Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : identitaet

ELIPSIS DALAM BUKU AJAR STUDIO D B1 : DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE HASANAH, FARIDATUL; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan bahasa dalam suatu wacana ataupun tuturan merujuk kepada keefektifan pemakaiannya. Berdasarkan hal tersebut wajar jika terdapat unsur-unsur bahasa yang tidak dipentingkan akan dilesapkan. Proses pelesapan unsur pada suatu kalimat tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini dikarenakan kehadiran unsur yang dilesapkan harus dapat diperkirakan. Tujuan penelian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan elipsis pada kalimat yang terdapat dalam sumber data yaitu buku ajar bahasa Jerman Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan teknik pustaka dan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data yang telah terkumpul, dimana data yang telah dianalisis dengan teori yang dikemukakan oleh Gallmann (2009) yang dipresentasikan dengan metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada einheit 1 atau bab pertama dalam buku ajar Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache terdapat 16 kalimat atau klausa yang menggunakan unsur elipsis, namun lima diantaranya merupakan penyimpangan elipsis yaitu pada kata kerja infinitif dan penyimpangan elipsis pada subjek dibagian pertama dari urutan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada sumber data ditemukan semua jenis elipsis yaitu dari elipsis subjek, objek, kata kerja, artikel, adjektif, adverb atau kata keterangan dan juga preposisi. Ditemukan pula adanya elipsis koordinasi dan juga elipsis pada kalimat majemuk. Jenis elipsis yang paling sering digunakan pada einheit 1 atau bab pertama dalam buku ajar Studio d B1 : Deutsch als Fremdsprache adalah elipsis pada subjek. Kata kunci : Elipsis, Unsur kalimat dalam bahasa Jerman
GAYA BAHASA WAHLPLAKAT 2013 DI JERMAN HAPSARI WAHYU PANGASTUTI, TESALONIKA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa memiliki peran yang penting dalam komunikasi, baik secara tulis maupun lisan. Dalam menyampaikan pesan, penutur memiliki gaya bahasanya masing-masing sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Salah satu contoh gaya bahasa yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari berupa tulisan adalah plakat. Teks-teks pada plakat yang dijumpai seringkali memiliki susunan kalimat yang tidak lengkap, sehingga menimbulkan berbagai persepsi oleh pembaca. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji gaya bahasa dalam plakat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana gaya bahasa yang terdapat pada Wahlplakat 2013 di Jerman berdasar pada stilistika sintaksis. Tujuan penelitian ini adalah : Mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada Wahlplakat 2013 di Jerman berdasar pada stilistika sintaksis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat. Sumber data penelitian ini diperoleh dari plakat pemilu di Jerman yang diunduh dari situs www.bpb.detahun 2013. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumenter. Berdasarkan penggunaan teori gaya bahasa dengan stilistika sintaksis dapat disimpulkan bahwa terdapat kalimat yang memuat gaya bahasa dengan jenis kalimat elipsis, deklaratif, seruan dan pertanyaan, terdapat pola urutan kata Verbzweitsätze dan Verbletzsätze, terdapat diatesis aktif dan pasif, serta memiliki konstruksi kalimat reduksi.
KOLOKASI DALAM BUKU AJAR STUDIO D A1: DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE PALUPI, SEKAR; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bentuk-bentuk kolokasi Bahasa Jerman dalam buku ajar Studio D A1. Buku ajar Studio D A1 berisi tema-tema menarik yang berhubungan dengan situasi sehari-hari masyarakat di negara-negara berbahasa Jerman. Konstruksi ? konstruksi kata yang disusun dalam buku Studio D A1 tentu saja menimbulkan permasalahan tersendiri bagi pembelajar dalam pemahamannya tentang Bahasa Jerman sebagai bahasa asing, salah satunya yaitu kolokasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kolokasi pada kalimat atau frasa yang terdapat pada sumber data yaitu buku ajar Bahasa Jerman Studio D A1: Deutsch als Fremdsprache. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yakni teknik catat, selanjutnya teknik substitusi digunakan dalam analisis data. Berbasis pada teori Quasthoff (2011) dapat disimpulkan bahwa terdapat bentuk-bentuk kolokasi pada data yang diteliti, yaitu 2 konstruksi nomina dan adjektiva, 11 konstruksi nomina subjek dan verba, 59 konstruksi nomina objek dan verba, 27 konstruksi nomina berpreposisi dan verba, 8 konstruksi verba dan adverbial, serta 5 konstruksi adjektiva dan adverbial.
