Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Relevansi Ketabuan Seks Di Era Milenial: Urgensi Pengenalan Pendidikan Dan Pemeliharaan Kesehatan Alat Vital Sejak Dini Lathifah Hanum
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Era Milenial ini pengetahuan tentang seks yang relevan sangat sulit diperoleh. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain; minimnya kontrol orang tua tentang tingkah laku negatif anak, tidak adanya pengenalan tentang pengetahuan seks yang relevan sejak dini dan juga peyalahggunaan kecanggihan teknologi serta lestarinya sikap ketabuan seks pada sebagian orang orang tua. Sejatinya, pengenalan pendidikan tentang seks dapat di mulai sejak dini melalui cara yang relevan dengan usia, tingkat kepahaman, lingkungan dan kebutuhan, hal tersebut bertujuan untuk tidak mudahnya anak-anak memeroleh pengetahuan dan pendidikan tentang seks dari dunia maya dengan menggunakan ujung jari. Jika individu telah memiliki pengetahuan dan pendidikan dasar tentang seks yang relevan maka individu tersebut tentu berupaya memelihara bagian-bagian tertentu yang tergolong vital dan bersifat privasi pada bagian tubuhnya dari berbagai tantangan yang datang. Agar terwujudnya eksistensi dan kontinuitas pemeliharaan alat vital pada diri individu maka sangat diperlukan pengetahuan dan pendidikan seks yang relevan sejak dini serta cara pemeliharaan kesehatan alat vital tanpa memusnahkan sikap ketabuan dan juga tidak membebaskan pemerolehan pengetahuan tentang seks tanpa pengawasan.
PEMBELAJARAN PAI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Lathifah Hanum
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Department of Islamic Education, The State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6978.699 KB) | DOI: 10.14421/jpai.2014.112-05

Abstract

This study aimed to describe the process of implementation, knowing the results of learning, find problems, and find solutions for the improvement of educational qualification improvement program S1 for Madrasa teachers and PAI (Islamic Education) teachers through dual mode system in Tarbiya and Teaching Faculty of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.This research is a qualitative descriptive study, the subject of research, program managers, lecturers, and students participating in the Dual Mode System Program. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis using inductively mindset.Results show that: 1). The process of implementation of the program for the improvement of educational qualifications S1 Madrasah teachers and PAI teachers through a dual mode system in Tarbiya and Teaching Faculty of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, has been performing well, with reference to the established regulations; 2). Learning outcomes 80% categorized as very satisfactory, and 20%, satisfactory; 3). Problem Management covers eight aspects, namely the curriculum, learning, student recruitment, system conversion, distribution module, LPTKs relationships with partners, completion of thesis, and quality assurance. 4). The suggested solution is the improvement of curriculum and learning, new student recruitment system, conversion, distribution module, the system of cooperation with LPTKs Partners, and improvement of quality assurance commitment.
PERSONAL ETHICS AND TIME MANAGEMENT ON STUDENTS' LEARNING HABITS IAIN LANGSA Lathifah Hanum; Hasan Asari; Syafaruddin Syafaruddin
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.1503

Abstract

This paper aims to analyze personal ethics and time management on the study habits of students of the Islamic Religious Education Study Program (PAI), the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FTIK) of the Langsa State Islamic Institute (IAIN). This study uses a qualitative approach with phenomenological methods. The data collection was done by using interviews, observation, and documentation studies. Furthermore, the data were analyzed using data reduction techniques, narrative data presentation, conclusion drawing and data verification. The results of this study indicate that (1) students understand and practice learning ethics well in accordance with the ethical guidelines of students at IAIN Langsa, (2) students' time management in learning is divided into two, namely students who actively make daily activity schedule, plans and targets they want to achieve. achieved, while there are students who are in the inactive category in managing study time, and (3) the study habits of PAI FTIK IAIN Langsa students are classified into 2, namely 73% are active and enjoy learning alone and 27% are active and enjoy participating in group learning.
Culturing Learning vs Educating culture; A Study of Islamic Education in University Lathifah Hanum
Proceeding International Seminar of Islamic Studies INSIS 1 (December 2019)
Publisher : Proceeding International Seminar of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.463 KB)

