Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Cookies Berbahan Campuran Tepung Biji Nangka Puspitasari, Made Yanti; Koeswiryono , Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.621

Abstract

Eksperimen ini dibuat menggunakan campuran tepung biji nangka. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat bisa memanfaatkan biji nangka agar bisa dikreasikan dan dikembangkan lebih baik lagi oleh masyarakat, penelitian bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa biji nangka bisa di olah menjadi tepung dan bisa dijadikan bahan pangan alternatif yang dinilai dar segi rasa, aroma, warna, tesktur, daya tahan atau masa kadaluarsa, biaya produksi dan hasil minat konsumen pada cookies berbahan campuran tepung biji nangka ini. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana melakukan proses percobaan atau trial terlebih dahulu agar meghasilkan sebuah produk yang layak di konsumsi oleh masyarakat. Dalam penelitian ini mengambil data dengan cara menyebarkan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis pada topik dalam bentuk kuisioner lalu membagikan nya kepada 15 responden yang terdiri dari staff kitchen di double-six luxury hotel, mahasiswa/i Ipb Internasional dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cookies berbahan campuran tepung biji nangka memiliki rasa yang sangat enak, aroma yang sangat harum, tekstur yang renyah dan warna yang sangat menarik. Daya tahan dari cookies berbahan campuran tepung biji nangka ini dapat bertahan selama 1 bulan bila ditempatkan pada tempat yang kedap udara. Biaya produksi pada pembuatan cookies berbahan campuran tepung biji nangka ini menghabiskan biaya yaitu Rp. 34.404 yang sudah mendapatkan 1 resep atau 25 biji cookies. Dari hasil survey yang diperoleh menunjukan bahwa 10 dari 15 responden berminat untukmembeli cookies berbahan campuran tepung biji nangka jika dijual dipasaran. This experiment was made using a mixture of jackfruit seed flour. This study aims to make the community use jackfruit seeds so that they can be made better by the community, and aims to inform the public that jackfruit seeds can be processed into flour and can be used as alternative food ingredients which are assessed in terms of taste, aroma, color, texture, durability or expiration, production costs and results of consumer interest in cookies made from a mixture of jackfruit seed flour. In this study using an experimental method, which conducts an experimental process or trial first in order to produce a product that is suitable for consumption by the public. In this study, data were collected by distributing questions written on the topic in the form of a questionnaire and then distributing them to 15 respondents consisting of kitchen staff at double-six luxury hotels, International IPB students and the surrounding community. The results of this study indicate that cookies made from a mixture of jackfruit seed flour have a very good taste, very fragrant aroma, crunchy texture and very attractive color. The durability of cookies made from a mixture of jackfruit seed flour can last for 1 month when placed in an airtight place. The production cost of making cookies made from a mixture of jackfruit seed flour costs Rp. 34,404 who already get 1 recipe or 25 cookies. From the survey results obtained, it shows that 10 out of 15 respondents are interested in buying cookies made from a mixture of jackfruit seed flour if sold in the market.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Makanan Terhadap Kepuasan Tamu Marchelline , Rhea Irene; Koeswiryono , Dika Pranadwipa; Suadnyana , I Wayan; Susanta, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.676

Abstract

Strategi Tour and Travel dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pemandu Wisata Riyadi , I Putu Agus; Sutiarso , Moh. Agus; Koeswiryono , Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.680

