Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PRIORITAS WILAYAH BERDASAR FAKTOR KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN NILAI INDEKS PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DI SUMATERA SELATAN Retnaningsih, Ekowati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public Health Development in Indonesia has been measured by Public Health Development Index (PHDI). This index uses 24 health indicator base on health community survey and it is available to know the effectiveness health program in a region area or district. The aim of this study was to know the priority district in South Sumatera that has relation with PHDI. Design of the study was ecology study and cross sectional design. The result of the study shaws that there were two district as first priority district to do intervention for improving health access, education level, and reduce the poor proportion in their area. The district means were Musi Rawas and OKI.
DETERMINAN MOTIVASI BIDAN DALAM MEMATUHI SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DI KABUPATEN BANYUASIN DAN KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2010 Retnaningsih, Ekowati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di provinsi Sumatera Selatan masih terdapat 32,9% tenaga kesehatan kebidanan yang belum patuh terhadap standart operasional prosedur. Salah satu faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan adalah motivasi kerja. Motivasi dipengaruhi oleh faktor internal individu dan faktor eksternal. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan motivasi bidan dalam penerapan SOP pertolongan persalinan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain kros seksional dan jumlah sampel 73 orang yang diambil secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sebagian besar (63%) bidan mempunyai motivasi dalam kategori baik, 2) terdapat 2 variabel yang berhubungan dengan tingkat motivasi bidan adalah sikap dan status pelatihan APN, dan 3) variabel yang paling dominan hubungannya dengan tingkat motivasi bidan adalah sikap (p=0,001; OR:10,2). Kesimpulannya adalah kelompok bidan yang mempunyai sikap baik terhadap kepatuhan menerapkan SOP pertolongan persalinan mempunyai tingkat motivasi 10,2 kali dari kelompok yang mempunyai sikap kurang.
STUDI KASUS: MODEL PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA UNTUK PENUNJANG GIZI KESEHATAN KELUARGA DI KELURAHAN TALANG KERAMAT KABUPATEN BANYU ASIN Retnaningsih, Ekowati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Selatan masih mempunyai 5,5 % balita gizi buruk dan 14,4 % balita gizi kurang(1). Masalah gizi dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Ketahanan pangan di tingkat rumah tangga menjadi faktor yang amat penting karena berhubungan langsung dengan penyebab langsung kekurangan gizi yaitu kecukupan asupan zat gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan ketahanan pangan keluarga berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan paradigma campuran antara kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan rancangan studi kasus pre-post test. Untuk menjaga validitas data dilakukan triangulasi metode. Berdasarkan hasil identifikasi potensi dan modal sosial yang ada maka dikembangkan model intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah, yang terdiri beberapa komponen yaitu : 1) penunjukan motivator bagi tokoh masyarakat, 2) mengembangkan rumah contoh pemanfaatan pekarangan, 3) pemberian stimulan. Hasil intervensi pengembangan model menunjukkan bahwa model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan dirasakan sangat bermanfaat oleh kelompok kasus dan berhasil mereplikasi secara swadaya ke rumah tangga lainnya.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA HAYATI SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI KABUPATEN OKU SELATAN Retnaningsih, Ekowati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dapat dilaksanakan secara mandiri untuk beberapa gejala kesehatan ringan dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA). Terdapat berbagai jenis tanaman di Sumatera Selatan yang dapat dimanfaatkan menjadi obat tradisional. Diperlukan informasi tentang penyebaran jenis dan pemanfaatan tanaman obat di setiap wilayah.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian gabungan antara desain kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner sejumlah 57 responden. Hasil penelitian menunjukkan: 1) sejumlah 77 jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat di kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, 2)tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah kunyit yaitu dimanfaatkan di 55 desa.
KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP STANDAR OPERASIOANAL PROSEDUR PERTOLONGAN PERSALINAN UNTUK MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Retnaningsih, Ekowati; Nuryanto, Nuryanto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study to determine the factors associated with adherence to a person in performing their duties in accordance with the guidelines of the SOP Standard Normal Maternity Care in South Sumatra Province. This study uses a quantitative approach with cross-sectional study design (cross-sectional). The population is the entire health worker / midwife in private practice in the City and County Banyuasin Palembang in South Sumatra Province. Sample health worker / midwife in private practice amounted to 73 people who do the delivery assistance during the study. Quantitative data processing performed using computerized. The results showed 67.1% of health workers who have adhered to run the SOP delivery assistance, the average age of respondents was 40 years old, the youngest age is 22 years old and the oldest was 65 years of age, educational level of most graduate midwifery D-3 is 80.8 %, married status (married) which is about 86.3%, the average income of more than Rp. 4000.000, -, all health workers (100%) received good support from family friends as well. The level of knowledge the respondents 92.8% had good, good attitude of respondents 81.1%, 72.6% have already followed the training of health personnel APN, total 97.3% of health workers already have a health facility and 52.1% said facilities are complete , Motivation of health workers has been a good 63%. There is a significant association between knowledge, attitudes and availability of health facilities with a compliance rate of health workers in carrying out the SOP delivery assistance.
MODEL PREDIKSI KINERJA PENGELOLA PROGRAM DALAM CAPAIAN CASE DETECTION RATE PENYAKIT TB DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Afrimelda, Afrimelda; Retnaningsih, Ekowati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan kasus tuberkulosis (Case Detection Rate) di Provinsi Sumatera Selatan cakupannya 46,20% dari target CDR 70%. Fakta ini merupakan gambaran kinerja petugas pengelola program P2TB Puskesmas yang merupakan salah satu kunci strategis dalam pencapaian target Case Detection Rate. Mengetahui hubungan variabel umur, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan,pelatihan, desain pekerjaab, sumber daya, kepemimpinan, supervisi, motivasi petugas pengelola P2TB Puskesmas berdasarkan teori perilaku dan kinerja Gibson dengan Case Detection Rate program P2TB puskesmas provinsi sumatera selatan tahun 2009. Desain penelitian adalah cross sectional kualitatif. Sampel diambil secara multistage random sampling. Hasil uji statistik regresi logistik ganda menunjukkan variabel yang dominan adalah pelatihan (p=0,001 dan Odds rasio= 8,859). Jenis kelamin, pengetahuan, pelatihan, sumber daya, supervisi, motivasi petugas pengelola program P2TB Puskesmas adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian target case detection rate program P2TB Puskesmas Provinsi Sumatera Selatan tahun 2009. Faktor paling dominan adalah pelatihan.
Pengaruh Kemiskinan Konteksual Terhadap Akses Layanan Kesehatan Suspek Penderita Tuberkulosis di Indonesia Retnaningsih, Ekowati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 1 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intervensi Sisi Lingkungan dan Kemampuan Belanja Makanan Berpengaruh Untuk Menurunkan Keluhan Kesehatan Retnaningsih, Ekowati; Maryani, Sri; Sihombing, Pardomuan Robinson; Nuryanto, Nuryanto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v7i1.559

