Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Relationship Between Protein Source Eating Habits and Sleep Duration with the Incidence of Anemia in Female Adolescents in Grade VII Study at SMPN 1 Kelumpang Hilir UPTD Puskesmas Serongga Suryani, Suryani; Rusmini Yanti; Rahmani, Rahmani; Yasir Farhat
Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi (JUK-Medifa) Vol. 4 No. 01 (2026): JUK-Medifa (Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is one of the most common nutritional problems among adolescent girls, especially during periods of rapid growth. One of the main factors causing anemia is low intake of animal protein, which contains haem iron and plays an important role in hemoglobin formation. Adolescent girls have higher iron requirements, so they are at greater risk of anemia if their diet is insufficient. 49.7% of adolescent girls experience anemia. The anemia problem at SMPN 1 Kelumpang Hilir is 27.6%. This study used an analytical observational research design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of 171 female adolescents from SMP Negeri 1 Kelumpang Selatan. The study was conducted in November 2025. The sampling technique used was purposive sampling. The test used was the Spearman's rank correlation test. The results of the study showed that most of the adolescent girls had poor protein intake habits (60.0%), insufficient sleep duration (58.6%), and anemia (70.0%). The statistical test results showed a relationship between protein source eating habits and sleep duration with the incidence of anemia in female adolescents in grade VII at SMPN 1 Kelumpang Hilir UPTD Puskesmas Serongga. It is recommended that there be education on the proper consumption of TTD (avoiding tea/coffee) as well as improvements in protein intake and sleep patterns among adolescent girls. Researchers are further recommended to examine the variables of social support and knowledge levels.
Hubungan Kebiasaan Makan, Pengetahuan Gizi, Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Overweight Pada Remaja (Studi di SMAN 2 Martapura) Aisya Amalia; Rosihan Anwar; Meilla Dwi Andrestian; Rusmini Yanti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.992

Abstract

Overweight menjadi masalah gizi yang semakin meningkat pada remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Prevalensi overweight di wilayah Kabupaten Banjar pada tahun 2024 menunjukkan angka yang signifikan, dengan beberapa sekolah seperti SMAN 2 Martapura memiliki persentase remaja dengan status gizi lebih mencapai 25,3%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja di SMAN 2 Martapura. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2025 di SMAN 2 Martapura, Kabupaten Banjar. Jumlah responden sebanyak 97 remaja yang terdiri dari remaja dengan status gizi overweight dan status gizi normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, pengetahuan gizi, maupun aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja. Meskipun demikian, remaja dengan pola makan yang kurang baik, pengetahuan gizi yang terbatas, serta tingkat aktivitas fisik yang rendah tetap memiliki risiko mengalami overweight, meskipun secara statistik hubungan tersebut tidak signifikan. Diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya aktivitas fisik secara teratur bagi remaja, untuk menjaga status gizi yang optimal dan mencegah risiko overweight di masa depan.