Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Karakter Bertanggung Jawab Pada Anak Usia Dini Di Lingkungan Sekolah RA Manba’ul Irvani Walhikmah Eva Mayasari; Inten Risna; Yoga Mahendra
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4451

Abstract

Skripsi ini mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter pada anak usia dini di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam perkembangan anak sejak usia dini, karena menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku positif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pendidik dan peserta didik pada salah satu lembaga pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan sehari- hari, keteladanan guru, serta kegiatan bermain yang terarah. Nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan disiplin ditanamkan secara konsisten melalui berbagai aktivitas pembelajaran. Faktor pendukung implementasi antara lain peran aktif guru, lingkungan yang kondusif, dan keterlibatan orang tua. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya dan perbedaan karakter setiap anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter dapat diimplementasikan secara efektif pada anak usia dini dengan pendekatan yang sesuai dan berkesinambungan.
Association of Nutritional Status with Pneumonia Among Children Aged 6–24 Months Hospitalized in Pelalawan District, Indonesia Riska Epina Hayu; Adek Trisnawati Harahap; Eva Mayasari
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 12 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v12i1.484

Abstract

Background: Pneumonia remains one of the leading causes of morbidity and mortality among children under five years of age, particularly those younger than two years. Malnutrition is an important risk factor that can impair immune function and increase susceptibility to respiratory infections, including pneumonia. Hospital records at Selasih Regional Hospital, Pelalawan District, indicated an increase in pneumonia cases and malnutrition among children under two years of age. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and the incidence of pneumonia among children aged 6–24 months. Methods: This study employed a cross-sectional design using secondary data obtained from inpatient medical records at Selasih Regional Hospital. The study population consisted of all children aged 6–24 months who were hospitalized between 2017 and 2022. A total of 393 medical records met the inclusion criteria and were included using a total sampling technique. Data were analyzed using the Chi-square test. Results: A significant relationship was found between nutritional status and the incidence of pneumonia (p<0.001). Children with poor nutritional status were 28.7 times more likely to develop pneumonia than children with normal nutritional status (OR=28.7; 95% CI: 13.5–60.7). Conclusion: Poor nutritional status is strongly associated with an increased risk of pneumonia among children aged 6–24 months. Efforts to improve nutritional status may help reduce the burden of pneumonia among young children.
Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Eva Mayasari; Jasrida Yunita; Mitra Mitra; Emy Leonita; Rika Mianna; Nila Puspita Sari; M. Fadil Amirullah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/29qjq237

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan, baik dari segi biaya, fasilitas, maupun informasi. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi salah satu upaya solutif yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dilaksanakan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong perilaku preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tatap muka yang disampaikan oleh tim pelaksana. Materi yang diberikan meliputi penjelasan mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala, informasi tentang program PKG yang dapat diakses masyarakat, serta langkah-langkah praktis untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Satu Sehat. Peserta diberikan panduan langsung melalui tampilan layar proyektor, disertai sesi tanya jawab interaktif guna memastikan pemahaman peserta terhadap informasi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Sebanyak 10 peserta berhasil mengunduh aplikasi Satu Sehat, sementara sisanya menyatakan akan meminta bantuan keluarga karena keterbatasan penggunaan smartphone. Peserta merespons positif kegiatan ini dan menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan yang berkelanjutan dan terjangkau.
Real Food Education as a Strategy For Preventing Non-Communicable Diseases in Elementary School Students Riska Epina Hayu; Eva Mayasari; Rika Mianna; Shinta Wulansari
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/q47ssn43

Abstract

Excessive and continuous consumption of junk food will impact children's health, especially it can cause nutritional disorders at an early age which leads to an increased risk of non-communicable diseases. Cases of Non-Communicable Diseases (NCDs) or chronic diseases such as obesity, diabetes and kidney failure in children are caused by consumption patterns with unbalanced nutrition from an early age experiencing an increasing trend. Community service with the theme of Real Food Consumption Education as an Effort to Prevent Non-Communicable Diseases in Elementary School Children was carried out on Monday, June 23, 2025 for fifth grade students at 008 Public Elementary School, Lubuk Siam Village. This educational implementation was carried out by explaining the material and also followed by games using pictures of various types of real food and fast food. After the presentation of the material, students participated in games using cards containing pictures of various examples of real food and fast food. This community service aims to educate school-age children to be able to choose good and healthy foods to prevent non-communicable diseases in children. In addition to children, parents and teachers also have a role to understand the importance of providing healthy nutrition, especially in consuming sugar, salt and fat. Providing good nutrition to children is one way to fulfill their right to health, a shared endeavor. This community service project utilized PowerPoint presentations and handouts. Based on the results of the community service activities, it was discovered that students did not yet fully understand the difference between real food and fast food. Therefore, ongoing education on the importance of consuming natural foods is essential to prevent the occurrence of non-communicable diseases in the future.
IMPLEMENTASI LATIHAN MENGGENGGAM BOLA KARET PADA LANSIA PASCA STROKE DENGAN KETERBATASAN AKTIVITAS FISIK Destria Efliani; Ary Oktora Sri Rahayu; Eva Mayasari; Nurdiana Hasanah; Ria Permata Sari; Zahira Inayah Rinzadi; Rahmadhila Hendri
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/8gaks934

