Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) PADA PEKERJA PT POS INDONESIA (PERSERO) BALIKPAPAN Saskia, Saskia; Hardiyono, Hardiyono; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.413

Abstract

Postur kerja merupakan posisi tubuh yang dimana melakukan akitivitas kerja yang berhubungan dengan rancangan area kerja. Pada postur kerja sering diperhatikan dalam pekerjaan Manual Material Handling karena sangat berpengaruh keseluruhan tubuh pekerja. PT Pos Indonesia (Persero) merupakan bisnis yang bekerja dibidang jasa seperti pengiriman barang, surat dan uang. Salah satu cabang di Kota Balikpapan yaitu Kantor Pos Balikpapan. Pada penelitian ini memakai metode Kulitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositive, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah.berdasarkan hasil perhitungan tingkat risiko postur kerja pekerja dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), mayoritas pekerja memiliki tingkat risiko tinggi sebanyak 2 pekerja dan 3 pekerja memiliki tingkat risiko sangat tinggi. Hasil penelitian untuk informan 1,2 dan 5 memiliki tingkat risiko Sangat Tinggi dan untuk hasil dari informan 2 dan 3 memiliki tingkat risiko Tinggi. Berdasarkan penilaian tingkat keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) menggunakan kuesioner Norbic Body Map (NBM) dengan tingkat rasa sakit yang dirasakan pada 28 titik tubuh. Diketahui keluhan terbanyak dirasakan pada pekerja pada bagian pinggan, bahu, leher, pergelangan tangan. Berdasarkan hasil kuesioner Norbic Body Map (NBM) didapatkan hasil 4 pekerja mengalami keluhan MSDs Tinggi sedangkan 1 pekerja mengalami Sangat Tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluhan yang dirasakan akibat beberapa faktor berupa sikap kerja yang tidak alamiah dan aktivitas statis/ diam maupun aktivitas berulang.
IMPLEMENTASI HIGINIE SANITASI DI PABRIK TAHU UPTD. SENTRA INDUSTRI KECIL UNIT SOMBER Asri, Muhammad; Zainal, Isradi; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.424

Abstract

Higiene sanitasi ialah hal yang penting untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik berasal dari bahan makanan,orang, tempat, dan peralatan agar aman dikonsumsi. Higiene dan sanitasi perlu diterapkan disetiap industri makanan dan minuman seperti catering, restoran, warung makan, kafe, tempat pengolahan pangan tertentu (roti,cireng,tahu,tempe) dan lainnya agar terhindar terjadinya kontaminasi terhadap makanan yang akan dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan bagaimana pelaksanaan implementasi higiene dan sanitasi makanan pada Tahu Bandung Pak Ujang dengan PERMENKES No.14 Tahun 2021 dengan menilai area lokasi sekitar TPP dan area pengolahan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan lembar observasi inspeksi Kesehatan lingkungan PERMENKES No.14 Tahun 2021 sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian pada Tahu Bandung Pak Ujang mendapatkan nilai akhir pada area Lokasi 75% dan pada area pengolahan 63,36% dimana hasil tersebut tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi makanan, persyaratan higiene sanitasi minimal 80. Masih terdapat beberapa yang harus diperbaiki, seperti penjamah yang tidak memakai baju khusus, dinding yang lembab dan cat mengelupas, tempat sampah yang dibuka secara manual (tidak ada pedal kaki), dan peralatan yang terbuat dari kayu.
HUBUNGAN PAPARAN SUHU KERJA PADA AREA BOILER TERHADAP KELELAHAN KARYAWAN DI PT. PLN NUSANTARA POWER UNIT PEMBANGKUTAN KALTIM TELUK BALIKPAPAN Simon, Natalin Markus Sesa; Sipahutar, Merry Krisdawati; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.434

