Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BAHARI (STUDI KASUS: PANTAI EKAS KABUPATEN LOMBOK TIMUR) Khairul Basri; I Made Murdana; M Azizurrohman
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2716

Abstract

This study discusses the Marine Tourism Development Strategy of Ekas Beach, East Lombok Regency. The results of the study are described in several answers to the formulation of the problem, namely to determine the potential for marine tourism attraction of Ekas Beach, then create a SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), in order to find out how the marine tourism development strategy will be carried out at Ekas Beach until in making work programs that can realize the strategy. By using the method of interviews, observations, documentation studies and literature studies and approaches using qualitative descriptive. The results of this study indicate that Ekas Beach has the potential to attract competitive marine tourism from the shoreline, towering hills around the shoreline, underwater beauty, calm sea water and lobster cultivation. Ekas Beach has now begun to be managed by the Village Government and Local Communities by taking advantage of its attractiveness. Furthermore, the analysis contained in the internal factors (strengths-weaknesses) and external (opportunities-threats) from the identification of attractions and developments that have been carried out is carried out. There are four strategies that were born, namely, Alternative Strategies for Development of Marine Tourism Products, Alternative Strategies for Development of Tourism Institutions and Human Resources, Alternative Strategies for Development of Local Community-Based Tourism. Alternative Strategies for Development of Tourism Human Resources Support and Interest. Then followed up in work programs.
PENGARUH SUNMORI TERHADAP PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS DI BUKIT NIPAH Muhammad Syahroni Ramadhan; I Made Murdana; Uwi Martayadi
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2728

Abstract

The success of the most popular motorcycle racing event in the world that is WSBK and MotoGP wich held at Pertamina Mandalika Circuit, made Lombok visited by a lot of motorcycle communities who did touring, not only touring activities that were often caried out by the motorcycle community were sunmori. Sunmori has become a very popular in the last couple year, one of the most popular sunmori location in Lombok is Bukit Nipah. The purpose of this research is to find out influence of sunmori of the development special interest tours in Bukit Nipah. The population in this research is a biker community who carry out sunmori activities in Bukit Nipah. The sampling technique used is Insidental Sampling and data collection technique by observation, interview, documentation and using a questionnare to 30 respondents. The data was analyzed using simple linear regression, determinant coefficient test (r2), and t test. The research result indicate that sunmori has a positive effect on the development of special interest tours in Bukit Nipah with a percentage of 69,5%, while 30,5% is influenced by other variabels that has not been researched on this paper.
PENGEMBANGAN WISATA PANTAI EKAS BUANA DESA EKAS KECAMATAN JERUWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Beri Andrean Jalil; I Made Murdana; I Putu Gede
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2731

Abstract

This research discusses the Tourism Development Strategy of Ekas Buana Beach, Jeruwaru District, East Lombok Regency. This research was conducted to answer the formulation of the problem, namely to find out the tourist attraction of Ekas Buana Beach and find out how the strategy of developing Ekas Buana Beach tourism. The writing of this research is presented descriptively to obtain an overview of the attractiveness and tourism development strategy of Ekas Beach. The methods used in data collection are observation, interviews, documentation and literature studies. The results of this study show that Ekas Beach has an extraordinary beach tourist attraction from the side of the beach that stretches out with the exoticness of the sand which is still very beautiful, the hills that rise around the shoreline, the beauty of the underwater, and clear and calm sea water. Ekas Beach has now begun to be managed by the Village Government and Local Communities by utilizing its strengths. The conclusion that can be drawn regarding the development of Ekas Buana Beach tourism is that there are still weaknesses in the development of beach tourism so that a strategy is needed in planning programs to maximize the development of Ekas Beach in increasing tourist visits to Ekas Beach, this will have a good economic impact on the Village Government and the Community.
Mengenal Museum Anti-Kolonialisme Multatuti sebagai Daya Tarik Wisata bagi Generasi Muda di Kabupaten Lebak, Banten Roozana Maria Ritonga; I Made Murdana
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2732

