Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Literasi Numerasi Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Ragam Hias Papua Menggunakan Limbah Anorganik dan Teknik Khombow Retnoning Adji Widi Astuti; Bayu Aji Suseno; Putri Prabu Utami; Apedius Kegiye
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.13111

Abstract

Literasi numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendasar numerasi anak usia dini melalui pembelajaran seni rupa dalam penerapan ragam hias tradisional Papua dengan motif Tifa Sentani menggunakan limbah anorganik (kaleng bekas) dan teknik lukis khombow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis dan mengetahui kemampuan numerasi dalam pembelajaran ragam hias geometris yang diukur mencakup kecakapan logis-sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi kuantitatif dan spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar visual menggunakan konsep dan pengetahuan numerasi (matematika) menjadi media alternatif untuk mengembangkan pembelajaran berbasis konteks kearifan lokal. Pembelajaran numerasi pada anak usia dini dalam menggambar ragam hias tradisional dapat mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sehingga anak dapat memiliki kemandirian dalam memecahkan permasalahan untuk mengambil keputusan dan menyesuaikan diri secara konstruktif di lingkungan sosial.
High Heel Shoes Commodity Fethisis of Drag Queen Raminten Cabaret Artists Show Mirota Yogyakarta Putri Prabu Utami; Bayu Aji Suseno; Djuniwarti Djuniwarti; Sabri Gusmail
Journal of Feminism and Gender Studies Vol 4 No 1 (2024): Journal of Feminism and Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jfgs.v4i1.45548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui muatan nilai fetisisme komoditas pada sepatu hak tinggi seniman drag queen dalam pertunjukkan cabaret show di Raminten 3 Mirota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta melakukan analisis data berdasarkan teori Marx tentang fetisisme komoditas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa sepatu hak tinggi pemain drag queen memiliki use value untuk melindungi kaki dari resiko terjadinya cedera dan lecet (tergores) yang diakibatkan gesekan antara kulit dengan permukaan lantai pada panggung arena tertutup (indoor). High heels menjadi media konstruksi citra feminisme terhadap tubuh maskulin laki-laki pemain drag queen yang mengalami pergeseran (exchange value) dari fungsi status sosial menuju fungsi estetika yang bernilai ekonomi untuk membentuk identitas seksual menjadi seniman atau aktor profesional yang berpakaian seperti wanita untuk alasan hiburan (female impersonators). Sepatu hak tinggi menjadi penanda seksualitas dalam memanipulasi kesadaran pengguna (seniman drag queen) terhadap pemujaan suatu benda secara berlebihan (fetisisme) dengan mengerotisasi obyek benda mati untuk membentuk dorongan (gairah) atau kepuasan seksual.
Jokowi’s Sneakers Politics: Personal Branding, Politics of Imaging and Millenial Votes The 2019 Presidential Election Suseno, Bayu Aji; Utami, Putri Prabu
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.13.2.2022.321-336

