Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA Subriah Subriah; Hastuti Husain; Nurfatimah Nurfatimah; Agustina Ningsi; Muhasidah Muhasidah; Syaniah Umar
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.450

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan. Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender
PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA Subriah Subriah; Hastuti Husain; Nurfatimah Nurfatimah; Agustina Ningsi; Muhasidah Muhasidah; Syaniah Umar
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.450

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan. Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender
SMART STEPS FOR GREAT MOTHERS: RAISING CHILDREN FREE FROM STUNTING Subriah Subriah; Ade Devriany; Agustina Ningsi; Ros Rahmawati; Hidayati Hidayati; Asmawati Gasma
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 5 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a major public health problem that can adversely affect children's physical growth, cognitive development, productivity, and quality of life in the future. Stunting prevention should be initiated during the first 1,000 days of life through improving mothers’ knowledge and skills regarding nutritional fulfillment, breastfeeding practices, and reproductive health. The Community Service Program (PkM) entitled “Smart Steps for Great Mothers: Raising Stunting-Free Children” aimed to enhance the knowledge and skills of women in the interpregnancy period, postpartum mothers, and breastfeeding mothers in preventing stunting. The program was conducted on April 19, 2026, at Nuhrintama Clinic, Gowa Regency, involving 15 participants. The methods included health education sessions, breastfeeding technique demonstrations, family planning counseling, and psychosocial support. Evaluation was carried out using pretest and posttest assessments to measure changes in participants’ knowledge. The results demonstrated an improvement in participants’ knowledge following the intervention. During the pretest, 9 participants (60%) had good knowledge, while 6 participants (40%) were categorized as having poor knowledge. After the intervention, the posttest results showed a significant increase, with 13 participants (86.67%) demonstrating good knowledge and only 2 participants (13.33%) remaining in the poor knowledge category. In addition, 85% of participants were able to correctly demonstrate breastfeeding positions and proper latch-on techniques after attending the demonstration and simulation sessions. During family planning counseling, three participants expressed their willingness to use Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (LARCs), namely contraceptive implants and intrauterine devices (IUDs). The program also strengthened interprofessional collaboration among lecturers, students, midwives, and nurses in delivering comprehensive health education services. This community service program was effective in improving mothers’ knowledge, skills, and awareness regarding stunting prevention through exclusive breastfeeding, proper breastfeeding techniques, appropriate complementary feeding practices, and optimal birth spacing. Similar programs should be implemented continuously to support efforts to accelerate stunting reduction within the community.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI LANSIA MELALUI PROGRAM SEKOLAH LANSIA SEHATI DI KECAMATAN TAMALATE Ade Devriany; Hidayati Hidayati; Subriah Subriah; Agustina Ningsih
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i2.7374

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia di Indonesia menjadi masalah global yang perlu rencana intervensi komprehensif guna menjaga kesehatan fisik serta mental. Kesehatan reproduksi menjadi aspek penting yang sering terlupakan dalam pelayanan kesehatan lansia. Menopause, sebagai transisi biopsikososial, menyebabkan perubahan besar pada tubuh wanita. Penanganan yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Tujuan kegiatan ini adalah membantu lansia. Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar pada bulan Oktober Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Kegiatan ini melibatkan lansia yang memiliki usia > 50 tahun sejumlah 16 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa edukasi Kesehatan reproduksi pada lansia meningkatkan pengetahuan lansia sebelum dan setelah mendapatkan edukasi. Harapan kedepannya, model pendidikan kesehatan reproduksi ini dapat diintegrasikan secara permanen ke dalam kurikulum Sekolah Lansia Sehati di wilauah lain dengan cakupan materi yang lebih luas