Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KEBIASAAN PENYAJIAN MAKANAN OLEH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PICKY EATER PADA BALITA Heppy Rina Mardiana; Ratih Kusuma Wardhani; Desy Dwi Cahyani
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 1 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ez-sci-bin.v1i2.69

Abstract

Penyajian makanan oleh orang tua, meliputi variasi menu serta pemaksaan saat anak makan dapat mempengaruhi pemenuhan nutrisi anak. Kesalahan orang tua dalam penyajian makanan dapat menyebabkan balita mengalami picky eater. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan penyajian makanan oleh orang tua dengan kejadian picky eater pada balita di Dusun Banjartengah, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini merupakan Analitik observasional. Didapatkan ada hubungan penyajian makanan oleh orang tua terhadap kejadian picky eater pada balita. Saat anak mendapati suasana yang tidak menyenangkan ketika makan, dapat berdampak anak mengalami picky eater atau melakukan GTM (gerakan tutup mulut) ketika makan.
Pengaruh Edukasi Stimulasi Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun Terhadap Pengetahuan Ibu di Pos Paud Ade Irma Suryani Anggia Nur Fadhilah; Suprapti Suprapti; Desy Dwi Cahyani
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.99

Abstract

Stimulasi merupakan salah satu kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi. Ibu sebagai pengasuh terdekat anak harus mengerti akan stimulasi yang tepat untuk anaknya. Kurangnya informasi dan ketidakpahaman ibu akan pentingnya stimulasi dalam proses tumbuh kembang anak menjadi salah satu faktor penyebab keterlambatan anak. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan edukasi stimulasi perkembangan anak usia 3-4 tahun. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan anak usia 3-4 tahun terhadap pengetahuan ibu di Pos PAUD Ade Irma Suryani. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan one grup pretest posttest design without control grup. Teknik pengambilan sampel menggunakan total samplingngan kriteria ibu yang memiliki anak usia 3-4 tahun di Pos PAUD Ade Irma Suryani, total sampel penelitian ini 30 ibu. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan ibu. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi stimulasi hampir seluruh (87%) ibu memiliki pengetahuan cukup dan sesudah diberikan edukasi stimulasi hampir seluruh (90%) ibu memiliki pengetahuan baik. Hasil akhir didapatkan nilai p value 0,000<ɑ=0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi stimulasi perkembangan anak usia 3-4 tahun terhadap pengetahuan ibu di Pos PAUD Ade Irma Suryani. Belum adanya penelitian pemberian edukasi stimulasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu, dimana sebelumnya edukasi stimulasi ini hanya diberikan kepada guru di sekolah saja. Edukasi stimulasi berpengaruh terhadap pengetahuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan anak yang optimal.
Efektivitas Penggunaan Metode Montessori dan Metode Tradisional Tentang Perkembangan Anak Usia 3-5  Tahun di PKBM Lisa dan KB Ceria Gs Kel. Lirboyo Kota Kediri Ratih Jianingrum; Desy Dwi Cahyani; Ira Titisari; Sumy Dwi Antono
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.20

Abstract

Perkembangan anak usia dini menjadi salah satu aspek penting yang menentukan kualitas hidup anak di masa depan. Metode pembelajaran yang tepat, seperti metode Montessori, diyakini dapat memberikan stimulasi optimal bagi perkembangan anak usia 3-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan anak usia 3-5 tahun dengan metode Montessori dan metode tradisional. Desain penelitian ini adalah studi komparatif dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu 24 yang menggunakan metode Montessori dan 28 yang menggunakan metode tradisional. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih secara acak. Data dikumpulkan dengan mengukur perkembangan anak usia 3-5 tahun menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan dianalisis dengan Uji Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf signifikansi sebesar 0,034, Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara perkembangan anak yang menggunakan metode Montessori dan metode tradisional. Temuan ini mendukung bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat meningkatkan keterampilan anak secara optimal. Diharapkan hasil penelitian ini memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya stimulasi perkembangan serta membuka peluang kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas metode Montessori dalam berbagai aspek perkembangan anak.
Hubungan Obesitas dengan Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di SMKN 1 Kota Kediri Jihan Salsabila Hermawan; Desy Dwi Cahyani; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Dwi Estuning Rahayu
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.21

Abstract

Obesitas di kalangan remaja berpotensi mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi. Gangguan menstruasi sering ditemukan pada remaja dengan obesitas, yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi jangka panjang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel remaja putri di SMKN 1 Kota Kediri yang mengalami obesitas. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yang terdiri dari remaja obesitas. Data dikumpulkan melalui pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk menentukan obesitas serta kuesioner untuk menilai karakteristik menstruasi, termasuk keteraturan siklus, durasi, dan volume perdarahan. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan gangguan menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dengan gangguan menstruasi pada remaja putri (p < 0,00). Ketidakseimbangan hormon reproduksi pada remaja obesitas dapat memengaruhi proses ovulasi, yang berakibat pada gangguan siklus menstruasi. Peningkatan kadar estrogen akibat jaringan lemak berlebih dapat menghambat umpan balik negatif terhadap hormon luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH), sehingga mengganggu pematangan folikel dan ovulasi. Selain itu, resistensi insulin yang sering terjadi pada individu obesitas dapat meningkatkan produksi androgen ovarium, yang berkontribusi terhadap anovulasi dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan reproduksi jangka panjang, seperti hiperplasia endometrium dan infertilitas. Oleh karena itu, edukasi tentang pola hidup sehat penting bagi remaja obesitas untuk mengurangi risiko gangguan menstruasi. 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERDARAHAN POST PARTUM DI PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Revarizqi Nurhabibah Alfaradis; Rita Yulifah; Ibnu Fajar; Desy Dwi Cahyani
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.439

