Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DEMOKRATISASI DAN TANTANGAN POLITIK IDENTITAS DALAM SISTEM POLITIK INDONESIA KONTEMPORER Olivia Rizka Vinanda; Andrie Koza; Dela Aulia Fatikasari; Maulana malik Ibrahim; Sinar Putri; Yulia Shabrina P
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demokratisasi di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan sejak era reformasi tahun 1998, ditandai dengan pemilihan umum langsung, kebebasan pers, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Namun, proses ini juga membawa tantangan baru yang kompleks, salah satunya adalah menguatnya politik identitas dalam berbagai kontestasi politik, baik di tingkat nasional maupun lokal. Politik identitas merujuk pada praktik memanfaatkan identitas kelompok baik berdasarkan agama, suku, maupun budaya sebagai alat mobilisasi dan strategi elektoral. Fenomena ini sering kali digunakan untuk mendapatkan simpati pemilih dengan pendekatan yang eksklusif, yang pada akhirnya berpotensi menciptakan polarisasi dan fragmentasi sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik identitas dalam konteks demokratisasi Indonesia kontemporer, dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun demokrasi membuka ruang bagi partisipasi yang lebih luas dan kebebasan berekspresi, ia juga membuka celah bagi praktik-praktik politik yang eksploitatif terhadap identitas sosial. Oleh karena itu, perlu upaya konkret untuk mengelola keberagaman secara inklusif dan membangun sistem politik yang tidak hanya demokratis secara prosedural, tetapi juga substansial.
INTEGRASI NILAI MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI PERBANDINGAN KONSEPTUAL ANTARA PEMIKIRAN BARAT DAN TRADISI ISLAM Maulana Malik Ibrahim; Muhammad Hasyim Asyari; Mambaul Usulil Khikmah; Muhammad Jakfar; Muhammad Masyhuri; Isyatil Fitri
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/f9y56s88