HOMOIOTELEUTON DALAM ANTOLOGI PUISI NUR EIN DUFT UND WINDESWEHEN KARYA HERMANN HESSE ALBILASE, ALDO; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji keindahan yang dihasilkan ragam bunyi dalam antologi puisi nur ein Duft und Windeswehen. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam bunyi apa saja yang terdapat pada antologi puisi tersebut. Untuk meneliti ragam bunyi pada antologi puisi tersebut digunakan teori gaya bahasa homoioteleuton. Teori tersebut digunakan karena berkaitan dengan bunyi suku kata terakhir yang berulang pada suatu baris atau kalimat dan memberikan unsur keindahan pada puisi. Analisis pada penelitian ini dipertajam dengan fitur distingtif Bahasa Jerman, sehingga dapat diketahui keragaman bunyi pada penelitian ini adalah manifestasi dari cara artikulasi yang berbeda-beda setiap fonemnya. Berbasis pada teori Ridwan (2017) dapat disimpulkan bahwa terdapat 27 ragam bunyi repetisi homoioteleuton antara lain: [t?], [??n], [l?n], [l?ç], [g?n], [d?], [t?t], [z?n], [m?n], [d?n] , [r?m] , [za:m ], [d?n], [b?n], [b?], [?n], [r?n], [k?n], [n?n], [l?], [f?n], [t?n], [k?], [z?], [ba:r], [t?st], [n?]. Bentuk [?n] menjadi satu-satunya bentuk suku kata nackten Silbe. Sedangkan beberapa bentuk suku kata seperti: [t?], [d?], [l?], [k?], [z?], [n?] merupakan suku kata berjenis suku kata terbuka. Dari sisi keindahan puisi, ragam bunyi tersebut membentuk rima akhir dan rima awal. Kata kunci : Homoioteleuton, Fitur Distingtif
KOMPONENN MAKNA VERBA BERENDONIM MUND DALAM BUKU STUDIO D A1 DIRINATA, ANANDA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mulut memiliki peranan penting terhadap siklus kehidupan manusia, yang mana sebagai alat berkomunikasi. Dalam berkomunikasi, bahasa yang disampaikan manusia merupakan media untuk menyampaikan makna. Akan tetapi, terkadang dalam penyampaiannya dengan bentuk gaya bahasa yang bermacam-macam sehingga makna yang dimaksudkan masih samar-samar dan sukar dimengerti (Huford, Heasley, dan Smith, 2007:1 dalam Abdul Chaer 2007). Agar Bahasa yang digunakan mudah dipahami, maka perlu adanya pemahaman akan komponen yang membentuk makna tersebut. Pemahaman akan komponen makna sangatlah penting guna mengetahui lebih dalam terkait kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan pada bahasa yang kita gunakan. Sehingga pemahaman akan mudah didapatkan dan tidak akan merusak jalinan komunikasi. Oleh karena itu, perlu adanya analisis mengenai komponen makna. Berdasarkan proses analisis menggunakan 6 langkah dari teknik analisis Mansoer Pateda terhadap verba endonim Mund ?mulut? pada buku studio D A1, ditemukan 20 verba endonim Mund ?mulut? dengan 10 diantaranya memiliki medan makna yang sama. Meskipun verba-verba tersebut memiliki kemiripan makna, tetapi tetap saja terdapat komponen pembeda diantara verba-verba tersebut.
