Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Personal Branding, Party Image, and Political Promotion as Determinants of Voter Decision-Making: The Mediating Effect of Voting Interest in Indonesia’s Local Elections Intan Agustiani; Dikdik Harjadi; Dede Djuniardi
Khazanah Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v7i4.39592

Abstract

In 2024, Indonesia will hold general elections to choose legislative candidates at the central and regional levels. Kuningan Regency in West Java also held legislative candidate elections at the regency level. There's an interesting phenomenon where legislative council members consistently win seats in the two previous election cycles. In the context of political marketing, the candidate is the object that must be valuable to be chosen, making competition with a marketing approach interesting to study. To analyze this phenomenon, this research was conducted to determine the factors influencing voters' decisions in choosing legislative candidates for the Kuningan District DPRD. The focus of this research is the analysis of personal branding, party image, and promotions conducted by candidates, with voting interest as a mediating variable. Personal branding is the uniqueness built from a person's skills, experience, and personality, which can shape positive perceptions and a tendency to choose. Party image is related to the impression formed in the public's mind regarding political parties. Promotion is an effort made to introduce candidates to political marketing strategies thru media or public publication channels that are responsive to voters. The object of study is a legislative member from the PDIP party who has consistently won a legislative seat in the Kuningan District Council for two period. The respondents in this study were 200 people who are loyal voters for the candidate and are members and supporters of the PDIP party. The research method uses quantitative analysis with data collected using questionnaires and analyzed using SEM PLS. The research results show that all hypotheses are supported, all independent variables have a positive and significant effect on the decision to choose a candidate, and there is an Voting Interest that mediates the relationship between personal selling, party image, and promotion on the decision to choose. These results indicate that candidates who are consistent in their personal branding have a higher chance of being re-elected, supported by the party's image and promotions that generate strong voting interest and influence legislative candidate voting decisions. Practically, this research has implications for candidates, political parties, and policymakers. Candidates need to manage their personal branding not just for image, but to cultivate genuine interest in the eyes of voters. Political parties need to maintain a consistent image thru reputation, integrity, and tangible performance in order to generate public interest. Meanwhile, policymakers can leverage these insights to design political education strategies and campaign regulations that not only raise awareness but also encourage active voter interest in the democratic process.
Workshop Penerapan Lesson Study untuk Mengembangkan Budaya Refleksi pada Implementasi Kurikulum Merdeka Suryani, Yeyen; Jumatini, Entin; Djuniardi, Dede; Muhammad Solahudien, Maulana; Wastam
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Dekhalisha Global Prestise

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workshop Penerapan Lesson Study untuk mengembangkan budaya refleksi pada implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mendorong praktik Lesson Study sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka diperkenalkan sebagai upaya untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan karakteristik siswa. Urgensinya terletak pada kebutuhan untuk mengadaptasi pendekatan pembelajaran yang efektif dan relevan dengan konteks pendidikan saat ini. Budaya refleksi adalah kunci dalam meningkatkan praktik pembelajaran yang berkualitas. Melalui Lesson Study, para guru dapat berkolaborasi, merencanakan, mengamati, dan merefleksikan praktik pengajaran mereka secara berkala. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pendidik dalam menerapkan Lesson Study sebagai pendekatan yang sistematis untuk pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan hasil belajar siswa. Workshop ini juga bertujuan memperkuat budaya kolaborasi dan refleksi di antara para guru, sehingga mereka dapat secara efektif menerapkan Kurikulum Merdeka. Luaran yang ditargetkan dari workshop ini adalah peningkatan keterampilan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran melalui Lesson Study. Adapun hasil Workshop ini yaitu telah berhasil memberikan pemahaman yang lebih baik kepada guru tentang pentingnya penerapan Lesson Study untuk membangun budaya refleksi dalam pembelajaran, khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka.
Pengembangan dan Pemasaran secara Digital Produk Berbasis Limbah Plastik dan Tekstil Pada Bank Sampah Bale Asri Kelompok Baleriung Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan Jumantini, Entin; Djuniardi, Dede; Karmela Fitriani, Lili; Miftah Aulia , Treza; Cahyani, Aisyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17050

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan limbah plastik dan tekstil berbasis ekonomi sirkular. Permasalahan utama yang dihadapi mitra, yaitu Kelompok Bale Riung dengan Bank Sampah Bale Asri, adalah lonjakan limbah plastik yang hanya berhenti pada tahap pencacahan, keterbatasan kualitas dan jumlah produk tekstil daur ulang, serta pemasaran yang masih terbatas secara lokal. Solusi yang dikembangkan meliputi pengadaan mesin pelumer plastik untuk produksi paving block ramah lingkungan, pelatihan pembuatan produk berbasis limbah, serta pendampingan digital marketing guna memperluas akses pasar. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis dan pemasaran digital, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan manajemen usaha dan pencatatan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, penguatan kelembagaan Bank Sampah Bale Asri, keterlibatan generasi muda dalam digital marketing, serta terciptanya produk awal dari limbah plastik dan tekstil. Dampak nyata yang dihasilkan adalah lingkungan desa yang lebih bersih, terbentuknya peluang usaha baru, peningkatan kapasitas masyarakat, dan kontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi serta Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di desa lain.
Upscale Bisnis Umkm Yanneri Elfa Kiswara Rahmantya; Dede Djuniardi; Odang Supriatna; Herma Wiharno; Agus Yadi Ismail; Yeyen Suryani
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Juni-Juli 2025
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i1.50

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, terutama di sektor ekonomi. Melalui kegiatan ini, universitas berupaya untuk memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk dalam hal peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program pengabdian masyarakat di Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan bertujuan meningkatkan daya saing UMKM edukasi bagaimana mengoptimalkan bisnis. Kegiatan ini melibatkan pelatihan intensif tentang fase bisnis, motivasi, dan regulasi yang relevan. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi lokakarya, sesi pelatihan langsung, dan konsultasi tanya jawab untuk mengatasi masalah spesifik yang dihadapi oleh UMKM. Para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program ini mencakup dosen universitas, pengusaha, pejabat pemerintah daerah, dan pemilik UMKM dari desa tersebut. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas dan pengetahuan pelaku UMKM. Namun, diperlukan pembinaan lebih lanjut untuk dapat mengoptimalkan sumber daya desa dan meningkakan bisnis. Program ini menekankan perlunya edukasi berkelanjutan dan dukungan finansial untuk memastikan UMKM dapat mengoptimalkan bisnis dan meningkatkan daya saing produk. Kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk mencapai tujuan ini.