Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN KECENDERUNGAN KECANDUAN PORNOGRAFI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI JAKARTA BARAT Safitri, Safitri; Respati, Winanti Siwi; Luthfi, Aziz
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i2.21

Abstract

AbstractPornography has become a lot of consumption of children, because the porn industry has been targeting children who have not baligh as a target. Therefore, early detection is needed to recognize the propensity of pornography addiction to children through fun and useful activities. The purpose of this research is to see the picture of pornography addiction tendency in elementary school children. The quasi-experimental research method, which will measure the propensity of pornography addiction through psychodrama activities and puberty training, with a modified gauge of Kimberly Young's Internet addiction gauge, with a realibility of 0.72. Respondents come from 3 Primary Schools in West Jakarta as many as 190 Students. Puberty preparation training activities that begin with psychodrama are well done for the detection of pornography addiction. The majority of students have seen pictures / scenes of pornography (86.3%), 73.2% accidentally, viewed at home 30.5%. And internet cafe 22.1%, via Hp and comics 39.5%% and games 37 , 4%. Feelings after seeing pornography majority disgust (46.4%), mediocre 15.8%, aroused 2.6%. Attitude after seeing the majority of pornography kapok (62.6%), the average 15.8%, and addicted 2.6%. Rates of pornography addiction tend to be moderate (69.5%) low 18.9% and high 11.6%. There is a relationship between student activity and pornography addiction rate with the origin of the school. Keywords: pornography, psychodrama, puberty training AbstrakPornografi sudah banyak menjadi konsumsi anak-anak, karena industri pornografi sudah menyasar anak-anak yang belum baligh sebagai targetnya. Untuk itu diperlukan deteksi dini untuk mengenali kecenderungan kecanduan pornografi pada anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat gambaran kecenderungan kecanduan pornografi pada anak Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen, yang akan mengukur kecenderungan kecanduan pornografi melalui kegiatan psikodrama dan pelatihan pubertas, dengan alat ukur yang dimodifikasi dari alat ukur Kecanduan internet oleh Young, dengan nilai realibilitas 0,72. Responden berasal dari 3 Sekolah Dasar di Jakarta Barat sebanyak 190 Siswa. Kegiatan pelatihan persiapan pubertas yang dimulai dengan psikodrama baik dilakukan untuk pendeteksian kecanduan pornografi. Mayoritas siswa pernah melihat gambar/adegan pornografi (86,3 %), tidak sengaja 73,2 %, dilihat di rumah sendiri 30,5 %.dan warnet 22,1 %, melalui Hp dan komik 39,5 % % serta games 37,4 %. Perasaan setelah melihat pornografi mayoritas jijik ( 46,4%), biasa-biasa saja 15,8%, terangsang 2,6%. Sikap setelah melihat pornografi mayoritas kapok (62,6%), biasa-biasa saja 15,8 %, dan ketagihan 2,6 %. Tingkat kecenderungan kecanduan pornografi cenderung sedang (69,5% ) rendah 18,9 % dan tinggi 11,6 %. Ada hubungan antara kegiatan siswa dan tingkat kecenderungan kecanduan pornografi dengan asal sekolah. Kata kunci : pornografi, psychodrama, kuasi eksperimen 
Peran Kepemimpinan Transformasi Terhadap Kesiapan Untuk Berubah Pada Guru di Indonesia Simatupang, Marhisar; Ratnaningtyas, Aisyah; Respati, Winanti Siwi; Widiastuti, Mariyana; Susanti, Yulisa
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i1.14496