Abstract

Jenis.penelitian menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi Menggunakan. Teknik analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspiration, dan Results). Alat analisis yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh perusahaan maka akan meningkatkan kepercayaan diri pemandu wisata dan juga wawasan maupun pengetahuan mereka yang mana akan sangat berdampak baik kedepannya bagi citra perusahaan. Selain itu dengan adanya program pelatihan ini juga akan meningkatkan loyalitas pemandu wisata. Karena berdasarkan pengetahuan penulis selama ini, sangat jarang yang namanya perusahaan Travel Agent memberikan program seperti ini. Dengan adanya kerjasama antara agent luar perlu bagi pemandu wisata meningkatkan kualitas pelayan bagi wisatawan. Dengan adanya reward kemungkinan besar pemandu wisata akan lebih loyal terhadap perusahaan.Bisa dikatakan kinerja pemandu wisata sudah sangat bagus, tetapi terkadang ada beberapa hal kecil yang menyebabkan kesalahan seperti datang terlambat dan cara berpakaian yang kurang rapi. This type of research is qualitative with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Using SOAR analysis technique (Strengths, Opportunities, Aspiration, and Results). The analytical tools used.are data. collection, data reduction, .data presentation, .and drawing conclusions. With the training provided by the company, it will increase the confidence of tour guides and also their insight and knowledge which will have a very good impact on the company's image in the future. In addition, this training program will also increase the loyalty of tour guides. Because based on the author's knowledge so far, it is very rare for Travel Agent companies to provide programs like this. With the cooperation between outside agents, it is necessary for tour guides to improve the quality of service for tourists. With a reward, it is likely that the tour guide will be more loyal to the company. It can be said that the performance of the tour guide has been very good, but sometimes there are some small things that cause errors such as arriving late and dressing that is not neat.
Pemanfaatan Jantung Pisang Klutuk Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Keripik Karta, I Nengah; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.684

Abstract

Keripik merupakan makanan ringan yang terbuat dari sayuran atau buah yang dibuat dalam proses penggorengan dan ditambahkan bumbu atau rempah. Keripik sering dijadikan cemilan dan digembari dikalangan masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas keripik dari jantung pisang klutuk dari segi rasa, warna, tekstur, dan aroma, uji daya tahan, biaya, dan uji minat calon konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas keripik jantung pisang klutuk dari berbagai aspek, seperti rasa, warna, tekstur, dan aroma, serta melakukan uji daya tahan, biaya produksi, dan minat calon konsumen. Metode penelitian menggunakan 30 orang panelis sebagai responden yang berpartisipasi dalam uji organoleptik untuk menilai rasa, warna, tekstur, dan aroma keripik. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang dikumpulkan melalui analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keripik jantung pisang klutuk mendapatkan penilaian yang sangat baik dari panelis. Rasa keripik dianggap sangat enak, warnanya menarik, memiliki tekstur renyah yang diinginkan, dan aroma yang harum. Selain itu, keripik juga memiliki daya tahan yang cukup baik, bisa bertahan selama 3-5 hari setelah pembuatan. Dalam hal biaya produksi, untuk membuat 10 bungkus keripik jantung pisang klutuk diperlukan biaya sebesar 71.000. Biaya ini meliputi bahan baku, pengolahan, dan kemasan. Sebanyak 26 orang menunjukkan minat tinggi jika keripik jantung pisang klutuk tersebut dijual di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa ada potensi pasar yang menjanjikan untuk produk ini. Dengan hasil penelitian yang positif ini, pemanfaatan jantung pisang klutuk sebagai bahan dasar pembuatan keripik menjadi sebuah alternatif yang menarik dalam industri makanan ringan. Selain memberikan kontribusi pada pengurangan limbah pertanian, keripik ini juga menawarkan nilai tambah dan potensi ekonomi yang menguntungkan. Selanjutnya, upaya pengembangan produk ini dapat melibatkan peningkatan produksi, strategi pemasaran yang tepat, dan penguatan kualitas produk untuk menjawab minat calon konsumen yang tinggi. Chips are a popular snack made from vegetables or fruits, fried and seasoned with various spices. They are commonly enjoyed as a light and crispy snack by the general public. The research aims to assess the quality of klutuk banana heart chips in terms of taste, color, texture, and aroma, as well as conducting tests on shelf life, production cost, and potential consumer interest. The study method involved 30 panelists who participated in a sensory evaluation to assess the taste, color, texture, and aroma of the banana heart chips. Data for the research was collected through quantitative analysis of primary data. The research findings indicated that the klutuk banana heart chips received high praise from the panelists. They were considered to have a delicious taste, attractive color, desired crispy texture, and a pleasant aroma. Moreover, the chips exhibited a reasonably good shelf life, lasting 3-5 days after production. In terms of production cost, it was determined that making 10 packs of klutuk banana heart chips required an expense of 71,000 units. This cost included raw materials, processing, and packaging. The study also revealed that 26 individuals showed a strong interest in purchasing the klutuk banana heart chips if they were available in the market. This demonstrates a promising market potential for the product. With these positive research outcomes, the utilization of klutuk banana heart as the main ingredient for making chips becomes an appealing alternative in the snack food industry. Besides contributing to reducing agricultural waste, these chips offer added value and economic potential. Further efforts in product development may involve increasing production, implementing effective marketing strategies, and enhancing the product quality to meet the high demand from potential consumers.
Implementasi SOP dalam Pelayanan Waitress di Restaurant Kirana, Kadek Candra; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.695