Abstract

Islamic education touched a various aspect in education and human life. In university, Islamic education is a macro scope in every aspect. It also discuss about learning culture. This learning culture should be practice with a good and relevant characteristic and attitude until they build a habit called learning culture. Educating culture disposed by how the learning culture acquainted to university students. It means that it should improve learning culture quality through learning activity, reading a lesson, listening a lesson, writing a lesson, following a lesson , creating a research, and do a volunteering for public society. Learning culture in university has not a significant different with learning culture at school. Culturing learning and educating culture in university has a principle substance in andragogic learning.
PERSONAL ETHICS AND TIME MANAGEMENT ON STUDENTS' LEARNING HABITS IAIN LANGSA Lathifah Hanum; Hasan Asari; Syafaruddin Syafaruddin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.1503

Abstract

This paper aims to analyze personal ethics and time management on the study habits of students of the Islamic Religious Education Study Program (PAI), the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FTIK) of the Langsa State Islamic Institute (IAIN). This study uses a qualitative approach with phenomenological methods. The data collection was done by using interviews, observation, and documentation studies. Furthermore, the data were analyzed using data reduction techniques, narrative data presentation, conclusion drawing and data verification. The results of this study indicate that (1) students understand and practice learning ethics well in accordance with the ethical guidelines of students at IAIN Langsa, (2) students' time management in learning is divided into two, namely students who actively make daily activity schedule, plans and targets they want to achieve. achieved, while there are students who are in the inactive category in managing study time, and (3) the study habits of PAI FTIK IAIN Langsa students are classified into 2, namely 73% are active and enjoy learning alone and 27% are active and enjoy participating in group learning.
Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Negara Penempatan Malaysia untuk Peningkatan Kapasitas dan Persiapan Kemandirian Fathiah; Eliana; Hafnidar; Lathifah Hanum; Murnia Suri; Lasri; Chairul Bariah; Rosalinda; Zulvia Maika Letis; Inge Ayudia; Junizar
KREASI : Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v3i2.636

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional digagas oleh Komunitas Pengabdian Masyarakat (KOMPAK) berkolaborasi dengan 40 Kampus se-Indonesia. Target Kegiatan adalan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kegiatan ini bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republic Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) KBRI memberikan Pelatihan dan sosialiasai kepada PMI yang bermasalah untuk dapat menghindari praktik ilegal atau penyalahgunaan fungsi tenaga kerja, PMI dibekali dengan pelatihan yang sesuai dengan profesi, dan PMI dibekali dengan pelatihan dan pemahaman dalam mengembangkan potensi dan soft skill agar bisa bersaing dan menjadi tenaga kerja profesional di luar negeri. Pelaksanaan program pengabdian ini dilaksanakan dengan beberapa urutan yaitu survey/penjajakan, penggalangan dana, technical meeting, pelaksanaan seminar internasional PKM dan Pelaporan. Hasil Pengabdian diperoleh bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hadir di kegiatan ini dapat memahami materi singkat yang diberikan dan menerima dengan baik informasi/pengetahuan yang kami berikan . Selama kegiatan pengabdian ini terlihat respon positif dari PMI, mulai dari terhibur dan dapat mengisi kekosongan waktu dalam menanti penyelesaian masalah mereka. Target Capaian adalah PMI dapat memiliki kompetensi, lebih Mandiri dan dapat mengupgrade soft skil mereka sehingga kelak ketika mereka tidak lagi bekerja sebagai PMI memiliki kompetensi yang dapat meningkatkan posisi tawar PMI di pasar kerja Internasional. Dengan demikian, perlindungan diri PMI sendiri dapat lebih diwujudkan