Abstract

Perdarahan post partum masih menjadi penyebab terbesar dari kasus kematian ibu . Salah satu upaya preventif yang bisa dilakukan oleh ibu dalam mengurangi resiko terjadinya perdarahan post partum adalah dengan menambah pengetahuan tentang perdarahan post partum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Perdarahan Post Partum di Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 50 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode total sampling. Variabel yang diteliti yaitu Pengetahuan Ibu tentang Perdarahan Post Partum dengan sub variabel: usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas yang dikumpulkan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47 orang (96%) WUS di Puskesmas Kedungkandang Kota Malang mayoritas berpengetahuan baik. Pengetahuan yang baik tentang perdarahan post partum menyebabkan tingginya kesiapan ibu dalam menghadapi kehamilan, persalinan, dan nifas serta kesiapan dalam mendeteksi dini dan mengatasi masalah kesehatan yang muncul.
Hubungan Pengetahuan tentang Kanker Payudara dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri di MA Muhammadiyah 1 Kota Malang Salsabila Ifada; Herawati Mansur; Desy Dwi Cahyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.8213

Abstract

In Malang City, breast cancer is recorded as the second most common cancer in East Java. Based on data from 2021–2022, the number of breast cancer cases in Malang increased to 29 cases. This indicates that breast cancer remains a serious public health problem requiring special attention, particularly in terms of prevention and early detection. One of the simplest early detection efforts that can be carried out independently is breast self-examination (BSE). However, the practice of BSE among adolescent girls is strongly influenced by their level of knowledge regarding breast cancer. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about breast cancer and breast self-examination behavior among adolescent girls at MA Muhammadiyah 1 Malang. This research employed an analytical correlation method with a cross-sectional approach. The study population consisted of 85 students, with a sample of 46 students selected through proportional random sampling. The research instruments included a breast cancer knowledge questionnaire and a BSE behavior questionnaire that had been tested for validity. The results showed that the level of knowledge among adolescent girls at MA Muhammadiyah 1 Malang was mostly in the moderate category. Similarly, their BSE behavior was also predominantly in the moderate category. Data analysis using the Chi-Square statistical test revealed a significant relationship between knowledge about breast cancer and breast self-examination behavior, as indicated by a p-value = 0.022 (<0.05), which means the research hypothesis was accepted. In conclusion, the findings suggest that better knowledge of breast cancer is associated with better BSE behavior among adolescent girls. Therefore, continuous efforts in the form of communication, information, and education (CIE) on early detection of breast cancer are necessary. Improved knowledge is expected to raise awareness and encourage adolescent girls to routinely perform BSE as a preventive measure against breast cancer
Relationship Between the Frequency of Eating Snack Food and Incidence of Stunting Frida Indah Rahmaningrum; Lumastari Ajeng Wijayanti; Desy Dwi Cahyani; Eny Sendra
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i2.ART.p124-132

Abstract

Failure to thrive among toddlers results in stunting. One of the contributing factors is not fulfilling nutritional needs. Toddlers prefer to eat snack food with low nutritional content and the sugar content makes children feel full, reducing the portion of food in the main meal schedule that contains balanced nutritional value. The purpose of this study was to determine the relationship between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting. The method in this study used observations with a cross-sectional design. The Population was 232 people, with a sample of 70 mothers of stunted toddlers selected through the Simple Random Sampling technique. The instrument in this study used a questionnaire and was analyzed with the Spearman Rank test with the results (ρ = 0,000 < 0.05) between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting. This study showed a relationship between the frequency of consuming snack food and the incidence of stunting toddlers who consume snack food too often will cause stunting in toddlers. Based on the results, it is recommended that snack foods be given two hours before main meals to help address this issue.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA ANAK USIA 6-11 BULAN DI DESA KETANON KEC. KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG Sumy Dwi Antono; Brillliant Karunia Ramadani; Desy Dwi Cahyani; Indah Rahmaningtyas
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27424

Abstract

Sejak usia 6 bulan ditemukan gap tingkat energi pada anak dengan energi dari ASI, sehingga perlu memperoleh MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi yang sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif desain korelasional, dengan cara mengkaji hubungan variabel bebas (pengetahuan ibu) dan variabel terikat (pemberian MP-ASI). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6-11 bulan di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung berjumlah 56 ibu. Kemudian menggunakan rumus Slovin guna mendapatkan sampel yakni berjumlah 36 ibu. Instrumen menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini didapatkan hampir setengahnya yaitu 47% ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup, 31% ibu berpengetahuan kurang serta 22% ibu berpengetahuan baik. Kemudian hampir setengahnya 42% ibu menerapkan MP-ASI dengan kategori baik, kemudian terdapat 36% ibu MP-ASI kategori cukup dan 22% pemberian MP-ASI kurang. Uji Korelasi Spearman Rank p 0,045 < 0,05 artinya H0 ditolak, terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap pemberian MP-ASI anak usia 6-11 bulan.