Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Negara Penempatan Malaysia untuk Peningkatan Kapasitas dan Persiapan Kemandirian Fathiah; Eliana; Hafnidar; Lathifah Hanum; Murnia Suri; Lasri; Chairul Bariah; Rosalinda; Zulvia Maika Letis; Inge Ayudia; Junizar
KREASI : Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v3i2.636

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional digagas oleh Komunitas Pengabdian Masyarakat (KOMPAK) berkolaborasi dengan 40 Kampus se-Indonesia. Target Kegiatan adalan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kegiatan ini bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republic Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) KBRI memberikan Pelatihan dan sosialiasai kepada PMI yang bermasalah untuk dapat menghindari praktik ilegal atau penyalahgunaan fungsi tenaga kerja, PMI dibekali dengan pelatihan yang sesuai dengan profesi, dan PMI dibekali dengan pelatihan dan pemahaman dalam mengembangkan potensi dan soft skill agar bisa bersaing dan menjadi tenaga kerja profesional di luar negeri. Pelaksanaan program pengabdian ini dilaksanakan dengan beberapa urutan yaitu survey/penjajakan, penggalangan dana, technical meeting, pelaksanaan seminar internasional PKM dan Pelaporan. Hasil Pengabdian diperoleh bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hadir di kegiatan ini dapat memahami materi singkat yang diberikan dan menerima dengan baik informasi/pengetahuan yang kami berikan . Selama kegiatan pengabdian ini terlihat respon positif dari PMI, mulai dari terhibur dan dapat mengisi kekosongan waktu dalam menanti penyelesaian masalah mereka. Target Capaian adalah PMI dapat memiliki kompetensi, lebih Mandiri dan dapat mengupgrade soft skil mereka sehingga kelak ketika mereka tidak lagi bekerja sebagai PMI memiliki kompetensi yang dapat meningkatkan posisi tawar PMI di pasar kerja Internasional. Dengan demikian, perlindungan diri PMI sendiri dapat lebih diwujudkan
Deteksi Dini dan Edukasi Psikososial Terhadap Pencegahan Resiko Bunuh Diri pada Remaja Junizar; Yuli Heirina Hamid
JKA Vol. 2 No. 1 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/yaq8xd34

Abstract

Pencegahan risiko bunuh diri pada remaja merupakan isu kesehatan mental yang sangat penting, mengingat tingginya angka bunuh diri di kalangan kelompok usia tersebut. Deteksi dini dan edukasi psikososial menjadi langkah kunci dalam mencegah tindakan bunuh diri dengan memberikan pemahaman kepada remaja tentang bagaimana mengenali gejala depresi, stres, dan masalah psikologis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran deteksi dini dan edukasi psikososial dalam pencegahan bunuh diri pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan survei untuk mengumpulkan data dari remaja di beberapa sekolah menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengikuti program deteksi dini dan edukasi psikososial memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik tentang tanda-tanda peringatan bunuh diri dan lebih siap untuk mencari bantuan. Selain itu, pendidikan tentang keterampilan koping psikologis seperti manajemen stres dan teknik relaksasi terbukti efektif dalam mengurangi kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri. Studi ini menekankan pentingnya pengintegrasian program pencegahan bunuh diri berbasis deteksi dini dan edukasi psikososial dalam sistem pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan mental remaja.
Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak Melalui  Sosialisasi Imunisasi, PMT (Demo Gizi), Dan PHBS Di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Duana, Maiza; Safrizal; Junizar; Miftahul Jannah
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan harapan sebagai generasi penerus bagi orang tuanya dan bagi bangsa, sehingga anak perlu dijaga dan diperhatikan tumbuh kembangnya agar kualitas tumbuh kembangnya menjadi baik terutama anak usia tiga tahun, karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan masih berlangsung dan pada tahapan ini pula terjadi lonjakan yang pesat terhadap tumbuh kembang anak, sehingga akan terbentuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Untuk pencapaian tumbuh kembang anak yang memadai, perlunya peran orang tua untuk melakukan berbagai hal dimulai dari pemberian asupan gizi yang baik, memberikan imunsasi lengkap untuk anak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tidak menghambat tumbuh kembang anak. Seperti halnya di Desa Pasi Pinang yang masih ditemukannya masyarakat yag kurang peduli dan memahami tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak baik itu dari segi imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan dan edukasi, kendala budaya dan kepercayaan serta faktor sosial dan ekonomi. Oleh karena itu Praktik Belajar Lapangan II       (PBL II ) ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak khususnya di Desa Pasi Pinang. Metode yang digunakan dalam kegiatan intervensi ini adalah transfer ilmu dengan memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya imunisasi, pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat, serta praktik pembuatan makanan tambahan (demo gizi) pada anak dengan cara yang mudah dan minim biaya kepada ibu-ibu masyarakat Desa Pasi Pinang. Dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya imunisasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang bagi ibu hamil (isi piringku), dan pembuatan PMT bagi anak yang mudah dan minim akan biaya dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan bagi masyarakat khusunya anak dan ibu-ibu Desa Pasi Pinang.
OVERVIEW OF SELF REGULATED LEARNING IN PANDEMI TIME IN AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM ISKANDAR MUDA BANDA ACEH STUDENTS Junizar; Adinda Amalia Zahra Lubis; Khairil Fauzan
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 3 No. 6 (2023): November
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v3i6.1183

Abstract

During the pandemic, students were forced to do online or online learning in accordance with government recommendations. The purpose of this study was to find out the description of self-regulating learning in students while studying online during the Covid 19 pandemic. This research is a quantitative research. Data collection tools in this study used a self-efficacy scale, parental support scale and self-regulating learning scale. This study used quantitative descriptive. There were 151 subjects in this research. The researcher conducted a T test with an alpha value of 0.05 and looked for a Z score from all the data obtained. The results of this study are that of a total of 151 subjects, there is high self-regulated learning in 55 female students, 6% while the male students were 44.4%. It can be concluded that the Iskandar Muda Kesdam Nursing Academy students have high self-regulated learning.