Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kinerja Pelayanan Angkutan Mobil Penumpang Umum Trayek Termina Mena - Kota Ruteng Kase, Ernes Fabianus; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Tan, Valentinus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.436 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pelayanan angkutan umum dan mengoptimalkan angkutan umum yang ada pada trayek Terminal Mena – Kota Ruteng. Parameter yang ditinjau berupa tingkat efektifitas dengan parameter waktu tempuh kendaraan, waktu tunggu, kecepatan, headway, tingkat operasional dan faktor muatan penumpang. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara dengan operator atau sopir dan penumpang angkutan umum. Hasil Peneltian menunjukan bahwa kinerja pelayanan angkutan umum bila ditinjau dari Headway kendaraan berkisar sebesar 5,97 menit karena masih berada pada rentangan Headway menurut standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yaitu 1 – 12 menit. Kinerja angkutan umum memperoleh kecepatan rata-rata berkisar dari 5,1 km/jam dimana belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah 10 – 25 km/jam. Tingkat Operasional ditinjau dari waktu tunggu rata-rata sebesar 2,98 menit belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah 5 - 10 menit. Faktor muatan penumpang rata-rata berkisar dari 24,59% belum memenuhi standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adalah diatas 70%. Kesimpulan menunjukan kinerja pelayanan angkutan umum sudah baik, Namun kinerja angkutan umum, Tingkat Operasional, Faktor muatan penumpang belum memadai. Khususnya factor muatan disebabkan karena berubahnya minat penumpang yang menggunakan jasa mobil penumpang ke jasa Ojek.
Analisis Korelasi Jumlah Kendaraan Bermotor Dan Panjang Jalan Terhadap Kecelakaan Lalu-Lintas Pada Ruas Jalan Wirajaya Dalam Kota Ende Bakarang, Lazarus; Sidyn, Thomas Aquino Arif
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.17 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.243

Abstract

Ruas jalan Wirajaya berada dalam Kota Ende dengan panjang jalan 1,60 km, lebar jalan 12,40 meter dan bahu jalan 1,60 meter. Ruas jalan ini merupakan daerah aktivitas pendidikan dimana terdapat 7 Lembaga Pendidikan. Kecelakaan lalu lintas juga tidak akan terhindar dari seorang pengeudi aupun pengguna jalan. Berdasarkan informasi bahwa laju kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan Wirajaya dalam berbagai kategori cenderung meningkat dari waktu ke waktu selama dua tahun terakhir ini. Ruas jalan Wirajaya melayani arus lalu lintas yang cukup besa,maka ruas jalan ini harus mampu beroperasi secara maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jumlah kendaraan bermotor dan panjang jalan terhadap kecelakaan lalu lintas, yang terjadi pada ruas jalan Wirajaya dalam Kota Ende. Metode analisis data menggunakan metode Chi-kuadrat untuk menguji kebebasan antara dua sampel variable. Hasil derajat hubungan untuk variabel jumlah kendaraan bermotor Q = 0,22 dan variabel jumlah kecelakaan panjang jalan Q = 0,11. Karena nila 0.11 < 0,70 maka tidak ada hubungan sangat erat. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah kendaraan bermotor dan panjang jalan terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Wirajaya.
Desain lapisan Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Desa Mbangga – Woloboa Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; sydin, Thomas Aquino A.; Gado, Alfridus
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3390

Abstract

The Mbangga-Woloboa road section, Rindiwawo Village, Wolowaru District is included in the local road type with rigid pavement and a road width of 3 meters. Every year the condition of the Mbangga-Woloboa road section experiences damage, where several parts of the road have many holes and when it rains there are lots of puddles of water, which is very disturbing for road users. Even though the Ministry of Public Works, with the available funds, has repaired the existing damage by overlaying it repeatedly, it has not been able to solve the existing problem completely because the road condition has deteriorated again before it reaches its design life. Therefore, it needs to be redesigned by repairing the subgrade layer and replacing the road surface layer with new rigid pavement according to the load of vehicles passing through the road. So by using the AASHTO method, the traffic growth rate (i) of the planned road is 5.23% per year with collector road class. The effective Resilient Modulus (MR) value on the road section is 2770 psi with a CBR value of 1.87%, and DDT 2.70 kg/cm2. The thickness of the pavement layer is found to be D1 = 13 cm, D2 = 20 cm, and D3 = 41 cm.
Pengaruh Aksesibilitas Jalan Ende – Nuabosi Terhadap Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kecamatan Ende Baje, Djuan Charlos Bedi; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.4090

