Harmein Rahman
Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan-Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132.

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Effect of Slag and Recycled Materials on the Performance of Hot Mix Asphalt (AC-BC) Rindu Twidi Bethary; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman; Nyoman Suaryana
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.1.1

Abstract

The limitations of road construction materials require alternative materials such as asphalt recycling and utilization of waste potential such as steel slag for aggregate substitutes. In this study, there were tests for slag characteristics and reclaimed asphalt pavement (RAP) then continued with a marshall test to determine the optimum asphalt content (OAC). The nine mixtures planned in this study consist of 10-30% Slag combined with 10-30% RAP with Reclamite as a rejuvenating material. Using a combination of RAP, there is a decrease in the mixing and compaction temperature of 20°C compared to the conventional hot mix. Test results on hot mix asphalt using a combination of RAP and slag generate an increase of 10-30% each using a combined gradation and volume correction. Test result in heat asphalt mixture by using RAP and slag combination with additional of 10-30% each using correction of volume and combined gradation. For the hot mix asphalt with RAP10 and SLAG 10-30 (HMAR10S10-30), the OAC value is 5.83%, 5.95%, and 5.38%, and for the hot mix asphalt with RAP20 and SLAG 10-30 (HMAR20S10- 30), the OAC value obtained is 5.90%, 5.60%, and 5.95%, and for the hot mix asphalt with RAP30 and SLAG 10-30 (HMAR30S10-30), the OAC value is 5.55%, 5.60 %, and 5.33%. Keterbatasan material konstruksi jalan membutuhkan adanya material alternatif seperti daur ulang aspal dan pemanfaatan potensi limbah seperti slag baja untuk pengganti agregat, pada penelitian ini terdapat pengujian karakteristik slag dan daur ulang aspal (RAP) kemudian dilanjutkan dengan pengujian marshall untuk menentukkan kadar aspal optimum (KAO). Sembilan campuran direncanakan dalam penelitian ini yang terdiri dari 10-30% Slag dikombinasikan dengan 10-30% RAP dengan bahan peremaja Reclamite. Dengan menggunakan kombinasi RAP terjadi penurunan temperatur pencampuran dan pemadatan lebih rendah 20°C dibandingkan campuran panas konvensional. Hasil pengujian pada campuran beraspal panas dengan menggunakan kombinasi RAP dan slag dengan penambahan masing-masing sebesar 10-30% menggunakan koreksi volume dan gradasi gabungan, untuk campuran beraspal panas dengan RAP10 dan SLAG 10-30 (HMAR10S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,83%, 5,95%, dan 5,38%, sedangkan campuran beraspal panas dengan RAP20 dan SLAG 10-30 (HMAR20S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,90%, 5,60%, dan 5,95% dan untuk campuran beraspal panas dengan RAP30 dan SLAG 10-30 (HMAR30S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,55%, 5,60%, dan 5,33%.
Study of Flexible Pavement Structure Maintenance in Runways with Pavement Condition Index (PCI) Method Meilinda Atika Rachman; Harmein Rahman; Bambang Sugeng Subagio; Sri Hendarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.1.4

