Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Persepsi Siswa dalam Berprestasi [The Relationship between Students' Motivation and Students' Perceptions of Achievement] Rosyeline Nesac Djuarsa; Imanuel Adhitya Wulanata; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 13, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i1.349

Abstract

Learning achievement is influenced by many factors, such as teaching methods, the means and facilities available, the environment and student motivation to learn. One of the problems found in the school was weak student motivation for learning. Which in the end has an impact on the perception of students in achieving good results. The purpose of this research is to know if there is any correlation between the students’ learning motivation and students’ perception of learning achievement and what is the correlation of the students’ learning motivation and students’ perception of learning achievement. This research used a quantitative approach with a sample size of 30 students. Data were collected using a questionnaire. The validity of this instrument construction was obtained from three expert judgments. The empirical validity of this instrument was calculated by the formula of Rank Spearman. The variables concerning student learning motivation consisted of 18 items and the variables indicating student perception of learning achievement consisted of 8 items. Reliability is measured with Cronbach Alpha. The Alpha value obtained for the variables of student learning motivation was 0.865 and the Alpha value of the variable students’ perception of learning achievement is 0.781. Data were analyzed using the Spearman rank correlation (Rho-Spearman) and significance test connection with the distribution of t test at a significance level of 5%. The results of this research showed a significant positive correlation between students’ learning motivation and student perception of learning achievement (r = 0.612, sig= 0,000. That means that the higher the student learning motivation the stronger the student perception of learning achievement.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Prestasi belajar dipengaruhi banyak faktor, misalnya metode guru dalam mengajar, sarana dan fasilitas yang tersedia, lingkungan dan motivasi siswa dalam belajar. Salah satu masalah yang ditemukan di sekolah adalah lemahnya motivasi belajar yang dimiliki siswa yang akhirnya berdampak kepada persepsi siswa dalam berprestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan motivasi belajar siswa dengan persepsi siswa dalam berprestasi  dan bagaimanakah hubungan motivasi belajar siswa dengan persepsi siswa dalam berprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Validitas konstruksi instrumen diperoleh dari 3 expert judgment (ahli). Validitas empirik instrumen dihitung dengan rumus Rank Spearman, variabel motivasi belajar siswa terdiri dari 18 item dan variabel persepsi siswa dalam berprestasi terdiri dari 8 item. Reliabilitas diukur dengan Alpha Cronbach, diperoleh nilai Alpha variabel  motivasi belajar siswa adalah 0,865 dan nilai Alpha variabel persepsi siswa dalam berprestasi adalah 0,781. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi peringkat spearman (Rho-Spearman) dan uji signifikansi hubungan dengan uji distribusi t pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis ini menunjukkan adanya hubungan yang positif signifikan antara motivasi belajar siswa dengan persepsi siswa dalam berprestasi (r = 0,612, sig = 0,000. Artinya semakin baik atau tinggi motivasi belajar siswa maka akan semakin besar dan kuat juga persepsi siswa untuk meraih prestasi.
Peran dan Karya Roh Kudus serta Implikasinya terhadap Pengembangan Pribadi dan Kualitas Pengajaran Guru Kristen [Roles and Work of the Holy Spirit and the Implications for the Personal Development and Teaching Quality of Christian Teachers] Imanuel Adhitya Wulanata
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.326

Abstract

This paper discusses the role and work of the Holy Spirit and its implications for the personal development and the quality of teaching of Christian teachers in this era of globalization. The main task of a teacher in the context of Christian education is to help students to learn and know God in Jesus Christ and through His Word, and how they can develop and be like Christ in their daily lives. Therefore, it is important to understand the role and work of the Holy Spirit as the Spirit of Wisdom to help the Christian teacher distinguish between the real truth and the truth that is mere humanism. Thus, the teaching delivered by Christian teachers will not influence the students to do negative things after the class or course is finished, but will have a positive influence on the students’ spiritual development, character, intelligence, and behavior.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Tulisan ini bertujuan untuk membahas peran dan karya Roh Kudus serta impilikasinya terhadap pengembangan pribadi dan kualitas pengajaran guru Kristen di era globalisasi. Tugas utama seorang guru dalam konteks pendidikan Kristen adalah membantu para siswa untuk belajar mengenal Allah di dalam Yesus Kristus dan melalui firman-Nya tersebut, mereka dapat bertumbuh dan menjadi serupa dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, penting sekali peran dan karya Roh Kudus sebagai Roh Hikmat untuk membantu guru Kristen membedakan antara kebenaran sejati dan kebenaran yang bersifat humanisme belaka. Dengan demikian, pengajaran yang disampaikan oleh guru Kristen tersebut tidak akan membawa para siswanya ke dalam hal-hal yang bersifat negatif pasca pengajaran, tetapi memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan spiritual, karakter, intelegensi, dan perilaku mereka.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PENGENALAN HURUF PADA SISWA K3 DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH KRISTEN MANADO [THE USE OF PICTURE MEDIA TO IMPROVE RECOGNITION IN K3 STUDENTS IN INDONESIAN LESSONS AT A CHRISTIAN SCHOOL IN MANADO] Oktavia Resty Anggraeni; Imanuel Adhitya Wulanata; Abednego Tri Gumono
Polyglot Vol 16, No 1 (2020): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v16i1.1403

