Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OPTIMALISASI MITIGASI BAHAYA GEMPA BUMI MELALUI PENYULUHAN RUMAH TAHAN GEMPA DI KELURAHAN REWARANGGA SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Yohanes Laka Suku; Mikael Wora; Veronika Miana Radja; Thomas Aquino A. S; Marselinus Y. Nissanson; Silvester M. Siso; Ernesta Arita Ari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.147 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6970

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra adalah adanya bangunan rumah tinggal yang rentan terhadap bahaya gempa bumi, dan belum adanya pengetahuan yang baik tentang tatacara membangun rumah tahan gempa sesuai standar yang berlaku. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini untuk mencegah bencana akibat gempa melalui peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya para tukang bangunan tentang rumah tahan gempa. Mitra kegiatan ini adalah Lurah Kelurahan Rewarangga Selatan dan kelompok sasarannya adalah masyarakat khususnya para tukang bangunan di RT 02 RW 01 Kelurahan Rewarangga Selatan. Peserta pelatihan dan bimbingan teknis berjumlah 30 orang, dan metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningatan sebesar 16% terhadap kemampuan dan keterampilan peserta yang diperoleh dengan membandingkan hasil test awal dan akhir, sedangkan evaluasi kepuasan mitra terhadap pelaksanaan PkM menunjukkan 80% menyatakan sangat puas, dengan demikian PkM yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang mitigasi bencana gempa melalui bangunan rumah tinggal tahan gempa.Abstract: The partners' main problem is the existence of residential buildings that are vulnerable to earthquake hazards, and the lack of good knowledge about procedures for building earthquake-resistant houses according to applicable standards. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to prevent earthquake-induced disasters by increasing the knowledge and skills of the community, especially the builders about earthquake-resistant houses. The partner of this activity is the Head of the South Rewarangga Sub-district and the target group is the community, especially the builders in RT 02 RW 01, South Rewarangga Sub-district. The participants of the training and technical guidance are 30 people, and the method used is counseling and training. The results of the evaluation showed an increase of 16% in the abilities and skills of the participants obtained by comparing the results of the initial and final tests, while the evaluation of partner satisfaction with the implementation of the PkM showed 80% stated that they were very satisfied, thus the PkM implemented succeeded in increasing the knowledge and skills of the community about mitigation. Earthquake disasters through earthquake-resistant residential buildings.
Model Matematis Permintaan Parkir Pada Rumah Sakit Dan Puskesmas Di Kota Ende Thomas Aquino Arif Sidyn; Paulus R.A. Trombine
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.244 KB)

Abstract

Rumah sakit dan Puskesmas merupakan salah satu tempat aktifitas yang memberikan pelayanan vital pada masyarakat. Pada kenyataannya hampir sebagian besar Rumah Sakit dan Puskesmas di kota Ende dihadapkan pada masalah penyediaan fasilitas parkir. Salah satu diantaranya adalah kesulitan untuk pengadaan fasilitas ruang parkir yang sesuai dengan tingkat permintaan yang sebenarnya. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi permintaan parkir, pemodelan parker kendaraan roda dua, serta kebutuhan ruang parker kendaraan roda dua pada Rumah Sakit dan Puskesmas di kota Ende. Metode yang digunakan yaitu : metode regresi linier dan regresi non linier, regresi linear berganda serta stepwise. Hasil penelitian pemodelan permintaan parkir dengan jumlah dokter dengan persamaan : Y = -3,306 + 2,426.X1 dengan estimasi parkirnya 1 orang dokter = 1,276 petak tempat parkir. Untuk parkir motor hubungan permintaan parkir dengan jumlah tempat tidur dengan persamaan : Y = 4,193 + 2,876.X4 dan estimasi parkirnya 1 tempat tidur = 3,014 petak tempat parkir.
Perencanaan Konstruksi Perkerasan Lentur Jalan Raya Pada Ruas Jalan Wolotopo – Ngalupolo – Reka Di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende Thomas Aquino Arif Sidyn; Muksin
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.802 KB)