Abstract

Tahun 2022 pemerintah Indonesia meluncurkan program Merdeka Belajar pada guru di sekolah sebagai solusi dari pandemi covid-19. Pada kenyataannya tidak semua guru mampu melaksanakan program ini di sekolah dikarenakan adanya ketidaksiapan terhadap perubahan yang dimiliki oleh guru. Penelitian ini mengeksplorasikan tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh guru di Indonesia dalam mengimplementasikan program Merdeka Belajar di sekolah. Penelitian ini juga menjadi acuan bagi guru untuk tetap memiliki kesiapan perubahan pada kurikulum yang berubah-ubah dan mampu menjalani perubahan dengan baik. Penelitian ini dapat berkontribusi untuk memperbaiki dan meningkatkan program Merdeka Belajar atau program baru yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif, yang melibatkan 648 guru di Indonesia dari sekolah negeri dan swasta yang telah menjalankan program Merdeka Belajar minimal satu semester. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner secara online di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kepemimpinan transformasi terhadap kesiapan untuk berubah pada guru.
PELATIHAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA TIM ANGGOTA DI KOMUNITAS X Simatupang, Marhisar; Barus, Debi Angelina Br.; Respati, Winanti Siwi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kerjasama tim anggota komunitas X. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 10 orang yang merupakan anggota komunitas X. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala likert. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara komunikasi interpersonal terhadap kerjsama tim dengan taraf signifikansi (p) 0,62 > 0,05. Hal tersebut juga menyatakan bahwa pelatihan komunikasi interpersonal dapat dikatakan kurang efektif dalam meningkatkan kerjasama tim anggota komunitas X. Hal ini dapat disebabkan karena metode pelatihan komunikasi interpersonal yang kurang maksimal, sehingga perlu dilakukan pelatihan lebih lanjut dengan memerhatikan metode-metode yang tepat
Kecenderungan Perilaku Perundungan di Tempat Kerja: Studi Empiris pada Pekerja di Jakarta: Penelitian Novendawati Wahyu Sitasari; Clara Claudia; Yuli Asmi Rozali; Winanti Siwi Respati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4155

Abstract

Workplace bullying remains a significant issue, particularly among early adults who are entering the workforce. This study aims to describe the tendency of early adults to engage in workplace bullying. Using a descriptive quantitative approach, the study involved 103 workers aged 18–40 years in Jakarta, selected through purposive sampling. The modified NAQ-R instrument was used, consisting of 22 valid items (r = 0.418–0.936) with very high reliability (α = 0.959). The findings show that 67.0% of respondents have a low tendency to engage in bullying, while 33.0% fall into the high category. Both men and women exhibit similarly low tendencies. The most frequent forms of bullying reported relate to personal and work-related aspects. Civil servants and individuals with 2–4 years of tenure demonstrate higher bullying tendencies compared to other groups. Position and ethnicity do not indicate significant differences in bullying tendencies.
Resilience and Servant Leadership as Predictors of Organizational Commitment in Generation Z Employees Simatupang, Marhisar; Anindita, Rina; Respati, Winanti Siwi; Mailani, Liana
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8822

Abstract

High turnover intention among Generation Z employees remains a major challenge for organizations in Indonesia. Many young workers leave their jobs within the first two years due to better career opportunities, poor organizational culture fit, and difficulties in maintaining work–life balance. This condition emphasizes the importance of strengthening organizational commitment among young employees. This study aims to examine the direct influence of resilience and servant leadership on organizational commitment among Generation Z employees. The participants were 410 employees aged 18 to 29 years (M = 23.6, SD = 2.9), including 156 male employees (38.0%) and 254 female employees (62.0%). Organizational commitment was measured using the Organizational Commitment Scale developed by Allen and Meyer (1990), adapted for the Indonesian context. Resilience was assessed using the Resilience Scale by Reivich and Shatté (2002), while servant leadership was measured using the Servant Leadership Scale by Liden et al. (2008). All instruments demonstrated excellent reliability (Cronbach’s α > .90). The results show that both resilience and servant leadership have significant positive effects on organizational commitment. These findings highlight the importance of developing resilience and servant-oriented leadership as key strategies to enhance employee commitment and reduce turnover intention among Generation Z workers. Keywords: resilience, servant leadership, organizational commitment