Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN BAHAYA STUNTING PADA ANAK DI RPTRA TANJUNG ELANG BERSERI PULAU PRAMUKA: HEALTH COUNSELING ABOUT THE DANGERS OF STUNTING IN CHILDREN AT RPTRA TANJUNG ELANG BERSERI PRAMUKA ISLAND Fitri*, Dewi Rahma; Wijaya , Deden Sukma; Melati, Rima; Shinta, Ike; Misruni, Fitri; Widad A, Rafa; Oktaviana, Milenia T.
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i2.97

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan juga salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat setempat tentang stunting, kegiatan ini membahas apa itu stunting, karakteristiknya, proses terjadinya, penyebabnya, efeknya, dan cara pencegahannya. Pada kegiatan penyuluhan di hadiri oleh 21 peserta dan tiga orang pengurus RPTRA Tanjung Elang Berseri Pulau Pramuka. Dari kuisioner di peroleh hasil tingkat pengetahuan peserta tentang bahaya stunting sebelum di lakukannya penyuluhan hanya 50%, dan setelah di lakukan penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan peserta menjadi 85%. Hasil menunjukan bahwa di daerah Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagian besar sudah memahami bahaya dan dampak dari stunting pada anak, namun karena keterbatasan sumber makanan yang membuat masyarakat menagabaikan bahaya stunting. Untuk itu kami selaku mahasiswa KKN melanjutkan dengan melakukan penyuluahan menegenai manfaat biota laut yang ada di kepulauan seribu sebagai langkah efektif pencegahan stunting.
Sabun Pembersih Kewanitaan dari Ekstrak Alga Merah (Kappaphycus Alvarezii) Sebagai Antijamur Candida albicans Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hardiyati, Iin; Idawati, Idawati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1014

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan alga merah yang banyak tumbuh dan berkembang di pesisir Indonesia. Kappaphycus alvarezii mengandung beberapa senyawa, antara lain senyawa alkaloid, fenolik (flavonoid), tannin, saponin yang berperan penting untuk menghambat pertumbuhan jamur (antijamur) salah satunya Candida albicans. Manfaat penelitian sebagai inovasi sediaan kosmetik alga merah yang dapat dijadikan komoditi pada bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sabun pembersih kewanitaan dari ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) dan mendapatkan nilai daya hambat dalam formulasi sabun pembersih kewanitaan dengan menggunakan nystatin sebagai control positif dan F0 sebagai kontrol negatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental, ekstraksi alga merah menggunakan etanol 70%, dilakukan uji evaluasi alga merah meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji logam berat, skrining fitokimia dan pengujian daya hambat jamur ekstrak terhadap Candida albicans dengan menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) memiliki kadar air 14,79%, kadar abu 67,53%, tidak mengandung cemaran logam berat pada ekstrak alga merah dan memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 2690:2016. Pada pengujian fitokimia ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) mengandung alkaloid, tannin, polifenol, saponin dan flavonoid. Hasil uji daya hambat antijamur ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) terhadap Candida albicans secara berturut-turut yaitu 2,5% sebesar 2,84 mm; 5% sebesar 5,93 mm; 10% sebesar 9,51 mm; 25% sebesar 11,19 mm; 50% sebesar 14,17 mm; dan 75% sebesar 23,68 mm. Kesimpulan ekstrak alga merah Kappaphycus alvarezii dapat dimanfaatkan sebagai sabun pembersih kewanitaan.
Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Jamu Peningkat Imunitas di Desa Situterate Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Hardiyati, Iin; Adiana, Budi; Sihombing, Kartini
Jurnal Abdimas Jatibara Vol 1, No 2 (2023): Jatibara Vol.1 No.2 Februari 2023
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jaj.v2i1.1409

