Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDEKATAN UNIQUE POINT SELLING (UPS) DLM REFORMULASI STRATEGI PEMASARAN PULAU GILI TRAWANGAN PASCA GEMPA I Made Murdana
GANEC SWARA Vol 13, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Mahasaraswati Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.898 KB) | DOI: 10.35327/gara.v13i1.79

Abstract

The research was base on the post-earthquake disaster in the island of Lombok. Tourism facilities and infrastructure are damaged and affect the level of tourist visits. This study aims to determine the strategies and action programs in marketing carried out in recovering tourist visits to Gili Trawangan Island in the perspective of a unique selling point (USP). The method used is qualitative descriptive analysis with purposive sumpling through observation and deep interview. The unique selling point approach on Gili Trawangan Island will be reviewed. Based on USP on Gili Trawangan Island, the marketing strategy implemented after the earthquake is reformulation of the strategy, positioning, and imaging of tourist areas. These three strategies are dominantly carried out with the rise of Lombok campaign. Strategically implemented in the marketing of Gili Trawangan Island after the earthquake turned out to be related to unique selling points. UPS is closely related to positioning and imaging strategies. The final result of positioning is the building of regional imagery.
KREATIF ECOTOURISM KUNCI KEBERLANJUTAN PARIWISATA PULAU: STUDI KASUS KEPULAUAN GILI MATRA I Made Murdana
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.689 KB) | DOI: 10.47492/jih.v8i2.12

Abstract

The tourism development paradigm has a very frightening effect on the island's destination. Gili Matra Islands as an island destination has the potential to have a high level of vulnerability. The sustainability aspect of island destination is a development challenge in future. Destination protection is important in its sustainability. Creative ecotourism as a form of sustainable tourism is consistently urgent to adopted and as the purpose of this paper. The method of this paper is descriptive qualitative through in-depth interviews. Within case study of the Gili Matra Islands on this paper, it is able to provide an overview of alternative ecotourism forms in actual and conceptual of destination protection. The creative of ecotourism concept is able to collaborate with the differentiation of tourism products in each island (Gili Trawangan, Gii Meno, and Gili Air).
PENGEMBANGAN POTENSI PANTAI KERAKAS BERBASIS WISATA BAHARI DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Melia Haerani; I Putu Gede; I Made Murdana
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 2: Nopember 2021
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.237 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v1i1.999

Abstract

Penelitian in dilakukan kawasan kampung nelayan Kerakas, Desa Persiapan Segarakaton, kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata kawasan kampung nelayan Kerakas, menganalisis faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dengan wisata Pantai Kerakas, serta menyusun strategi pengembangan wisata pantai Kerakas. Berdasarkan internal faktor analisis summary (IFAS), faktor internal yang menjadi kekuatan kawasan kampung nelayan Kerakas adalah potensi alam berupa Air tawar yang berada ditengah laut, kawasan pantai dengan pasir hitam, kawasan perkampungan nelayan, yang merupakan kekuatan utama dalam pengembangan potensi wisata ini. Kelemahan terbesar adalah pada promosi dan sumber daya manusia yang masih kurang. Exsternal factor Analysis summary (EFAS) yang menjadi peluang adalah keunikan yang dimiliki, adanya rencana pengembangan dari pemerintah, serta minat masyarakat mengunjungi kawasan wisata bahari yang tinggi. Ancaman yang ditimbulkan adalah Terdapat objek wisata lain yang lebih mudah dijangkau, tenaga kerja lokal yang kalah saing dengan tenaga kerja luar. Strategi pengembangan objek wisata bahari kawasan kampung nelayan kerakas adalah Strategi SO yaitu dengan mengoptimalkan pengembangan objek wisata alam dan memberdayakan masyarakat setempat. Strategi WO yaitu membuatkan promosi, koordinasi dengan berbagai pihak, mengelola objek wisata secara profesional. Strategi ST yaitu meningkatkan sumber daya manusia serta berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan pandemi. Stategi WT yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyrakat, menyediakan fasilitas pariwisata yang mendukung berkembangnya daya tarik wisata bahari.
PENGEMBANGAN BUKIT TAMAN LANGIT SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALTERNATIF DI DESA BENGKAUNG KECAMATAN BATU LAYAR LEMBAH SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Septian Angga; I Made Murdana; I Wayan Suteja
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 3: Maret 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.11 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v1i3.1368