Abstract

Pelayanan merupakan aspek yang sangat penting dalam kualitas pelayanan. Pentingnya penerapan SOP di setiap restaurant yaitu untuk memperlancar proses jalannya kinerja seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan SOP pelayanan waitress di Deeva Restaurant dan untuk mengetahui kendala-kendala yang terjadi di Deeva Restaurant. Metode yang adalah observasi, dokumentasi dan wawancara dengan staff dan F&B Manager. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Deskritif Kualitatif. Berdasarkan dari hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar SOP sudah dilaksanakan. Namun, ada beberapa hal yang belum dilaksanakan. Diharapkam seluruh waitress/waiter agar lebih memperhatikan SOP yang sudah di tetapkan oleh hotel sehingga dalam memberi pelayanan ke tamu harus sesuai SOP yang sudah di tetapkan. Penelitian ini diharapakan dapat memberikan informasi mengenai prosedur pelayanan yang dilakukan di Deeva Restaurant Ubud Bali dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi saat memberikan pelayanan kepada tamu. Hal ini dilakukan untuk menghindari keluhan dari tamu sehingga restoran beroperasi dengan lancar. Service is a very important aspect in service quality. The importance of implementing SOP in every restaurant is to expedite the process of running one's performance. The purpose of this study is to determine the implementation of SOP for waitress service at Deeva Restaurant and to determine the obstacles that occur at Deeva Restaurant. The methods used are observation, documentation and interviews with staff and F&B Managers. The data analysis technique used is a Qualitative Descriptive. Based on the results of the study found that most SOP have been implemented. However, there are some things that have not been implemented. In the future, all waitresses / waiters pay more attention to the SOP set by the hotel so that in providing services to guests must be in accordance with the SOPs that have been set. This research is expected to provide information about service procedures carried out at Deeva Restaurant Ubud Bali and to find out what obstacles are faced when providing services to guests. This is done to avoid complaints from guests so that the restaurant operates smoothly.
Penerapan Standar Operasional Prosedur pada Food and Beverage Production dalam Dinner Section Artileri, Muhammad Adithyah Fahreza; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.698

