Fira Astika Wanhar
Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Amal Bakti

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE EFFECT OF THE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION MODEL ON THE SOCIAL LITERACY OF PRIMARY SCHOOL STUDENTS Yusrizal Yusrizal; Fatmawati Fatmawati; Fira Astika Wanhar
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 3 No. 2 (2023): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v3i4.159

Abstract

This research was motivated by the low social literacy of students in elementary schools. Therefore, this research aims to find a new paradigm in creating learning that is able to increase students' social literacy in elementary schools. Specifically, this research aims to analyze the effect of using the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on the social literacy of elementary school students. This research design uses quasi-experiment, namely comparing the CIRC learning model with conventional learning models. This research was conducted at PAB 27 Tanjung Mulia Private Elementary School. The sample used was 48 class V students, each of which was 23 class V/a students who were designated as the experimental class and 25 class V/b students who were designated as the control class. Data collection uses tests of student literacy skills which are prepared in the form of narrative questions. The hypothesis was tested using the independent sample t test. The results of the research show that there is a significant effect of using the CIRC model on the social literacy of elementary school students. With a significant value of 0.000 and a Mean Difference value of 10.17.
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 101751 KLAMBIR LIMA Salsabila Irsani; Fira Astika Wanhar; Tumiyem Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan guru dalam mengatasi perilaku bullying di SD Negeri 101751 Klambir Lima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV sampai kelas VI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying di sekolah muncul dalam bentuk verbal, fisik ringan, dan sosial. Bentuk yang paling sering ditemukan adalah mengejek, memberi julukan, mendorong teman, dan mengucilkan siswa tertentu. Guru telah melakukan berbagai upaya penanganan melalui teguran, nasihat, pembinaan karakter, serta penguatan nilai empati dan toleransi dalam pembelajaran. Namun, guru masih mengalami kesulitan dalam membedakan perilaku bullying dengan candaan atau konflik biasa antar siswa. Kesulitan lain terlihat ketika korban tidak berani melapor, pelaku tidak mengakui kesalahan, dan guru memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan pembinaan secara mendalam. Selain itu, iklim sosial kelas yang menunjukkan adanya siswa dominan dan siswa terisolasi turut memengaruhi munculnya perilaku bullying. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan bullying memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai setiap siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN SISWA DI KELAS I SD PAB 29 MANUNGGAL Novita Sari; Fira Astika Wanhar; Tumiyem Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru dalam membangun komunikasi efektif dengan siswa di kelas I SD PAB 29 Manunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua orang guru kelas I dan sepuluh orang siswa kelas I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama, yaitu komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, serta interaksi guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam membangun komunikasi efektif sudah terlaksana dengan cukup baik. Pada aspek komunikasi verbal, guru menyampaikan materi dengan bahasa sederhana, intonasi yang jelas, pemberian pertanyaan, tanggapan positif, dan motivasi kepada siswa. Pada aspek komunikasi nonverbal, guru menggunakan kontak mata, ekspresi wajah, gerak tubuh, posisi, pergerakan, dan sikap tubuh untuk memperjelas pesan serta menciptakan suasana belajar yang nyaman. Sementara itu, interaksi guru dan siswa terlihat melalui kesempatan berbicara, pengelolaan kelas yang santun, kemampuan mendengarkan siswa, dan penciptaan suasana belajar yang komunikatif. Meskipun masih terdapat beberapa siswa yang pasif, guru telah menunjukkan upaya membangun komunikasi yang humanis, responsif, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas I. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi efektif guru berperan penting dalam mendukung keterlibatan, keberanian, dan kenyamanan siswa selama proses pembelajaran.
Malay Local Wisdom-Based Ethnopedagogy Integrated with the Seven Habits of Great Indonesian Children: Associations with Civic Character and Social Literacy among Elementary Students Yusrizal Yusrizal; Samsidar Tanjung; Yunus Abidin; Fatmawati Fatmawati; Fira Astika Wanhar
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1958

Abstract

Culturally grounded instruction may strengthen civic character and social literacy by connecting learning with students’ cultural experiences. However, limited evidence has examined Deli Malay local wisdom integrated with the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement (G7KAIH) compared with an active value-based approach. This study examined differences in civic character and social literacy between Ethnopedagogy-G7KAIH and Value Clarification Technique (VCT) conditions. A quantitative pretest-posttest control-group design with intact-class random assignment was conducted in two elementary schools in Medan, Indonesia. The sample included 73 fifth-grade students: 38 in the Ethnopedagogy-G7KAIH group and 35 in the VCT group. Data were collected using a civic character questionnaire and social literacy test and analyzed using MANCOVA with pretest scores as covariates. A significant multivariate difference was observed, Pillai’s Trace = .301, F(2, 68) = 14.658, p < .001, partial η² = .301. Adjusted mean differences favored Ethnopedagogy-G7KAIH by 15.94 points for civic character and 12.78 points for social literacy. Because students were nested within only two intact classes, the findings represent sample-specific differences between instructional conditions rather than definitive causal effects. Replication with multiple classes and schools is needed to establish broader effectiveness.
A Malay Culture-Based Creative Dance Extracurricular Program to Enhance Elementary School Students’ Creativity Aulina Asiska Putri; Yusrizal Yusrizal; Fira Astika Wanhar
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Program Ekstrakurikuler Tarian Kreasi Berbasis Budaya Melayu untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Sekolah Dasar. Pengembangan program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pedoman pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari yang mampu mengintegrasikan budaya lokal dengan pengembangan kreativitas peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa buku pedoman program ekstrakurikuler tarian kreasi berbasis budaya Melayu. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli desain, praktisi/guru pembina ekstrakurikuler, dan siswa sekolah dasar sebagai pengguna produk. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta lembar observasi kreativitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli materi, ahli desain, dan praktisi. Implementasi program juga menunjukkan respon positif dari guru dan siswa serta mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan variasi gerakan, dan menciptakan karya tari secara kreatif. Pengembangan program ekstrakurikuler berbasis budaya Melayu ini dapat menjadi alternatif inovasi pendidikan seni di sekolah dasar dalam meningkatkan kreativitas siswa sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.