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi alternatif pengembangan Bukit Taman Langit sebagai daya tarik wisata alternatif. Karena merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Metode analisis data yang digunakan deskritif kualitatif dipakai untuk mengidentifikasi ketersedian sarana prasaran dan potensi serta daya tarik wisata.. Sedangkan dalam merancang strategi dan program pengembangan pariwisata menggunakan bantuan analisis SWOT dengan menggunakan Matrik EFAS dan Matrik IFAS untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang ada. Adapun informan yang dipilih berdasarkan purposive sampling untuk melakukan wawancara adalah pengelola dan pengunjung Bukit Taman Langit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pada matrik SWOT strategi alternatif yang harus dilakukan untuk mengembangkan Bukit Taman Langit adalah strategi pengembangan spot foto, pengembangan menu-menu makanan dan minuman sesuai dengan trend, program penyuluhan masyarakat,program perbaikan akses menuju Bukit Taman Langit, penyediaan tong sampah di sekitar Bukit Taman Langit, menjaga kelestarian lingkungan, aktif dalam promosi dunia maya dan Kerjasama dengan biro perjalanan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PANTAI PINK SEBAGAI ATRAKSI PARIWISATA DI LABUAN BAJO KABUPATEN MANGGARAI BARAT Maria Bian; I Made Murdana; Rizal Kurniansah
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 3: Maret 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.333 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v1i3.1371

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Strategi Pengembangan Pantai Pink Sebagai Daya Tarik Wisata di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menjawab rumusan masalah yaitu mengidentifikasi faktor-faktor pengembangan wisata Pink Beach baik secara internal maupun eksternal dan menetapkan strategi pengembangan Pink Beach sebagai daya tarik wisata di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Penulisan penelitian ini disajikan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang daya tarik Strategi Pengembangan Pantai Pink sebagai Daya Tarik Wisata di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis SWOT, EFAS IFAS.
PENERAPAN ECO FRIENDLY PADA HOUSEKEEPING DEPARTEMEN DI HOTEL THE JAYAKARTA LOMBOK I Wayan Supadma; I Made Murdana; M Jumail; Indrapati Indrapati
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 1: Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.781 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i1.1895

Abstract

Hotel adalah suatu bangunan yang berfungsi sebagai tempat penginapan dengan fasilitas penunjang lainnya. Departemen Housekeeping adalah departemen yang bertanggung jawab untuk mengelola atau mengelola peralatan, menjaga kebersihan dan kenyamanan. Eco friendly merupakan kegiatan ramah lingkungan sederhana yang bertujuan untuk mengurangi dampak sampah khususnya sampah hotel. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri perhotelan berupa limbah padat seperti plastik, botol, gelas, dan cangkang telur. Sedangkan limbah cair berupa sisa air dari pencucian sprei, linen dan laundry. Tujuannya adalah untuk menjelaskan atau mendeskripsikan penerapan Eco Friendly di Hotel The Jayakarata Lombok khususnya pada Departemen Housekeeping. Untuk Mengidentifikasi Faktor Internal dan Eksternal Ramah Lingkungan di The Jayakarta Hotel Lombok. Memberikan penjelasan tentang Strategi Ramah Lingkungan di The Jayakarta Hotel Lombok. Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori STD (Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan). metode analisis SWOT. Strategi Alternatif SO, ST, WO, & WT. Menghasilkan Program Pelatihan Staf. Rekrutmen Staf Muda. Program Kerja Karyawan dalam penerapan Eco Friendly. Hotel promosi merupakan kelebihan dari penerapan Eco Friendly. Penambahan infrastruktur pendukung penerapan Eco Friendly.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PANTAI KURA-KURA KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Satriawan Satriawan; I Made Murdana
Journal Of Responsible Tourism Vol 1 No 3: Maret 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.822 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i1.1914

Abstract

Penelitian yang berlokasi di Pantai Kura-kura Dusun Sungkun Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, dan sekitar 54 kilometer dari Lombok Internasional Airport. 1,5 jam berkendara dari bandara dan 2 km terakhir sebelum mencapai tujuan, anda berada di jalan tanah bergelombang. Pantai yang menghadap selatan dan timur yang menghadap langsungsung ke laut lepas Samudra Hindia. Penelitian ini membahas mengenai Strategi Pengembangan Pariwisata Bahari Pantai Kura-kura Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan guna menjawab rumusan masalah, yaitu Bagaimana menyusun analisis SWOT dalam kendala pengembangan wisata bahari di Pantai Kura-kura dan mengetahui bagaimana startegi pengembangan pariwisata bahari yang ada di Pantai Kura-kura. Penulisan penelitian ini disajikan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran mengenai daya tarik dan strategi pengembangan wisata bahari Pantai Kura-kura. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis potensi wisata bahari di pantai kura-kura. Selain Untuk merumuskan strategi dalam penelitiann ini. metode ini menggunakan metode analisis SWOT, hasilyang diperoleh pada potensi wisata bahari yang dimiliki oleh pantai kura-kura sudah sangat bagus untuk dikembangkan, hal ini dilihat dari jumblah kunjungan yang ditemui, meningkatkan dan mempertahankan kerjasama dalambidang keamanan, kenyamanan, fasilitas, dan menjaga fasilitas sarana dan prasarana
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DESTINASI HONEYMOON DI GILI MENO KABUPATEN LOMBOK UTARA Roly Handika; I Made Murdana; Lalu Masyhudi; I Putu Gede; Uwi Martayadi
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 2: Nopember 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.391 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i2.2162

