Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DILEMA PEMANFAATAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA UJUNA PASCAGEMPA DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH Murni Ratna sari Alauddin; Nursamsir Nursamsir; Indar Ismail Jamaluddin
Journal Publicuho Vol 4, No 1 (2021): February - April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/jpu.v4i1.16396

Abstract

After the earthquake, tsunami, and liquefaction on 28 September 2018, the condition of the five-story building was damaged, but it is still inhabited by dozens of families. This paper seeks to explore the attitude of the Palu City Government-Regional People's Representative Council (DPRD), residents, and parties outside the government and outside the residents regarding the use of these flats after the earthquake. The research was conducted qualitatively. Primary data were collected from direct observation and interviews and sources of mass media coverage also complement the secondary data needs. Borrowing Robert K Merton's structural functionalism theory, this research finds a condition if after a disaster, residents strengthen their institutions by building consensus or mutual agreement. Meanwhile, the City Government of Palu, although stated that they prohibited them from returning to the apartment, they have not been able to provide a more feasible housing solution after the earthquake. Ironically, members of the DPRD, as partners of the mayor in the government in Palu City, do not yet know about this condition.
The Social and Political Aspects of Permanent Housing Provision for Earthquake Tsunami and Liquefaction Casualties in Palu City, Central Sulawesi Nursamsir Nursamsir; Indar Ismail Jamaluddin; Muhammad Iqbal; Ismanto Ismanto
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 26, No 2 (2022): November
Publisher : Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.54013

Abstract

An earthquake that struck Palu City, Central Sulawesi Province on September 28, 2018 rose potential problems. One of them is the permanent housing (huntap) provision for 6,504 earthquake-affected households. With a descriptive qualitative approach, this research focuses on the social and political aspects of providing permanent housing for disaster victims. Public opinion, both conveyed by refugees targeted for permanent housing and NGO activists and media workers, is expected to improve the policy of providing permanent housing for earthquake victims in Palu. The public hopes that the houses built for earthquake victims are to replace their lost homes and function as a place for psychological recovery. Therefore, the social aspects of housing provision are essential to receive government priorities, such as guaranteeing a sense of security, comfort, and relocated land status. Assistance and advocacy for displaced victims to obtain their rights should be appreciated, exceptionally due to the lack of political function of Regional House of Representative Council (DPRD) roles in guarding disaster victims. Legislators are unable to make a greater effort due to their status as part of the regional government. Simultaneously, the mass media’s attention to housing provisions is still vital for the government to formulate, implement and evaluate its policies. This study also discovered conditions where local governments have limited authority to provide shelter for displaced victims. Centralized government authority forces local governments to rely on the president and his staff.
Analisis Kerentanan dan Pemetaaan Stakeholders di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka: (Kajian Pemetaan Sosial di Wilayah Operasional PT Antam UBPN Sulawesi Tenggara) Abdul Sabaruddin; Nursamsir; Taslim Fait; Maulid; Sudirman Baso
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v6i1.2228

Abstract

The purpose of this study is to identify vulnerable community groups and map the interests of stakeholders in the area of operation of PT Antan Tbk UBPN Sultra. This study was conducted in Pomalaa District, through a mixed method approach that combines quantitative data analysis methods. Because this study uses a mixed method approach, the informant is used as a source of data in a qualitative approach. The determination of informants is done by snowball sampling method. Meanwhile, the probability sampling technique is used for the quantitative approach. Proportional cluster sampling is a form of probability sampling that is used, and the way it works is by identifying in advance the groups that represent the population. Information collected through the results of field research, both primary data and secondary data. The results show that the vulnerable groups in the company's operational areas were pre-prosperous families (poor families), the elderly, people with disabilities, and the mentally handicapped (physical, speech and hearing impaired, mental, and blind). Pre-prosperous families (poor families) are the highest vulnerable group, reaching 2,152 people out of 30,680 residents of Pomalaa Subdistrict. Meanwhile, stakeholders that influence the success of company programs in Pomalaa Subdistrict are the village head, village secretary, head of Bumdes, traditional leaders, women leaders, religious leaders (Islamic and Christian), and community leaders.
Manajemen Penyediaan Oksigen Selama Pandemi Covid-19 Indar Ismail Jamaluddin; Phradiansah Phradiansah; Nursamsir Nursamsir
SOCIETAS Vol 11 No 2 (2022): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami krisis oksigen medis saat pandemi Covid-19. Selain karena lambannya antisipasi pemerintah daerah, ada faktor manajerial dalam penyediaan oksigen medis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dalam penyediaan oksigen selama pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Masalah dalam penelitian ini diurai dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Juli-Agustus 2022 di Kendari. Informan berjumlah tujuh orang dan ditetapkan secara purpossive sampling, yaitu mewakili manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari, penyedia oksigen medis di Kendari, anggota DPRD Kota Kendari dan Ombudsman selaku pengawas layanan publik, serta informan yang berasal dari masyarakat. Observasi dan pemberitaan media massa melengkapi keterangan informan. Hasil penelitian menunjukkan jika penyediaan oksigen selama pandemi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari telah dilaksanakan secara maksimal, walaupun masih terdapat beberapa catatan. Dari aspek perencanaan, terdapat Standar Prosedur Operasional (SPO) sebagai panduan. Dari aspek pengorganisasian, terdapat pembagian kerja yang proporsional, namun belum ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memungkinkan pekerjaan berlangsung efektif dan efisien. Pada aspek pengarahan, motivasi ditunjukkan pimpinan dalam bentuk keteladanan. Sedangkan aspek pengendalian, yaitu pengawasan dilakukan sekadarnya oleh direktur lantaran kepercayaan yang diberikan sepenuhnya kepada penanggung jawab penyedia oksigen.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Pada PT. Ceria Nugraha Indotama di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Hasrawati; Nursamsir; Firdaus Firdaus
Madika: Jurnal Politik dan Governance Vol. 2 No. 2 (2022): Madika: Jurnal Politik dan Governance
Publisher : Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/madika.v2i2.1579