Abstract

Standar Operasional Prosedur merupakan pedoman ataupun acuan dalam melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsinya. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan standar operasional prosedur Food & Beverage Production di Section Dinner Grand Hotel Mackinac Island. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan standar operasional prosedur Food & Beverage Production di Grand Hotel. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang meliputi gambaran umum mengenai Main Kitchen. Penelitian ini mengambil lokasi di Main Kitchen Grand Hotel. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dengan mengumpulkan data secara langsung dari sumbernya serta data sekunder di dapat dari buku dan jurnal. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan penulis mengambil kesimpulan bahwa, pada prinsipnya penerapan standar operasional pada Food & Beverage Production di Dinner Section Grand Hotel telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan panduan dari standar operasional prosedur, namun ada beberapa kendala dalam menerapkan standar operasional prosedur. Standard Operating Procedures are guidelines or references in carrying out work tasks according to their functions. In this study the researcher wanted to find out how the standard operating procedures for Food & Beverage Production were implemented at the Section Dinner Grand Hotel Mackinac Island. The purpose of this study was to determine the implementation of standard operating procedures for Food & Beverage Production at the Grand Hotel. The approach in this study is a qualitative approach which includes a general description of the Main Kitchen. This research took place in the Main Kitchen Grand Hotel. Sources of data in this study include primary data by collecting data directly from the source and secondary data obtained from books and journals. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, conclusions and data verification. Based on the results of the research that has been carried out, the authors conclude that, in principle, the implementation of standard operating procedures for Food & Beverage Production at the Dinner Section of the Grand Hotel has been carried out properly in accordance with the guidelines of standard operating procedures, but there are several obstacles in implementing standard operating procedures.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pembuatan Kue Tradisional Cenil Cahyani, Ni Putu Septia Dewi; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue tradisional cenil dengan penambahan ekstrak daun kelor dinilai dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur, daya tahan, biaya produksi yang diperlukan, serta minat konsumen. Penelitian ini menggunakan 3 formulasi penambahan ekstrak daun kelor yaitu P1 (25%), P2 (50%) dan P3 (75%). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan penelitian komparatif. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis kualitatif yang memaparkan daya tahan kue cenil dengan penambahan ekstrak daun kelor, dan analisis kuantitatif yang menjabarkan kualitas organoleptik, serta biaya produksi kue cenil dengan penambahan ekstrak daun kelor. Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa kue cenil dengan campuran 75% ekstrak daun kelor merupakan campuran yang paling tepat dengan kualitas warna menarik yaitu tidak terlalu pucat dan tidak terlalu pekat, aroma sangat sedap yaitu beraroma khas daun kelor, rasa sangat enak yaitu rasa enak dari daun kelor tersebut yang bercampur juga dengan rasa manis dari saus gula merah (kinca) dan rasa gurih dari kelapa parut, serta tekstur yang kenyal. Dalam uji daya tahan produk hanya dapat bertahan selama 1 hari bila disimpan dalam suhu ruangan. Dari analisis biaya produksi, adapun biaya produksi yang dibutuhkan sebesar Rp 29.285 dengan harga jual 50gr/kemasan sebesar Rp 1.000. This study aims to determine the quality of traditional cenil cakes with the addition of moringa leaf extract in terms of color, aroma, taste and texture, durability, required production costs, and consumer interest. This study used 3 formulations of the addition of moringa leaf extract, namely P1 (25%), P2 (50%) and P3 (75%). The type of data used in this study is using qualitative and quantitative data types with a comparative research approach. The data analysis technique used is qualitative analysis which describes the durability of cenil cake with the addition of moringa leaf extract, and quantitative analysis which describes the organoleptic quality, as well as the production cost of cenil cake with the addition of moringa leaf extract. The results of the organoleptic test showed that cenil cake with a mixture of 75% Moringa leaf extract was the most appropriate mixture with attractive color quality, not too pale and not too thick, very pleasant aroma, namely the distinctive aroma of Moringa leaves, very good taste, namely good taste from Moringa leaves. which is also mixed with the sweet taste of brown sugar sauce (kinca) and the savory taste of grated coconut, as well as a chewy texture. In the product endurance test, it can only last for 1 day when stored at room temperature. From the analysis of production costs, the required production costs are IDR 29,285 with a selling price of 50gr/pack of IDR 1,000.
Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur Breakfast Anggarayani, Ni Wayan Tutik; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.774

