Ika Zenita Ratnaningsih
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Jl Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 47 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

IKLIM PSIKOLOGIS DAN KUALITAS PELAYANAN PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RSUD TUGUREJO SEMARANG Sari, Lana Meutia; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.182 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim psikologis dan kualitas pelayanan pada perawat instalasi rawat inap RSUD Tugurejo Semarang. Kualitas pelayanan merupakan perilaku perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan standar dan ukuran yang berlaku untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pasien sesuai dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan peralatan yang memenuhi standar. Iklim psikologis merupakan persepsi individu terhadap lingkungan organisasi meliputi lingkungan kerja, kepemimpinan, tim kerja dan peran serta karakteristik pekerjaan yang mampu mempengaruhi perilaku individu organisasi. Teknik Sampling menggunakan simple random sampling dengan subjek penelitian sebanyak 75 perawat. Pengumpulan data menggunakan Skala Iklim Psikologis yang terdiri dari 48 aitem (α= 0,962) dan Skala Kualitas Pelayanan yang terdiri dari 34 aitem (α= 0,932). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi sederhana dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,617 dan p= 0,00. Hasil menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti yaitu, terdapat hubungan positif antara iklim psikologis dan kualitas pelayanan dapat diterima. Semakin positif iklim psikologis yang dimiliki perawat, maka semakin baik pula kualitas pelayanan yang akan diberikan. Sumbangan efektif iklim psikologis terhadap kualitas pelayanan sebesar 38,1% sedangkan 61,9% dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkapkan penelitian ini.
GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, JENIS GENERASI, DAN PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT PADA KARYAWAN PT. X KARAWANG Mangundjaya, Werdhi H; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.148 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15185

Abstract

Kepemimpinan merupakan hal penting dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan psychological empowerment, serta melihat generasimana yang memiliki psychological empowerment tinggi. Psychological empowerment adalah keadaan kognisi yang aktif dirasakan individu, terdiri dari kumpulan konstruk kognitif seperti motivasi, pengalaman, persepsi, dankeyakinan diri individu dalam mengontrol tujuan dan cara untuk mencapai tujuan tersebut yang dibentuk oleh lingkungan sosial dan politik individu. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 karyawan PT. X yang terdiri darilima divisi, yaitu Paper – Rotogravure, Offset, Admin, Marketing. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Gaya Kepemimpinan Transformasional dari Bassdan Avolio (MLQ 5X) (19 aitem, α = .92) dan Skala Psychological Empowerment dari Spreitzer (16 aitem, α = .90). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan psychological empowerment (r xy = .47; ( p < .001), yang berarti bahwa semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional atasanmaka semakin tinggi psychological empowerment yang ditunjukkan karyawan. Gaya kepemimpinan transformasional memberikan sumbangan efektif sebesar 22% terhadap psychological empowerment. Sisa 78% merupakan sumbangan faktor-faktor lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini.Uji t menunjukan t(98)=.54 p = 0,59 (p>.05) sehingga tidak terdapat perbedaan nilai psychological empowerment yang signifikan pada generasi X dan Y. Saran untuk peneliti selanjutnya agar mempertahankan keutuhan aitem dalam skala adaptasi.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PENSIUN PADA KARYAWAN DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII UNIT USAHA BETUNG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Ahmad, Fandi; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.658 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15376

Abstract

Masa pensiun merupakan masa peralihan dari bekerja menjadi memiliki banyak waktu luang. Pensiun seringkali menimbulkan kecemasan karena individu sulit menyesuaikan diri dari bekerja menjadi tidak bekerja. Oleh karena itu karyawan perlu memiliki kemampuan bersikap fleksibel dan memaknai secara positif masa pensiun yang akan dihadapi, hal tercakup dalam kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi pensiun pada karyawan di PT Perkebunan Nusantara VII Betung. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 105 karyawan masa persipan pensiun yang bekerja di PT Perkebunan Nusantara VII Betung dengan rentang usia 50 sampai 55 tahun. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan Skala Kecerdasan Spiritual (40 aitem, α = 0,944) dan Skala Kecemasan Menghadapi Pensiun (28 aitem, α = 0,920). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi pensiun (rxy = -0,724; p < 0,001) yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah kecemasan menghadapi pensiun. Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif terhadap kecemasan menghadapi pensiun sebesar 52,4%, sedangkan 47,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Ramadhan, Rachmat; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.844 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15147

