Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Multikultura

MODERNISASI BUDAYA MINUM KOPI GAHWA DI UNI EMIRAT ARAB Rahadian, Nurmalitasari; Solihat, Ade
Multikultura Vol. 3, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang budaya gahwa, yaitu tradisi minum kopi di Uni Emirat Arab. Tradisi ini telah menjadi sarana interaksi sosial masyarakat Emirati sejak abad ke-15 Masehi dan masih bertahan hingga era modern ini. Bukan sekadar bertahan, tradisi gahwa di Uni Emirat Arab sejalan dengan modernisasi yang tengah berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana budaya gahwa dipertahankan oleh masyarakat Emirati dan dapat selaras dengan modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil informasi dari buku, artikel jurnal elektronik, video yang termuat di Youtube dan artikel di situs web. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modernisasi yang dikemukakan Koentjaraningrat, dan didukung oleh teori pelestarian budaya lokal yang dikemukakan Jacobus Ranjabar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gahwa telah menjadi tradisi masyarakat Emirati yang terus dipraktikkan sebagai gaya hidup keseharian. Budaya gahwa kemudian dikomodifikasikan oleh masyarakat Emirati. Saat ini gahwa dapat dijumpai di banyak restoran dan kafe di Uni Emirat Arab, baik dengan cita rasa autentik maupun inovasi. Selain itu Pemerintah Emirati menyelenggarakan program Kompetisi Gahwa Internasional, Bait Al-Gahwa, dan program pariwisata budaya untuk mempromosikan budaya gahwa kepada masyarakat global.
ANALISIS RESEPSI TERHADAP FIKSIONALISASI HISTORI TOKOH SULEYMAN AL-KANUNI DI DALAM SINETRON TURKI “ABAD KEJAYAAN” Solihat, Ade
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskusikan fiksionalisasi histori tokoh Sultan Suleyman, Khalifah ke-10 Dinasti Turki Osmani, di dalam sinetron Turki ”Abad Kejayaan”, yang menimbulkan kontroversi. Di dalam teks sejarah, Sultan Suleyman dikenal sebagai pemimpin Turki Osmani terlama dan yang paling berhasil membawa Turki Osmani ke puncak masa kejayaan. Sultan Suleyman yang memerintah pada 1520-1566 juga mendapat julukan Suleyman Al-Kanuni (Suleyman Law-giver) karena kemampuannya membangun undang-undang yang diterapkan di Kekhalifahan Turki Osmani selama berabad-abad. Namun, di dalam sinetron ”Abad Kejayaan” Sultan Suleyman digambarkan sebagai tokoh laki-laki yang disibukkan oleh istri dan selir-selir yang saling berkonflik memperebutkan perhatiannya. Sinetron ini juga menampilkan latar kehidupan di wilayah harem dengan penampilan perempuan-perempuan berbusana terbuka dan adegan-adegan erotis, yang sangat bertentangan dengan etika Islam. Gambaran tokoh Sultan Suleyman Al-Kanuni sangat jauh dari horizon ekspektasi audiens. Dengan teori resepsi, artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis horizon ekpektasi dari audiens dan preferred reading dari kreator sinetron ”Abad Kejayaan”. Temuan dari penelitian ini adalah sinetron ”Abad Kejayaan” merupakan karya fiksional yang menimbulkan ketegangan, karena adanya jarak yang jauh antara horizon ekspektasi dan preferred reading.