Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Gamal (Gliricidia Sepium L) Dan Pupuk Npk Putri, Stevani Eka Putri; Hasbi, Hudaini; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i1.2078

Abstract

Upaya peningkatan produksi tanaman sawi pakcoy produk vegetatif, sehingga untuk mendukung upaya tersebut dilakukan pemberian pupuk yang berimbang antara pupuk organik dan pupuk kimia sesuai kebutuhannya. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pupuk organik cair yang dapat memicu pertumbuhan tanaman adalah daun gamal. Tujuan dari penelitian yang dituliskan untuk mengukur pengaruh kosentrasi pupuk organik cair daun gamal dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy. Method ini menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) terdapat 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali yakni pengaplikasian POC daun gamal terdiri dari kosentrasi 0ml/L, 20ml/L dan 40ml/L serta pengaplikasian pupuk NPK dosis 0gr, 3gr dan 6gr dengan total 216 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kosentrasi POC daun gamal dan dosis pupuk NPK pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan bobot basah tanaman berpengaruh nyata dan sangat nyata. Dan interaksi pemberian kosentrasi POC daun gamal dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan panjang daun sedangkan untuk parameter lainnya tidak berpengaruh nyata.
Respon Pertumbuhan dan produksi tanaman seledri (Apium graveolens L.) terhadap komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK berbeda ipaang, Moch Irfan Efendi; Tripama, Bagus; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i1.2081

Abstract

Seledri (Apium graveolens L), adalah tumbuhan sayuran yang telah lama dikenal di Indonesia. Tananam ini merupakan tanaman penting kedua asal jenis tanaman rempah sesudah selada dilihat dari nilainya, sehingga seledri dianggap menjadi tanaman yang mewah. Seledri merupakan tanaman krusial urutan kedua setelah selada dari jenis tumbuhan rempah yang dipandang dari nilai serta kepopulerannya. Tanaman seledri (Apium graveolens L.) termasuk sayuran komersial yang memiliki nilai ekspor. Akan tetapi meningkatnya kebutuhan terhadap seledri ini tidak dapat diikuti oleh meningkatnya produksi dan malah produksinya mengalami penurunan. Untuk mencukupi kebutuhan seledri maka harus melakukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengkombinasikan media tanam secara organik dan penambahan pupuk NPK 16:16:16. Peneitian ini bertempat di Dusun Krajan, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang tersusun sebanyak 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu C1 (1:1:1) C2 (0:1:2) C3 (1:0:2) R0 (kontrol) R1 (0,75 g/polybag) R2 (1,5 g/polybag) R3 (2,25 g/polybag). Hasil penelitian menunjukan perlakuan komposisi media tanam memberikan perbedaan pada parameter tinggi tanaman (cm), luas daun (cm2), volume akar (ml). Pada perlakuan pupuk NPK 16:16:16 menunjukan perbedaan nyata pada parameter tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, bobot segar tanaman (g).
Respon pertumbuhan dan produksi bawang merah (allium acalonicum l. ) terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan poc ampas tahu Supiyanto, Angga; Umarie, Iskandar; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2316

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang berasal dari famili Liliaceae yang tergolong populer di masyarakat. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dengan umbi yang besar dan jumlah siung yang banyak apabila ditanam pada tanah yang mempunyai kandungan unsur hara yang cukup. Ketersediaan unsur hara pada media tanam dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk.Pupuk ini dapat diberikan secara organik maupun anorganik. Secara organik pupuk dapat diberikan menggunakan pupuk kotoran ternak seperti sapi, kambing, dan ayam. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, Kelurahan Sumbersari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan dan tiap ulangan terdapat 16 kombinasi perlakuan, yakni faktor pertama pupuk kotoran sapi dengan taraf U0 (kontrol), U1 (2 kg/plot), U2 (4 kg/plot), U3 (6 kg/plot) dan faktor kedua POC ampas tahu dengan taraf R0 (kontrol), R1 (400 ml/plot), R2 (600 ml/plot), R3 (800 ml/plot). Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang sapi dan POC ampas tahu memberikan perbedaan pada parameter tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan perumpun, jumlah umbi, diameter umbi (mm), berat umbi basah per plot (g), berat umbi kering per plot (g).
Respon pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau (solanum melongena l.) Terhadap beberapa macam dan interval waktu pemberian pupuk daun Alghoni, Muhammad Ilyas; Oktarina, Oktarina; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2528