Abstract

Based on observations, the researcher found that letter recognition for K3 students at ABC school Manado in their Bahasa Indonesia lessons was low. Students' understanding of letters had not reached the 75% standard assessment given by the teacher. To overcome the problem, the researcher implemented the use of pictures as a media to increase K3 students’ letter recognition. The method used in this research was Classroom Action Research (CAR) using Kemmis and McTaggart model through two cycles. The research was conducted between October 4 and November 3, 2017, using 18 students. The research instruments used to collect the data were the researcher’s observation checklist, the mentor’s observation checklist, another teacher’s observation checklist, students’ worksheets, and an interview with the mentor. Research findings indicated an increase of K3 students’ letter recognition in their Bahasa Indonesia lessons at ABC School Manado with the indicator of achievement of letter recognition reaching 100% and the indicator of letter sound recognition also reaching 100%. The steps of using the drawing media during learning were also consistently performed by showing 100% assessment results through observations by mentors and peers. Therefore, it can be concluded that the use of pictures as a media can increase K3 students’ letter recognition in Bahasa Indonesia lessons at ABC School Manado.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa pengenalan huruf pada siswa K3 pada sekolah swasta di Manado pada mata pelajaran bahasa Indonesia masih rendah, yaitu ditunjukkan dengan pemahaman terhadap huruf belum mencapai angka 75% standar penilaian yang diberikan oleh guru. Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan penggunaan media gambar untuk meningkatkan pengenalan huruf siswa K3. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart melalui dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober sampai dengan 3 November 2017 terhadap 18 siswa di Sekolah ABC Manado. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi ceklispeneliti, lembar ceklismentor, lembar observasi ceklisrekan sejawat, lembar kerja siswa, dan lembar wawancara mentor. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada pengenalan huruf siswa kelas K3-A Sekolah ABC Manado pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan pencapaian kriteria indikator mengenal huruf adalah 100%, indikator pengenalan bunyi huruf adalah 100%. Langkah-langkah penggunaan media gambar pada saat pembelajaran juga konsisten dilakukan dengan menunjukkan hasil penilaian 100% melalui observasi dari mentor dan rekan sejawat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan pengenalan huruf siswa K3-A di sekolah ABC Manado dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.
TEACHER’S COMPETENCIES PROFILE IN DIGITAL TECHNOLOGY ERA: SPIRITUAL FORMATION AND BIBLICAL COMMUNITY Chrismastianto, Imanuel Adhitya Wulanata; Wibawanta, Budi; Mumu, Billy; Sitepu, Debora Stefany; Milenia, Marisa
Polyglot Vol 18, No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5742

