Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Pada Siswi Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Menarche Di SD N Tanjungharjo Wulandari, Apri Nur
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menarche adalah haid pertama kali yang terjadi pada wanita, dan merupakan ciri khas dari kedewasaan seorang wanita. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, pada masa itu, seorang individu mengalami perubahan baik perubahan secara fisik, psikis, dan sosial yang berhubungan dengan keseluruhan masa transisi dari anak-anak ke dewasa dan kematangan seksual. Edukasi mengenai menarche ini dilakukan untuk memberikan pemahaman pada siswi Sekolah Dasar Negeri Tanjungharjo, Kabupaten KulonProgo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada jenjang kelas IV, V, dan VI yang termasuk pada masa normal terjadinya mentruasi pertama kali dalam siklus menstruasi wanita. Siswi Sekolah dasar tersebut pada awalnya mendapatkan pengetahuan tentang menstruasi dari orang tua yang seringkali informasi tersebut belum lengkap. Peserta keseluruhan yang mengikuti kegiatan edukasi ini berjumlah 33 peserta. Pelaksanaan kegiatan ini dengan menggunakan media visual dan simulasi menggunakan menstrual kit dilakukan untuk memudahkan peserta memahami secara langsung edukasi menstruasi pertama (menarche). Setelah siswi mengikuti edukasi menarche ini terlihat adanya peningkatan pemahaman sebanyak 17,16% dari hasil posttest dari total 33 responden yang mengikuti acara edukasi ini.
Dukungan Keluarga, Kesiapan Persalinan, dan Pengetahuan tentang Covid-19 sebagai Determinan Kecemasan Ibu Hamil Selama Pandemi Wulandari, Apri Nur; Prihatin, Eny Septi Wulandari Dwi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.22036

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic has had a significant impact on mental health, especially in vulnerable populations like pregnant women. The anxiety experienced by pregnant women during the pandemic is a particular concern because it can have negative effects on both the mother and the fetus, and can also lead to long-term consequences that may affect a child's development. This study aims to identify the factors associated with anxiety and the dominant factor contributing to anxiety in pregnant women during the COVID-19 pandemic. This was an analytical study with a cross-sectional design. The research was conducted in three Community Health Centers in the Special Region of Yogyakarta, an area with a high number of COVID-19 cases. A convenience sampling method was used to collect samples from April to May 2022. The total sample size for this study was 118 pregnant women. The results of statistical tests using the Kruskal-Wallis and Chi-Square correlations showed a significant relationship between knowledge about COVID-19, family support, and childbirth readiness with anxiety in pregnant women during the COVID-19 pandemic (p-value < 0.005). These factors collectively influenced 59% of the anxiety in pregnant women during the COVID-19 pandemic (R2 adjusted = 0.587; p = 0.002). The dominant factor affecting anxiety in pregnant women was family support (β = 0.305; p = 0.001). Family support, childbirth readiness, and knowledge about COVID-19 are factors associated with anxiety in pregnant women during the COVID-19 pandemic. Family support is the dominant factor in the occurrence of anxiety in pregnant women. The findings suggest that providing pregnant women with social and emotional support through their families is vital to mitigating the psychological effects on both the mother and the fetus. Additionally, implementing effective educational strategies is necessary to improve pregnant women's understanding of global health crises. Keywords: Anxiety In Pregnant Women, Childbirth Readiness, COVID-19 Pandemic, Family Support  ABSTRAK Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan mental, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil. Kecemasan ibu hamil pada masa pandemi menjadi perhatian khusus karena dapat memberikan dampak negatif pada ibu maupun janin, dan juga bisa berdampak jangka panjang yang nantinya bisa mempengaruhi perkembangan anak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan dan faktor dominan terjadinya kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cros sectional. Penelitian dilakukan di 3 Puskesmas yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah kasus COVID tinggi. Cara pengambilan sampel menggunakan convenience sampling yang didapat dari bulan April-Mei 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 118 ibu hamil. Hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi Kruskal Wallis dan Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang Covid-19, dukungan keluarga dan kesiapan persalinan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemic Covid-19 (p-value < 0,005). Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama dapat mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil di masa pandemi Covid-19 sebanyak 59 % (adjusted R2 = 0,587; p = 0,002). Faktor dominan yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil adalah dukungan keluarga (β = 0,305; p = 0,001). Dukungan keluarga, kesiapan persalinan dan pengetahuan tentang Covid-19 adalah faktor-faktor  yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19. Dukungan keluarga sebagai faktor dominan terjadinya terjadinya kecemasan ibu hamil. Pemenuhan dukungan sosial dan emosional ibu hamil melalui peran keluarga merupakan hal yang penting guna meminimalkan dampak psikologis pada ibu dan janin. Strategi edukasi yang efektif perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang masalah kesehatan global yang sedang terjadi. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kecemasan Ibu Hamil, Kesiapan Persalinan, Pandemi COVID-19
Association Between Sources of Social Support and Depression Among Nursing Students During the COVID-19 Pandemic Kurniawan, Dedi; Fitriawan, Akbar Satria; Setyaningsih, Wiwit Ananda Wahyu; Wulandari, Apri Nur; Wijoyo, Eriyono Budi; Samutri, Erni; Suparmanto, Gatot; Achmad, Bayu Fandhi; Retnaningsih, Listyana Natalia; Sudiarti, Putri Eka
Nurse Media Journal of Nursing Vol 14, No 2 (2024): (August 2024)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v14i2.56407

