Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

Evaluasi Implementasi Program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Kabupaten Agam Zufren, Zufren; Reza, Muhamad; Marganof, Marganof
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i1.5777

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang cepat kadang tidak diikuti oleh produksi pangan. Alih fungsi lahan adalah penyebab utama berkurangnya lahan pertanian pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi serta menemukan faktor faktor yang mempengaruhi implementasi program perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Agam. Metode yang digunakan  adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus menggunakan sumber data primer dan sekunder. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara  dengan informan kunci dari perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan program ditambah informan pendukung. Analisis data berupa tahapan reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan. Hasil analisis dan pembahasan data menunjukkan bahwa implementasi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Agam belum berjalan maksimal. Adapun penyebabnya karena belum adanya data nama dan alamat  pemilik lahan, koordinasi dan komunikasi antar perangkat daerah yang belum maksimal, program insentif dan sanksi belum terlaksana, belum adanya komunikasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan petani pemilik lahan sebagai sasaran program. Untuk itu disarankan Pemerintah Daerah perlu menetapkan nama dan lokasi yang menjadi sasaran perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan menetapkan peraturan daerah khusus tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan pembentukan kelompok kerja.Kata kunci: pangan, LP2B,kualitatif deskriptif, kelompok kerja
Pemetaan Potensi Modal Sosial Dalam Kelompok Tani Di Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Pratama, Gilank Kanugraha; nasrul, Wedy; Reza, Muhamad
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6526

Abstract

Pengembangan kelompok tani menjadi proses tukar menukar informasi serta modal sosial yang diharapkan membawa perubahan prilaku dalam meningkatkan usaha dalam kelompok tani secara berkesinambungan. Modal sosial meliputi jaringan, norma dan rasa percaya untuk menciptakan koordinasi dan kerjasama untuk kepentingan bersama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi modal sosial dalam kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat kota payakumbuh dan menjelaskan potensi modal sosial kelompok tani untuk pembangunan pertanian. Pendekatan penelitian dengan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Pemilihan lokasi digunakan metode purposive, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian menggambarkan kondisi modal sosial dalam kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat melalui 3 unsur modal sosial yaitu jaringan, norma dan rasa percaya, kemudian menjelaskan potensi modal sosial dalam kelompok tani untuk pembangunan pertanian ditunjukkan melalui tipologi modal sosial (Bonding, Bridging dan Linking Sosial capital). Kesimpulan penelitian yaitu kondisi modal sosial dalam kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat yaitu jaringan, norma dan rasa percaya sudah berjalan dengan baik dan lancar. Modal sosial dalam kelompok tani berfungsi sebagai penambah informasi, perekat antar anggota melalaui interaksi yang terjadi di dalam kelompok, kemudian meningkatkan kemampuan anggota melalui program kegiatan kelompok. Potensi modal sosial yang yang bagus pada kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat ditunjukkan melalui interaksi yang terjadi di dalam kelompok seperti jaringan sosial yang baik, rasa empati, toleransi, saling menghargai, partisipati, keharmonisan, solidaritas, taat aturan, tindakan kolektif, kesadaran anggota, rasa percaya dan kekeluargaan. Dengan adanya potensi modal sosial yang dimiliki petani, akan membantu petani dalam pelaksanaan kegiatan usahatani serta menguatkan kerjasama dalam peningkatan produktifitas kerja untuk kemajuan pembangunan pertanian.Kata Kunci : Potensi, Kelompok Tani, Modal Sosial 
Evaluasi Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah Tentang Program Layanan Bajak Gratis Di Kabupaten Tanah Datar Candra, Dodi; Nasrul, Wedy; Reza, Muhamad
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6532

Abstract

Sektor pertanian juga disebut sebagai tulang punggung dalam perekonomian, oleh karena itu negara memperioritaskan pertanian dan ketahanan pangan penduduk dalam situasi sosial sebagai suatu hal yang penting bagi pembangunan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses implementasi kebijakan Pemeritah Daerah tentang program Layanan Bajak Gratis di Kabupaten Tanah Datar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan pedoman wawancara. Data sekunder diperoleh melalui telaah dokumen yang berhubungan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program layanan bajak gratis fokus pada bantuan kepada petani dalam bentuk upah dan peminjaman alsintan (handtraktor). Implementasi kebijakan daerah tentang program layanan bajak gratis dapat dikatakan berhasil, karena adanya dukungan dari stakeholders dan komunikasi yang sudah berjalan dengan baik, akan tetapi bantuan kepada petani hanya untuk mengurangi biaya produksi. Secara keseluruhan tujuan atau dampak kebijakan daerah tentang program layanan bajak gratis di Kabupaten Tanah Datar belum optimal, hal ini disebabkan karena keterbatasan sumber daya (petugas, anggaran, sarana dan prosarana) dan struktur birokrasi (standar operasional prosedur dan kebijakan pemerintah).Kata Kunci: Evaluasi, implementasi, kebijakan, program layanan bajak gratis.
Strategi Pemasaran Pupuk Organik Premium Agrina 99 Berbasis Media Sosial Untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran PT. Agribisnis Technology Indonesia Hastowo, Anggit Yudhi; Reza, Muhamad; Zulmardi, Zulmardi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5616

Abstract

Seiring perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi, pemasaran produk yang dihasilkan perusahaan berupa pupuk organic diarahkan melalui pemanfaatan media social. Namun demikian, saat ini dirasakan kinerja media sosial yang digunakan belum mampu mencapai target pemasaran yang ditetapkan oleh Perusahaan PT. Agribisnis Technology Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini khususnya bertujuan untuk meruskan strategi pemasaran pupuk organik Premium Agrina 99. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Dimana sumber data primer didapatkan dari pengisian kuesioner oleh 33 orang responden. Teknik Analisa data yang digunakan adalah deskritif kuantitatif, sedangkan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan media sosial sebagai intrumen pemaran pupuk organik digunakan matiks IFAS dan EFAS. Untuk merumuskan strategi digunakan Teknik analisis SWOT.  Penelitian ini menghasilkan beberapa rumusan strategi pemasaran berbasi media sosial yaitu:a) Mengoptimalkan tampilan konten media sosial melalui aplikasi dan software visualisasi terbaik untuk memperluas wilayah dan jaringan pemasaran; b) Mengembangkan pemanfaatan berbagai media sosial yang familiar oleh calon konsumen; c) Mengkonsep dan mengkontruksi konten sesuai dengan karakteristik media sosial dan karakteristik konsumen; d) Menggunakan Teknik komunikasi lisan yang bersifat menyadarkan dan menggaet konsumen untuk mau menggunakan produk pupuk organic; e) Meningkatkan kualitas isi konten dengan sajian yang menarik dan dapat menarik minat konsumen; f) Menciptakan konsep konten dalam media sosial yang dapat menonjolkan kelebihan dan keunikan dari produk pupuk organik. Kata kunci: konten, media sosial, strategi pemasaran, pupuk organik.