Articles
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Pendekatan Saintifik
Herina Yunita;
Sri Martini Meilanie;
Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v3i2.228
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis anak kelas B2 di TK Pertiwi 3 Palembang. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B2 TK Pertiwi 3 kota Palembang yang berjumlah tujuh belas orang anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriftif kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh presentase keampuan berfikir kritis anak pada pra siklus sebesar lima puluh persen. Pada Pra siklus kemampuan berfikir kritis anak berada pada kategori mulai berkembang (MB). Pada siklus I (TCP) kemampuan berfikir kritis anak berada pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Pada siklus II tingkat capaian anak rata-rata berada pada kategori berkembang sangat baik (BSB). Terlihat adanya peningkatan kemampuan berfkir kritis anak meningkat mulai dari pra siklus, siklu I, dan siklus II.
Pengenalan Ecoliteracy pada Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita
Masyunita Siregar;
Sri Martini Meilanie;
Agung Purwanto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.700
Permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh tangan jahil manusia semakin banyak, khususnya permasalahan sampah. Hal ini didukung fakta yang disampaikan direktur pengelolaan sampah kementrian lingkungan hidup dan kehutanan bahwa 72 % masyarakat Indonesia kurang peduli dengan masalah sampah dan komposisi sampah plastik terus mengalami peningkataan tepatnya tahun 2015 angka persentase kenaikan sampah plastik mencapai 11%. Pemahaman untuk menjaga keseimbangan lingkungan alam (ecoliteracy ) perlu diberikan sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu cara pengenalan ecoliteracy pada anak usia dini adalah melalui metode bercerita. Studi literatur menunjukkan bahwa cerita adalah strategi yang dapat digunakan untuk mengenalkan ecoliteracy melalui alur cerita, pesan moral dan emosi dari cerita yang diceritakan kepada anak. Pemahaman ecoliteracy tidak hanya tentang kognitif tetapi juga tentang emosional, tindakan dan spirit dan hal tersebut dapat diberikan melalui metode bercerita.
Kemandirian dan Kedisplinan Anak yang Diasuh oleh Orangtua Pengganti
Yasinta Maria Fono;
Lara Fridani;
Sri Martini Meilani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v3i2.245
Penelitian ini bertujuan untuk mencermati kemandirian dan kedisplinan anak usia 4-6 tahun yang diasuh oleh orangtua pengganti. Subyek penelitian adalah kakek dan nenek yang berperan sebagai orangtua pengganti. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan hasil catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Campbell. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian dan kedisplinan pada anak usia 4-6 tahun di dibentuk oleh pola pengasuhan orangtua pengganti. Orangtua pengganti menanamkan sikap mandiri kepada anak membiarkan anak melakukan aktivitas sehari-harinya sendiri seperti makan, mandi, me rapihkan tempat tidur, memakai seragam, memakai sepatu dan kesekolahpun sendiri. Kesimpulannya bahwa anak yang mandiri dan disiplin tidak bisa terbentuk sendiri atau tidak terjadi begitu saja tanpa adanya stimulasi dari orangtua.
Peranan Storytelling dalam Pengembangan Kemampuan Berbicara pada Anak Usia 4-5 Tahun
Anggita Maharani Rambe;
Tjipto Sumadi;
R. Sri Martini Meilani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.1121
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara, keterkaitan dan efektivitas kegiatan storytelling dapat berperan terhadap pengembangan kemampuan berbicara pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur. data yang diperoleh peneliti bersumber pada hasil penelitian, buku, maupun data-data yang telah ada yang kemudian hasil dan literatur tersebut dideskripsikan atau ditelaah kembali. Keterkaitan storytelling atau bercerita terhadap kemampuan berbicara pada anak dapat terlihat berdasarkan peningkatan penguasaan jumlah kosa kata, merangsang daya imajinasi dan kreativitas anak, melatih keterampilan belajar bahasa dan ekspresi verbal, meningkatkan komunikasi lisan, mendorong anak untuk lebih ekspresif yang mendukung perkembangan mendengarkan anak berfungsi dengan baik untuk membantu kemampuan berbicara anak yang diwujudkan dalam kosa kata, kemampuan mengucap kata, dan merangkai kalimat yang digunakan anak dalam mengkomunikasikan pikiran atau perasaannya dengan jelas dalam kegiatan berbicara
Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Yoga Aditia Ragil;
Sri Martini Meilani;
Zarina Akbar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v4i2.420
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) belum menjadi prioritas oleh sebagian besar Perguruan Tinggi bila dibandingkan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan SPMI dan SPME merupakan bagian dari suatu sistem. Diduga SPMI oleh sebagian Perguruan Tinggi tidak memberikan dampak yang signifikan seperti SPME dimana Perguruan Tinggi akan mendapatkan hasil Akreditasi. Penelitian ini dilakukan pada periode Agustus sampai dengan Desember 2019. Tujuan penelitian ini dalam rangka mengevaluasi Program SPMI yang dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terakreditasi C. Metode pengkajian dilakukan menggunakan pendekatan sistem meliputi aspek konteks, input, proses, dan output, dengan mengacu kepada studi literatur pada hasil-hasil penelitian yang relevan. Hasil pelaksanaan SPMI pada prodi PAUD sudah berjalan dengan baik, bila dibandingkan dengan PPEPP seluruh aspek sudah ditahap pelaksanaan. Rekomendasi evaluasi SPMI pada penelitian ini ditujukan kepada tiga pemangku kepentingan yaitu Direktorat Penjaminan Mutu, Lembaga Penjaminan Mutu tingkat Universitas, dan pimpinan Program Studi.
Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Makan (Studi Kasus di Raudhatul Athfal Istiqlal Jakarta)
Yossi Srianita;
Maruf Akbar;
Sri Martini Meilanie
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v4i1.277
Tujuan penelitian secara umum adalah untuk memahami secara mendalam dan mendeskripsikan pembentukan karakter dalam pendidikan makan di Lembaga PAUD Istiqlal Jakarta Pusat. Objek penelitian ini adalah anak yang berada pada rentang usia 4-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen model Miles dan Huberman, yaitu: 1) data condensation, 2) data display and 3) conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan karakter makan ditentukan tidak hanya oleh peran Guru seperti peran guru pada pembentukan karakter dalam kegiatan makan diantaranya: 1) Guru sebagai tauladan atau modelling. 2) guru sebagai pengamat atau observer, 3) guru sebagai pendukung, 4) guru sebagai fasilitator, 5) guru sebagai evaluator, tetapi peran orangtua seperti 1) memberi tauladan kepada anak-anak tentang bagaimana sikap makan yang tepat, seperti mengambil makanan sesuai kebutuhan dan bertanggungjawab menghabiskan makanan yang telah diambil. 2) memberi contoh dalam perilaku sosial saat makan dalam kelompok atau keluarga, sehingga anak-anak memperoleh pembelajaran penting tentang sikap sosial seperti: berkomunikasi efektif dengan setiap anggota keluarga. Dapat disimpulkan bahwa kedua peran tersebut akan dapat membentuk karakter yang sangat baik untuk anak anak dan proses tersebut akan tertanam dalam jangka panjang
Pengembangan Media Grafis untuk Pengenalan Life Science pada Anak Usia Dini
Halimatus Halimatus;
Lara Fridani;
Sri Martini Meilani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v4i1.318
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media grafis untuk pengenalan life scence Kupu-kupu pada anak usia 5-6 tahun dengan metode penelitian Research Development/ RD. Studi ini menggunakan metode model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data dikumpulkan melalui analisis kebutuhan (studi literatur, analisis komparatif, wawancara observasi), angket untuk pakar. Hasil penelitian uji draft media grafis menunjukkan bahwa dalam pembelajaran life science kehidupan Kupu-kupu dinilai cukup berhasil setelah menggunakan media grafis dibanding dengan metode konvensional hal ini di lihat dari catatan pelaksannan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksaan pembelajaran dan evaluasi. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa media grafis layak digunakan untuk meningkatkan pengenalan kehidupan Kupu-kupu pada anak usia 5-6 tahun di Kabupaten Musi Banyuasin provinsi Selatan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
R. Sri Martini Meilanie;
Nana Aminah
Perspektif Ilmu Pendidikan Vol 20 No XI (2009): Perspektif Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.881 KB)
|
DOI: 10.21009/PIP.202.7
The main objective of this research was to describe objectively the implementation of Total Quality Management (TQM) to improve education quality. To meet the objective a case study was conducted in AlMuslimin Primary School , Tambun, Bekasi. in 200xxx. employng descriptive method. Data were collected by using interview and observation tecniqes and analyzed descriptively to answer the research questions. The research was focused to answer three research question. Beside being able to give clear and objective description of TQM implementation in AlMuslimin Primary School as the research findings, the research found that TQM could improve the eduaction quality in the school under identified certain conditions. To optimoza the quality education by using TQM, the research provided a number of recommendations.
Pembelajaran yang terinspirasi STEAM: Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis melalui Video Tutorial
Endang Yanuarti Rahayu;
Yuliani Nurani;
Sri Martini Meilanie
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4228
STEAM menawarkan banyak manfaat dalam proses pembelajaran bagi anak kecil atau usia dini. Penelitian ini bertujuan dalam mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis bagi anak-anak dalam pembelajaran STEAM dengan perantara video tutorial. Pembelajaran STEAM melalui video tutorial mengintergrasikan lima konten pembelajaran dalam satu kegiatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ADDIE dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini meliputi 10 anak usia 5-6 tahun dan 2 orang guru pada lembaga non formal wilayah Bekasi Timur Kota Bekasi yaitu SPS Asoka. Hasil penelitian secara keseluruhan memperlihatkan bahwasanya pembelajaran STEAM bisa mengembangkan keterampilan untuk kritis dalam berfikir anak dilihat dari hasil persentase rata-rata observasi ke-1 dan ke-2 serta dilanjutkan hasil angket kelayakan video tutorial diperoleh video layak digunakan dalam pembelajaran STEAM untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis anak. Secara implikasi, untuk mengembangkan pemikiran kritis, salah satu dari empat keterampilan dasar (4C) pembelajaran STEAM, pendidik, peneliti, dan pembuat kebijakan menyediakan pengalaman belajar STEAM di indoor maupun outdoor bagi peserta didik.