Fitriah M. Suud
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEREMPUAN ISLAM DALAM SEJARAH KERAJAAN ACEH DARUSSALAM (1641-1699 M) Fitriah M. Suud
Serambi Tarbawi Vol 3, No 1 (2015): Serambi Tarbawi
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.786 KB) | DOI: 10.32672/tarbawi.v3i1.1238

Abstract

Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan antara manusia, baik antara laki-laki dan wanita maupun antar bangsa, suku dan keturunan. Banyak ayat al-Qur’ân telah menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan adalah semartabat sebagai manusia, terutama secara spiritual  (Q.S. 9:112, 66:5). Namun demikian, meskipun al-Qur’ân adalah kitab suci yang kebenarannya abadi, penafsirannya tidak bisa dihindari sebagai suatu yang relatif. Perkembangan historis berbagai mazhab kalam, fiqh dan tasawuf merupakan bukti positif tentang kerelatifan penghayatan keagamaan umat Islam. Pada suatu kurun, kadar intelektualitas menjadi dominan. Pada kurun lainnya, kadar emosionalitas menjadi menonjol. Itulah sebabnya persepsi tentang wanita di kalangan umat Islam khususnya mufassir juga berubah-ubah dari zaman ke zaman. Terlepas dari pemikiran para mufasir atau tokoh-tokoh agama dalam melihat persoalan ini, di sini kita melihat kenyataan yang pernah terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam belasan abad yang silam (1641-1699). Ada beberapa perempuan tampil sebagai pemegang tampuk pemerintahan yang dikenal sebagai Sultanah (ratu).  Ratu-ratu tersebut memerintah sebuah kerajaan yang besar menurut masanya yang merupakan sebuah kebenaran sejarah.
Finding Meaning in Disappointment: The Integration of Tafakkur and Tadzakur as Adolescent Emotional Regulation Strategies in Islamic Psychology Aziz, Akbar Nur; Halim Purnomo; Fuad Nashori; Fitriah M. Suud
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 21 No. 2: December 2025
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v21i2.27808

Abstract

Disappointment is one of the most prevalent negative emotions experienced by adolescents and can disrupt psychological well-being if not properly managed. This study aims to develop an integrative Islamic model of emotion regulation based on the Qur’anic concepts of tafakkur (cognitive reappraisal) and tadzakkur (spiritual meaning-making). Employing a qualitative approach, this research employed a literature study method and a thematic analysis of Qur’anic verses containing the expressions "la’allakum tatafakkarun" and "la’allakum tadzakkarun."  Data were examined through classical-to-modern interpretations and connected with contemporary psychological theories, including Gross’s emotion regulation framework, Pargament’s religious coping, and Park’s meaning-making model. The findings demonstrated that tafakkur functions as a rational-reflective process that allows individuals to reinterpret disappointment, while tadzakkur strengthens emotional recovery by reconstructing meaning through divine awareness and remembrance. Both serve as complementary mechanisms for cognitive and spiritual regulation, promoting emotional resilience and holistic well-being in Muslim adolescents. This study provides a conceptual contribution to Islamic Psychology by bridging Qur’anic epistemology and modern psychological theory. It also suggests that the integration of tafakkur and tadzakkur can be applied in character education and spiritually-based counseling interventions to help adolescents manage emotional distress constructively.