Abstract

Pembangunan prasarana jalan dalam rangka pengembangan sistim transportasi daerah, telah berorientasi pada pembangunan prasarana jalan pada ruas jalan Wolotopo-Ngalupolo dan Ngalupolo-Reka (Sta. 12 + 000 sampai dengan Sta. 20 + 250), ruas jalan Ngalupolo-Reka baru dibangun pada tahun 2011-2012 dengan kondisi masih jalan tanah. Perencanaan peningkatan jalan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan lentur jalan baru yang diperlukan sesuai beban lalu lintas yang direncanakan. Metode Analisa Komponen SKBI.2.3.26.1987-UDC: 625.73. Dimana langkah-langkah analisis perhitungan menggunakan : Perhitungan LHR, Perhitungan Ekivalensi Beban Sumbu Tiap Jenis Kendaraan (E), Nilai Daya Dukung Tanah, Menentukan ITP. Dari hasil penelitian dan setelah dilakukan analisis sesuai spesifikasi yang diinginkan diperoleh, untuk perencanaan tebal lapisan perkerasan pada ruas jalan Wolotopo-Ngalupolo dan Ngalupolo-Reka di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende dengan umur rencana 20 tahun adalah : Lapisan Permukaan (Surface course) menggunakan Lasbutag setebal 5 cm, Lapisan Pondasi Atas (Basecourse) menggunakan Agregat Kelas A setebal 15 cm, dan Lapisan Pondasi Bawah (Sub base course) menggunakan Agregat Kelas B setebal 10 cm.
Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Pada Ruas Jalan Sam Ratulangi Di Kabupaten Ende Thomas Aquino Arif Sidyn; Kristoforus Yan Lowo
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.188 KB)

Abstract

Arus lalu lintas terlihat ramai pada pagi hari sepanjang ruas jalan Sam Ratulangi ketika para mahasiswa, pegawai dan dosen melakukan aktivitas perkuliahan, bekerja pada daerah permukiman dis sekitar ruas jalan ini. Adapun aktvitas perdagangan berupa toko dan kios yang berpengaruh terhadap hambatan samping. Lebar badan jalan kurang lebih 6 meter tanpa fasilitas pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pelayanan pada ruas jalan Sam Ratulangi saat ini, jangka pendek, menengah, dan panjang. Survey lalu lintas selama 3 hari dengan 3 periode waktu pagi, siang dan sore untuk mengetahui kondisi lauli lintas pada jam puncak. Metode analisis data menggunakan Manual Kapasitas Jalan (MKJI, 1997). Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 2012-2017 kinerja ruas jalan pada ke-3 segmen dalam kondisi baik dengan tingkat pelayanan berada pada level B. Pada tahun 2020 kondisi kinerja ruas jalan ini sudah mulai mengalami penurunan dengan tingkat pelayanan pada level C, sedangkan pada tahun 2032, tingkat pelayan ketiga segmen turun level F. Kondisi ini menyatakan volume lalu lintas sudah melampau kapasitas ruas jalan yang ada. Ruas Jalan Sam Ratulangi akan mengalami kemacetan dan diperlukan upaya pengendalian untuk mengurangi kemacetan.
PERKUATAN LERENG DENGAN RUMPUT VETIVER PADA DAERAH LERENG DI KELURAHAN REWARANGGA SELATAN KECAMATAN ENDE TIMUR KABUPATEN ENDE Veronika Miana Radja; Yohanes Laka Suku; Marselinus Y Nissanson; Mikael Wora; Thomas Aquino A. S
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2059-2065