Abstract

The Kayon merupakan salah satu resort bintang 5 yang terletak di di daerah Ubud yang memiliki department food & beverage service yaitu KePitu Restaurant yang mengurus bagian makanan dan minuman untuk mencapai kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar operasional prosedur breakfast di KePitu Restaurant dan untuk memahami Standar Oprasional Prosedur food and beverages service KePitu Restaurant The Kayon Resort, standar operasional prosedur sangat penting untuk menunjang berjalannya suatu keberhasilan tugas yang maksimal selain itu penelitian ini juga untuk memahami proses pelaksanaan pelatihan dan pemahaman standar oprasional prosedur pelayanan setelah pelatihan kinerja pramusaji food and beverages service. Adapun Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi secara langsung dan studi wawancara karena penelitiaan ini merupakan penelitian analisis kualitatif deskriptif yang pengolahan datanya melalui observasi kinerja karyawan dan peserta pelatihan setelah dilakukan pelatihan.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pramusaji di KePitu Restaurant tidak sepenuhnya sudah menerapkan standar operasional yang berlaku, serta perlunya pengawasan dan memberlakukan briefing oleh head department restaurant dimulai dari tidak mengikuti peraturan yang ada atau tidak sejalan dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ada, dan kurangnya pengetahuan mengenai Standar Oprasional Prosedur (SOP) KePitu Restaurant. The Kayon is a 5 star resort located in the Ubud area which has a food & beverage service department, namely KePitu Restaurant which takes care of the food and beverage department to achieve customer satisfaction. This research aims to determine the application of standard operational procedures for breakfast at KePitu Restaurant and to understand the Standard Operational Procedures for food and beverages service at KePitu Restaurant The Kayon Resort. Standard operational procedures are very important to support maximum task success. Apart from that, this research is also to understand the process. implementation of training and understanding of standard operational service procedures after food and beverages service waitress performance training. The data collection technique in this research is through direct observation and interview studies because this research is a descriptive qualitative analysis research where the data is processed through observing the performance of employees and trainees after training. Based on the research results, it can be concluded that the waiters at KePitu Restaurant are not fully equipped. implementing applicable operational standards, as well as the need for supervision and enforcing briefings by the head of the restaurant department starting from not following existing regulations or not being in line with existing Standard Operating Procedures (SOP), and lack of knowledge regarding KePitu Restaurant Standard Operating Procedures (SOP).
Penerapan SOP Penyimpanan Bahan Makanan pada Kitchen Kanvaz Patisserie Kristian, Daniel; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.804

Abstract

Kualitas Puding Berbahan Campuran Extrak Bunga Rosella dan Susu Almond Yanti, Ni Kadek Ari Novi; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.816

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kualitas puding berbahan dasar bunga rosella dan susu almond untuk mengetahui kualitas pudding yang dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna, dan mengetahui ketahanan puding dalam suhu ruang dan suhu pendingin serta menganalisis seberapa besar pengeluaran yang dikeluarkan dalam pembuatan pudding bunga rosella. Manfaat dari penelitian ini untuk mengetahui pengembangan produk pudding sebagai inovasi baru sebagai cemilan sehat yang penuh serat dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji organoleptik kepada responden sebanyak 15 panelis dan melakukan observasi selama tujuh hari dengan masa penyimpanan pudding di suhu lemari pendingin serta lima hari deangan masa penyimpanan pudding di suhu ruang dengan uji organoleptik ( rasa, warna, tekstur, dan aroma ) didapatkan hasil bahwa pudding berbahan dasar bunga rosella diminati oleh masyarakat dan hasil penelitian menunjukan bahwa pudding bunga rosella mendapatkan point sebesar 75 poin dari segi rasa, tekstur, aroma dan warna hasil penelitian menunjukan bahwa pudding bunga roselladapat bertahan disuhu ruang selama 1 hari dan 3 hari di suhu pendingin biaya produk yang di hasilkan dalam pembuatan pudding bunga rosella ini adalah Rp 34.200 dan menghasilkan 15 buah produk dengan harga jual yaitu 2.500 per produk dengan demikian produk bunga rosella dapat dimanfaatkan dan diterima sebagai alternatif cara mengonsumsi extrak bunga rosella. This research investigates the quality of pudding made from rosella flowers and almond milk. Its objectives include assessing the pudding's quality in terms of taste, aroma, texture, and color, as well as determining its shelf life at room temperature and under refrigeration. Additionally, the study analyzes the production cost of rosella flower pudding. The primary benefit of this research is to promote pudding products as a novel and healthy innovation, rich in fiber. Quantitative methods were employed, involving organoleptic tests conducted by 15 panelists and a seven-day observation period, with the pudding stored under refrigeration for five days. Findings indicate that the public showed demand for pudding made from rosella flowers, with the research results awarding it a score of 75 points for taste, texture, aroma, and color. The research also suggests that rosella flower pudding can last for one day at room temperature and three days when refrigerated. The production cost for making rosella flower pudding is IDR 34,200, resulting in 15 products priced at IDR 2,500 each. Consequently, rosella flower products can be a viable and accepted alternative for consuming rosella flower extract.