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman pangan yang yang tergolong dalam family solanaceae dan banyak diminati oleh masyarakat dan murah harganya karena mengandung beberapa zat gizi seperti: vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalium, fosfor, zat besi, protein, lemak, dan karbohidrat. Salah satu upaya untuk mendapatkan hasil tanaman terung yang optimum yaitu dengan melakukan teknik budidaya tanaman terung yang baik dan pengunaan pupuk yang efisien menggunakan pupuk organik karena mengandung sejumlah nutrisi yang diperlukan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan beberapa macam pupuk daun , interval waktu pemberian, dan interaksi antara bebrapa macam pupuk daun dan interval waktu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di dusun Lengkong Barat, RT 04 RW 01, desa Mrawan, kecamatan Mayang, kabupaten Jember. Dilaksanakan pada bulan Juli – September 2023 dengan ketinggian tempat 102 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis pupuk daun (P) yaitu :P0: (Tanpa pupuk Daun), P1= Gandasil D, 3 g/L), P2= (Hanamaru, 3ml/L) dan interval waktu pemberian (I) yaitu : I1 = 7 hari sekali, I2= 9 hari sekali, I3= 11 hari sekali, I4= 13 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara antara jenis pupuk daun dengan interval waktu pemberian berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.), terbukti pada variabel pengamatan jumlah daun dan total berat buah persampel.
Study Of Various Agronomic Characters And Analysis Of Sor-gum (Sorghum Bicolor (L) Moench) Nira Content Local Vari-eties In Suspected Mutant By Gamma Irradiation Pratama, Yusni Wahyu; Hazmi, Muhammad; Widiarti, Wiwit
International Applied Science Vol. 3 No. 2 (2024): Proceeding of International Conference of Agriculture (Semartani-3)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ias.v3i2.629

Abstract

Sorghum is a cereal crop that has the potential to be developed, especially on marginal land because it has high adaptability. The importance of selecting the right sorghum variety is emphasised to achieve optimal production yields in Indonesia as each variety has unique characteristics, such as plant height, resistance to pests and diseases, and tolerance to land conditions. Other characteristics to consider are sugar content, flavour, and harvest time. The sugar content in sorghum juice can be used as a substitute for sugar and syrup in food, while the brix value is an indicator of the quality of the juice. The mutation method in plant breeding is one of the steps to produce sorghum varieties that are resistant to extreme environmental conditions. This study aimed to test the nira content in sorghum plants. The research was written using two components and factorial Randomised Group Design (RGD) with three replications, namely: The first factor was sorghum varieties Local Bandung (A0), Local Demak (A1), Local Jember (A2) while the second factor was gamma irradiation dose B0 (0 Gy), B1 (300 Gy), B2 (500 Gy) with a total of 135 plants. The results showed that the provision of some sorghum varieties and doses of gamma irradiation on the parameters of plant height, plant diameter, sucrose test analysis, fructose test analysis, glucose test analysis had a real and very real effect. The interaction of several varieties of sorghum and the dose of gamma-ray irradiation had a real and very real effect on the parameters of the number of leaves, sucrose test analysis, fructose test analysis, and glucose test analysis while for other parameters it had no real effect.
Eksplorasi Dan Identifikasi Gulma Pada Padi Sawah (Oryza sativa L) Di Kebupaten Lumajang Rosyikin, Achmad Zaiinur; Widiarti, Wiwit; Wijaya , Insan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i3.2527