Abstract

The family medicinal plant is a home-cultivated plant that has medicinal properties. One of the uses of TOGA is as a healthy drink and increases immunity. Plants used in immunity-boosting herbs include ginger, turmeric, lemongrass, lemon, cinnamon, fennel, cardamom, and second. The purpose of counseling and training is to increase public knowledge about medicinal plants and using medicinal plants correctly for indications of proper self-medication and how to process herbal medicine. The outreach activity was started by providing material about the benefits of family medicinal plants and continued with training on making immunity-boosting herbs. The results of community service activities in Situterate Village obtained an increase in public understanding of the use of family medicinal plants which was realized by making immunity-enhancing herbs. This knowledge about TOGA becomes the basis for performing self-medication treatment and making various kinds of TOGA-based products appropriately.
Pelatihan Pembuatan Insektisida Herbal Minyak Sereh Bentuk Spray di RPTRA Jeruk Manis Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Ekadipta, Ekadipta; Hardiyati, Iin
Jurnal Abdimas Jatibara Vol 2, No 1 (2023): Jatibara Vol.2 No.1 Agustus 2023
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jaj.v2i1.1475

Abstract

The Real Work Lecture is one of the implementations of the Tridarma activities of higher education which includes community service activities. The theme of the activity is chosen based on the needs of the community. Cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Jakarta are still high, so prevention is carried out, one of which is by using simple and environmentally friendly herbal insecticides. This training activity was carried out to increase the knowledge and skills of the community about herbal insecticides. The activity begins with a pretest, delivery of material, training and ends with a posttest. The activity was attended by 20 representatives elected by the Kelurahan. Based on the results of the service, it was found that there was an increase in participants' knowledge about herbal insecticides as indicated by an increase in pretest to posttest scores, from 40% to 95%. The product after the training is in the form of herbal insecticide spray preparations that can be used by participants, and can be remade for use as home products.
Formulasi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Tithonia Diversifolia (Hemsley) A. Gray Dalam Sediaan Serum Sunscreen Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1100

Abstract

Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit wajah adalah serum. Serum merupakan sediaan cair konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam menghantarkan bahan aktif ke dalam kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi bunga kembang bulan (Tihthonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) mengunakan etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan penentuan nilai Sun Protection Faktor (SPF) menggunakan metode spektrofotometer UV VIS. Nilai SPF dihitung menggunakan metode Mansur. Formula basis serum dilakukan optimasi penggunaan Tween 80 dan Span 80 untuk mendapatkan formula basis terbaik selanjutnya dibuat formula serum sunscreen. Kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan berdasarkan nilai IC50 ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak adalah 129, 2 ppm dan nilai SPF ekstrak berturut-turut kosentrasi 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, dan 500ppm adalah 14, 16, 19, 22 dan 33. Hal ini menunjukkan nilai SPF ekstrak bunga kembang bulan masuk kategori maksimal dan ultra. Diperoleh formula basis terbaik adalah kombinasi Tween 80 3,75 dan Span 80 1,25. Hasil diperoleh dari Analisa menggunakan Simple Lattice Desain menggunakan software Desain Expert. Formula serum dibuat menjadi F1, F2 dan F3, dimana F1 adalah basis serum, F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai nilai SPF berturut-turut adalah F1 17, F2 21 dan F3 31. Kesimpulan penelitian ini adalah ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 1000-7000 cps dan ketiga formula mempunyai nilai SPF dengan kategori proteksi ultra.
PENYULUHAN BAHAYA RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA SISWA SMK-98 AL-FAKHRIYAH DESA BANJARSARI CIAWI BOGOR: Educational Outreach on Antibiotic Resistance Risks Among Students at SMK-98 Al-Fakhriyah Vocational High School Banjarsari Village Ciawi Bogor Al Ghifari, Akhmad Abydzar; Fitri, Dewi Rahma; Vanency, Grace Juliana; Yulianti, Agnes Putri; Septiani, Cindy; Lestari, Yayu
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i2.193