Abstract

PT. Ceria Nugraha Indotama merupakan perusahaan yang ada di Kecamatan Wolo yang melakukan kegiatan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, namun belum bisa dikatakan terealisasi dengan baik, hal ini bisa dilihat dari beberapa program yang tidak berjalan dengan baik salah satunya pada bidang kemandirian ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bagian kemandirian ekonomi. Tanggung jawab sosal PT. Ceria Nugraha Indotama di Kecamatan Wolo belum terealisasi dengan optimal karena adanya beberapa program yang belum terealisasi dengan baik. Perusahaan kurang melakukan komunikasi secara langsung dengan masyarakat sehingga ketepatan target yang di terapakn kurang bermanfaat oleh masayrakat. Padahal pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah membuat kebijakan berupa Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2014 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan agar setiap program dapat bermanfaat untuk mengatasi dampak negatif dari setiap aktivitas perusahaan dan tepat sasaran.
The Social and Political Aspects of Permanent Housing Provision for Earthquake Tsunami and Liquefaction Casualties in Palu City, Central Sulawesi Nursamsir Nursamsir; Indar Ismail Jamaluddin; Muhammad Iqbal; Ismanto Ismanto
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 26, No 2 (2022): November
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.54013

Abstract

An earthquake that struck Palu City, Central Sulawesi Province on September 28, 2018 rose potential problems. One of them is the permanent housing (huntap) provision for 6,504 earthquake-affected households. With a descriptive qualitative approach, this research focuses on the social and political aspects of providing permanent housing for disaster victims. Public opinion, both conveyed by refugees targeted for permanent housing and NGO activists and media workers, is expected to improve the policy of providing permanent housing for earthquake victims in Palu. The public hopes that the houses built for earthquake victims are to replace their lost homes and function as a place for psychological recovery. Therefore, the social aspects of housing provision are essential to receive government priorities, such as guaranteeing a sense of security, comfort, and relocated land status. Assistance and advocacy for displaced victims to obtain their rights should be appreciated, exceptionally due to the lack of political function of Regional House of Representative Council (DPRD) roles in guarding disaster victims. Legislators are unable to make a greater effort due to their status as part of the regional government. Simultaneously, the mass media’s attention to housing provisions is still vital for the government to formulate, implement and evaluate its policies. This study also discovered conditions where local governments have limited authority to provide shelter for displaced victims. Centralized government authority forces local governments to rely on the president and his staff.
Peran Pemerintah Daerah dan DPRD Dalam Pengawasan Dana Desa di Kabupaten Kolaka Utara Nursamsir Nursamsir; Indar Ismail Jamaluddin; Anis Ribcalia Septiana
Musamus Journal of Public Administration Vol 6 No 2 (2024): Musamus Journal of Public Administration
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v6i2.5584

