Reny Wiyatasari
Jurusan Bahasa Dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : HARMONI

PEMBEKALAN PEMBUATAN CV DAN INTERVIEW KERJA UNTUK CALON PEMAGANG KE JEPANG Sri Wahyu Istana Trahutami; Reny Wiyatasari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.3.42-47

Abstract

ABSTRAKSemakin banyak para anak muda di Indonesia yang ingin dapat bekerja di Jepang. Semakin banyak pula LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) yang memberikan pelatihan bahasa Jepang sekaligus memberikan kesempatan magang di Jepang kepada para peserta. Untuk dapat bekerja di Jepang diperlukan kompetensi berbahasa Jepang yang memadai yang ditandai dengan keterampilan komunikasi yang baik. Selain itu, penulisan curriculum vitae yang baik dan benar, keberhasilan dalam wawancara kerja merupakan hal yang harus disiapkan calon pemagang ke Jepang maupun mereka yang ingin bekerja di perusahaan Jepang. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pelatihan kepada calon pemagang ke Jepang agar menguasai penulisan dokumen lamaran kerja sesuai kaidah dan aturan dalam Bahasa Jepang. Selain itu melalui simulasi wawancara kerja diharapkan peserta dapat berlatih untuk menyiapkan diri menghadapi wawancara kerja yang sebenarnya. Pelatihan ini berhasil dengan baik ditandai dari indikator ketercapaian jumlah peserta pelatihan, ketercapaian penguasaan materi, ketercapaian tujuan pelatihan juga dari hasil survei kepuasan peserta pelatihan.Kata Kunci: lamaran kerja, magang, pelatihan, wawancara kerjaABSTRACTMore and more young people in Indonesia want to be able to work in Japan. More and more LPKs (Job Training Institutes) are providing Japanese language training as well as providing participants with internship opportunities in Japan. To be able to work in Japan requires adequate Japanese language competence which is characterized by good communication skills. In addition, writing a good and correct curriculum vitae, success in job interviews is something that prospective apprentices to Japan and those who want to work in Japanese companies must prepare. This training aims to provide briefing and training for prospective interns to Japan in order to master the writing of job application documents according to the rules and regulations in Japanese. In addition, through a job interview simulation, participants are expected to be able to practice to prepare themselves for a real job interview. This training was successful, marked by the indicators of the achievement of the number of training participants, the achievement of mastery of the material, the achievement of the training objectives as well as the results of the training participant satisfaction survey.Keywords: job application, internship, training, job interview
PELATIHAN PEMBUATAN BUAH JAMBU MENJADI OLAHAN ICE CREAM ALA JEPANG Reny Wiyatasari
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.034 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.15-19

Abstract

This service’s activity to society aims to find out introduce the use of guava fruit as a basic ingredient of modern food from Japan, namely mochi ice cream. The method used was socialization and training aimed at the PKK group of Donorojo village, Tretep Temanggung sub-district. This service’s activity to societyis expected to be able to lift the selling value of guava which is one of the agricultural commodities that are often found in Donorojo Village. In addition, through this activity it is hoped that it can also increase people's interest in consuming healthy snacks. This service consists of several steps, namely socialization of guava, nutrition, and mochi; cooking training; and evaluation in the form of creations made by mochi ice cream. Through this evaluation, trainees can channel their creativity through the process they produce.
PELATIHAN JLPT N4 UNTUK PEMBELAJAR BAHASA JEPANG Reny Wiyatasari; S.I. Trahutami
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.161-164