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan intensi berwirausaha pada Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.Subjek penelitian adalah 141 mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan datamenggunakan Skala Intensi Berwirausaha (28 aitem, α = .877) dan Skala Psychological Capital (19 aitem, α = .874). Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan angka koefisien korelasi sebesar r = .565 dengan nilai p = .000(p<.001). Tingkat signifikansi sebesar p = .00 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif sigmifikan antara psychological capaital dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Peternakandan Pertanian Universitas Diponegoro. Psychological Capital memberikan sumbangan efektif terhadap Intensi Berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pternakan dan Pertanian Universitas Diponegorosebesar 31.9% dan sisanya 68.1 % dipengaruhi oleh faktor- faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN WORK-FAMILY CONFLICT PADA PEGAWAI WANITA UNIT PELAKSANA TUGAS PENUNJANG DI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (BPK RI) AINI, AFINA QURRATA; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.039 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26527

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat hubungan empiris antara kepribadian hardiness dengan work-family conflict pada pegawai wanita unit pelaksana tugas penunjang di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Kantor Pusat Jakarta. Work-family conflict adalah sebuah kondisi ketidakseimbangan yang dialami individu dimana saat menjalankan peran dan tanggung jawab di dalam keluarga terganggu oleh peran yang dimiliki di dalam pekerjaan karena adanya konflik waktu, tenaga dan perilaku.Hardiness adalah karakterisik kepribadian yang ditandai dengan adanya kemampuan dalam memiliki kontrol diri yang baik, berkomitmen dan aktif pada hal yang ditekuni, serta melihat situasi atau tantangan sebagai hal positif untuk mengembangkan dirinya.Populasi pada penelitian ini adalah pegawai wanita yang telah berkeluarga dengan minimal masa kerja satu tahun di BPK RI Kantor Pusat Jakarta berjumlah 193 dengan sampel penelitian berjumlah 80 orang. Teknik pengambilan sampel  menggunakanconvenience sampling. Alat ukur yang digunakan Skala Work-family conflict (α= 0,906) dan Skala Hardiness (α= 0,856). Analisis data menggunakan uji korelasi Spreaman’s Rank. Hasil uji hipotesis menunjukan rxy = -0,444 ,p=0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukan hubungan negatif antara variabel hardiness dengan work-family conflict.Semakin tinggi skor hardiness maka semakin rendah work-family conflict, sebaliknya semakin rendah skor hardiness maka semakin tinggi work-family conflict yang dialami subjek.Kata kunci: Work-family conflict, kepribadian hardiness, pegawai wanita
LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RSUD CIDERES MAJALENGKA Latief, Pratiwi Marini; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.737 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Leader Member Exchange (LMX) dengan kesejahteraan psikologis pada perawat rawat inap di RSUD Cideres Majalengka dan seberapa besar sumbangan efektif Leader Member Exchange (LMX) terhadap kesejahteraan psikologis. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 107 perawat rawat inap yang bekerja di RSUD Cideres Majalengka dengan masa kerja minimal satu tahun. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan Skala Leader Member Exchange (LMX) (32 aitem, α = 0,925) dan Skala Kesejahteraan Psikologis (36 aitem, α = 0,940). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan menunjukkan nilai koefisien korelasi rxy = 0,550; p = 0,000 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan positif antara Leader Member Exchange (LMX) dengan kesejahteraan psikologis yang berarti bahwa semakin positif Leader Member Exchange (LMX) maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis. Leader Member Exchange (LMX) memberikan sumbangan efektif terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 30,2%, sedangkan 69,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Wulandari, Saktiari Marieta; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.62 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Leader Member Exchange (LMX) dengan Work Engagement pada perawat instalasi rawat inap di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Sampel berjumlah 105 perawat yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah Skala Work Engagement (28 aitem valid, α= 0, 918) dan Skala Leader Member Exchange (LMX) (26 aitem valid, α=0,932). Analisis korelasi Spearman’s menunjukkan nilai rxy = 0,648 dan p=0,000 (p<0,001). Hasil ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara Leader Member Exchange (LMX) dengan work engagement. Semakin positif Leader Member Exchange (LMX) maka semakin tinggi pula Work Engagement. Leader Member Exchange (LMX) memberikan sumbangan efektif sebesar 42% terhadap work engagement, sedangkan sisanya sebesar 58% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI BERAKREDITASI A DI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Wulandari, Eka; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.097 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15173