Abstract

Background: Nursing students have a higher risk of depression due to their high academic burden, social isolation, pandemic loneliness, abrupt online learning, and financial difficulties during the COVID-19 pandemic lockdown. Although the disruption of social network patterns during the pandemic has been observed in previous studies, it is still not fully understood which source of social support is associated with depression among nursing students.Purpose: This study aimed to assess the correlations between sources of social support and depression among nursing students during the COVID-19 pandemic.Methods: An online cross-sectional study was conducted between May and September 2021. Nursing students (n=734) from seven universities across four provinces in Indonesia were recruited as participants using convenience sampling methods. Data were obtained through online questionnaires consisting of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to assess social support and the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) to assess depression. Spearman-Rank correlation tests were used to examine the correlations between sources of social support and depression.   Results: Most of the nursing students (85.1%) were female, with a mean age of 19.94 years (SD=1.42). Many nursing students (n=313; 42.6%) experienced depression. Most of the students (n=465; 63.4%) perceived high family support, moderate friends (n=415; 56.5%) and significant others’ support (n=437; 59.5%). Of the three sources of social support (family, friends, and significant others), only family support had a significant inverse correlation with depression (Rho=-0.492, p<0.001).Conclusion: Family support had a significant inverse and moderate correlation with depression among nursing students during the COVID-19 pandemic. Our findings provided information to nursing educators to incorporate a strategy to maintain robust family support and regular depression assessments as part of the online learning curriculum. Therefore, it can be used to ameliorate depression among nursing students.
PELAKSANAAN HAPPY DAY PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN KYAI GALANG SEWU Dwidiyanti, Meidiana; Widyaningtyas, Ryka; Wulandari, Apri Nur; Pitajeng, Mutik Sri; Azmi, Lut Fika Daru
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i2.711

