Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : SOCIETAL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT REMAJA UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI (Studi Sosiologi Pendidikan Di Desa Amoito Siama Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan) Yoga Sahrun Pradana; Syaifudin Suhri Kasim; Ambo Upe
SOCIETAL Vol 9, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis minat remaja untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Amoito Siama Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat remaja untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Amoito Siama Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Adapun manfaat (1) Manfaat secara teoritis yaitu penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan perbandingan bagi penelitian lainnya yang berhubungan dengan minat dalam melanjutkan pendidikan serta diharapkan dapat menjadi dasar pemikiran dan motivasi bagi peneliti lainnya. (2) Manfaat secara praktis yaitu dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi masyarakat luas khususnya remaja dalam meningkatkan minatnya untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Amoito Siama Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian melalui wawancara mendalam pada masyarakat. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) minat remaja untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Amoito Siama Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan yaitu cukup rendah di karenakan banyak remaja yang tidak melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi di pengaruhi oleh tiga unsur minat yaitu (a) unsur kognisi (b) kemauan dan (c) perhatian. (2) faktor yang mempengaruhi rendahnya minat remaja untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Amoito Siama Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan yaitu (a) faktor internal berupa kurangnya motivasi serta keinginan untuk langsung bekerja, (b) faktor eksternal yaitu kondisi ekonomi keluarga dan keadaan lingkungan sekitar.
Potret Anak Usia Sekolah Yang Bekerja Pada Sektor Informal (Studi Pada Anak Penjual Gorengan di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari ) Zumria Erlina; Syaifudin Suhri Kasim; Sarpin Sarpin
SOCIETAL Vol 10, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret kehidupan sosial ekonomi anak usia sekolah yang bekerja pada sektor informal sebagai penjual gorengan dan faktor pendorong anak usia sekolah bekerja pada sektor informal di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang menghasilakn data deskriptif dan menjabarkan secara naratif. Informan peneliti yang terdapat pada penelitian ini adalah para pekerja anak serta orang tua dari pekerja anak tersebut. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder melalui kegiatan observasi serta wawancara. Guna menjawab permasalahan penelitian dan data sekunder yaitu berupa catatan  dan keadaan demografis. Menggunakan teknik analisis data  deskriptif kualitatif  yaitu data disajikan dengan menjelaskan dan menggambarkan kondisi yang terjadi di lokasi penelitian dengan menggunakan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa potret kehidupan sosial ekonomi anak usia sekolah yang bekerja pada sektor informal terdiri atas beberapa indikator penting yang meliputi status pendidikan pekerja anak,aktifitas pekerja anak serta pendapatan pekerja anak. Ada beberapa faktor pendorong anak usia sekolah bekerja pada sektor informal meliputi faktor ekonomi, faktor orang tua,kemauan ank untuk berjualan serta faktor lingkungan anak.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DANA DESA (Di Desa Biwinapada Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan) Sumardin Sumardin; Syaifudin Suhri Kasim; Ratna Supiyah
SOCIETAL Vol 10, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Siompu Desa Biwinapada Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan implementasi pengelolaan dana desa di Desa Biwinapada Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. (2) untuk mendeskripsikan respon masyarakat terhadap implementasi dalam pengelolaan dana desa di Desa Biwinapada Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa (1) Implementasi pengelolaan dana desa terdiri dari dua tahap yakni: tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap perencanaan ini menyangkut pembangunan fisik dan pembangunan non fisik yang terdiri dari transparan, akuntabel dan partisipatif. Sedangkan tahap pelaksanaan juga menyangkut pembangunan fisik dan non fisik yang terdiri dari transparan, akuntabel dan partisipatif. (2) Respon masyarakat terhadap implementasi dalam pengelolaan dana desa masyarakat merespon positif dan ada juga sebagian kalangan yang merespon negatif. Dari tahap perencanaan hingga tahap pelaksanaan dalam pembangunan fisik dan pembangunan non fisik pemerintah Desa Biwinapada sudah menerapkan prinsip-prinsip transparan, akuntabel dan partisipatif. Dalam hal ini masyarakat selalu dilibatkan dalam pembangunan fisik maupun pembangunan non fisik. Realisasi dari pembangunan fisik ini berupa pengaspalan jalan lingkungan, pembuatan jalan usaha tani, dan pengerasan jalan lingkungan. Sedangakan realisasi dari pembangunan non fisik ini yakni pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi kesehatan, posyandu dan peningkatan pendidikan