Abstract

This study aims to determine the use of sneakers as an artifactual communication medium that affects public perception (potential voters), to form millennial political identities to increase the popularity and electability of the incumbent presidential candidate Jokowi in the 2019 Indonesian presidential election campaign. The theoretical basis for personal branding is to determine the politics of imaging as a millennial leader against Jokowi's hypebeast style with sneakers. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. The research subject focuses on the phenomenon of Jokowi's hypebeast style with sneakers as a personal branding strategy to win votes from millennials. In contrast, the research object is the sneaker product used by Jokowi during the presidential election campaign from 23 September 2018 to 13 April 2019. The results of this study explain that Jokowi's branding strategy of wearing sneakers is redesigning for self-image in introducing a new identity as a millennial leader. Jokowi is hypebeast style considered to break the new presidential dress order by following the fashion trends that are developing in the country. Joko Widodo (Jokowi) is trying to restore public trust by wearing sneaker brands from local and foreign manufacturers, thus placing Jokowi as an old-class politician who appears contemporary (hype) by adapting the style of millenials.
Wayang Multi-Level Linguistic sebagai Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Pancasila Suseno, Bayu Aji; Junaidi, Junaidi
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v6.n1.2021.pp68-77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan budi pekerti bangsa Indonesia di lingkungan lembaga pendidikan formal melalui media wayang. Dalam mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan metode ceramah dan demontrasi dengan menggunakan landasan teori fungsional sosial atau sistem sosial Talcott Parsons. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wayang menjadi media multi linguis (bahasa daerah dan nasional) dan multi level (jenjang usia dan tingkat pendidikan) yang berdasarkan semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam wadah Negara Indonesia dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu: Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusiaan, Nilai Kesatuan, Nilai Kebijaksanaan, dan Nilai Keadilan. Dalam suatu pertunjukkan wayang mengajarkan nilai tidak secara dogmatis (harus diterima kebenarannya) dan teoritis sebagai suatu indoktrinasi (paham kebenaran hanya dari satu sisi), tetapi secara demokrasi dan kongkret dengan menghadirkan kehidupan tokoh-tokoh sebagai teladan yang nyata. Wayang multi-level linguistic menjadi media pendidikan karakter sebagai rujukan bagi tenaga pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) pada lembaga pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.Wayang Multi-Level Linguistic as Character Education Based on Pancasila Values. This study aims to improve the character of the Indonesian nation in formal educational institutions through wayang media. In order to achieve the research objectives, lectures and demonstrations were carried out using the social functional theory foundation or Talcott Parsons' social system. The results of this study indicate that wayang is a multi linguist (regional and national language) and multi level (age level and education level) media based on the motto of Bhineka Tunggal Ika in the Indonesian State container and the values contained in Pancasila, namely: Divine Value, Humanity Value, Unity Value, Wisdom Value, and Justice Value. In a puppet show teaches values not as dogmatic (the truth must be accepted) and theoretically as an indoctrination (understanding the truth from one side only), but democratically and concretely by presenting the lives of the characters as real role models. Multi-level linguistic wayang has become a character education medium as a reference for educators (teachers) and students (students) in educational institutions throughout Indonesia
TOPENG ROH ASMAT SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Kangganam, Yohanis Paulus; Suseno, Bayu Aji; Mukkadam, Sarah Sabrina
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 5 No 2 (2025): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : Program Studi Seni Murni ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/ctkr.v5i2.6025