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan dasar untuk menjadi individu yang bertanggung jawab, penuh perhatian, serta optimis sehingga mampu mengatasi masalah dalam kehidupan. Keterikatan kerja adalah keadaan pikiran yang positif berkaitan dengan pekerjaan ditandai dengan adanya energi, dedikasi, dan penghayatan. Tujuan penelitian adalah mengamati apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan keterikatan kerja pada Guru Sekolah Menengah Atas berkareditasi A di kecamatan Ngaliyan kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 guru, dengan sampel 62 guru yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah Skala Keterikatan Kerja (33 aitem valid, α= 0,937) dan Skala Kecerdasan Emosional (43 aitem valid, α=0,944). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy =0,703 dan p=0,000 (p<0,001). Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi pula keterikatan kerja, dan sebaliknya. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 49,4% dalam mempengaruhi keterikatan kerja, sedangkan sisanya sebesar 51,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN PERILAKU INOVATIF KARYAWAN NON PROSES (SUPPORTING) PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK PLANT PALIMANAN Octavia, Ayu; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.593 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan perilaku inovatif karyawan non proses (supporting) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Palimanan. Perilaku inovatif merupakan perilaku karyawan untuk memperkenalkan tentang ide-ide yang dianggap baru pertama kali dicetuskan dalam sebuah organisasi mengenai proses, produk, atau prosedur kepada kelompok kerja atau organisasi untuk memperoleh keuntungan. Sampel penelitian ini adalah 87 karyawan tetap di bagian non proses (supporting), terdiri dari empat departemen, yaitu Human Resources – General Affair (HR-GA), Technical Service Department (TSD), Safety, Health, Environment (SHE), dan Supply. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Gaya Kepemimpinan Transformasional (46 aitem; α = 0,974) dan Skala Perilaku Inovatif (30 aitem; α = 0,889). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan perilaku inovatif karyawan (rxy= 0,226; p = 0,036). Gaya kepemimpinan transformasional memberikan sumbangan efektif sebesar 5% terhadap perilaku inovatif.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN WORK-LIFE BALANCE PADA KARYAWAN PT. BPR KUSUMA SUMBING DI JAWA TENGAH Puspitasari, Krisdianti Adinda; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.392 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dengan work-life balance pada karyawan PT. BPR Kusuma Sumbing di Jawa Tengah. Perceived Organizational Support merupakan pandangan karyawan bahwa perusahaan memberikan kesejahteraan pada setiap karyawan dengan kontribusi yang telah diberikan karyawan kepada perusahaan. Work-Life Balance merupakan suatu keseimbangan antara peran dalam pekerjaan dengan peran dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Subjek dalam penelitian ini adalah 111 karyawan PT. BPR Kusuma Sumbing. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Perceived Organizational Support (15 aitem, α = 0,854) dan Skala Work-Life Balance (21 aitem, α = 0,870). Hasil analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,520 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara perceived organizational support dengan work-life balance. Semakin positif perceived organizational support, maka semakin tinggi pula work-life balance dan sebaliknya. Perceived organizational support memberikan sumbangan efektif sebesar 27% pada work-life balance, sedangkan 73% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.