Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Menanggulangi Kasus Penyalahgunaan Narkotika Menurut Undang Undang No.35 Tahun 2009 (Studi Kasus BNN Kabupaten Batanghari) Muhammad Alfansyuri; Firman Firman; Heri Usmanto
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5527

Abstract

Pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika masih kurang optimal hal ini tidak terlepas dari kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batanghari karena maraknya penyalahgunaan narkoba, khususnya di Kabupaten Batanghari yang meningkat dari tahun ke tahun, dari hasil data yang diperoleh dari kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batanghari. dengan adanya Badan Narkotika Nasional seharusnya kasus penyalahgunaan narkotika dapat diselesaikan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peran BNN Kabupaten Batanghari dalam upaya menanggulangi kasus penyalahgunaan narkotika menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2009. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan Badan Narkotika Nasional belum secara optimal, hal ini didasarkan pada belum sepenuhnya keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi, sarana dan prasarana kurang memadai, kurangnya personil dan anggaran dalam menjalankan program, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memberantas narkotika.
The Implementation of Problem Based Learning Model to Improve Students Activities in Citizenship Education Subject Heri Usmanto; Sundari Utami; Alif Aditya Candra; Siti Tiara Maulia
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 7, No 1 (2025): January
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v7i1.6689

Abstract

Problems in classroom learning are becoming more complex day by day, especially regarding the final results in learning activities that will be achieved. This is caused by several factors in teaching and learning activities which are not optimally implemented by teaching staff or lecturers. Lecturers have a very important role in achieving the success of their students or students. But in reality, when studying citizenship, students do not appear active in participating in the teaching and learning process in class, the class only looks monotonous, with the lecturer playing an active role, students only listen and do not play a role. active in the learning process. In situations like this, creativity is needed from a lecturer or teaching staff to stimulate student activity in participating in the learning process so that the learning process does not only go in one direction but there is reciprocity between lecturers and students. In order for learning to occur in a class where students are actively involved, the lecturer or teacher must use an interactive model or method such as using a cooperative model. In teaching this citizenship course, researchers use the problem based learning (PBL) learning model.The aim of this research is to find out how the learning activities of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) students class of 2023 in the Citizenship course use the Problem Based Learning (PBL) model. The research method used by the researcher is the classroom action research method which applies research stages using cycles, where in the research it is planned to carry out three cycles consisting of three face-to-face meetings in each cycle. With each cycle using the steps or syntax of the PBL model.  The results obtained in the research were an increase in student activity after participating in classroom learning using the method applied by the lecturer using the PBl model. This can be seen from the results of learning activities in cycles I, II and III showing significant improvement from cycles I, II and III.
PERAN PANTI ASUHAN DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK ASUH Osy Afriani; M. Salam M. Salam; Heri Usmanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1929

Abstract

AbstrakHasil observasi awal menunjukan adanya beberapa karakter anak asuh yang masih belum sesuai dengan nilai religius dan nilai gotong royong yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya serta faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan pendidikan karakter pada nilai religius dan gotong royong. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan analisis data menggunakan reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Panti Asuhan Taman Bina Insany dalam upaya menanamkan pendidikan karakter pada nilai religius dan gotong royong melalui program-program, aturan, metode, sanksi yang dapat mengembangkan karakter religius dan gotong royong anak asuh. Analisis serta Kesimpulan hasil penelitian ini ialah Peran panti asuhan dalam menanamkan pendidikan karakter pada nilai religius dan gotong royong anak asuh dengan memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Adapun dalam upaya penanaman pendidikan karakter dipengaruhi oleh faktor pendukung dan faktor penghambatnya.Kata Kunci: Panti asuhan, Pendidikan karakter Anak Asuh, Nilai Religius, Nilai Gotong royong. AbstractThe results of initial observations show that there are severaln characters of foster children who are stiil not in accordance with religious values and mutual cooperation values the expected. . The purpose this study is to describe the efforts as well as the supporting and inhibiting factors in instilling character education in religious values and integrity. This research design uses a qualitative method with case study approach with data collection used, namely interviews, observations, documentation. Based on data analysis using reduction, data presentation, conclusion drawing. The results showed that the role of the Taman Bina Insany Orphanage in an effort to instill character education in religious values and integrity is through programs, rules, methods, sanctions that develop the religious character and integrity. The analysis and conclusion of this research is the rolle of orphanages in instiking character education in religious values and the value of mutual cooperation by providing curative ang rehabilitative, this is also influenced by supporting factors and inhibiting factors.Keywords: Orphanage, Foster Children's Character Education, Religious Values, Integrity Values
Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Muaro Jambi Heri Usmanto; Irwan Irwan; Dona Sariani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3858