Koeksistensi Karang Taruna Garuda Aulia Dengan Masyarakat Dalam Mengembangkan Potensi Generasi Muda (Studi di Kelurahan Popalia Kecamatan Togo Binongko Kabupaten Wakatobi) Umar Umar; Syaifudin Suhri Kasim; Ambo Upe
SOCIETAL Vol 10, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Koeksistensi Karang Taruna Garuda Aulia Dengan Masyarakat Dalam Mengembangkan Potensi Generasi Muda   di Kelurahan Popalia, Kecamatan Togo Binongko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini anggota, pengurus Karang Taruna Garuda Aulia Kelurahan Popalia, masyarakat dan generasi muda. Dalam penelitian ini terdapat metode penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi. Karena di Kelurahan Popalia dengan adanya jaringan internet pemuda kebanyakan sibuk bermain game online dan aktif di media sosial sementara anggota Karang Taruna pasif dalam rapat-rapat hal tersebut menunjukan bahwa generasi muda di Kelurahan Popalia masih kurang produktiv dalam menyelesaikan masalah tersebut Karang Taruna Garuda Aulia hadir sebagai wadah dan pembinaan dan pengembangan generasi muda yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi dan menjalin kerjasama dengan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut maka penulis bermaksud meneliti tentang Koeksistensi Karang Taruna Garuda Aulia Dengan Masyarakat Dalam Mengembangkan Potensi Generasi Muda di Kelurahan Popalia, Kecamatan Togo Binongko. Disebab kondisi generasi muda di Kelurahan Popalia masih kurang produktiv karena itu perlu diteliti agar dapat diketahui hambatan serta diperoleh kemungkinan jalan keluarnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Koeksistensi Karang Taruna Garuda Aulia Dengan Masyarakat Dalam Mengembangkan Potensi Generasi Muda, yaitu mengadakan kegiatan (1) Latihan dasar pengembangan diri, (2) Pelatihan kewirausahaan, (3) Latihan membaca ayat al-quran dan  (4) Olah raga sepak bola dan tarian. 
KONFLIK ANTARA PENGUSAHA KARAOKE DENGAN MASYARAKAT DI DESA FONGKAINIWA KECAMATAN TONGKUNO KABUPATEN MUNA Rosmina Rosmina; Syaifudin Suhri Kasim; Tanzil Tanzil
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang melatar belakangi konflik antara pengusaha karaoke dengan masyarakat di Desa Fongkainiwa Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna dan mengetahui cara penyelesaian konflik antara pengusaha karaoke dengan masyarakat di Desa Fongkainiwa Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data primer yaitu diperoleh langsung dari lapangan melalui metode observasi, atau wawancara dengan 13 informan yakni masyarakat yang terlibat dalam konflik karaoke. Data sekunder berupa data yang diperoleh dari masyarakat setempat, dokumen dan laporan yang terkait dengan konflik antara pengusaha karaoke. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Analisis berlangsung melalui empat tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap pemerisaan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor- Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Analisis berlangsung melalui empat tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap pemerisaan kesimpulanfaktor yang menyebabkan terjadinya konflik antara pengusaha karaoke dengan masyarakat yaitu 1) Mengalami konflik antar perbedaan pendapat antara individu dengan kelompok mengenai adanya konflik antara pengusaha karaoke dengan masyarakat. Disini ada individu dengan kelompok yang tidak setuju dengan adanya pengusaha karaoke tersebut karena masyarakat merasa terganggu dengan musik karaoke tidak bisa terkontrol. Sehingga dari perbedaan tersebut akan menimbulkan perselisihan atau konflik yang berkepanjangan ataupun sementara dikalangan masyarakat 2) Secara teoritis perubahan sosial timbul karena beberapa faktor penyebab perubahan sosial yakni bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan (conflict) masyarakat, terjadinya pemberontakan atau revolusi. Kemudian proses penyelesaian konflik yaitu 1) Mediasi (Mediation). Masyarakat menganggap pemimpin sebagai tumpuan dan harapan dalam setiap penyelesaian masalah konflik yang terjadi didalam penyelesaian konflik yang terjadi maka menggunakan mediasi atau penghubung mediasi yang yang bertikai juga sebagai pelapor yang menyumbangkan pemikiran-pemikiran dan saran bagi tercapainya suatu masalah 2) Konsiliasi (Conciliation), merupakan usaha mempertemukan keinginan yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan penyelesaian. Dalam penyelesaian perselisihan, konsiliator memiliki hak dan kewenangan untuk menyampaikan pendapat secara terbuka dan tidak memihak kepada yang bersangketa 3) Arbitrase (Artibation), Istilah arbitrasi berasal dari kata “Arbitrase” (Bahasa Latin yang berarti “Kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu perkara menurut kebijaksanaan”. Arbitrase usaha perantara dalam meleraikan sengketa.