Abstract

AbstractRunway is an area in an airport for aircrafts to land and take off. The maintenance of the facilities on both the airside and landside must be taken care of in order to maximize the performance of the airport. Based on the aircraft type service plan of Balikpapan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport and to maximize the performance of airports at present and in the future, an assessment of the condition of the runway with a Pavement Condition Index (PCI) value parameter on the flexible pavement to obtain the optimal repair or maintenance needs was carried out. The PCI obtained in 2019 was 61 (fair). Based on the PCI value in the runway, an evaluation was conducted with COMFAA and FAARFIELD to obtain the most critical aircraft PCN value in 2019. Segment 1, which is assumed to be half of the runway length which is sta 0 + 000 to 1 + 250, has a PCN value of 34.3 and segment 2, assumed to be of sta 1 + 250 - 2 + 500, has a PCN value of 33.2 where the ACN value for critical aircraft B777 - 300 ER is 89.3. In accordance with the recommendation of FAA AC-5380-6C, the most optimal scenario is scenario 2, which is major rehabilitation with the handling type of inlay - scrape and fill every 7 years when the PCI value is 49 (poor) and in the following years, routine maintenance would be done with patching. The total handling fee for 20 years of maintenance with scenario 2 is Rp. 195,377,000,000.  AbstrakRunway merupakan area pada bandar udara untuk tempat mendarat dan lepas landas bagi pesawat. Fasilitas "“ fasilitas sisi udara dan sisi darat harus diperhatikan pemeliharaannya agar dapat memaksimalkan kinerja bandar udara. Berdasarkan rencana pelayanan tipe pesawat Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan untuk memaksimalkan kinerja bandar udara pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, maka dilakukan penilaian kondisi perkerasaan runway dengan parameter nilai Pavement Condition Index (PCI) pada perkerasan lentur untuk mendapatkan kebutuhan perbaikan atau pemeliharaan yang optimal. Nilai PCI yang diperoleh pada tahun 2019 adalah sebesar 61 (fair). Berdasarkan nilai PCI pada runway tersebut dilakukan evaluasi dengan COMFAA dan FAARFIELD untuk mendapatkan nilai PCN pesawat terkritis pada tahun 2019. Pada segmen 1 yang diasumsikan setengah dari panjang runway yaitu sta 0+000 sampai 1+250 memiliki nilai PCN 34,3 dan segmen 2 diasumsikan dari sta 1+250 "“ 2+500 memiliki nilai PCN 33,2 dimana nilai ACN untuk pesawat kritis B777 "“ 300 ER adalah 89,3. Sesuai dengan rekomendasi FAA AC-5380-6C Skenario yang paling optimal adalah skenario 2  yaitu rehabilitasi mayor dengan jenis penanganan pengupasan dan pengisian perkerasan pada surface (inlay "“ scrape and fill) setiap 7 tahun sekali ketika nilai PCI sebesar 49 (poor) dan pada tahun "“ tahun berikutnya dilakukan pemeliharaan rutin dengan patching. Total biaya penanganan selama 20 tahun masa pemeliharaan dengan skenario 2 sebesar Rp. 195.377.000.000.
Pengembangan metode penilaian indikator transportasi berkelanjutan di Indonesia Russ Bona Frazila; Febri Zukhruf; Taufiq Suryo Nugroho; Rudy Hermawan Karsaman; Harmein Rahman
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.8

Abstract

Abstrak Kegiatan ekonomi di suatu kawasan perlu ditunjang oleh mobilitas yang tinggi namun tetap efisien. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan pengembangan sistem transportasi berkelanjutan di suatu kawasan. Sistem transportasi yang berkelanjutan memastikan bahwa sumber daya yang digunakan untuk melakukan mobilitas pada saat ini tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi generasi yang akan datang. Makalah ini mengusulkan metode penilaikan indikator transportasi berkelanjutan di Indonesia dan membagi indikator transportasi berkelanjutan menjadi tiga pilar: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu makalah ini mengusulkan metode perhitungan indikator transportasi berkelanjutan untuk 2 jenis kawasan: kawasan perkotaan, dan kawasan antar kota. Metode perhitungan indeks ini kemudian diaplikasikan untuk menghitung indeks transportasi berkelanjutan di kawasan kota-kota provinsi Jawa Barat. Untuk kawasan antar kota, perhitungan indeks untuk provinsi Jawa Barat kemudian dibandingkan dengan 4 provinsi lain di Indonesia dengan karakter yang hampir sama yaitu: Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Keywords: Indeks transportasi; kawasan perkotaan; transportasi berkelanjutan Abstract In many cities and countries, efficient movements for people and goods are required to support the economy. This can usually be achieved by developing a sustainable transportation system. A sustainable transportation system ensures that the resources used to provide existing transportation system will continue to be available in the future and that the externalities associated with transportation will not have negative impacts to the future generations. This paper suggests a method to calculate index to measure sustainability of the transport systems in Indonesia. The method includes a calculation for three main pillars of a sustainable transportation system: economy, social, and environment. Further, this paper suggests the methods to calculate the index for two different area: urban area and inter urban area. The suggested methods then are applied for West Java. For urban area, we calculate the index for five cities in West Java. As for intercity cases, the index for West Java than is compared with four other provinces with similar characteristics: North Sumatera, Banten, West Java, Central Java, and East Java. Keywords: Transportation index; urban area, sustainable transport
Perbaikan Sifat Reologi Aspal Dengan Penambahan Asbuton Murni Dalam Tinjauan Modulus Kekakuan dan Kriteria Kerusakan Perkerasan Eva Wahyu Indriyati; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman
Dinamika Rekayasa Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2015
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2015.11.2.75

