Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Higiene Sanitasi Penjamah Makanan di Warung Makan Sekitar Universitas Muhadi Setiabudi Anggi Citra Suryani; Rifatul Masrikhiyah; Sulasyi Setyaningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v3i4.8933

Abstract

The knowledge and attitudes of food handlers are pivotal in fostering proper hygiene practices; however, not all individuals grasp and implement the requisite standards. The aim of this study is to examine the correlation between knowledge and attitudes regarding the behavior of food handlers in the context of hygiene and sanitation practices at Muhadi Setiabudi University. The study uses an observational methods. The research design used was cross-sectional in nature. A total of 59 food handlers were selected for the study, all of whom fulfilled the established criteria. The sampling method employed was purposive sampling. The findings indicate that 26 individuals, representing 44.1%, demonstrated a commendable level of knowledge, while 33 individuals, or 55.9%, exhibited a lack of knowledge. Furthermore, 54 individuals, accounting for 91.5%, displayed a positive attitude, in contrast to 5 individuals, or 8.5%, who showed a negative attitude. Additionally, 26 individuals, corresponding to 44.1%, engaged in commendable behavior, whereas 33 individuals, or 55.9%, were characterized by poor behavior. The Chi-square test revealed a relationship between knowledge and behavior, indicated by p > 0.05 (p = 0.809), and between attitude and behavior, evidenced by p < 0.05 (p = 0.848). No correlation exists between knowledge and attitudes regarding food handler behavior.
PENYULUHAN DAN PMT GIZI KURANG PADA ANAK DI DESA SITANGGAL Diah Ratnasari; Elinda Umisara; Findy Dwita Kumala; Anggray Duvita Wahyani; Yuniarti Dewi Rahmawati; Sulasyi Setyaningsih
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 6 No. 02 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v6i02.1845

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes memiliki prevalensi gizi kurang yang tinggi (18,7%) dengan 86 kasus meskipun memiliki aksesibilitas yang baik terhadap fasilitas kesehatan dan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa permasalahan gizi lebih dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan pola asuh dibandingkan keterbatasan akses geografis. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita tentang gizi seimbang dan pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak melalui penyuluhan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 November 2025 di Aula Balai Desa Sitanggal dengan melibatkan 20 peserta ibu balita. Kegiatan terdiri dari penyuluhan tentang gizi seimbang dengan konsep "Isi Piringku" dan praktik pembuatan PMT berbahan dasar ikan kuniran yang diolah menjadi rolade. Hasil: Penyuluhan mendapat respon antusias dari peserta, ditunjukkan dengan partisipasi aktif saat penyampaian materi dan praktik pembuatan PMT. Kesimpulan: Edukasi gizi dan demonstrasi pengolahan makanan bergizi yang variatif dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyediakan asupan gizi yang baik bagi balita. Kegiatan berkelanjutan diperlukan untuk menurunkan angka gizi kurang di Desa Sitanggal.
Pemanfaatan Potensi Pangan Lokal dalam Sosialisasi PMT Tinggi Protein Bagi Keluarga Pra Sejahtera di Kelurahan Kaliwlingi Anggray Duvita; Sulasyi Setyaningsih; Yuniarti Dewi Rahmawati; Diah Ratnasari; Tri Marta Fadhilah
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 6 No. 02 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v6i02.1869

Abstract

Kelurahan Kaliwlingi merupakan wilayah pesisir di wilayah Brebes utara dengan potensi laut melimpah, namun angka risiko stunting pada keluarga pra sejahtera masih memerlukan perhatian khusus. Masalah utama adalah rendahnya pengetahuan ibu dalam mengolah sumber protein hewani menjadi makanan tambahan yang menarik bagi balita. Selama ini, hasil tangkapan nelayan lebih diutamakan untuk dijual ke pasaran daripada diolah sendiri. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga melalui sosialisasi dan demonstrasi pengolahan PMT berbasis ikan. Metode yang digunakan adalah partisipatif aktif dengan teknik ceramah dan praktik langsung. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman gizi sebesar 80% dan keberhasilan peserta dalam menciptakan produk olahan pangan lokal secara mandiri.
PENGARUH PEMBERIAN NUGGET IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA GIZI KURANG DI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES Sulasyi Setyaningsih; Findhy Dwita Kumala; Alik Kandhita Febriani
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1957

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Brebes merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang masih memiliki prevalensi gizi kurang yang cukup tinggi. Pemanfaatan ikan lokal sebagai bahan pangan bergizi melalui produk olahan seperti nugget dapat menjadi alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian nugget ikan kuniran terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 60 balita gizi kurang usia 24–59 bulan yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Kelompok intervensi memperoleh nugget ikan kuniran selama masa intervensi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan rutin puskesmas. Status gizi diukur menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis perbedaan antar kelompok menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan perubahan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum intervensi tidak terdapat perbedaan status gizi antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,471). Setelah intervensi juga tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,124). Namun demikian, perubahan status gizi menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,038). Kelompok intervensi mengalami peningkatan skor Z BB/U sebesar 0,038±0,72, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar -0,31±0,19. Rata-rata berat badan kelompok intervensi meningkat sebesar 0,70 kg, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar 0,01 kg. Kesimpulan: Pemberian nugget ikan kuniran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang yang ditunjukkan melalui peningkatan berat badan dan perubahan skor Z indeks BB/U dibandingkan kelompok kontrol.