Strategi Penguatan Kelembagaan Kesehatan Desa Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 (Studi di Desa Kota Bangun Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan) Farlianto Farlianto; Syaifudin Suhri Kasim; La Ode Monto Bauto
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain: Untuk Mengetahui (1) Strategi penguatan kelembagaan kesehatan desa dalam menghadapi pandemi di desa Kota Bangun. (2) Faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi penguatan kelembagaan kesehatan desa dalam menghadapi pandemi di desa Kota Bangun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan 1). (a.) Srtategi Konservatif telah diterapkan melalui kehati-hatian Satgas dengan cara selalu melakukan sosialisasi untuk selalu pakai masker, jaga jarak dan jauhi kerumunan. (b.) Strategi Inovatif telah diterapkan melalui diinovasikannya program sosialisasi formal dari pemerintah menjadi sosialisasi yang sifatnya dilakukan dari mulut ke mulut. (c.) Strategi Ofensif telah diterapkan oleh satgas yaitu dengan meyakinkan masyarakat agar mereka tidak panik terhadap pandemi. membuat strategi membantu perekonomian masyarakat yang terpapar. (d.) Strategi Kontijensi diterapkan, namun dalam artian pemilihan kebijakan itu bukan dalam arti memilih salah satu, sehingga tidak melaksanakan program lainnya, pada konteks ini, pilihan diartikan sebagai cara apa yang paling sering digiatkan oleh satgas Covid-19 desa, yang mana dalam hal ini yang digiatkan adalah sosialisasi. (e.) Strategi Pasif telah diterapkan di desa Kota Bangun melalui diterapkannya segala anjuraran atau arahan dari pererintah daerah maupun pemerintah kabupaten. Seperti vaksinasi, penerapan protokol kesehatan dan lain-lain. 2.) Faktor pendukung strategi satgas di desa Kota Bangun ialah Nilai-nilai budaya (Sikap toleransi kepada hal-hal baru) dan Sikap mental (Penilaian tinggi terhadap unsur-unsur yang membawa kebaikan). Dengan adanya dua hal demikian strategi satgas Covid-19 desa menjadi cukup mudah terlaksanakan. 3.) Faktor penghambat srtategi satgas di desa Kota Bangun, adalah sikap tradisionalistis, prasangka buruk terhadap sesuatu yang baru, kekhawatiran terjadi kegagalan pada integrasi budaya serta hambatan yang bersifat ideologis. Hal tersebut membuat strategi satgas Covid-19 desa menjadi cukup sulit terlaksanakan, khususnya hambatan yang sifatnya ideologis.
Fungsi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dalam Pemenuhan Kebutuhan Sosial Ekonomi Keluarga di Desa Tondowatu Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Firdayanti Firdayanti; Juhaepa Juhaepa; Syaifudin Suhri Kasim
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui fungsi gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) dalam pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi keluarga di desa tondowatu kecamatan morosi kabupaten konawe (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat gabungan kelompok tani dalam pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi keluarga di desa tondowatu Kecamatan morosi Kabupaten Konawe. penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui dengan cara observasi (pengamatan langsung) dan wawancara dengan responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) dan dukumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gabungan kelompok tani di Desa Tondowatu Kecamatan Morosi kabupaten konawe yang terdiri dari(1) merencanakan kegiatan,(2)pengadaan fasilitas sarana;(3)penerapan teknologi usaha tani; (4) menyebarluaskan informasi; (5)koordinasi pada pihak pemerintah.Faktor pendukung yaitu; partisipasi anggota gapoktan, adanya teknologi yang memadai, adanya motivasi.Faktor penghambat yaitu; kurangnya modal dan rendahnya sumber daya manusia.