Abstract

Indonesia saat ini masih sangat tergantung pada aspal minyak untuk memenuhi kebutuhan aspal untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan. Meningkatnya harga minyak mentah secara langsung akan meningkatkan harga aspal minyak. Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap aspal minyak adalah dengan memanfaatkan sumber aspal alam yang dimiliki oleh Indonesia di Pulau Buton, Sulawesi. Untuk dapat memperoleh gambaran dari perbaikan sifat reologi akibat penambahan Asbuton dilakukan pengujian sifat reologi mekanistik dengan alat Dynamic Shear Rheometer pada campuran bitumen Asbuton dan aspal Pen 60/70 dengan 19 variasi Asbuton. Dari artikel ini, kesimpulan dari sisi sifat reologi mekanistik adalah bahwa campuran bitumen Asbuton dan aspal pen 60/70 mengalami perbaikan sifat reologi mekanistik, seperti peningkatan Modulus Kekakuan Bitumen (Sbit) seiring dengan penambahan kadar Asbuton. Selanjutnya dari analisis terhadap kriteria kerusakan perkerasan, disimpulkan bahwa penambahan Asbuton akan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi permanen, tetapi mengurangi ketahanan terhadap retak lelah. Kadar Asbuton Optimum yang direkomendasikan adalah sebesar 10%.
Perbaikan Sifat Reologi Visco-Elastic Aspal dengan Penambahan Asbuton Murni Menggunakan Parameter Complex Shear Modulus Eva Wahyu Indriyati; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman
Dinamika Rekayasa Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2013
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2013.9.2.70

Abstract

The increasing demand of crude oil will increase the price of petroleum asphalt. Indonesia has imported asphalt to meet the need for the annually road construction and maintenance. One solution to improving the rheological properties of bitumen is by adding the harder bitumen or other chemical compound to reduce dependence to petroleum asphalt. In Indonesia there is a source of natural asphalt in Buton Island, Sulawesi with huge amount of deposit that potentially could improve the rheological properties of Pen 60/70 Petroleum Asphalt. In order to obtain a better understanding on the contribution of Asbuton to the improvement of performance on rheological properties, this research used 19 variations of Asbuton and pen 60/70 petroleum bitumen. This variation is then subjected to the basic rheology test and the mechanistic test using Dynamic Shear Rheometer. The conclusion of basic rheological performance is obtained that mixture (Asbuton and 60/70 petroleum bitumen) will increase hardness of bitumen. Conclusion on mechanistic rheological performance is that mixture (Asbuton and 60/70 petrol bitumen) will increase Performance Grade (PG) and Complex Shear Modulus (G*). The results from the analysis of Master Curve and Black Diagram, it is shown that the increasing proportion of bitumen Asbuton will decrease the phase angle (δ) but its temperature susceptibility is worse.
ANALISIS PERPANJANGAN DAN DESAIN KETEBALAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR RUNWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI Irvayana, I Putu Dika; Sihombing, Atmy Verani Rouly; Rahman, Harmein
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 1 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I Gusti Ngurah Rai International Airport is developing the airside facilities by extending the runway and hoping the runway would accommodate the A380-000 which is larger than the current critical aircraft type B777-300ER. Lengthening the runway is one way to breakdown the heavy traffic, the larger aircraft certainly accommodate more passengers and cargo than the current operating aircraft. In this study, an analysis of the need for additional runway length along with the pavement structure design was carried out to accommodate A380-800, A340, B777-300ER, B747-400ER and B747-800. The analysis results show than an additional 1100 m on existing runway is needed to accommodate the 5 types of aircraft used in this analysis that able to take off in full load conditions. With 6% of CBR value, is needed a flexible pavement structure thickness 28,4 inch above the subgrade layer is required for 20 years pavement design. ABSTRAK Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai tengah dalam tahap pembangan fasilitas sisi udara dengan melakukan pemanjangan runway dengan harapan runway dapat mengakomodasi pesawat jenis A380-800 yang lebih besar dibandingkan dengan pesawat terkritis saat ini tipe B777-300ER. Perpanjangan runway merupakan salah satu cara mengurai padatnya traffic, pesawat yang lebih besar tentunya dapat menampung penumpang dan cargo lebih banyak dibandingkan tipe pesawat yang beroperasi saat ini. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap kebutuhan tambahan panjang runway beserta desain struktur perkerasan untuk mengakomodasi pesawat tipe A380-800, A340, B777-300ER, B747-400ER, dan B747-800. Hasil analisis menunjukan bahwa dibutuhkan tambahan runway sepanjang 1100 m pada panjang runway eksisting untuk mengakomodasi 5 tipe pesawat yang digunakan dalam analisis dapat melakukan take-off dalam kondisi full load. Dengan nilai CBR 6%, dibutuhkan struktur perkerasan lentur setebal 28,4 in di atas permukaan subgrade untuk desain perkerasan 20 tahun.
Pengaruh Kadar Semen dan Gradasi Agregat pada Campuran Lapis Fondasi Agregat Semen terhadap Kuat Tekan, Kuat Lentur, dan Modulus Elastisitas Asrie, Betarokhmah Nuriva; Rahman, Harmein; Hariyadi, Eri Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.6

