Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Aspek Jaminan Pengurusan Karis/Karsu Di BKPSDM Kabupaten Tolitoli Iqbal, Muhammad; Jamaluddin, Indar Ismail
Paraduta : Jurnal Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1 No 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/paraduta.v1i2.312

Abstract

Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah melakukan pernikahan sah wajib mengurus kartu istri/suami (karis/karsu) pada Badan Kepegawaian Daerah. Gunanya, selain berkaitan tertib administrasi kepegawaian, juga salah satu syarat permohonan pensiun. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran sedalam-dalamnya mengenai aspek jaminan pengurusan karis/karsu di BKPSDM Kabupaten Tolitoli. Penelitian berlangsung 3 bulan yakni november 2022 s/d februari 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Seluruh data dan informasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksana pelayanan dapat memberikan jaminan legalitas dan tidak ada biaya pengurusan karis/karsu. Namun pelaksana tidak berani memberikan kepastian waktu pengurusan karis/karsu sesuai SOP, karena proses pelayanan harus melewati pemeriksaan ketat, temuan berkas administrasi sering tidak lengkap, kesalahan data pemohon, dukungan staf dan sarana prasarana yang minim, serta anggaran operasional sosialisasi yang tidak ada. Kata Kunci: Jaminan, Pelayanan, Karis/karsu
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja di SMK Negeri 4 Konawe Selatan Septiana, Anis Ribcalia; Agusman, Yudi; Irabiah, Irabiah; Jamaluddin, Indar Ismail; Alauddin, Murni Ratna Sari; Badia, Juslan
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 2 No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v2i3.682

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah sosial yang serius dan dapat berdampak negatif pada kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat. Remaja sebagai kelompok rentan terhadap kekerasan seksual perlu mendapatkan edukasi dan perlindungan yang memadai. Di Kabupaten Konawe Selatan, kasus kekerasan seksual terhadap remaja menunjukkan angka mengkhawatirkan. Dinas Sosial  Konawe Selatan mencatat kasus kejahatan seksual kurun 2023 hingga April 2024 sebanyak 104 kasus. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada 8 April 2024 dan bertempat di SMK Negeri 4 Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggraa. Prosedur pelaksanaan kegiatan ini meliputi pertemuan langsung untuk penyampaian materi oleh narasumber kepada siswa/siswi yang ada di SMK Negeri 4 Konawe Selatan. Kegiatan PKM dengan tema "Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja di SMK Negeri 4 Konawe Selatan" telah mencapai tujuannya dengan baik. Sosialisasi ini memberikan manfaat yang signifikan bagi remaja di  sekolah tersebut, serta berkontribusi pada upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Kabupaten Konawe Selatan secara keseluruhan.
Protection of Women and Children in Crisis: Post-Disaster Social, Economic, and Political Support and Barriers to Palu Jamaluddin, Indar Ismail; Daswati, Daswati; Nuraisyah, Nuraisyah
Journal Public Policy Vol 11, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v11i4.12521

Abstract

This study analyzes the support and obstacles in protecting women and children in crisis situations, focusing on the socio-economic and political conditions influencing Central Sulawesi Provincial Regulation No. 3 of 2019 on the Protection of Women and Children from Violence after the 2018 earthquake, tsunami, and liquefaction in Palu City. Using a descriptive qualitative approach, 15 purposively selected informants representing the pentahelix elements were involved. Data were obtained through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the socio-economic and political variables of Van Meter and Van Horn (1975) policy implementation model, following the stages of data condensation, display, and conclusion drawing (Miles et al., 2014). Secondary data analysis employed bibliometric mapping via VOSviewer. Findings reveal that limited economic resources remain the primary barrier to preventing and addressing violence, while entrenched customary norms and unresponsive bureaucracy heighten vulnerability. Positive drivers include community participation, women’s organizations, media engagement, and progressive regulations, though private sector involvement remains limited. Public opinion largely supports the policy, yet political elite attention is inconsistent. The study concludes that effective post-disaster protection requires sustained funding, consistent political commitment, and cross-sectoral coordination, recommending stronger public–private partnerships and greater community engagement to ensure long-term protection for vulnerable groups.
Kolaborasi Pemerintah Daerah Dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Desa Kaloloa Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka Maulid, Maulid; Syam, Rudini; Firdaus, Firdaus; Jamaluddin, Indar Ismail
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.9700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi antara pemerintah desa dan dinas kesehatan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Desa Kaloloa, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini berjenis kualitatif, dengan informan ditentukan secara purpossive sebanyak 15 orang, terdiri dari perumus dan pelaksana program di kabupaten, pelaksana program di desa, pendamping, dan sasaran program. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka, selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Pemerintah Desa Kaloloa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Desa Kaloloa, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka telah terlaksana, namun proses kolaborasi belum sepenuhnya melibatkan masyarakat sebagai objek sasaran kegiatan. Terbatasnya pengetahuan masyarakat dikarenakan tidak adanya penyampaian informasi melalui berbagai media terkait program Germas dari pemerintah
Sumber Daya Dalam Pelaksanaan Pemutakhiran Data Mandiri Pegawai Negeri Sipil Di Kabupaten Tolitoli Iqbal, Muhammad; Jamaluddin, Indar Ismail
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v5i1.64