Abstract

This conceptual and comparative study examines the integration of multicultural values within Islamic Religious Education (PAI) as an essential foundation for fostering inclusive, tolerant, and humanistic education. It aims to explore how the principles of multicultural education in Western thought correspond to and differ from the fundamental Islamic teachings derived from the Qur’an and Hadith. The discussion focuses on the compatibility between Western multicultural values such as equality, pluralism, and social justice and Islamic values of adl (justice), tasamuh (tolerance), tawazun (balance), and tawassuth (moderation). The study concludes that the integration of multicultural values into Islamic education should be carried out conceptually through curriculum development, pedagogical strategies, and moral exemplarity based on Qur’anic guidance and propethic and practice. This research uses a literature review method through searching national and international scientific journals, books on multicultural education theory, classical and contemporary PAI literature, and academic articles from 2015–2024. The analysis was conducted using a descriptive-comparative approach to identify conceptual similarities and differences between the two perspectives.
Tantangan Guru PAI Melaksanakan Asesmen Autentik pada Tiga Domain Taksonomi Bloom di Era Digital Okta Rosfiyani; Alimah Zaini; Saumi Sumanior; Nurul Wafa; Maulana Malik Ibrahim; Desya Assyifa Yelviani; Najwa Putri Khaerani; M. Sofiyyurrahman; Rizky Fadhillah; Syahputra Panduwardan; M. Anjas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan implementasi asesmen autentik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di ruang kelas digital pada jenjang sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang guru PAI yang mengajar di sekolah berbasis sistem digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang kompleks antara konsep ideal asesmen autentik dan praktik di lapangan. Meskipun sekolah telah difasilitasi dengan perangkat dan platform digital serta guru memiliki pemahaman teoretis mengenai penilaian holistik yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, implementasi asesmen autentik belum sepenuhnya optimal. Teknologi digital cenderung dimanfaatkan sebatas untuk mendigitalisasi bentuk penilaian konvensional, seperti pelaksanaan ujian daring dan pengolahan nilai, tanpa disertai pengembangan evaluasi yang interaktif, reflektif, dan bermakna. Tantangan utama tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga humanistik, antara lain menurunnya minat siswa terhadap mata pelajaran PAI serta beban administratif yang tinggi sehingga membatasi ruang guru untuk membangun relasi personal dengan peserta didik. Temuan penting penelitian ini menyoroti strategi adaptif guru yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti asesmen, dengan menekankan pendekatan personal dan menjadikan penilaian akhlak sejajar dengan capaian akademik, bahkan dalam sistem digital yang cenderung kaku. Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi teknologi digital dan pemanfaatannya dalam asesmen PAI, serta merekomendasikan pengembangan model asesmen digital yang lebih fleksibel, berorientasi pada penguatan karakter, meringankan beban guru, dan mampu menghidupkan kembali motivasi belajar siswa, sehingga teknologi benar-benar berfungsi memperkaya esensi pendidikan Islam.
Kritik Budaya Akademik Sekolah: Tinjauan Kritis atas Pemikiran Paulo Freire & Neil Postman tentang Pendidikan Formal yang Demokratis Maulana Malik Ibrahim; Berliana Dian Permatasari; Achmad Robi Afrilihadi; Muhammad Japar; Yuyus Kardiman
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kritik budaya akademik sekolah tentang pendidikan formal yang demokratis. Pendidikan formal (re: sekolah) yang mensyaratkan sebuah hubungan relasi guru-peserta didik perlu dikritisi secara mendalam melalui tinjauan kritis pemikiran Paulo Freire dan Neil Postman. Domestikasi yang terjadi antara guru-peserta didik menjadi sumber kritik yang disasar oleh pendidikan kritis. Konteks ini berlaku bahwa pendidikan seharusnya lebih mengembangkan nilai-nilai kebebasan dan kritisisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur atau pustaka (literature review) dengan mengelompokkan buku, jurnal, hingga laporan akademis. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif melalui tahapan open coding untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, dilanjutkan dengan axial coding untuk mengelompokkan konsep ke dalam kategori tematik, serta selective coding untuk merumuskan tema inti yang merepresentasikan kritik budaya akademik sekolah. Hal ini dilakukan untuk memilah pemikiran-pemikiran yang relevan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulo Freire memiliki kritik budaya akademik sekolah sebagai alternatif gagasan pendidikan formal yang demokratis, meliputi: a). Perbaikan relasi guru-peserta didik lewat orientasi dialogis; b). Penggunaan problem-posing education (metode hadap-masalah). Sementara itu, Neil Postman menekankan kritik terhadap hubungan guru-peserta didik yang tidak terbuka terhadap kebaruan teoretis, dengan menawarkan: a). Re-demokratisasi ruang kelas; b). Pendekatan metode proyek edukasi guru-peserta didik.
ANALISIS BUKU AJAR PAI DAN BUDI PEKERTI KELAS XI: PERSPEKTIF NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Alif Masruri Abdul Haq; Teguh Prasetyo; Maulana Malik Ibrahim
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/3563nf34

Abstract

This study is motivated by the importance of cultivating an attitude of tolerance, justice, humanism, and democracy in Indonesian society, which has a diversity of religions, cultures, languages, and social backgrounds. This study aims to examine the content of multicultural education values ​​in the Islamic Religious Education and Character Building textbook for grade XI. The study uses a descriptive qualitative approach with a library research type. The main data was obtained from the Islamic Religious Education and Character Building textbook for grade XI, then analyzed using content analysis techniques combined with critical analysis. The results show that the textbook contains various multicultural education values ​​reflected in the learning materials, inspirational stories, reflections, and learning evaluations. The values ​​found include tolerance (tasamuh), justice (al-‘adālah), humanism (basyariyah), and democracy (al-hurriyah). The presence of these values ​​indicates that Islamic Religious Education textbooks not only function as a medium for transferring religious knowledge, but also as a means of forming students' characters that are inclusive, moderate, and respectful of diversity in social life.