiltrasi campuran aspal porous. Kapasitas infiltrasi campuran aspal porous dengan VIM 20,67% dapat menurun hingga 22% ketika disimulasikan penyumbatan pori dengan load sedimen sebesar 780 gram/m2. Intensitas hujan 110 mm/jam hanya dapat mengembalikan kemampuan pengaliran air pada ketiga campuran aspal porous sebesar 11%. Tidak ada limpasan permukaan pada seluruh campuran baik dalam kondisi pori normal maupun tersumbat oleh sedimen. Di antara ketiga desain campuran aspal porous, campuran dengan VIM 23% memiliki ketahanan penyumbatan pori paling baik terhadap load sedimen yang disimulasikan. Untuk menghasilkan campuran dengan VIM tinggi, gradasi campuran aspal porous didesain dengan nilai koefisien keseragaman (Cu) yang rendah.