Abstract

Tim Pengabdi Masyarakat Kelompok 1 ISTA mengimplementasikan edukasi resistensi antibiotik di SMK 98 AL-FAKHRIYAH Desa Banjarsari, Ciawi, Bogor melalui penyuluhan komprehensif. Program ini dirancang dengan pendekatan pedagogis terstruktur, mencakup pre-test, edukasi interaktif, dan post-test untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Penyuluhan bertujuan untuk mengukur efektivitas intervensi edukasi, melibatkan 18 peserta yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 9 siswi perempuan. Materi mencakup definisi, jenis, dampak, penyebab, pengaruh, dan pencegahan resistensi antibiotik. Metode pelaksanaan menggunakan kuesioner 10 pertanyaan dengan skala Likert 5 poin (1 = Sangat Tidak Tahu hingga 5 = Sangat Tahu) yang digunakan sebelum dan sesudah penyuluhan. Keberhasilan program dinilai berdasarkan perbandingan skor pengetahuan peserta antara sebelum dan sesudah intervensi. Analisis efektivitas menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek yang diujikan (p < 0,05). Perbedaan paling signifikan terlihat pada pertanyaan ke-2 (p = 0,000352), pertanyaan ke-4 (p = 0,000288), dan pertanyaan ke-3 (p = 0,000481). Hasil ini mengindikasikan keberhasilan penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan bahaya resistensi antibiotik. Program ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku positif dalam penggunaan antibiotik di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sabun Pembersih Kewanitaan dari Ekstrak Alga Merah (Kappaphycus Alvarezii) Sebagai Antijamur Candida albicans Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hardiyati, Iin; Idawati, Idawati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1014

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan alga merah yang banyak tumbuh dan berkembang di pesisir Indonesia. Kappaphycus alvarezii mengandung beberapa senyawa, antara lain senyawa alkaloid, fenolik (flavonoid), tannin, saponin yang berperan penting untuk menghambat pertumbuhan jamur (antijamur) salah satunya Candida albicans. Manfaat penelitian sebagai inovasi sediaan kosmetik alga merah yang dapat dijadikan komoditi pada bidang kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sabun pembersih kewanitaan dari ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) dan mendapatkan nilai daya hambat dalam formulasi sabun pembersih kewanitaan dengan menggunakan nystatin sebagai control positif dan F0 sebagai kontrol negatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental, ekstraksi alga merah menggunakan etanol 70%, dilakukan uji evaluasi alga merah meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji logam berat, skrining fitokimia dan pengujian daya hambat jamur ekstrak terhadap Candida albicans dengan menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) memiliki kadar air 14,79%, kadar abu 67,53%, tidak mengandung cemaran logam berat pada ekstrak alga merah dan memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 2690:2016. Pada pengujian fitokimia ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) mengandung alkaloid, tannin, polifenol, saponin dan flavonoid. Hasil uji daya hambat antijamur ekstrak alga merah (Kappaphycus alvarezi) terhadap Candida albicans secara berturut-turut yaitu 2,5% sebesar 2,84 mm; 5% sebesar 5,93 mm; 10% sebesar 9,51 mm; 25% sebesar 11,19 mm; 50% sebesar 14,17 mm; dan 75% sebesar 23,68 mm. Kesimpulan ekstrak alga merah Kappaphycus alvarezii dapat dimanfaatkan sebagai sabun pembersih kewanitaan.
Formulasi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Tithonia Diversifolia (Hemsley) A. Gray Dalam Sediaan Serum Sunscreen Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1100

Abstract

Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit wajah adalah serum. Serum merupakan sediaan cair konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam menghantarkan bahan aktif ke dalam kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi bunga kembang bulan (Tihthonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) mengunakan etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan penentuan nilai Sun Protection Faktor (SPF) menggunakan metode spektrofotometer UV VIS. Nilai SPF dihitung menggunakan metode Mansur. Formula basis serum dilakukan optimasi penggunaan Tween 80 dan Span 80 untuk mendapatkan formula basis terbaik selanjutnya dibuat formula serum sunscreen. Kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan berdasarkan nilai IC50 ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak adalah 129, 2 ppm dan nilai SPF ekstrak berturut-turut kosentrasi 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, dan 500ppm adalah 14, 16, 19, 22 dan 33. Hal ini menunjukkan nilai SPF ekstrak bunga kembang bulan masuk kategori maksimal dan ultra. Diperoleh formula basis terbaik adalah kombinasi Tween 80 3,75 dan Span 80 1,25. Hasil diperoleh dari Analisa menggunakan Simple Lattice Desain menggunakan software Desain Expert. Formula serum dibuat menjadi F1, F2 dan F3, dimana F1 adalah basis serum, F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai nilai SPF berturut-turut adalah F1 17, F2 21 dan F3 31. Kesimpulan penelitian ini adalah ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 1000-7000 cps dan ketiga formula mempunyai nilai SPF dengan kategori proteksi ultra.