Abstract

Clean water and proper sanitation are basic human needs that are one of the goals of sustainable development. Poor environmental sanitation will also adversely affect health. The purpose of this study was to determine the effect of environmental health determinants and expenditure on food on health complaints. The research method is a longitudinal survey, using aggregate data from SUSENAS, panel data from 34 Provinces in Indonesia for the 2018-2022 period. Data processing using STATA. The results found that three significant variables influenced health complaints, namely sanitation, access to drinking water and per capita food expenditure. The results found that three significant variables influenced health complaints, namely sanitation access variables, access to drinking water and per capita food expenditure. The most influential variable is per capita food expenditure. It was concluded that to reduce health complaints, interventions are needed to increase access to environmental health and increase expenditure on food as a basis for increasing adequate nutritional consumption.
POVERTY LEVELS MUST BE REDUCED TO IMPROVE ACCESSIBILITY TO HEALTH SERVICES Yesi, Desri; Retnaningsih, Ekowati; Sihombing, Pardomuan Robinson; Nuryanto, Nuryanto; Novitha, Irni
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v12i2.2024.189-197

Abstract

Background: Access to health services is a fundamental right for every citizen, but its equitable distribution remains challenging due to the influence of several variables. Indonesia has achieved Universal Health Coverage (UHC), but access to health services for those with health problems is still low. Aims: This study aims to determine the variables influencing access to health services in Indonesia. Methods: Longitudinal analysis of panel data was used, and the dataset was taken from the 34 provinces of Indonesia from 2018 to 2022. The data obtained were then analyzed descriptively and analytically by linear regression using STATA software. Results: Individual and family variables influencing access to health services for the population with health problems included variable need (health problem), ownership of health insurance, and ability to pay. Furthermore, the results showed that the number of areas with high poverty rates (socioeconomic) was a contextual factor with a higher level of influence. Conclusion: Based on the results, policies to improve access to health services, a basic human right, could not be solely achieved by the health sector. Therefore, integrated comprehensive planning collaboration of Penta-Helical elements was needed to reduce poverty enclaves. Keywords: ability to pay, access to health services, health insurance, poverty
Comparison of anti-SARS-CoV-2 IgG seropositivity among vaccinated, unvaccinated, and COVID-19 survivor individuals: A cross-sectional study in Palembang, Indonesia Retnaningsih, Ekowati; Nuryanto, Nuryanto; Oktarina, Reni; Komalasari, Oom; Maryani, Sri; Larasti, Veny; Fertilita, Soilia
Narra J Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i3.2890

Abstract

Measurement of anti–severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) immunoglobulin G (IgG) antibody levels provides evidence of prior infection or vaccination. Persistent vaccine hesitancy underscores the importance of robust, evidence-based data to inform policy decisions. The aim of this study was to compare anti-SARS-CoV-2 IgG seropositivity among vaccinated individuals, unvaccinated individuals, and coronavirus disease 2019 (COVID-19) survivors in the community during the pandemic. In this cross-sectional study, 517 participants were enrolled, including 167 vaccinated individuals, 97 COVID-19 survivors, and 253 unvaccinated individuals, selected through multistage cluster sampling of 40 clusters. Anti-SARS-CoV-2 IgG seropositivity was defined as ≥50 AU/mL. Multivariable logistic regression was performed to evaluate associations between group type and seropositivity, adjusting for demographic factors, COVID-19 symptoms, hypertension, and body mass index (BMI). Vaccinated individuals demonstrated significantly higher odds of seropositivity compared with unvaccinated participants (odds ratio (OR)=5.60; 95% confidence interval (CI): 2.36–13.27). Covariates independently associated with seropositivity (p<0.05) included the presence of COVID-19 symptoms, hypertension, and BMI. Vaccination was strongly associated with increased anti-SARS-CoV-2 IgG seropositivity in the community, independent of clinical and demographic factors. These findings support ongoing vaccination campaigns and highlight the relevance of comorbidities and symptomatic history in shaping humoral immune responses.