Abstract

 Christian education aims to bring students to have relationships and growth based on Christian Faith. For building this relationship and growing faith, teacher’s competencies are needed in implementing teaching and learning that is based on the Biblical Christian Worldview. During this digital technology era, Christian teachers are required to have competence for developing their Spiritual Formation and Biblical Community. This study aims to analyze the teacher's competencies to enhance spiritual formation and develop biblical community. The research was conducted by distributing a survey to 61 respondents at Christian private school Tangerang. Data from respondents was collected through an online questionnaire via Google form and analyzed data with descriptive qualitatively. The results on each aspect of Spiritual Formation (SF) and Biblical Community (BC) suggest that respondents have achieved an average score of 4.1 (good category) or has met the teacher competency profile criteria as expected. Nevertheless, there needs to be a relevant follow-up to improve teacher competence in the digital technology era in the aspect of Spiritual Formation and Biblical Community through professional development or similar training.Bahasa Indonesia Abstrak Natur pendidikan Kristen bertujuan untuk membawa peserta didik mengalami relasi dan pertumbuhan yang berlandaskan Iman Kristiani. Dalam membangun relasi dan pertumbuhan iman tersebut, dibutuhkan peran dan kompetensi guru Kristen dalam mengimplementasikan pengajaran yang sesuai dengan Biblical Christian Worldview (BCW). Pada era digital saat ini, guru Kristen dituntut untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan Spiritual Formation (pertumbuhan rohani peserta didik) dan Biblical Community (komunitas yang memiliki relasi dengan berwawasan Kristen Alkitabiah). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis seberapa besar kompetensi guru dalam meningkatkan pertumbuhan rohani dan membangun komunitas yang berlandaskan prinsip Alkitabiah. Penelitian dilakukan dengan membagikan survei kepada guru di salah satu sekolah swasta Kristen Tangerang dengan responden sebanyak 61 orang. Data dari responden dikumpulkan melalui kuesioner online (google form) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada masing-masing aspek Spiritual Formation (SF) dan Biblical Community (BC), responden telah mencapai rata-rata angka 4,1 (kategori baik) atau telah memenuhi kriteria profil kompetensi guru sesuai yang diharapkan. Kendati demikian, perlu ada tindak lanjut yang relevan guna meningkatkan kompetensi guru di era digital dalam aspek Spritual Formation dan Biblical Community melalui pengembangan profesional ataupun pelatihan sejenis. 
TEACHER’S COMPETENCIES PROFILE IN DIGITAL TECHNOLOGY ERA: SPIRITUAL FORMATION AND BIBLICAL COMMUNITY Chrismastianto, Imanuel Adhitya Wulanata; Wibawanta, Budi; Mumu, Billy; Sitepu, Debora Stefany; Milenia, Marisa
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5742

Abstract

 Christian education aims to bring students to have relationships and growth based on Christian Faith. For building this relationship and growing faith, teacher’s competencies are needed in implementing teaching and learning that is based on the Biblical Christian Worldview. During this digital technology era, Christian teachers are required to have competence for developing their Spiritual Formation and Biblical Community. This study aims to analyze the teacher's competencies to enhance spiritual formation and develop biblical community. The research was conducted by distributing a survey to 61 respondents at Christian private school Tangerang. Data from respondents was collected through an online questionnaire via Google form and analyzed data with descriptive qualitatively. The results on each aspect of Spiritual Formation (SF) and Biblical Community (BC) suggest that respondents have achieved an average score of 4.1 (good category) or has met the teacher competency profile criteria as expected. Nevertheless, there needs to be a relevant follow-up to improve teacher competence in the digital technology era in the aspect of Spiritual Formation and Biblical Community through professional development or similar training.Bahasa Indonesia Abstrak Natur pendidikan Kristen bertujuan untuk membawa peserta didik mengalami relasi dan pertumbuhan yang berlandaskan Iman Kristiani. Dalam membangun relasi dan pertumbuhan iman tersebut, dibutuhkan peran dan kompetensi guru Kristen dalam mengimplementasikan pengajaran yang sesuai dengan Biblical Christian Worldview (BCW). Pada era digital saat ini, guru Kristen dituntut untuk memiliki kompetensi dalam meningkatkan Spiritual Formation (pertumbuhan rohani peserta didik) dan Biblical Community (komunitas yang memiliki relasi dengan berwawasan Kristen Alkitabiah). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis seberapa besar kompetensi guru dalam meningkatkan pertumbuhan rohani dan membangun komunitas yang berlandaskan prinsip Alkitabiah. Penelitian dilakukan dengan membagikan survei kepada guru di salah satu sekolah swasta Kristen Tangerang dengan responden sebanyak 61 orang. Data dari responden dikumpulkan melalui kuesioner online (google form) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada masing-masing aspek Spiritual Formation (SF) dan Biblical Community (BC), responden telah mencapai rata-rata angka 4,1 (kategori baik) atau telah memenuhi kriteria profil kompetensi guru sesuai yang diharapkan. Kendati demikian, perlu ada tindak lanjut yang relevan guna meningkatkan kompetensi guru di era digital dalam aspek Spritual Formation dan Biblical Community melalui pengembangan profesional ataupun pelatihan sejenis.