Abstract

Nuabosi is one of the villages in the Ende District area, where this village helps improve the economy of Ende District in terms of meeting economic needs, namely in the form of various agricultural and plantation products. However, even though Nuabosi Village is sufficient to meet the economic needs of Ende District, distance and inadequate infrastructure conditions are some of the factors that influence the level of accessibility in Ende District. This research aims to determine the value and level of accessibility in the villages of Ende District. The accessibility measuring parameter data used is travel time, road pavement conditions, supporting facilities, and travel rates or costs. Data analysis uses quantitative descriptive analysis and crosstab analysis methods, using the total accessibility calculation formula. The results of the analysis based on a review of accessibility parameters and crosstabs show that the highest accessibility value for each village is Ria Raja Village with a value of 2.18 and the lowest is Tina Bani Village with a value of 0.37. The average level of accessibility in Ende District as a whole is 0.83, indicating a high level of accessibility, where the existing road conditions can influence the improvement of the economy of the people in Ende District. Crosstab analysis also shows that most of the factors determining accessibility are related to the socio-economic conditions of the community.
Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Pelayanan Angkutan Umum Perkotaan Di Kota Ruteng Katur, Ferdinandus Adijaya; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i2.4688

Abstract

Sarana transportasi yang dipilih dalam pola pergerakan lalulintas di kota Ruteng adalah angkutan umum jenis mini bus, berupa bemo. Dalam pengguna jasa angkutan umum pihak pengguna jasa mengharapkan diperoleh tingkat pelayanan yang sebaik-baiknya, yaitu adanya tingat pelayanan dari angkutan umum cukup memadai baik waktu tempu, tata kerama, kesopanan, kebersihan, kenyamanan, keamanan, juga mempunyai beberapa kebutuhan dan keinginan antara lain, tepat waktu, kecepatan perjalanan dari cuaca yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner terhadap 120 responden, selanjutnya dilakukan pengujian instrumen dan analisis data dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menggunakan program sowftare SPSS versi 24. Berdasarkan hasil perhitungan nilai tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan angkutan umum di kota Ruteng sebesar 64,63%, yang artinya responden cukup puas dengan layanan yang diberikan oleh peyedia jasa. Hasil analisis nilai kinerja dan kepentingan/harapan tiap indikatator dan variabel diperoleh nilai rata-rata jawab responden, dengan nilai rata-rata, perolehan nilai rata-rata jawaban responden dilakukan perbandingan sehingga diperoleh tingkat kesesuaian variabel kinerja dan kepentingan yang disesuaikan dengan kriteria penilaian yakni tingkat kesesuaian < 85 %, berarti kualitas pelayanan yang diberikan melebihi apa yang dianggap penting oleh pengguna jasa angkutan, maka pelayanan dianggap sangat puas, dapat dilihat pada pertanyaan 1 yaitu sebesar 90,45%, pertanyaan 2 sebesar 87,34% pertanyaan 10 sebesar 87,44% dan pertanyaan 11 sebesar 85,86% dari tingkat kesesuaian variabel dengan bantuan program SPSS versi 24, diperoleh titik diagram kartesius yang berada pada kategori kuadran I, II, III, dan IV.
Justice-Oriented Reform of Regulations Protecting Land Deed Officials in Land Title Transfers Mashdurohatun, Anis; Erawati, Wahyu Ririn; Yuniarti, Endang; Andaryanti, Yuni; Aquino, Thomas
JURNAL AKTA Vol 12, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Magister (S2) Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/akta.v12i1.44505

Abstract

This research aims to examine and propose justice-oriented reforms to strengthen legal protections for Land Deed Officials (PPAT) in Indonesia, focusing on the gaps and limitations in existing regulations such as Government Regulation No. 24 of 1997 and subsequent amendments. The study addresses the challenges faced by Land Deed Officials, including criminalization, professional risks, and inadequate procedural safeguards, and aligns the proposed reforms with the foundational principles of Pancasila. The research employs a juridical-sociological methodology, combining doctrinal analysis and field data collection through interviews and questionnaires with Land Deed Officials and related stakeholders. Comparative legal analysis is also conducted, referencing practices in jurisdictions such as the Netherlands, France, and the United States, to derive best practices for enhancing legal protections. Key findings indicate that current regulations lack explicit provisions to shield Land Deed Officials from liability for actions performed in good faith, fail to provide mechanisms for compensation in cases of wrongful accusations, and do not empower supervisory bodies such as the Supervisory and Advisory Board (MPPD) with adequate authority. The study further reveals that the integration of digital tools like electronic signatures and blockchain can improve procedural efficiency but requires comprehensive training and robust legal frameworks. The study concludes that justice-oriented reforms should incorporate explicit protections for Land Deed Officials, including immunity for lawful actions, professional liability insurance, and enhanced supervisory powers for Supervisory and Advisory Board. These reforms must align with Pancasila principles to ensure fairness, legal certainty, and human dignity. By addressing these systemic gaps, the proposed framework aims to bolster public trust, protect Land Deed Officials, and enhance the integrity of Indonesia’s land administration system, fostering equitable and transparent land title transfer processes.
Penggunaan Aplikasi Civil 3d Pada Perencanaan Geometrik Jalan Rangko – Terang Kabupaten Manggarai Barat Suryanti, Imelda; Sidyn, Thomas Aquino Arif; Gare, Mansuetus
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1 April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i1.6207