KOMPONEN MAKNA VERBA BERENDONIM HAND DALAM BUKU STUDIO D A1 SAFITRI, FEBRINIA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam buku Studio d banyak sekali verba-verba dasar yang memiliki kedekatan, kemiripan, kesamaan makna. Untuk mengetahui seberapa jauh kedekatan, kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan makna, orang perlu mengetahui komponen makna begitu juga pada verba, sedangkan komponen makna sendiri sangat penting untuk dipahami, dimana komponen makna selalu berkaitan dengan setiap kata yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen makna verba yang berendonim Hand dalam buku Studio d A1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah buku Studio d A1. Data penelitian ini diambil dari verba berendonim Hand dalam buku Studio d A1. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini melalui pendekatan analitik milik Mansoer Pateda dan menggunakan langkah analisis komponen makna milik Mansoer Pateda. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 16 verba berendonim Hand atau tangan yang ditemukan pada sumber data yaitu Studio d A1. Dari 16 verba yang ditmukan, terdapat 8 verba yang masuk dalam lingkup medan kana yang sama. Verba tersebut yaitu verba anschreiben, notieren, schreiben, dan verschreiben dengan medan makna yaitu menulis sesuatu, kedua yaitu verba einpacken dan packen dengan medan makna yaitu mengepack, medan makna terakhir yaitu meletakkan dimiliki oleh verba legen dan stellen. Setiap verba yang memiliki makna bersinonim belum tentu dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain. Selain verba yang bermedan makna sama, juga terdapat verba berendonim Hand yang tidak memiliki medan makna sama. Verba tersebut berjumlah 8 verba, meliputi verba bringen, hängen, markieren, mitschreiben, nehmen, schneiden, nummerieren, dan zeigen. Kata Kunci : Verba, Komponen Makna, Hand
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM NASE PADA BUKU STUDIO D B1 AISYAH, SITI; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang analisis komponen makna verba berendonim Nase yang terdapat dalam buku Studio d B1. Komponen makna ini berhubungan dengan medan makna, dimana dalam medan makna ada beberapa kata yang maknanya saling berdekatan. Adanya beberapa kata yang mempunyai makna yang saling berdekatan tersebut memunculkan kebingungan dalam penggunaannya. Untuk mengatasi kebingungan tersebut, diperlukan analisa komponen makna agar kita lebih mengetahui bagaimana kemiripan, kesamaan, dan ketidaksamaan makna yang ada pada suatu kata. Kemiripan, kesamaan dan ketidaksamaan dapat disebut dengan pembeda makna. Setelah mengetahui pembeda maknanya, kita dapat lebih memahami perbedaan kata-kata yang tergolong berdekatan maknanya dan kapan kata tersebut dapat digunakan.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kandungan atau komposisi makna kata yang terdapat dalam verba berendonim Nase. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan berupa teks kalimat verba berendonim Nase. Data dikumpulkan menggunakan metode catat. Sumber data penelitian yang digunakan yaitu dari buku Studio d, yang umumnya digunakan oleh pelajar bahasa Jerman. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 5 verba berendonim Nase yang ditemukan, terdapat 3 verba yang tergolong dalam medan makna yang berdekatan. Selanjutnya 3 verba tersebut dianalisa dengan teori komponen makna untuk diketahui ciri-ciri spesifik dan pembeda yang terkandung dalam 3 verba tersebut.Kata kunci : komponen makna, verba Nase, verba berendonim.
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM AUGEN PADA BUKU STUDIO D A1 GUSTYANI PUTRI, VENA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis komponen Makna verba yang berendonim Augen yang terdapat di buku Studio d A1. Komponen makna ini berhubungan dengan medan makna, yang mana pada medan makna ada beberapa kata yang maknanya sama atau saling berdekatan. Dengan adanya beberapa kata yang sama atau saling berdekatan ini, menimbulkan pertanyaan yang lahir dari penggunanya. Karena itulah analisa komponen makna dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memiliki kemiripan atau pun persamaan yang belum terjawab. Kemiripan atau persamaan itulah yang disebut dengan pembeda makna. Setelah itu, dapat lebih memahami perbedaan kata-kata yang maknanya berdekatan atau sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen makna dalam verba berendonim Augen pada buku berendonim Studio d A1. Jenis penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif. Dan data yang digunakan adalah teks kalimat verba berendonim Augen, dan data ini menggunakan metode catat. Sumber data yang digunakan adalah buku Studio d A1, yang mana buku tersebut buku tersebut digunakan oleh pelajar bahasa Jerman dan oleh pengajar maupun murid di Goethe Institut dan Wisma Jerman. Pada penelitian ini ditemukan sembilan verba berendonim Augen ?Mata? pada buku Studio d A1, dari sembilan verba berendonim Augen ?Mata?, ditemukan lima verba yang mempunyai medan makna yang sama. Dimana lima verba tersebut di bagi menjadi dua, yaitu medan makna ?melihat? dan ?mencari sesuatu?. Kemudian kelima verba ini dianalisa menggunakan teori komponen makna, agar ciri-ciri dan pembeda makna yang terkandung diketahui. Kata kunci: Verba Berendonim, Makna, Komponen Makna.
