Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DINAMIKA KEPEMIMPINAN WALI NAGARI DALAM MEMBENTUK WARGA KAMPUNG TANJUNG KOTO MAMBANG SUNGAI DURIAN Anisyah Rizki; Malta Nelisa; Syaifa Azurra Hamid; Tasya Rudinia Berty; Hanifa Aisyah; Wanda Wanda
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan Wali Nagari memiliki peran strategis dalam membentuk dinamika sosial dan meningkatkan partisipasi masyarakat di tingkat nagari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepemimpinan Wali Nagari Koto Mambang dalam membentuk warga Kampung Tanjung Koto Mambang Sungai Durian yang partisipatif dan harmonis. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Wali Nagari dijalankan dengan mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan informasi, serta kolaborasi dengan masyarakat dan perangkat nagari. Kepemimpinan yang adil dan tidak diskriminatif mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah nagari. Keterbukaan informasi mendorong komunikasi dua arah yang efektif antara pemerintah dan warga, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Selain itu, pemanfaatan kearifan lokal dan musyawarah terbukti efektif dalam mengelola konflik sosial. Meskipun menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi sebagian masyarakat, Wali Nagari menerapkan strategi komunikasi persuasif dan pendekatan personal untuk meningkatkan keterlibatan warga.
Makna dan Tradisi Khatam Kaji di Nagari Tabek Patah Kecamatan Salimpauang Kabupaten Tanah Datar: The Meaning and Tradition of Khatam Kaji in Nagari Tabek Patah, Salimpauang District, Tanah Datar Regency Syauzan Nabila; Jessica Aprilia; Riya Fatmawati; Malta Nelisa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9909

Abstract

Tradisi Khatam Kaji merupakan bagian penting dari kehidupan religius masyarakat Minangkabau, termasuk di Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpauang, Kabupaten Tanah Datar. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan selesainya pendidikan dasar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pewarisan nilai adat dan agama. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna budaya dan nilai-nilai sosial-keagamaan yang terkandung dalam tradisi tersebut, serta memahami alasan masyarakat mempertahankannya. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khatam Kaji dipahami sebagai wujud rasa syukur, proses inisiasi anak ke dalam komunitas religius, serta media memperkuat hubungan sosial melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. Dengan demikian, Khatam Kaji di Tabek Patah merupakan perpaduan harmonis antara ajaran Islam dan adat lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat.
Plank Sampah, Goro, dan Tanaman TOGA Aksi Nyata dalam Menjaga Kebersihan dan KelestarianLingkungan M. Gilang Mulya Putra; Malta Nelisa; Imratul Husna; Hamila Zakiyatu Sholeha; Muhammad Hidayat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service program titled "Educational Signage, CommunalWork (Gotong Royong), and TOGA Plants" was conducted as part of theCommunity Service Program (KKN) to foster public awareness regardingenvironmental cleanliness and sustainability. This program was motivatedby issues regarding suboptimal waste management and the lack ofproductive land utilization in the area. The implementation methodemployed a participatory approach, actively involving village residents as partners in three main activities: (1) installing educational signage; (2) conducting communal work (Gotong Royong) for cleaning and socialstrengthening; and (3) planting Family Medicinal Plants (TOGA). The results demonstrated a positive community response, evidenced bybehavioral changes such as increased discipline in waste disposal, activeparticipation in communal activities, and enthusiasm for cultivatingmedicinal plants. This program concludes that an educational andapplicative approach is effective in shaping environmental awareness andencouraging sustainable family health independence.
Transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Di Nagari Kampung Tanjung Koto Mambang Sungai Durian Menuju Era Digital Malta Nelisa; Cici Amelia; Fariska Ananta Gusti; Reva Azzahra Fadhilla; Ghina Rahdatul Fauziah; Aldev Alfika
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Tanjung Koto Mambang Sungai Durian (KKS) tema transformasi UMKM menuju era digital dengan menitikberatkan pada sosialisasi dan praktik langsung penggunaan media digital sebagai sarana pemasaran. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha lokal beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam memasarkan produk secara lebih luas melalui platform digital. Melalui kegiatan pendampingan, pelatihan, dan promosi, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya digitalisasi sebagai strategi meningkatkan daya saing usaha. Pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran serta minat pelaku UMKM dalam mengaplikasikan teknologi digital untuk mendukung keberlanjutan bisnis mereka
Survei Konsumsi Digital dan Literasi Media Warga Koto Mambang Ridho Saputra; Malta Nelisa; Muhammad Fauzan; Tarisa Adestri; Erli Elviana; Intan Dafriani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the patterns of digital consumption and the level of media literacy among the residents of Koto Mambang Village. Using a descriptive quantitative approach, data were collected through structured questionnaires distributed to 31 randomly selected respondents aged 15 years and above, complemented by brief interviews with selected participants. The findings indicate that internet usage is relatively high, with most respondents purchasing data packages monthly. WhatsApp emerged as the most dominant platform, followed by TikTok, YouTube, and Instagram. In terms of information literacy, over half of the respondents demonstrated critical awareness by verifying the truth of information before sharing it, while a smaller portion still relied on others’ opinions or spread information without verification. Although nearly half of the participants were familiar with fact-checking methods, a significant proportion remained unaware or only partially understood how to implement them. These results highlight that digital literacy in Koto Mambang Village has developed, yet disparities in knowledge and verification practices persist. Further educational initiatives are necessary to strengthen media literacy skills, particularly through participatory training programs that provide practical guidance on verifying online information
Atik Tolak Bala Sebagai Tradisi Budaya Dan Syiar Kegamaan Masyarakat Minangkabau Malta Nelisa; Nadia Safira; Nofridahlia Bunga Sari; Elfia Yurisma; Chindy Venesia; Fitri Mulya
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Atik Tolak Bala dengan pawai 1000 obor yang dilaksanakan pada malam 1 Muharram 1447 H di Kampung Tanjung Koto Mambang merupakan bentuk integrasi antara nilai kebudayaan lokal Minangkabau dan praktik keagamaan Islam. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai peringatan Tahun Baru Hijriah, tetapi juga sebagai ritual doa bersama yang bertujuan memohon perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan melibatkan prosesi adat, pembacaan doa tolak bala, zikir bersama, serta lantunan shalawat yang mencerminkan kekuatan spiritual dan kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal-usul dan makna simbolik tradisi Atik Tolak Bala, makna obor sebagai simbol spiritual dan kultural, peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam pelestarian nilai budaya dan keagamaan, serta dampak tradisi terhadap kesadaran religius dan penguatan identitas lokal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, penyebaran kuesioner kepada pemuda setempat, serta dokumentasi foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mampu memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan, serta menjadi media yang efektif dalam penanaman nilai moral, sosial, dan spiritual di tengah masyarakat
Pelestarian Tradisi Atik Tolak Bala Di Nagari Kampung Tanjung Koto Mambang Sungai Durian (KKS) Dalam Perspektif Teori Aksi Kolektif Aqilla Tri Septi; Malta Nelisa; Intan Pertiwi; Amelia Putri Hendrina; Lifya Aleandri; Anisa Khairani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Atik Tolak Bala merupakan salah satu tradisi masyarakat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Nagari Kampung Tanjung Sungai Durian sebagai bentuk upaya menjaga warisan budaya dan keyakinan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelestarian tradisi Atik Tolak Bala serta mengkaji makna dan peran tradisi tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi literatur, observasi langsung pada pelaksanaan tradisi, serta wawancara secara daring dengan dua orang pemuda sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Tradisi Atik Tolak Bala terlihat melalui partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan, pewarisan nilai budaya dan identitas kolektif, serta keyakinan spiritual yang mendorong keberlanjutan tradisi. Selain itu, dukungan sosial berupa peran tokoh adat, perangkat nagari, serta kontribusi masyarakat dalam bentuk iuran dan kerja sama turut memperkuat keberlangsungan tradisi ini. Tradisi Atik Tolak Bala tidak hanya berfungsi sebagai ritual tolak bala, tetapi juga sebagai sarana penguatan solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat nagari.