Abstract

Cement-treated base (CTB) is an aggregate mixture with relatively low water and cement content for pavement base layers, which can provide a stronger and stiffer base layer and requires a lower thickness than using granular layers but has the potential to form reflective cracks in the surface layer. Therefore, CTB should not be too stiff and the compressive strength needs to be limited. The research was carried out to analyze the effect of variations in cement content, gradation, and mix density on compressive strength, flexural strength, and elastic modulus. This research also analyzed the resistance of flexible pavement structures with CTB to asphalt fatigue and permanent deformation failure using the AUSTROADS 2017 method and the CIRCLY 6.0 program. The stiffness of CTB with Bina Marga gradation is built by the aggregate material (initially stiff), while the stiffness of CTB with FAA gradation is built by cement and the aggregate material tends to give flexible behavior because it is easier to move. The results showed that CTB with FAA gradation and 5% cement content resulting in a 7-day compressive strength of 3,28 MPa was stated as the optimum mix combination because it provides better resistance to fatigue and permanent deformation failure.
Pengaruh Penyumbatan Pori (Clogging) pada Perkerasan Aspal Porous Terhadap Permeabilitas dan Limpasan Permukaan Melati, Talitha; Hariyadi, Eri Susanto; Rahman, Harmein
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyumbatan pori pada aspal porous terhadap kemampuan drainase melalui parameter limpasan permukaan dan permeabilitas. Asbuton murni digunakan sebagai bahan pengikat dengan harapan dapat memperbaiki kualitas campuran. Penelitian disimulasikan pada kondisi sebelum dan sesudah terjadi penyumbatan pori dengan variasi load sedimen, gradasi campuran, dan curah hujan. Penentuan gradasi campuran melalui proses trial dengan ketentuan batas sesuai ASTM D7064/D7064M − 08 (2013). Pengujian tersebut menggunakan alat falling head dan rainfall simulator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa load sedimen berpengaruh terhadap penurunan kapasitas infiltrasi campuran aspal porous. Kapasitas infiltrasi campuran aspal porous dengan VIM 20,67% dapat menurun hingga 22% ketika disimulasikan penyumbatan pori dengan load sedimen sebesar 780 gram/m2. Intensitas hujan 110 mm/jam hanya dapat mengembalikan kemampuan pengaliran air pada ketiga campuran aspal porous sebesar 11%. Tidak ada limpasan permukaan pada seluruh campuran baik dalam kondisi pori normal maupun tersumbat oleh sedimen. Di antara ketiga desain campuran aspal porous, campuran dengan VIM 23% memiliki ketahanan penyumbatan pori paling baik terhadap load sedimen yang disimulasikan. Untuk menghasilkan campuran dengan VIM tinggi, gradasi campuran aspal porous didesain dengan nilai koefisien keseragaman (Cu) yang rendah.
Analisis Kinerja Modulus Resilien dan Ketahanan Fatigue Campuran AC-WC dengan Asbuton Murni, BNA Blend, dan Aspal Pen 60/70 Iman Adiwidodo, Ariefian; Rahman, Harmein; Zain, Nasuhi
Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2023.30.3.16