Abstract

AbstrakKekurang tepatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan berdampak pada kurang berkembangnya peserta didik. Salah satu faktor penyebab tidak berkembangnya peserta didik adalah metode pembelajaran yang kurang tepat.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah merupakan mata pelajaran wajib yang harus ditempuh oleh peserta didik di mana mata pelajaran tersebut banyak memuat nilai normatif daripada konsep, sehingga pendidik banyak menggunakan metode ceramah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan karena dalam penelitian ini akan mengujicobakan suatu strategi pembelajaran, yaitu strategi pembelajaran inkuiri apakah dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pada mata pelajaran PKn kelas VIII di SMP Negeri 7 Muaro Jambi. Penelitian akan di awali dengan observasi tentang gambaran aktivitas dan prestasi belajar siswa, setelah itu dilaksanakan uji coba pemakaian strategi pembelajaran dengan pendekatan inquiri, dengan harapan akan ada peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari setiap siklus maka terdapat peningkatan Aktivitas belajar, yang dapat diartikan sebagai bentuk interaksi dalam proses pembelajaran, baik interaksi antara siswa maupun interaksi antara siswa dan guru. Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Pada hasil penelitian dengan judul peningkatan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan melalui strategi pembelajaran inkuiri ini diperoleh peningkatan aktivitas belajar siswa kelas 8.b yang berlangsung dari siklus I, siklus II, dan siklus III.Kata Kunci: Aktifitas, Inkuiri, Hasil Belajar
Pemanfaatan Model Problem Based Learning (PBL) Case Method Tipe Jigsaw pada Mata Kuliah Demokrasi Pancasila untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa Dona Sariani; M. Salam; Heri Usmanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3930

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa kelas r02 prodi PPKn. Model jigsaw ini di pilih sebagai solusi yang ditemukan peneliti di lapangan tentang masih rendahnya motivasi dan hasil belajar, di lihat dari pembuatan tugas makalah dan tampilah power point presentasi mereka, cara mengajukan dan menjawab pertanyaan, hasil kuis, hasil UTS dan hasil UAS di mata kuliah demokrasi pancasila. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, Implementasi Tindakan, Observasi dan Analisis dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara studi dokumentas dan studi literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan Model Jigsaw pada Mata Kuliah demokrasi Pancasila dapat Meningkatkan motivasi dan hasil belajar Mahasiswa. Presentase siswa dengan kemampuan berfikir kreatif pada siklus I adalah 35,5. Pada siklus II presentasenya naik menjadi 54,8 dan pada siklus III mengalami peningkatan presentase menjadi 87,1. Sedangkan untuk hasil belajar mengalami peningkatan pada siklus I presentase di peroleh adalah 34,0. Pada siklus II presentase diperoleh 56,8 dan pada siklus tiga mengalami kenaikan menjadi 78,4.Kata Kunci: Problem Based Learning, Jigsaw, Motivasi, Hasil Belajar AbstractThis study aims to increase the motivation and learning outcomes of class r02 students of Civics Study Program. This jigsaw model was chosen as a solution found by researchers in the field regarding the low motivation and learning outcomes, seen from the making of their paper assignments and the appearance of their power point presentations, how to ask and answer questions, quiz results, UTS results and UAS results in courses. Pancasila democracy. This research is a Classroom Action Research (CAR) which was carried out in 3 cycles. Each cycle consists of stages of planning, implementation of actions, observation and analysis and reflection. The data collection techniques used are observation, interview, document study and literature study. The results of the study show that the use of the Jigsaw Model in Pancasila democracy courses can increase student motivation and learning outcomes. The percentage of students with creative thinking skills in the first cycle is 35.5. In the second cycle the percentage rose to 54.8 and in the third cycle the percentage increased to 87.1. Meanwhile, for learning outcomes increased in the first cycle, the percentage obtained was 34.0. In the second cycle the percentage was 56.8 and in the third cycle it increased to 78.4.Keywords: Problem Based Learning, Jigsaw, Motivation, Learning Outcomes