Abstract

Paparan suhu ekstrim yang dihasilkan dari proses pembakaran pada boiler dapat menimbulkan risiko tinggi bagi para pekerja. Temperatur yang terlalu panas menjadikan perasaan cepat lelah dan mengantuk. Kelelahan sendiri adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah beristirahat. Boiler atau ketel uap merupakan sebuah mesin yang dioperasikan dengan tujuan mengubah air menjadi uap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu kerja dan kelelahan. Alat ukur yang digunakan untuk kelelahan adalah IFRC. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Uji yang digunakan untuk hubungan kedua varibel adalah kendall’s tau-b. Tingkat kelelahan kerja dominan adalah kelelahan ringan sebanyak 19 responden (54,3%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value < 0,001 (a : 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,869. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara paparan suhu boiler pada saat pemeliharaan rutin terhadap kelelahan karyawan di PT. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kaltim Teluk Balikpapan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA KRU KAPAL PELAYARAN AGUNG SAMUDRA BALIKPAPAN Raihan, Ahmad Zakiey; Hardiyono, Hardiyono; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.419

Abstract

Kelelahan kerja adalah perasaan lelah dan adanya penurunan efisiensi dan kekuatan fisik dalam melakukan pekerjaan. Lingkungan pekerjaan pelayaran melibatkan aktivitas fisik yang tinggi dan cuaca ekstrim dilautan. Kecelakaan kerja berdampak besar bagi para pekerja yang diantaranya dapat menyebabkan cidera fisik, dampak psikologis bahkan kehilangan nyawa. PT. Pelayaran Agung Samudra Balikpapan yang merupakan perusahaan di bidang logistik maritim dan merupakan perusahaan yang terdaftar di World Shipping Register. Berdasarkan survei awal bahwa aktivitas pekerjaan yang ada di kapal laut PT. Pelayaran Agung Samudra Balikpapan banyak menggunakan tenaga manusia dan mesin kapal serta lama waktu operasional ± 24 jam dimana kru kapal melakukan pekerjaan 12 jam dengan memiliki tugas dan perannya masing-masing. Selain waktu kerja kru kapal diberikan waktu istirahat selama 1 sampai 2 jam di antara jadwal kerja mereka untuk menjaga efektivitas kerja selama waktu operasional kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dan kelelahan kerja pada kru kapal PT Pelayaran Agung Samudra Balikpapan. Penelitian ini adalah diskriptif analitik dengan SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kru kapal sejumlah 90 orang. Berdasarkan rumus slovin diperoleh jumlah sampel 73 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian analisis data ini dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai variabel beban kerja terhadap kelelahan kerja diketahui nilai 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja terhadap kelelahan kerja.
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA NELAYAN DI TANJUNG JUMLAI Pratama, Ryan Putra; Sipahutar, Merry Krisdawati; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.444

Abstract

Nelayan diartikan secara umum sebagai pekerjaan yang mata pencahariannya menangkap ikan di laut. Tuntutan-tuntutan tugas yang melebihi kapasitas normal, dapat menyebabkan kelelahan. Selain itu, aktivitas fisik yang berlebihan dan waktu istirahat yang kurang dapat membuat ketidak seimbangan antara aktivitas otot dan proses regenerasi yang dapat dengan mudah menyebabkan kelelahan dan berperilaku tidak aman sehingga dapat menyebabkan kelelahan kerja. Menurut survei awal yang dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan salah seorang penduduk disekitar, menyatakan bahwa aktifitas nelayan yang dilakukan setiap harinya tidak menentu melihat cuaca yang belakangan ini tidak dapat diprediksikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik terhadap kelelahan kerja pada nelayan di Tanjung Jumlai. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan crosssectional, dengan melakukan pengumpulan data terhadap variabel beban kerja dan kelelahan kerja nelayan Tanjung Jumlai. Alat ukur yang digunakan untuk kelelahan kerja adalah NASA TLX, dan beban kerja adalah SSRT (Subjective Self RatingTest). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,000 dimana p<0.05, maka ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja nelayan Tanjung Jumlai. Nilai koefisien kontigensi sebesar 0.003, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dengan kelelahan kerja nelayan Tanjung Jumlai.
ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PANGAN DI CAFE KEMAL BOX BALIKPAPAN Setyawati, Nur Falah; Rahmadani, Dwi Wahyu; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.578