Abstract

Di wilayah Indonesia tanaman padi sangat umum ditemukan, hal ini dikarenakan beras merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Gulma merupakan tumbuhan yang mengganggu atau merugikan tanaman, dan dapat menekan pertumbuhan tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah utuk mengetahui jenis Gulma dan mengidentifikasi jenis Gulma yang tumbuh pada pertanian padi sawah, serta mengetahui cara pengendalian Gulma yang tumbuh. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode kuadrat dengan peletakan 10 plot secara purposive sampling di setiap area penelitian, ukuran setiap plot 1x1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 spesies gulma pada pertanaman padi yang terdiri dari 10 spesies Gulma jenis Daun Lebar, 2 spesies Gulma jenis Teki, dan 1 spesies Gulma jenis Rumput. Gulma yang mendominasi di setiap areal penelitian adalah jenis gulma Teki – tekian. Sedangkan NJD yang tertinggi disetiap areal penelitian berbeda-beda yaitu: Kecamatan Sukodono desa Bondoyudo Sphenoclea zeylanica gaertn L (13,962). Kecamatan Klakah desa Kebonan Cyperus rotundus L (22,458). Kecamatan Yosowilangun desa Darungan Sphenoclea zeylanica gaertn L (12,475). Kecamatan Candipuro desa Klopo Sawit Salvinia Molesta (12,711). Diversitas (keanekaragaman) gulma di kabupaten Lumajang menunjukkan nilai hampir sama yaitu: H’ < 1 termasuk katagori kecil.
Aplikasi Fungisida Hayati, Nabati, Dan Kimia Terhadap Penekanan Penyakit Layu Fusarium Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Alium ascalonicum L.) Menggunakan Metode Tanam TSS (True Shallot Seed) Hasan, Achmad Faisal; Oktarina, Oktarina; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i3.2942

Abstract

Permasalahan yang dialami petani bawang merah yang sangat berdampak pada penurunan produksi yaitu serangan penyakit layu fusarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pengaplikasian fungisida hayati, nabati, dan kimia terhadap penekanan penyakit layu fusarium dan hasil tanaman bawang merah. penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang diulang sebanyak 4 kali. yaitu T0 (kontrol), T1 (Fungisida hayati), T2 (Fungisida nabati), T3 (Fungisida kimia), T4 (Fungisida hayati + Fungisida nabati), T5 (Fungisida hayati + Fungisida kimia), T6 ( Fungisida nabati + Fungisida kimia), dan T7 (Fungisida hayati + Fungisida nabati + Fungisida kimia). Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan kombinasi fungisida hayati, nabati dan kimia berpengaruh terhadap penekan penyakit layu fusarium tanaman bawang merah. Dan Perlakuan kombinasi fungisida hayati dan nabati, berpengaruh terhadap hasil tanaman bawang merah, pada parameter berat basah umbi pertanaman dan pada parameter berat kering umbi pertanaman.
Kajian Modifikasi Tata Letak Tanaman Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Beberapa Varietas Jagung Mahardika Ramadhan, Andito Guruh; Hasbi, Hudaini; Widiarti, Wiwit; Wahyudi, Iwan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i4.2875