Abstract

Perception is the process by which a person selects, organizes, and interprets information inputs to create a meaningful overall picture. While the development of tourism is a destination whose development is determined in certain phases. The objectives to be achieved in this study are to determine the development of tourism in Gili Meno and to determine public perceptions of the development of honeymoon destinations in Gili Meno. In this study, the informants were village officials, pokdarwis leaders, and community leaders. In this study, the data collection methods used were observation, interviews, and documentation. The technique of determining the informants used purposive sampling. The initial step taken to find out the public's perception of the development of honeymoon destinations and tourism development in Gili Meno was by observing and conducting interviews with several informants. The results of this study indicate that the public's perception of honeymoon destinations is in the good category and the development of tourism in Gili Meno is in the development phase and has implications for the economy, environment, social and culture.
STRATEGI PENGEMBANGAN DANAU EMBULAN SEBAGAI DESTINASI WISATA Di DESA AIK BUKAQ KECAMATAN BATUKLIANG UTARA LOMBOK TENGAH Nuri Dahlan; I Made Murdana; Ajuar Abdullah; I Putu Gede; Lalu Masyhudi
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 2: Nopember 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.589 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i2.2167

Abstract

The problems studied in this study are related to the development of potential tourist attractions owned by Embulan Lake as a Tourist Destination and to formulate development strategies that are in accordance with environmental conditions. The method used in this research is descriptive qualitative by using data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation, while to analyze the data the researcher uses SOAR analysis. The results of this study are Embulan Lake has a potential tourist attraction that can be developed as a tourist destination, while the Embulan Lake development strategy is as follows: Development of natural tourism potential such as water tourism, educational tourism, Cultural tourism development such as storytelling, Development of supporting facilities, Capturing linkage with travel units (travel agents), Collaborating between academics in the tourism sector, Creating a management agency from the Petikus Daye Hamlet community which will be under the auspices of the central pokdarwis in Aik Bukaq Village, Preparing existing business units (UMKM), implementation of concept of CBT, Conducting promotions, Collaborating between existing tourist destination managers, Creating official accounts on social media, Conducting durian fruit events at Embulan Lake.
REKONSTRUKSI DAYA TARIK WISATA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SETANGGOR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dayana Putri; I Made Murdana; Lalu Mahsar; Sri Susanty; Ajuar Abdullah
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 2: Nopember 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.06 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i2.2174

Abstract

Desa Wisata Setanggor merupak salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah yang dijadikan sebagai tempat destinasi pada tahun 2016. Penelitian terhadap Desa Wisata Setanggor bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daya tarik wisata kembali dengan mengetahui faktor internal (berupa kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (berupa peluang dan ancaman), serta mengkaji pengembangan Desa Wisata dan memberikan strategi rekonstruksi dalam mengembangkan Desa Wisata Setanggor. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data dengan kualitatif diskriptif dengan bantuan merumuskan strategi dan merancang program menggunakan matrik IFAS, EFAS dan matrik SWOT. Teknik pengumpulan data yang digunaan dengan observasi, wawancara, kusioner dan dokumentasi dengan penentuan informan penelitian menggunakan Porposive sampling dengan jumlah narasumber 5 orang.Hasil penelitian membuktikan bahwa potensi yang dapat di jadikan daya tarik wisata terlihat dari segi budaya, potensi alam, kearifan lokal dan religi. Berdasarkan hasil penelitian dari hasil pengisian kusioner dengan analisa IFAS dan EFAS terbuktikan bahwa memiliki nilai faktor internal 2,72 dan faktor eksternal 2,85 dalam posisi sedang, maka berada di strategi stability dan maintain dengan pemberian strategi dalam bentuk pengembangan produk dan penetrasi pasar. Kemudian dari perumusan hasil analisis SWOT memberikan lima strategi dan memiliki dua program prioritas yaitu menjalin kerjasama dengan biro usaha dan pengembangan kelembagaan Desa Wisata Setanggor.Pengembangan yang ada di Desa Wisata Setanggor sudah baik dengan adanya potensi yang dimilki dan di dukung oleh penyediaan amenitas yang baik bisa membangkitkan kembali dengan pemberian strategi rekonstruksi daya tarik wisata dalam pengembangan Desa Wisata Setanggor Kabupaten Lombok Tengah.