Abstract

Rewarangga Selatan Village is mostly located in hilly areas. The transfer of land use to settlements will of course disrupt the stability of the existing slopes. Therefore, education and assistance are needed in the form of training and technical guidance on proper slope management so that stability is maintained. The training in this service activity aims to: equip the community with knowledge about the potential for landslide-prone slopes, provide alternative efforts to mitigate community-based landslide disasters and make people aware of environmental sustainability in slope areas. The training was carried out using lecture, demonstration and direct mentoring methods. The lectures were used to convey the concepts of: (a) introduction to landslides, (b) geographic information on potential landslides in the South Rewarangga Village, and (c) community-based landslide disaster mitigation using vegetative methods. Furthermore, there was a demonstration by the service team as resource persons, namely by providing an example of planting vetiver grass for mitigation of landslides at the service location. The results of the implementation of service activities show that the success of the target number of training participants (100%), the achievement of the training objectives (80%), the achievement of the planned material targets (90%), and the ability of participants in mastering the material (75%).
Kinerja Pelayanan Angkutan Mobil Penumpang Umum Trayek Termina Mena - Kota Ruteng Kase, Ernes Fabianus; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Tan, Valentinus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.436 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pelayanan angkutan umum dan mengoptimalkan angkutan umum yang ada pada trayek Terminal Mena – Kota Ruteng. Parameter yang ditinjau berupa tingkat efektifitas dengan parameter waktu tempuh kendaraan, waktu tunggu, kecepatan, headway, tingkat operasional dan faktor muatan penumpang. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara dengan operator atau sopir dan penumpang angkutan umum. Hasil Peneltian menunjukan bahwa kinerja pelayanan angkutan umum bila ditinjau dari Headway kendaraan berkisar sebesar 5,97 menit karena masih berada pada rentangan Headway menurut standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yaitu 1 – 12 menit. Kinerja angkutan umum memperoleh kecepatan rata-rata berkisar dari 5,1 km/jam dimana belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah 10 – 25 km/jam. Tingkat Operasional ditinjau dari waktu tunggu rata-rata sebesar 2,98 menit belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah 5 - 10 menit. Faktor muatan penumpang rata-rata berkisar dari 24,59% belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah diatas 70%. Kesimpulan menunjukan kinerja pelayanan angkutan umum sudah baik, Namun kinerja angkutan umum, Tingkat Operasional, Faktor muatan penumpang belum memadai. Khususnya factor muatan disebabkan karena berubahnya minat penumpang yang menggunakan jasa mobil penumpang ke jasa Ojek.
Analisis Korelasi Jumlah Kendaraan Bermotor Dan Panjang Jalan Terhadap Kecelakaan Lalu-Lintas Pada Ruas Jalan Wirajaya Dalam Kota Ende Bakarang, Lazarus; Sidyn, Thomas Aquino Arif
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.17 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.243

Abstract

Ruas jalan Wirajaya berada dalam Kota Ende dengan panjang jalan 1,60 km, lebar jalan 12,40 meter dan bahu jalan 1,60 meter. Ruas jalan ini merupakan daerah aktivitas pendidikan dimana terdapat 7 Lembaga Pendidikan. Kecelakaan lalu lintas juga tidak akan terhindar dari seorang pengeudi aupun pengguna jalan. Berdasarkan informasi bahwa laju kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan Wirajaya dalam berbagai kategori cenderung meningkat dari waktu ke waktu selama dua tahun terakhir ini. Ruas jalan Wirajaya melayani arus lalu lintas yang cukup besa,maka ruas jalan ini harus mampu beroperasi secara maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jumlah kendaraan bermotor dan panjang jalan terhadap kecelakaan lalu lintas, yang terjadi pada ruas jalan Wirajaya dalam Kota Ende. Metode analisis data menggunakan metode Chi-kuadrat untuk menguji kebebasan antara dua sampel variable. Hasil derajat hubungan untuk variabel jumlah kendaraan bermotor Q = 0,22 dan variabel jumlah kecelakaan panjang jalan Q = 0,11. Karena nila 0.11 < 0,70 maka tidak ada hubungan sangat erat. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah kendaraan bermotor dan panjang jalan terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Wirajaya.
Desain lapisan Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Desa Mbangga – Woloboa Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; sydin, Thomas Aquino A.; Gado, Alfridus
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3390