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM FUβ PADA BUKU STUDIO D ILHAM RIZKI RAMADHAN, MOCHAMAD; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semantik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari segala sesuatu tentang makna. Cakupan semantik sangat luas mencakup semua tataran bahasa. Mempelajari semantik seperti dengan mempelajari tentang makna. Maka dari itu untuk mengetahui lebih jauh tentang semantik yang berkaitan dengan makna, penelitian ini mencoba meneliti komponen makna. Komponen makna adalah makna yang dimiliki oleh setiap kata itu dan terdiri dari sejumlah komponen. Komponen makna ini dapat dianalisis satu per satu, berdasarkan pengertian-pengertian yang dimiliki oleh suatu kata. Penelitian ini menggunakan penamaan verba yang berhubungan dengan salah satu tubuh manusia yaitu Fu? ?kaki. Fu? ?kaki? adalah salah satu bagian tubuh dari manusia yang sangat penting. Maka dari itu kaki memiliki berbagai varian verba berendonim dalam kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini yang akan dikaji dan dideskripsikan adalah hal-hal yang berkaitan varian verba endonim kaki. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komponen makna dalam verba berendonim Fu? ?kaki. Sumber data penelitian ini adalah buku Studio d A1 yaitu sumber ajar bahasa Jerman. Metode pengumpulan data menggunakan teknik catat dan pada analisis datanya menggunakan analisis komponen diagnostik milik Mansoer Pateda. Dari hasil penelitian ini terdapat 8 verba yang terdapat pada buku Studio d A1 dan ditemukannya 6 verba dengan medan makna yang sama kemudian dikelompokkan menjadi 3 medan makna. Verba-verba tersebut memiliki perbedaan-perbedaan walaupun memiliki medan makna yang sama. Kata kunci : Komponen makna, verba, kaki
KOMPONEN MAKNA DALAM VERBA BERENDONIM OHR PADA BUKU STUDIO D A1, A2, DAN B1 SELA DESITASARI, FARISKA; RIDWAN, AGUS
IDENTITAET Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen makna adalah keseluruhan makna yang dimiliki sebuah kata, yang mempunyai fungsi agar dapat mengetahui makna-makna yang terkandung pada setiap kata. Salah satu kata yang memiliki komponen makna adalah kata kerja atau verba. Verba panca indera pendengaran atau verba berendonim Ohr memiliki makna terkandung yang kompleks. Hal ini menimbulkan berbagai penafsiran pembaca maupun penerjemah. Dengan adanya komponen makna pada setiap verba berendonim Ohr dapat mengetahui perbedaan makna yang muncul. Oleh karena itu, analisis komponen makna harus dilakukan. Penelitian ini memiliki satu tujuan, yaitu mendeskripsikan komponen makna dalam verba berendonim Ohr pada sumber data. Sumber data yang dimaksud adalah buku studio D A1, A2 dan B1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik guna mencapai tujuan tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan teori analisis dari Mansoer Pateda, yakni 6 langkah-langkah analisis komponen makna. Berdasarkan penggunaan analisis teori tersebut dihasilkan 4 verba berendonim Ohr yang memiliki medan makna saling berdekatan, sebagai berikut: abhören, anhören, hören dan zuhören. Semua verba tersebut memiliki pembeda makna, pembeda makna dapat dilihat dari (1) pelaku, (2) sumber suara, (3) cara mendengarkan, (4) pengantar suara, dan (5) grammatik. Dari kelima pembeda makna tersebut dapat jelas terlihat perbedaan makna yang muncul melalui analisis komponen makna. Kata kunci : Buku Studio D, Makna Leksikal, Verba Berendonim Ohr