Agus Ardianto Budiman
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Makassar

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Pemetaan Topografi Menggunakan Waterpas dan Teodolit bagi Siswa SMK Budi Bangsa Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan Agus Ardianto Budiman; Nurliah Jafar; Firdaus Firdaus; Abdul Salam Munir; Rahayu Achmad
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Kesadaran Teknologi untuk Mengatasi Permasalahan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v6i1.387

Abstract

To ensure the quality of education in vocational schools (Sekolah Menengah Kejuruan or SMK), the government intervenes through the Skills Competency Test (Uji Kompetensi Keahlian or UKK). During the UKK process for SMK Budi Bangsa students in March 2018, it was found that the participants generally had not yet mastered the material to be tested, specifically the use of topographic mapping equipment. This is likely due to the insufficient availability of adequate facilities and infrastructure at SMK Budi Bangsa. Therefore, training on the use of topographic mapping equipment is necessary to better prepare SMK Budi Bangsa students for a similar exam the following year. The topographic mapping training, using auto level and theodolite tools, aims to enhance students' knowledge and skills in accordance with the equipment usage guidelines and refer to the Code 1556 Vocational Practice Exam Assessment Sheet. The topographic mapping training was conducted at SMK Budi Bangsa from January 29 to February 4, 2019. The method used involved theoretical presentations on topographic mapping in general and the specific use of auto level and theodolite tools, as well as practical exercises on the usage of these tools, measurement and data processing, and the creation of topographic maps. The training activities were attended by 27 students, consisting of 14 students from class X, 3 students from class XI, and 10 students from class XII. From only 7.4% of the participants who initially possessed the knowledge and skills according to the first two stages of the reference before the training, they achieved improvement, with all participants acquiring the knowledge and skills according to all stages of the planned reference.
Metode Experiential Learning dalam kegiatan PKKMB 2023 Universitas Fajar Makassar Sulawesi Selatan Agus Ardianto Budiman; Abdul Salam Munir; Muhammad Bisyri; Asri Mulya Setiawan; Mohammad Azhar Shauqy; Muhammad Rafi’i Zulkarnaen
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i2.2504

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini adalah menerapkan metode experiential learning dalam mendukung bentuk simulasi dalam penyampaian materi demi pencapaian hasil sesuai pedoman yang telah ditetapkan pemerintah pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru 2023 Universitas Fajar. Tujuan pelaksanaan kegiataan yaitu agar peserta siap menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri serta proses adaptasi yang cepat dalam menghadapi kehidupan perkuliahan. Kegiatan ini diikuti oleh 455 mahasiswa baru Universitas Fajar, yang diawal kegiatan secara umum masih memberikan respon jawaban normatif mengenai tujuan kuliah dan jawaban kontekstual sesuai judul kegiatan mengenai tujuan PKKMB 2023. Pengetahuan dan pemahaman peserta mengalami peningkatan setelah mengikuti kegiatan dan disimpulkan bahwa penerapan metode experiential learning dianggap dapat membantu dalam memahami materi dan teori yang disampaikan dan pelaksanaan PKKMB 2023 sangat membantu dalam persiapan menghadapi proses perkuliahan. Direkomendasikan agar metode experiential learning dapat kembali diterapkan pada kegiatan pelatihan selanjutnya dalam peningkatan kapasitas diri sebagai mahasiswa secara umum, dan sesuai bidang keilmuan masing-masing secara khusus.