Abstract

The Mbangga-Woloboa road section, Rindiwawo Village, Wolowaru District is included in the local road type with rigid pavement and a road width of 3 meters. Every year the condition of the Mbangga-Woloboa road section experiences damage, where several parts of the road have many holes and when it rains there are lots of puddles of water, which is very disturbing for road users. Even though the Ministry of Public Works, with the available funds, has repaired the existing damage by overlaying it repeatedly, it has not been able to solve the existing problem completely because the road condition has deteriorated again before it reaches its design life. Therefore, it needs to be redesigned by repairing the subgrade layer and replacing the road surface layer with new rigid pavement according to the load of vehicles passing through the road. So by using the AASHTO method, the traffic growth rate (i) of the planned road is 5.23% per year with collector road class. The effective Resilient Modulus (MR) value on the road section is 2770 psi with a CBR value of 1.87%, and DDT 2.70 kg/cm2. The thickness of the pavement layer is found to be D1 = 13 cm, D2 = 20 cm, and D3 = 41 cm.
Pengaruh Aksesibilitas Jalan Ende – Nuabosi Terhadap Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kecamatan Ende Baje, Djuan Charlos Bedi; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.4090

Abstract

Nuabosi is one of the villages in the Ende District area, where this village helps improve the economy of Ende District in terms of meeting economic needs, namely in the form of various agricultural and plantation products. However, even though Nuabosi Village is sufficient to meet the economic needs of Ende District, distance and inadequate infrastructure conditions are some of the factors that influence the level of accessibility in Ende District. This research aims to determine the value and level of accessibility in the villages of Ende District. The accessibility measuring parameter data used is travel time, road pavement conditions, supporting facilities, and travel rates or costs. Data analysis uses quantitative descriptive analysis and crosstab analysis methods, using the total accessibility calculation formula. The results of the analysis based on a review of accessibility parameters and crosstabs show that the highest accessibility value for each village is Ria Raja Village with a value of 2.18 and the lowest is Tina Bani Village with a value of 0.37. The average level of accessibility in Ende District as a whole is 0.83, indicating a high level of accessibility, where the existing road conditions can influence the improvement of the economy of the people in Ende District. Crosstab analysis also shows that most of the factors determining accessibility are related to the socio-economic conditions of the community.
Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Pelayanan Angkutan Umum Perkotaan Di Kota Ruteng Katur, Ferdinandus Adijaya; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i2.4688

Abstract

Sarana transportasi yang dipilih dalam pola pergerakan lalulintas di kota Ruteng adalah angkutan umum jenis mini bus, berupa bemo. Dalam pengguna jasa angkutan umum pihak pengguna jasa mengharapkan diperoleh tingkat pelayanan yang sebaik-baiknya, yaitu adanya tingat pelayanan dari angkutan umum cukup memadai baik waktu tempu, tata kerama, kesopanan, kebersihan, kenyamanan, keamanan, juga mempunyai beberapa kebutuhan dan keinginan antara lain, tepat waktu, kecepatan perjalanan dari cuaca yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner terhadap 120 responden, selanjutnya dilakukan pengujian instrumen dan analisis data dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menggunakan program sowftare SPSS versi 24. Berdasarkan hasil perhitungan nilai tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan angkutan umum di kota Ruteng sebesar 64,63%, yang artinya responden cukup puas dengan layanan yang diberikan oleh peyedia jasa. Hasil analisis nilai kinerja dan kepentingan/harapan tiap indikatator dan variabel diperoleh nilai rata-rata jawab responden, dengan nilai rata-rata, perolehan nilai rata-rata jawaban responden dilakukan perbandingan sehingga diperoleh tingkat kesesuaian variabel kinerja dan kepentingan yang disesuaikan dengan kriteria penilaian yakni tingkat kesesuaian < 85 %, berarti kualitas pelayanan yang diberikan melebihi apa yang dianggap penting oleh pengguna jasa angkutan, maka pelayanan dianggap sangat puas, dapat dilihat pada pertanyaan 1 yaitu sebesar 90,45%, pertanyaan 2 sebesar 87,34% pertanyaan 10 sebesar 87,44% dan pertanyaan 11 sebesar 85,86% dari tingkat kesesuaian variabel dengan bantuan program SPSS versi 24, diperoleh titik diagram kartesius yang berada pada kategori kuadran I, II, III, dan IV.