Abstract

Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah Aspal Pulau Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara yang terkenal dengan sebutan asbuton. Berdasarkan penelitian dari Pusjatan pada tahun 2011 jumlah sumber material asbuton berjumlah hampir 662 ton. Jenis campuran beraspal yang digunakan pada penelitian ini adalah campuran lapis aus AC-WC (Asphaltic Concrete Wearing Course). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Modulus Resilien dan ketahanan fatigue dari campuran beraspal AC-WC dengan menggunakan asbuton murni, BNA Blend, dan aspal pen. 60/70. Sesuai dengan hasil pengujian karakteristik aspal yang telah dilakukan, asbuton murni dan BNA Blend memiliki nilai penetrasi yang lebih rendah dibandingkan dengan aspal pen. 60/70. Hasil pengujian stabilitas menunjukkan bahwa campuran dengan BNA Blend mempunyai nilai yang paling tinggi yaitu 1432 kg, berbanding 1310 kg pada campuran dengan asbuton murni, dan berbanding 1209 kg pada campuran dengan aspal pen. 60/70. Hasil pengujian Modulus Resilien pada campuran dengan asbuton murni dan BNA Blend memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan aspal pen. 60/70 pada suhu 25 °C dan 35 °C, dan hampir setara pada suhu 45 °C. Campuran AC-WC dengan BNA Blend memiliki ketahanan fatigue yang lebih baik dibandingkan campuran dengan aspal pen. 60/70, sedangkan campuran dengan asbuton murni memiliki ketahanan fatigue yang paling rendah.
Pengaruh Penggunaan Aspal Modifikasi Nano Zeolit Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Beraspal Panas HRS-WC Teknik Sipil, Jurnal; Indriyati, Eva Wahyu; Subagio, Bambang Sugeng; Rahman, Harmein; Wibowo, Sony Sulaksono
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.1.5

Abstract

Abstrak Penggunaan material nano merupakan metode perbaikan sifat aspal yang sedang banyak dikembangkan saat ini. Material nano memiliki sifat fisik, kimia dan biologi yang berbeda dengan sifat aslinya, serta menunjukkan sensitifitas terhadap temperatur tinggi, daktilitas tinggi, dan luas permukaan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aspal modifikasi nano zeolit terhadap karakteristik marshall campuran beraspal panas HRS-WC. Material nano zeolite yang digunakan pada penelitian ini disintesis dari zeolit alam dari deposit Gunungkidul, Jawa Tengah. Sedangkan aspal yang digunakan adalah aspal pen 60/70 produksi Pertamina. Aspal ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan material nano zeolit ke dalam aspal pen 60/70 dengan variasi kadar penambagan nano zeolit sebesar 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Penggunaan aspal modifikasi nano zeolit sebagai material pengikat pada campuran beraspal panas HRS-WC dapat menurunkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) jika dibandingkan dengan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Selain itu, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit dapat meningkatkan nilai stabilitas, kepadatan, dan VFA. Sedangkan nilai VIM dan VMA mengalami penurunan pada campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal modifikasi nano zeolit. Dari tinjauan nilai flow dan MQ, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit menghasilkan campuran yang memiliki kekakuan lebih besar dibandingkan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Kata-kata Kunci: Campuran beraspal panas, karakteristik Marshall, material nano, zeolit alam. Abstract Nano materials are currently being widely used to modify asphalt. Nanomaterials have physical, chemical and biological properties that are different from their original properties, and show sensitivity to high temperatures, high ductility and large surface areas. This research aims to determine the effect of using nano zeolite modified asphalt on the marshall characteristics of HRS-WC hot mix asphalt. The nano zeolite material used in this research was synthesized from natural zeolite from Gunungkidul, Central Java. Meanwhile, the asphalt used is asphalt pen 60/70 produced by Pertamina. This asphalt was then modified by adding nano zeolite material to asphalt pen 60/70 with varying percentages of nano zeolite addition of 0.1%, 0.2% and 0.3%. The use of nano zeolite modified asphalt as a binding material in the HRS-WC hot mix asphalt can reduce the Optimum Asphalt Content (OAC) compared to the HRS-WC hot mix asphalt using asphalt pen 60/70. In addition, the use of nano zeolite modified asphalt can increase the stability, density and VFA values. Meanwhile, the VIM and VMA values decreased in the HRS-WC hot mix asphalt using nano zeolite modified asphalt. From a review of the flow and MQ values, the use of nano zeolite modified asphalt produces a mixture that has greater stiffness than the HRS-WC hot asphalt mixture using asphalt pen 60/70. Keywords: Asphalt mixure, Marshall characteristic, nano material, natural zeolite.