Abstract

 Pengabdian kepada masyarakat ini berupa pelatihan JLPT N4 untuk pembelajar bahasa Jepang, yaitu kenshuusei dan masyarakat umum. Kegiatan ini dirasa sangat penting bagi mereka yang sedang belajar bahasa Jepang dan yang saat ini sedang mencari kerja.. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, simulasi, dan tanya-jawab. Rencana pelaksanaan pengabdian dijadwalkan selama kurang lebih empat minggu, meliputi identifikasi permasalahan dan penyusunan proposal; sosialisasi kegiatan; pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan;  dan terakhir, penyusunan output dan laporan kegiatan. Pelaksaan kegiatan terdiri atas tiga sesi, yaitu presentasi, pengerjaan latihan soal JLPT N4, dan evaluasi. Diharapkan pelatihan JLPT ini bisa dimanfaatkan sebagai persiapan mengikuti tes JLPT atau jika di tempat kerja mensyaratkan pelamarnya untuk mengerjakan tes bahasa Jepang.Kata kunci : Pelatihan; JLPT N4; bahasa JepangThis community service is in the form of JLPT N4 training for Japanese language learners, namely kenshuusei and the general public. This activity is considered very important for those who are learning Japanese and who are currently looking for work. Activities are carried out through lecture, simulation, and question-and-answer methods. The service implementation plan is scheduled for approximately four weeks, including identification of problems and preparation of proposals; socialization of activities; implementation of the activities and evaluation of activities; and finally, the preparation of outputs and activity reports. The implementation of the activities consisted of three sessions, namely presentations, working on the JLPT N4 practice questions, and evaluation. It is hoped that this JLPT training can be used as preparation for taking the JLPT test or if the workplace requires applicants to take a Japanese language test.Keywords : Training; JLPT N4; Japanese language
PELATIHAN PEMBUATAN LEAFLET UNTUK PARA PELAKU WISATA DI DESA NGLANGGERAN Reny Wiyatasari; S.I. Trahutami
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.244-247

Abstract

ABSTRAKDesa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata yang dikenal akan keindahan bentang alam dan keunikan gunung api purbanya. Pada tahun 2021, desa wisata ini berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia. Dari hasil pengamatan di media sosial diketahui bahwa media promosi yang dimiliki oleh Desa Wisata Nglanggeran sangat terbatas. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertemakan pelatihan pembuatan leaflet untuk para pelaku wisata di Desa Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta. Tujuan pengabdian ini adalah agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara membuat leaflet yang baik dan benar dalam pembuatan leaflet sebagai sarana promosi desa wisata, terutama di Desa Wisata Nglanggeran.Kata kunci: leaflet, desa wisata, media promosi, Nglanggeran ABSTRACTNglanggeran Tourism Village is one of the tourist villages known for the beauty of the landscape and the uniqueness of its ancient volcanoes. In 2021, this tourist village won Best Tourism Village 2021. From the results of observations on social media, is known that the promotional media owned by the Nglanggeran Tourism Village is still very minimal. Based on this, this community service has the theme of training in making leaflets for tourism actors in Nglanggeran Village, Gunung Kidul, Yogyakarta. The purpose of this service is so that people can know how to make good and correct leaflets in making leaflets as a means of promoting tourism villages, especially in Nglanggeran Tourism Village.Keywords: leaflets; tourist village, promotion media, Nglanggeran 
ETIKA BERKOMUNIKASI BAGI PENGEMUDI BECAK SEBAGAI PELAKU PARIWISATA DI YOGYAKARTA Sudarsih, Sri; Widisuseno, Iriyanto; Wiyatasari, Reny; Mulyadi, Budi; Rahmah, Yuliani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.388 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v%vi%i.17205

Abstract

Yogyakarta merupakan kota pariwisata dengan kekayaan budayanya. Pariwisata dikembangkan secara meneyeluruh dengan berbasis pada budaya. Artinya pengembangan pariwisata yang tetap didasarkan pada nilai-nilai budaya Yogyakarta. Becak sebagai alat transportasi tradisional merupakan salah satu icon pariwisata di Yogyakarta. Desain becak dengan pengemudinya turut serta menentukan perkembangan pariwisata di Yogyakarta. Salah satu hal terpenting adalah etika berkomunikasi dengan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Etika komunikasi harus dikedepankan karena menentukan makna pariwisata secara keseluruhan. Komunikasi yang mengedepankan etika akan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai sehingga para wisatawan merasa ingin berlama-lama berwisata di Yogyakarta. Harapan ke depannya adalah wisatawan yang datang ke Yogyakarta akan meningkat dari tahun ke tahun.Kata kunci : etika, komukasi, pengemudi becak, icon pariwisata, budaya, pariwisataYogyakarta is a tourism city with riches culture.Tourism developed thoroughly withbased on culture.It means the development of tourism continue to be based on culture value ofYogyakarta.Pedicabs as a traditional transportation is one of tourism icon in Yogyakarta.Design of pedicabs with the driver also as well as to determine improving tourism inYogyakarta. One of the things it is all about ethics communicate with tourists both domestic andforeign.Ethics communication should be put forward because determine the meaning oftourism as a whole. Communication that puts forward standard ethics going to create a moodthat safe comfortable and peaceful so that the tourists felt like linger traveled in Yogyakarta.Hope in the future is tourists who come to Yogyakarta will increase from year to year.Keywords : Ethics, communication, the pedicab driver, a tourism icon, culture, tourism