Abstract

Stroke is a leading cause of long-term disability in the elderly, resulting in decreased motor function, muscle weakness, and limited physical activity. This condition reduces the independence of the elderly in carrying out daily activities, necessitating simple and sustainable rehabilitation efforts. This community service activity aims to improve the knowledge, skills, and functional abilities of post-stroke elderly people through the implementation of rubber ball grip exercises at the UPT Social Services for the Elderly in Khusnul Khotimah Pekanbaru. The methods used include health education, demonstrations, direct practice, mentoring, and monitoring and evaluation. The activity involved 20 post-stroke elderly people with limited physical activity. The results showed an increase in the level of knowledge of participants from the good category by 20% to 90% after the education. As many as 85% of participants were able to perform the exercises independently with the correct technique, while 95% of participants were willing to do the exercises regularly. In addition, there was an increase in the ability to grip a rubber ball firmly from 25% to 75% and an increase in the ability to maintain a grip for 5–10 seconds from 30% to 80%. This activity shows that rubber ball gripping exercises are a simple rehabilitation intervention that is effective in improving motor function and physical activity in post-stroke elderly people.
OPTIMALISASI GERAKAN MEROKOK DI LUAR RUMAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA KELUARGA DI DESA LUBUK SIAM Rika Mianna; Eva Mayasari; Fatma Nadia; Della Rohita Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/3rx5ka41

Abstract

Kebiasann merokok merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang merisaukan di dunia. Di Indonesia terjadi peningkatan jumlah orang dewasa yang merokok sepuluh tahun terakhir dimana data yang didapatkan dari Hasil Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah penambahan sebanyak 8,8 juta orang. Desa Lubuk Siam merupakan desa yang terletak di Kabupaten Kampar, berdasarkan survey yang dilakukan di Desa tersebut didapatkan bahwa hampir 80 persen kepala keluarga merupakan perokok aktif dan sebagian besar merokok di dalam rumah. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok menyebabkan timbulnya berbagai penyakit tidak menular (PTM). Tujuan pengabdian ini yaitu untuk mengoptimalkan gerakan merokok di luar rumah dalam upaya mencegah terjadinya PTM  dengan memberikan edukasi optimalisasi gerakan merokok di luar rumah.. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 02 Juli 2025. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu terdiri dari tahap persiapan, dimana tim melakukan observasi lapanagan, persiapan peralatan yang dibutuhkan serta melakukan focus group discussion (FGD) dengan mitra untuk kesepakatan waktu edukasi. Pada tahap implementasi tim melakukan kegiatan sesuai dengan perencanaan dan pembagian tugas. Pada tahap evaluasi dilakukan pretest dan postest dimana didapatkan terjadi peningakatan rata-rata nilai dengan selisih ±0,96 dan P value 0,025 <0,05, sehingga dapat disimpulkan kegiatan yang dilaukan meningkatkan pengetahuan peserta.
Factors Influencing Complete Basic Immunization Coverage among Infants in Lubuk Siam Village: A PRECEDE-Based Approach Eva Mayasari; Riska Epina Hayu; Wilker Helary
Journal of Health Education Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhealthedu.v11i1.35735

Abstract

Background: Immunization coverage in Indonesia declined, with most provinces, including Riau, missing the Ministry of Health's strategic plan targets. In Lubuk Siam Village, Riau, community awareness of the importance of immunization was low. A 2023 survey showed that only 13% of toddlers were immunized.Methods: This mixed-method study utilized a sequential exploratory design. It began with the collection of qualitative data, which was then followed by quantitative data to enhance the findings. The study was conducted from May to September 2025 in Riau, Indonesia. The target population consisted of all mothers with toddlers aged 0 to 60 months. A total of 113 mothers participated in the study. Results: Bivariate analysis showed that family support (p = 0.031), knowledge (p = 0.004), and attitude (p < 0.001) were significantly associated with immunization status. In the final multivariable model, attitude was the strongest predictor of immunization status (AOR = 9.11; p < 0.001). Qualitative findings identified parental concerns about vaccine side effects, lack of paternal support, low maternal education, weak community leadership, limited health promotion activities, and family-centered decision-making as barriers to immunization. Conclusions: Maternal attitude was the most influential factor associated with immunization status. Family support, community influences, and health education were identified as key factors affecting immunization uptake. Strengthening family engagement and health promotion programs may improve immunization coverage