Abstract

Higiene dan sanitasi makanan merupakan bagian dari penyelenggaraan keamanan pangan guna mengupayakan pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya kontaminasi makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman di konsumsi.Praktik hygiene sanitasi makanan mencakup penjamah makanan, area penyimpanan makanan, peralatan makanan, dan penyajian makanan. Pengelolaan hygiene sanitasi makanan yang sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Makanan yang belum diolah dengan baik oleh penjamah makanan akan menimbulkan dampak buruk seperti penyakit dan keracunan oleh bahan kimia, mikroba tumbuhan atau hewan serta dapat menyebabkan alergi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada saat mengolah bahan baku terdapat risiko terkontaminasinya sebuah bahan baku. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis kondisi higiene personal karyawan dalam meningkatkan kualitas kebersihan dan penyajian produk.
Pencegahan Dan Penanggulangan Covid-19 Di Tempat Kerja Zulfikar, Zulfikar; Yuliana, Lina; Setyawati, Nur Falah
EUNOIA Vol 1 No 1 (2022): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronaviruses are a large family of viruses that cause disease. There are at least two types of coronavirus that cause diseases that cause severe symptoms such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). The total number of confirmed COVID-19 cases globally is 108,684,743 with 2,399,103 deaths. Cases in Indonesia were recorded to be contaminated with 1,233,959 cases with 33,596 deaths. Corona viruses are a group of related RNA viruses infecting animals that cause disease in mammals and birds. In humans, this virus attacks the respiratory system and causes infections in the respiratory tract. Corona virus can cause mild disorders of the respiratory system, lung infections and can cause death. The targets in this activity are to provide an understanding of the implementation of the covid-19 health protocol in the workplace, to provide an understanding to the general public about the dangers and risks of covid-19.
Webinar Series: Higiene Sanitasi Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan setyawati, nur falah; Mappangile , Andi Surayya
EUNOIA Vol 1 No 2 (2022): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The socialization activity regarding hygiene sanitation in the food safety management system is a community service activity. The purpose of this activity is an effort to help people maintain the safety of food consumed and processed during the Covid-19 pandemic. Activities are carried out through a webinar series program to increase public knowledge about hygiene sanitation requirements and procedures for managing food and beverages that meet health standards. The community service method was in the form of talk shows and discussion activities which were attended by participants, namely IPEMI members, alumni and students of the D4K3 Uniba vocational faculty. The results showed a positive response and high active participation of participants.
SOSIALISASI PENTINGNYA HIGIENE SANITASI DI PT WEIR MINERALS INDONESIA Adolf Liku, Adolf Liku; Hardiyono; Ananta, Erwin; Luqmantoro; Setyawati, Nur Falah
EUNOIA Vol 2 No 1 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food sanitation is closely related to environmental sanitation where food products are stored, handled, produced or prepared. In the food industry, sanitation includes aseptic activities in the preparation, processing and packaging of food products, cleaning and sanitation of factories and the factory environment and worker health. Activities related to food products include quality control of raw materials, storage of raw materials, proper water supply equipment, prevention of food contamination at all stages during processing from personnel equipment, and against pests, as well as packaging and storage of the final product (Surono et al. , 2016). the conditions for implementing sanitary hygiene meet the requirements for food storage, food processing, food transportation and food storage. The level of knowledge of food handlers at PT WEIR MINERALS in food management is high regarding the quality of food that will be processed and served to workers.
Pemberdayaan Penjual Dan Petani Salak Dalam Bidang Pengolahan Limbah Salak Busuk Menjadi Bioethanol Siboro, Impol; Yuliana, Lina; Setyawati, Nur Falah; wahyuni, Sri
EUNOIA Vol 2 No 2 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The method of this research activity is in the form of community training carried out on Jl. Soekarno Hatta KM 23, Karang Joang village, North Balikpapan sub-district. With this activity, the salak farming community will take advantage of the potential for salak waste to be dumped on the side of the garden, left to rot, then turned into compost. However, with this activity, farmers use it to produce bioethanol. The head of the RT at Kilometer 23 Karang Joang appreciated this activity which introduced the salak waste management program. It is hoped that this program will be immediately implemented by its residents, the majority of whom are salak farmers.