Abstract

Abtrak: Pelaksanaan Happy day di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu bertujuan untuk memfasilitasi santri untuk mempu mengekspresikan dan mengatur emosinya. Pesantren yang terletak di dalam kampus Universitas Diponegoro ini menampung 246 santri perempuan dan 95 santri laki-laki, sebagian besar mahasiswa. Jadwal dan gaya hidup yang menuntut di pesantren bisa membuat stres bagi beberapa santri. Happy day, yang dilakukan oleh Tim Mental Health Nursing terdiri dari pelatihan regulasi emosi dan sesi motivasi. Pelatihan regulasi emosional berfokus pada melepaskan emosi negatif dari peristiwa masa lalu yang belum terselesaikan melalui penerimaan dan ketergantungan pada bantuan ilahi. Sesi motivasi bertujuan untuk mendorong pengembangan diri setelah pelepasan emosional. Lima puluh dua santri mengikuti Happy day yang digelar pada 26 April 2025. Pra dan pasca tes diberikan untuk mengukur kesadaran emosional. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000) dalam skor kesadaran emosional sebelum (49-116) dan setelah (67-132) intervensi. Happy day membantu santri mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka dengan cara yang sehat, membekali mereka dengan keterampilan praktis seperti teknik pernapasan, relaksasi, dan komunikasi asertif. Pendekatan partisipatif dan lingkungan empati memungkinkan santri untuk berbagi pengalaman pribadi dengan nyaman. Secara keseluruhan, Happy day berhasil dilaksanakan dan mendapat respon positif dari para peserta. Kemampuan manajemen emosional santri meningkat secara signifikan, dengan 50% mencapai tingkat kesadaran emosional yang tinggi pasca-intervensi
Penerapan Pendidikan Kesehatan Tentang Water Tepid Sponge Pada Ibu Untuk Penanganan Demam Pada Anak Apri Nur Wulandari; Yosie Nifa Lailana; Etik Pratiwi
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i2.92

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan tumbuh dan berkembang biaknya bakteri dalam saluran kemih. Pada anak dengan ISK ditandai dengan demam. Demam merupakan respons tubuh terhadap infeksi yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan tubuh. Penanganan demam pada anak dengan ISK bergantung pada peran ibu. Sehingga perlu dilakukan penerapan pendidikan kesehatan tentang tatalaksana demam pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penerapan pendidikan kesehatan pada ibu tentang penatalaksanaan demam pada anak dengan Water Tepid Sponge. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, dengan menggunakan satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada anak sebesar 60%, dari 40% menjadi 100%.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU PAUD DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH PSIKOSOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK PRA SEKOLAH DI KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG Zubaidah, Zubaidah; Sudarmiati, Sari; Anggorowati; Erawati, Meira; Azmi, Lut Fika Daru; Mustikarani, Innez Karunia; Wulandari, Apri Nur
Kurvamas Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Kemitraan, Kewirausahaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPMI Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvms.v2i1.6342

Abstract

Latar belakang: Tahapan perkembangan psikososial anak pra sekolah adalah Intitative vs Guilt (inisiatif dan rasa bersalah). Guru PAUD dalam dalam Gugus Wisnu Kecamatan Tembalang mengalami kesulitan dalam membedakan perilaku anak-anak yang mengalami masalah perkembangan Psikososial dan emosional yang mengakibatkan masalah Psikososial dan emosional anak tidak terdeteksi dan tertangani dengan baik. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengidentifikasi dan deteksi dini masalah perkembangan psikososial dan emosional pada anak usia pra sekolah di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Metode: Pengabdian masyarakat ini melibatkan 40 guru PAUD di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Guru-guru mengikuti pelatihan singkat tentang bagaimana mengenali masalah psikososial dan emosional pada peserta didik. Metode pelatihan yang digunakan melalui diskusi, ceramah, demonstrasi, praktik, dan supervisi. Kegiatan kedua dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan kelas parenting dengan topik mengatasi anak tantrum pada 30 orang tua peserta didik. Hasil: Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru Gugus Wisnu Tembalang dalam mengenali masalah psikososial dan emosional pada anak secara tepat pada anak sebagai upaya deteksi dini gangguan psikososial dan mengetahui bagaimana cara untuk menyikapi serta memberikan bimbingan pola asah, asih, dan asuh yang tepat pada anak dengan masalah Psikososial, serta orang tua mampu mengatasi tantrum pada anak usia pra sekolah. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan deteksi awal terkait masalah psikososial dan emosional pada anak-anak, sehingga problematika psikososial pada siswa dapat diidentifikasi lebih cepat dan tidak berlanjut menjadi isu yang lebih kompleks, serta memberikan strategi kepada orang tua dalam mengatasi anak tantrum.