Abstract

Dalam mewujudkan program Satu Data Indonesia, Badan Kepegawaian Negara menginstruksikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan pemutakhiran data mandiri setiap lima tahun sekali, terakhir pada tahun 2021. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui aspek sumber daya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tolitoli dalam pelaksanaan pemutakhiran data mandiri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2023 melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan purposive sampling. Mereka adalah admin dan user aplikasi SIASN di BKPSDM Kabupaten Tolitoli dan dua pegawai berasal dari instansi pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya dalam pelaksanaan pemutakhiran data mandiri PNS di Kabupaten Tolitoli belum memadai. Variabel sumber daya yang dimaksud oleh George Edward III belum terpenuhi dengan baik. Penyebabnya yaitu: kurangnya tenaga pelaksana, peningkatan kapasitas pelaksana belum optimal, ketidakpedulian pegawai, sosialisasi, dan bimbingan diikuti beberapa perwakilan dari instansi, pemeliharaan aplikasi MySAPK dan SIASN yang tidak terjadwal, dan koneksi jaringan internet yang terkadang tidak stabil
Interaction in Creating a Harmonious Life Between the Mandar and Bugis Ethnicities in Malei Village Pedongga District, Pasangkayu Regency Megawati, Megawati; Patta, Abdul Kadir; Cinu, Surahman; Rohim, Syaiful; Jamaluddin, Indar Ismail; Syaiful, Muhammad
Perkembangan Kajian Sosial Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Teras Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/p.v1i1.13

Abstract

The Mandar and Bugis ethnic residents have mixed together in Malei Village, Padongga District, Pasangkayu Regency, West Sulawesi Province. Social interaction has been carried out by the people of both ethnic groups to create a harmonious life. This research aims to understand the interaction of residents of the two ethnic groups in maintaining harmony while ensuring that harmonious living is a value in Malei Village. The research was carried out using descriptive qualitative methods. Informants were determined purposively as representatives of the Mandar and Bugis ethnic groups, namely community leaders, youth leaders, traditional leaders and village heads. Data analysis begins when the problem is formulated (through literature study) and continues until the research is completed. Researchers use three activity streams when analyzing, namely data condensation (selecting, focusing, simplifying and transforming field data), displaying or presenting data, and drawing conclusions or verification. The research results show that the interaction between the Mandar ethnic population and the Bugis ethnic population can be seen in associative and dissociative social interactions. Associative interactions include long-standing cooperation on various occasions, accommodation through tolerance in realizing cultural harmonization, acculturation from mixed marriages, and assimilation in the form of high respect for values ??and rules. Meanwhile, dissociative interactions through competition in the economic field, specifically in wallet nests, do not leave conflict. These aspects make the residents of Malei Village, both Mandar and Bugis, have high cultural values ??of harmony because they have a mutual respect for each other.
Identifikasi Potensi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Desa Oko-Oko Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara: Identification of Micro, Small and Medium Enterprise Development Potential in Oko-Oko Village, Pomalaa District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Abdul Sabaruddin; Maulid; Taslim; Anis Ribcalia Septiana; Triani; Jamaluddin, Indar Ismail; Irabiah Junus
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4687