Abstract

The purpose of designing this artwork is to be a suggestion for the continuity of maintaining the noble traditions and culture of the Asmat tribe, to be a means of knowledge of cultural science between generations, and to be a means of spiritual respect for ancestral spirits. Data collection methods include observation and documentation. Observations observe the activities of the spirit mask party ceremony or ritual using the interview method with informants of the object of research Spirit Mask and the subject of research, informants. Documentation is done by collecting data from several studies such as books, scientific articles, popular articles, magazines, photographs, and videos. The research on the Asmat spirit mask was carried out by the author based on the following stages: first, efforts to find ideas or concepts; second, data collection; third, data analysis is carried out by designing or making representations of the spirit mask folklore and documentation in the form of videos and photos; fourth, data visualization in the form of paintings; fifth, data presentation in the form of an art exhibition, and scientifically accounted for through written works. The tools and materials needed for making paintings include paint, pencils, paint brushes, sand beads, broomsticks. Canvas and bark as media for painting while for installation works are broomsticks and glue guns. The creation of paintings and installation artworks of spirit masks begins with a pencil sketch followed by paint.
Bilingual Storytelling Boneka Kulit Kayu Khombouw dan Buku Cerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Utami, Putri Prabu; Suseno, Bayu Aji; Astuti, Retnoning Adji Widi; Rinantanti, Yulini; Sahusilawane, Hence; Sampurno, Muchammad Bayu Tejo
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i2.608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode bilingual storytelling menggunakan kombinasi media pembelajaran melalui format pertunjukan teatrikal boneka dan membacakan buku cerita bergambar pada anak usia pra sekolah. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE. Hasil penelitian ini menghasilkan media pembelajaran interaktif yang efektif, menarik dan komunikatif untuk meningkatkan keterampilan listening dan speaking dalam berkomunikasi Bahasa Inggris pada siswa TK YPPK Kristus Terang Dunia Kota Jayapura, serta menanamkan karakter peduli lingkungan dan sosial anak terhadap konservasi satwa endemik dan membangun warisan budaya lokal Papua untuk mempertahankan identitas bangsa. Perancangan media pembelajaran boneka kulit kayu Khombouw melalui desain karakter yang menggunakan gaya visual kartun stilasi untuk kebutuhan cerita yang mengadaptasi bentuk dari anak asli Papua dan satwa endemik Papua. Konsep visual dalam proses perancangan buku cerita bergambar dengan format bilingual yang berjudul Bertemu Sahabat Baru dengan ilustrasi karakter tokoh anak dan binatang yang akan dibuat alur (plot) cerita bertemakan slice of life mengenai kehidupan sehari-hari anak-anak yang belajar dan bermain di lingkungannya dengan dialek Papua.
Wayang Multi-Level Linguistic sebagai Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Pancasila Suseno, Bayu Aji; Junaidi, Junaidi
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6 No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v6i1.3208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan budi pekerti bangsa Indonesia di lingkungan lembaga pendidikan formal melalui media wayang. Dalam mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan metode ceramah dan demontrasi dengan menggunakan landasan teori fungsional sosial atau sistem sosial Talcott Parsons. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wayang menjadi media multi linguis (bahasa daerah dan nasional) dan multi level (jenjang usia dan tingkat pendidikan) yang berdasarkan semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam wadah Negara Indonesia dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu: Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusiaan, Nilai Kesatuan, Nilai Kebijaksanaan, dan Nilai Keadilan. Dalam suatu pertunjukkan wayang mengajarkan nilai tidak secara dogmatis (harus diterima kebenarannya) dan teoritis sebagai suatu indoktrinasi (paham kebenaran hanya dari satu sisi), tetapi secara demokrasi dan kongkret dengan menghadirkan kehidupan tokoh-tokoh sebagai teladan yang nyata. Wayang multi-level linguistic menjadi media pendidikan karakter sebagai rujukan bagi tenaga pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) pada lembaga pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.Wayang Multi-Level Linguistic as Character Education Based on Pancasila Values. This study aims to improve the character of the Indonesian nation in formal educational institutions through wayang media. In order to achieve the research objectives, lectures and demonstrations were carried out using the social functional theory foundation or Talcott Parsons' social system. The results of this study indicate that wayang is a multi linguist (regional and national language) and multi level (age level and education level) media based on the motto of Bhineka Tunggal Ika in the Indonesian State container and the values contained in Pancasila, namely: Divine Value, Humanity Value, Unity Value, Wisdom Value, and Justice Value. In a puppet show teaches values not as dogmatic (the truth must be accepted) and theoretically as an indoctrination (understanding the truth from one side only), but democratically and concretely by presenting the lives of the characters as real role models. Multi-level linguistic wayang has become a character education medium as a reference for educators (teachers) and students (students) in educational institutions throughout Indonesia
Implementasi SDGs-12 melalui inovasi bio-leather limbah ampas sagu untuk potensi produk kerajinan lukis aplikatif Suseno, Bayu Aji; Utami, Putri Prabu; Satwikasanti, Winta Tridhatu; Ponimin, Ponimin; Rony, Rony; Hidayat, Anwar
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v8i2.14428

Abstract

The number of sago processing industries in Jayapura Regency has the potential to increase sago pulp fiber waste that is still not being optimally utilized. This study aims to address the problem of sago pulp waste by turning it into functional and aesthetic handicraft products using painting techniques. The design was carried out through exploration using the research through design (RTD) method, which consists of the stages of understanding material characteristics, exploring materials, and implementing materials. Data collection techniques used observation and interviews to gain an in-depth understanding of the sago waste processing from sago starch (flour) processing from sago trunk (tokok) grating, extraction, sedimentation, and drying. Samples of sago pulp waste were taken from the sago forest located in Kampung Harapan, Sentani District, East Jayapura Regency. The sample characteristics in the research population were two-week-old sago pulp fiber waste that had been crushed from the sago processing of sago pith or trunk contents. The result of this research is a composite sheet in the form of bio-leather from sago pulp waste that is used as a material for making fashion products. This research focuses on the application of a green economy by developing craft raw materials to support Sustainable Development Goals (SDGs) number 12, namely responsible consumption and production.