Abstract

Jalan merupakan prasarana yang memiliki peranan penting dalam kemajuan pelayanan barang dan jasa serta menghubungkan daerah lainnya untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat. Pada ruas Jalan Rangko–Terang (STA 12+00 s/d STA 22+00) yang berada di Kabupaten Manggarai Barat sebagai jalan kolektor primer yang memiliki kecepatan 40 km/jam memiliki kondisi eksisting yang memprihatinkan. Penyempitan badan jalan akibat pertumbuhan vegetasi, serta permukaan jalan yang dipenuhi lumpur dan bebatuan. Selain itu, perancangan geometrik jalan yang dilakukan secara manual atau dengan pengukuran langsung memerlukan biaya yang besar serta waktu yang cukup lama. Sehingga diperlukan perancangan ulang menggunakan Civil 3D guna menghasilkan desain yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kembali bentuk geometrik jalan pada ruas Jalan Rangko–Terang menggunakan Civil 3D dan dianalisis menggunakan model-model matematis. Perencanaan terdiri dari perencanaan alinyemen horizontal, vertikal dan galian timbunan. Penelitian ini mengacu pada ketentuan Bina Marga, yaitu Standar Perencanaan Geometrik Jalan antar Kota Tahun 1997. Data yang digunakan yaitu data citra satelit berupa koordinat dan elevasi (XYZ) yang diperoleh dari Google Earth, kemudian diolah menggunakan Global Mapper untuk mendapatkan peta topografi kemudian dirancang dalam Civil 3D. Hasil analisis dalam perancangan ini, yaitu: Alinyemen horizontal sebanyak 34 tikungan, terdiri dari 7 tikungan FC dan 27 tikungan SCS. Alinyemen vertikal sebanyak 60 tikungan, terdiri dari 31 tikungan vertikal cekung dan 29 tikunganvertikalcembung. Jarak pandangbebasberdasarkanjarakpandanghenti (JPH) yaitu 40 meter, jarak pandang menyalip (JPM) yaitu 212 meter. Volume galian (cut volume) yang diperoleh adalah 352.707,110 m³, sedangkan volume timbunan (fill volume) sebesar 65.825,560 m³. Selisih antara volume galian dan timbunan adalah 286.881,550 m³. Dengan memanfaatkan teknologi Civil 3D, perencanaan ini dapat dilakukan secara lebih efisien serta menghemat waktu dan biaya.
PERKUATAN LERENG DENGAN RUMPUT VETIVER PADA DAERAH LERENG DI KELURAHAN REWARANGGA SELATAN KECAMATAN ENDE TIMUR KABUPATEN ENDE Miana Radja, Veronika; Laka Suku, Yohanes; Y Nissanson, Marselinus; Wora, Mikael; Aquino A. S, Thomas
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2059-2065

Abstract

Rewarangga Selatan Village is mostly located in hilly areas. The transfer of land use to settlements will of course disrupt the stability of the existing slopes. Therefore, education and assistance are needed in the form of training and technical guidance on proper slope management so that stability is maintained. The training in this service activity aims to: equip the community with knowledge about the potential for landslide-prone slopes, provide alternative efforts to mitigate community-based landslide disasters and make people aware of environmental sustainability in slope areas. The training was carried out using lecture, demonstration and direct mentoring methods. The lectures were used to convey the concepts of: (a) introduction to landslides, (b) geographic information on potential landslides in the South Rewarangga Village, and (c) community-based landslide disaster mitigation using vegetative methods. Furthermore, there was a demonstration by the service team as resource persons, namely by providing an example of planting vetiver grass for mitigation of landslides at the service location. The results of the implementation of service activities show that the success of the target number of training participants (100%), the achievement of the training objectives (80%), the achievement of the planned material targets (90%), and the ability of participants in mastering the material (75%).