Abstract

Identifikasi merupakan salah satu aspek dalam formulasi kebijakan publik. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim dosen dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka ini mengambil fokus pada identifikasi potensi pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil observasi dan studi pendahuluan, pertambangan di desa tersebut belum sepenuhnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan di semua lapisan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, informan pengabdian ditentukan secara pentahelix collaboration, yaitu pemerintah desa Oko-Oko, masyarakat, pelaku usaha, media dan akademisi. Analisis data dimulai dari kondensasi, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil akhir pengabdian dipetakan menggunakan analisis SWOT, yaitu strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman). Dari sisi kekuatan, pengembangan UMKM prospektif karena faktor tekad warga meningkatkan kesejahteraannya, banyaknya lulusan sarjana, dukungan kepala desa, serta adanya Alokasi Dana Desa. Kelemahannya, perilaku konsumtif warga, rendahnya literasi keuangan, rendahnya daya tahan mengelola usaha, serta kurangnya inovasi dan kreativitas. Peluang yang dapat dimaksimalkan adalah bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kolaka, bantuan modal dan pelatihan dari perusahaan tambang, banyaknya pekerja di sekitar tambang sebagai potensi pasar UMKM, serta dukungan kampus. Adapun ancaman yang harus diwaspadai adalah kurangnya modal, tidak adanya pendampingan, kurangnya dukungan perangkat desa serta pesaing UMKM yang telah berjejaring dan berpengalaman. Sementara itu, produk unggulan UMKM yang cocok dikembangkan di Desa Oko-Oko adalah UMKM berbasis bahan baku jambu mete, gerabah, warung makan, jasa catering, pijat refleksi, services AC, serta laundry.
Sumberdaya Dalam Penanganan Anak Korban Kekerasan Seksual Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara Hendik, Hendrik; Jamaluddin, Indar Ismail; Septiana, Anis Ribcalia
MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum Vol 10 No 1 (2024): Morality : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52947/morality.v10i1.421

Abstract

Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak menjelaskan penanganan anak korban kekerasan seksual meliputi identifikasi dan penerimaan pengaduan; penyelamatan; penempatan di rumah perlindungan sementara; rehabilitasi layanan pemulihan kesehatan, sosial, psikologi dan pendampingan hukum; serta dukungan layanan pascarehabilitasi (pasal 24). Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek sumberdaya penanganan anak korban kekerasan seksual pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian kualitatif dengan pemilihan informan secara purporsive, terdiri dari perumus kebijakan (representatif Bupati dan DPRD Kolaka), dan implementor kebijakan, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kolaka serta Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kolaka. Observasi dan data sekunder yang meliputi web pemerintah, pemberitaan media online dan artikel ilmiah melengkapi pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan aspek sumberdaya dalam penanganan anak korban kekerasan seksual di Kolaka telah terlaksana, dengan kondisi berikut. Pertama, dengan 22 pegawai, DP3A Kolaka belum maksimal merespons pengaduan kekerasan terhadap anak. Kedua, DP3A Kolaka telah memiliki seorang psikolog, walaupun belum memiliki sertifikat kompetensi, serta 12 bidan. Keahlian dipelajari secara otodidak. Ketiga, DP3A Kolaka mengimplementasikan penyampaian informasi melalui telepon dan menggalang kerja sama dengan Polres Kolaka, Pengadilan Agama, organisasi non-pemerintah, dan media massa. Keempat, kewenangan terhadap program mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan Peraturan Bupati Kolaka Nomor 35 Tahun 2020 tentang Kabupaten Layak Anak. Pada 2021-2022 telah dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas. Kelima, dukungan anggaran serta sarana dan prasarana bersumber dari APBN dan APBD. Keterbatasan anggaran tak dipermasalahkan kepala DP3A Kolaka.
PERAN BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PENANGANAN ANAK PELAKU PIDANA DI KABUPATEN KOLAKA Irabiah, Irabiah; Fait, Taslim; Septiana, Anis Ribcalia; Jamaluddin, Indar Ismail; Rante, Axl Pratama
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v7i2.105

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Balai Pemasyarakatan Kolaka dalam penerapan diversi pada penanganan anak pelaku pidana di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Diversi merupakan pendekatan restorative justice yang bertujuan untuk melindungi kepentingan terbaik anak, mencegah stigma pemenjaraan, dan memberikan ruang pemulihan bagi korban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan dan analisis data dilakukan pada Juni sampai dengan Agustus 2025 di Kolaka melalui wawancara terhadap aparat kepolisian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Satuan Reskrim Polres Kolaka, Pembimbing Kemasyarakatan pada Pos Balai Pemasyarakatan Kolaka, observasi terbatas, serta studi dokumen.   Analisis dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana (2013), yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara teori, restorative justice menekankan bahwa penyelesaian kasus anak tidak semata-mata berorientasi pada hukuman, tetapi pada pemulihan kerugian korban dan tanggung jawab sosial pelaku (Braithwaite, 1998, 1999, 2004; Zehr, 2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme diversi yang berbasis restorative justice dalam kasus anak pelaku pidana, termasuk kekerasan seksual di Kabupaten Kolaka telah dilaksanakan sesuai prosedur hukum dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pos Balai Pemasyarakatan melalui Pembimbing Kemasyarakatan di Kolaka.  Peran yang dilakukan Balai Pemasyarakatan antara lain melakukan pendampingan terhadap pelaku anak dan memaksimalkan koordinasi, di antaranya dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Kolaka.