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu kelompok tanaman pangan yang banyak dibudidayakan pada urutan kedua setelah padi dimana komoditas jagung ini berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pasokan akan makanan dibandingkan dengan komoditas tanaman pangan lainnya Tujuan dari penelitian yang dituliskan guna mengetahui apakah modifikasi tata letak tanaman berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Penelitian yang dituliskan menggunakan rancangan split plot design dengan 2 faktor, 1. Faktor pertama yaitu varietas tanaman jagung (V) yang terdiri dari 3 taraf V1 P5027, V2 Varietas H Hibrida, V3 Varietas L Komposit. Faktor kedua yaitu modifikasi tata letak tanaman (T) yang terdiri dari 4 taraf T1 60 x 20 cm, T2 (80 + 40) x 20 cm, T3 (50 x 20) + (50 x 30) cm, T4 (65 x 50) + (62,5 x 50) cm. Perlakuan terdiri atas 12 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak pada umur 45 hst berpengaruh nyata pada varietas ,sudut daun 35 hst menunjukan berpengaruh nyata pada tata letak untuk sudut daun 45 hst berpengaruh nyata pada interaksi varietas dan tata letak, untuk parameter produktivitas berpengaruh nyata di tata letak dan berpengaruh sangat nyata pada interaksi. disimpulkan bahwa penggunaan tata letak tanaman dan pemilihan varietas sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dalam menangkap dan penyerap cahaya matahari yang nantinya akan mempengaruhi produktivitas tanaman jagung.
Evaluasi Tingkat Konversi Energi Matahari Beberapa Varietas Jagung (Zea Mays L.) Melalui Modifikasi Tata Letak Tanaman Windiyanti, Ira; Widiarti, Wiwit; Wijaya, Insan; Wahyudi, Iwan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i1.3023

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas penting dalam pertanian di Indonesia. Permintaan yang melebihi produksi nasional menunjukkan potensi besar untuk pengembangan jagung, baik dari segi peningkatan hasil maupun efisiensi produksi. Produksi jagung di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 27,9 juta ton, tahun 2018 mencapai 30 juta ton, tahun 2019 mencapai 22,5 juta ton, pada tahun 2020 mencapai 29 juta ton (BPS, 2020). Produktivitas jagung di Indonesia tahun 2022 menunjukkan 5,9 juta ton, pada tahun 2023 menunjukkan 5,8 juta ton. Produktivitas jagung pada tahun 2023 lebih rendah dibandingkan tahun 2022 (BPS,2023), menganalisis pengaruh modifikasi tata letak tanaman terhadap efisiensi energi matahari,Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Percobaan Split Plot dengan 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas tanaman jagung sebagai petak utama (Main Plot). Faktor kedua adalah modifikasi tata letak tanam sebagai anak petak (Sub Plot). Analisa data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) 5%. menunjukkan bahwa perlakuan varietas yang berepengaruh nyata pada tinggi tanaman, diameter batang dan Net Assimilation Rate (NAR). Pada morfologi dan efisiensi energi matahari, serta terdapat interaksi antara perlakuan varietas tanaman dan tata letak tanam.
Implikasi Kandungan Silikon Di Jaringan Jagung Dengan Karakteristik Arsitektur Kanopi Tanaman Terhadap Efisiensi Tersepsi Septin, Wahyu; Umarie, Iskandar; Widiarti, Wiwit; Wahyudi, Iwan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i2.3027

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang kontribusinya sangat potensial. Tujuan untuk Mengetahui efek aplikasi Si terhadap rigiditas sel jaringan Tanaman Jagung. Penelitian yang dituliskan menggunakan rancangan split plot design dengan 2 faktor,yakni faktor pertama varietas tanaman jagung sebagai petak utama dan faktor kedua Teknologi Pemupukan MHT.Faktor pertama varietas tanaman jagung terdiri dari 2 taraf,V1(Hibrida P5027),V2 (Komposit Lamuru) dan faktor kedua Teknologi Pemupukan MHT terdiri dari 4 taraf S0(Kontrol),S1(MHT),S2(Si),S3(MHT+Si).Kombinasi perlakuan terdiri atas 8 kombinasi dengan 4 kali ulangan. hasil penelitian Tinggi pada tanaman  umur 35, 45 HST,jumlah daun 35,45 HST dan indeks luas daun 45 HST menunjukkan berbeda nyata.Pada parameter sudut daun 35, 45 HST dan spesifik luas daun 45 HST dipengaruhi secara nyata oleh varietas, pada parameter laju pertumbuhan 45 HST, efisiensi intersepsi 85 HST,  dan produktivitas dipengaruhi secara nyata oleh MHT berbasis Si.