Abstract

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mewajibkan pemerintah pusat mengalokasikan Dana Desa sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan di desa. Pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan salah satu cara mencegah penyalahgunaan Dana Desa. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ada tiga kategori informan yang ditentukan secara purposive, yaitu informan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kolaka Utara, informan dari Inspektorat Daerah Kolaka Utara dan informan dari DPRD Kolaka Utara. Data sekunder diperoleh dari media massa online, artikel ilmiah, peraturan pemerintah, serta laporan instansi terkait. Analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data (tabel), serta penarikan kesimpulan. Ada tiga temuan dalam penelitian ini. Pertama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mengawasi keuangan desa melalui aplikasi sistem keuangan desa, merespons pengaduan masyarakat, serta bermitra dengan inspektorat dan aparat hukum. Kedua, Inspektorat Kolaka Utara melakukan audit atas permintaan, juga mengawasi dana desa melalui aplikasi yang dibuat inspektorat dan memeriksa secara berkala laporan desa. Ketiga, DPRD melakukan pengawasan dengan memproses pengaduan masyarakat. Kesimpulan penelitian, pengawasan berlapis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan DPRD Kolaka Utara terhadap pengelolaan Dana Desa membutuhkan koordinasi agar tidak tumpang tindih.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Citra Perusahaan Ninja Xpress Kolaka Lilin, Lilin; Stiadi, Stiadi; Nursamsir, Nursamsir
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.18090

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kualitas Layanan dan Kepuasan Konsumen Terhadap Citra Perusahaan Ninja Xpress Kolaka. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya. Populasi pada penelitan ini adalah Konsumen Ninja Xpress Kolaka. Peneliti menggunakan rumus Hair karena ukuran populasi yang belum diketahui dengan pasti. Sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 orang. Pengujian instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan uji reabilitas dengan SPSS 29.0. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji measurement model (outer model) dan pengujian model struktural (inner model) dengan Smart PLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Kualitas Pelayanan terhadap Citra Perusahaan. Hal ini ditunjukan oleh nilai Original Sample Estimate sebesar 0.378 dan T-Statistic sebesar 3.595> 1.64 dengan nilai P Value 0.000 dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Citra Perusahaan. Hal ini Kepuasan Konsumen ditunjukan oleh nilai Original Sample Estimate sebesar 0.431 dan T-Statistic sebesar 4.230 > 1.64 dengan P-Value 0.000. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen, Citra Perusahaan, partial least square (PLS).
LAYANAN PUBLIK SECARA DIGITAL MELALUI APLIKASI SIAPKERJA DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KOLAKA Firdaus, Firdaus; Nursamsir, Nursamsir; Mamuri, Johar
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 21, No 2 (2024): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v21i2.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Aplikasi SIAPkerja dalam konteks pelayanan publik. Aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung para pencari kerja dengan menyediakan informasi lowongan kerja, pelatihan, dan layanan terkait ketenagakerjaan secara digital. Di era digital, transformasi layanan publik menjadi krusial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait implementasi Aplikasi SIAPkerja di Kabupaten Kolaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi SIAPkerja dapat mempercepat proses administrasi, menciptakan transparansi, dan meningkatkan interaksi antara instansi pemerintah dengan masyarakat. Aplikasi ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program ketenagakerjaan. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam implementasi aplikasi ini, antara lain kurangnya sosialisasi dan pelatihan bagi pengguna, serta masalah teknis yang perlu ditangani oleh pemerintah. Untuk keberhasilan implementasi Aplikasi SIAPkerja, pemerintah perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan publik digital, serta untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (SIAK) DALAM MENINGKATKAN DIGITALISASI PELAYANAN PUBLIK Firdaus; Nurlina; Nursamsir
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38062/jpab.v4i1.447

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk juga berkorelasi dengan bertambahnya masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk memperbarui atau melaporkan data kependudukannya perlu ditingkatkan juga. Penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dapat mendukung kualitas pengelolaan dan pelayanan kependudukan secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SIAK di Kolaka Timur dalam meningkatkan pelayanan publik dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan aplikasi SIAK dalam meningkatkan pelayanan publik sudah cukup baik dengan menggunakan analisis faktor suksesnya e-government yakni adanya dukungan (support) berupa aturan Permendagri Nomor 95 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Adanya kemampuan (capacity) yang terdiri dari kemampuan finansial yang berasal dari dana APBD, infrastruktur teknologi serta sumber daya manusia yang terdiri dari operator dan administrator database. Serta manfaat (value) yang dirasakan instansi pengguna dan masyarakat yaitu adanya peningkatan kualitas pengelolaan dan keamanan data kependudukan dari setiap tahun. Namun, penerapan aplikasi SIAK ini masih terkendala soal capacity yang mana sebagian besar operator masih berstatus pegawai kontrak yang perlu ditingkatkan status mereka menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih memiliki kesempatan mengikuti pelatihan untuk peningkatan kompetensi serta perlu peningkatan kualitas jaringan dan proses konsolidasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar digitalisasi layanan data kependudukan bisa berjalan secara efektif dan efisien.