Abstract

Berkunjung ke suatu museum pada umumnya tidak pernah mendapatkan perhatian pada masyarakat di Indonesia, khususnya pada generasi muda yang menunjukkan hasil yang kurang maksimal. Persepsi yang mereka miliki masih kurang baik mengenai museum dan masih banyak mempunyai kesan bahwa museum tidak lebih dari tempat benda-benda lawas yang disimpan untuk tujuan pameran ke masyarakat. Pada kenyataannya masih banyak mahasiswa atau generasi muda yang belum pernah berkunjung ke museum atau tidak memiliki ketertarikan untuk berkunjung dikarenakan membosankan dan menganggap tidak ada manfaatnya untuk mendapatkan pengetahuan atau edukasi mengenai suatu bukti sejarah maupun budaya bangsa. Selain menjadi tempat pembelajaran museum dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke suatu kota atau negara. Oleh karena itu, perlu ada usaha dari pihak museum untuk dapat memotivasi para generasi muda untuk datang berkunjung ke museum untuk menjadikan tempat rekreasi dan sekaligus tempat media belajar bagi para generasi muda atau pengunjung maupun wisatawan.Penelitian ini mempunyai tujuan; Pertama, memberikan pemahaman pada generasi muda bahwa museum adalah sebagai wadah untuk belajar mengenai sejarah dan budaya. Kedua, untuk mengetahui bagaimana museum dapat meningkatkan daya tariknya sebagai tempat rekreasi yang bermanfaat sesuai selera generasi muda dan ketiga memberikan pengenalan mengenai museum Multatuli sebagai museum anti-kolonialisme pertama di Indonesia yang wajib dikunjugi dan menambah wawasan mengenai sejarah pada para generasi muda. Adapun museum yang akan dibahas adalah Museum Multatuli di Rangkasbitung kabupaten Lebak, Banten. Museum ini di didirikan pada tanggal 11 Februari 2018 dan merupakan museum yang mengisahkan perlawanan terhadap penjajahan di Indonesia yang dikenal dengan sistem tanam paksa atau cultuurstelsel yang terjadi pada sekitar tahun 1850 di kabupaten Lebak.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Tahapan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara serta interpretasi melalui pendekatan konsep edukasi, kajian teori dan teoritis museum. Melalui penelitian ini diharapkan museum Multatuli dapat berfungsi sebagai daya tarik wisata sejarah dan budaya dan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda maupun wisatawan untuk berkunjung ke kabupaten Lebak.
Kajian Potensi Desa Wisata Sebagai Daya Tarik Wisata Alternatif di Lombok Tengah Reza Kurniawan Abka Reza; I Made Murdana Murdana
Journal of Mandalika Review Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Mandalika Review
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/mandalika.v2i2.88

Abstract

Latar Belakang: Desa Wisata merupakan suatu konsep wisata alternatif yang menekankan pada partisipasi aktif masyarakat. Dalam konsep ini, masyarakat lokal menjadi bagian integral dalam perencanaan, pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata. Desa Wisata bertujuan untuk menciptakan dampak positif yang bertahan lama seperti meningkatkan pendapatan masyarakat. Desa Wisata Bonjeruk saat ini menjadi desa wisata rintisan yang mulai dikujungi oleh wisatawan. Hanya saja dibutuhkan inventarisir khususnya kondisi aktual yang terkait dengan 5 A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Akomodasi, Aktivitas) agar diketahui pada aspek mana yang akan dijadikan sebagai kekuatan dalam pengembangan Desa Wisata Bonjeruk kedepannya. Metodologi: Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dinilai sangat cocok untuk tujuan penelitian yang dimana mengidentifikasi ketersediaan produk wisata. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni tahun 2023. Berlokasi di Desa Wisata Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi partisipasi dan wawancara mendalam kepada pengelola dan masyarakat di yang ada di Desa Wisata Bonjeruk Temuan: Dari kelima aspek (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Akomodasi, Aktivitas), Desa Wisata Bonjeruk memiliki manajemen pengelolaan desa yang terkelola dengan baik namun perlu juga untuk dilakukan pengembangan agar dapat mendukung aktifitas wisata dengan maksimal. Kesimpulan: Desa Wisata Bonjeruk menjadi salah satu desa wisata yang dikategorikan sebagai desa wisata rintisan. Produk pariwisata yang dimiliki oleh Desa Wisata Bonjeruk antara lain atraksi wisata baik itu alam maupun budaya. Namun yang menjadi kekuatan utamanya adalah budaya khususnya dibidang kuliner. Aksesibilitas menuju ke Desa Wisata Bonjeruk dinilai sudah cukup memadai. Amenitas yang tersedia dinilai telah memadai, mulai dari warung, tempat parkir, mushollah dan fasilitas pendukung aktifitas wisatawan lainnya. Untuk akomodasi hanya tersedia homestay yang merupakan rumah warga dalam jumlah yang terbatas. Adapun untuk aktifitas terdapat banyak jenis aktifitas yang dapat dilakukan mulai dari bersepda keliling desa, mengikuti life cooking, melihat pembuatan tenun dan kopi serta mengendarai cidomo. Kata kunci: Manejemen Pengelolaan, Desa Wisata Bonjeruk, Daya Tarik Wisatawan