Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

LOCAL CULTURE-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT IN SUBANG REGENCY, WEST JAVA Huraerah, Abu; Nurwulan, Riany Laila; Voo, Peter
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31786

Abstract

Abstract. The purpose of this study are to describe the elements that influence local culture and local culture that supports community development at Banceuy, Sanca Village, Ciater District, Subang Regency, West Java Province. This study uses a qualitative descriptive research method with a case study approach. Primary data collection techniques include interviews, observation, document study and focus group discussions. Meanwhile, secondary data sources were obtained through searching various references such as books and journals. The informant selection technique was carried out through purposive sampling. The validity of the data using triangulation of sources and data analysis techniques through data reduction, data display and conclusion/verification. In detail, data analysis uses the coding manual consists of open coding, axial coding, and selective coding. The main factors influencing local culture at Banceuy, Sanca Village, Ciater District, Subang Regency, West Java Province are geography, natural charm, history, and economy. Meanwhile, the local culture for community development are ritual, art, environmental tourism, mutual cooperation, and cultural tourism. Local culture can be a driving force in community development and should be considered in making development policies in the region. Local culture is a community cultural heritage that can support the community's economy. Local culture can be used as a participatory approach in community development. Keywords: Model, local cultur, community development. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur yang mempengaruhi budaya lokal dan mendeskripsikan budaya lokal yang mendukung pengembangan masyarakat di Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data primer meliputi wawancara, observasi, studi dokumen dan diskusi kelompok terarah. Sementara, sumber data sekunder diperoleh dengan mencari berbagai referensi seperti buku dan jurnal. Teknik pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling. Validitas datas menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Secara rinci, analisis data menggunakan koding secara manual, yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Faktor utama yang mempengaruhi budaya lokal di Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat adalah geografi, pesona alam, sejarah dan ekonomi. Sementara, budaya lokal untuk pengembangan masyarakat adalah ritual, kesenian, wisata lingkungan, gotong-royong dan wisata budaya. Budaya lokal dapat menjadi pendorong dalam pengembangan masyarakat dan hendaknya menjadi pertimbangan dalam pembuatan kebijakan pembangunan di daerah. Budaya lokal merupakan warisan budaya masyarakat yang dapat menunjang ekonomi masyarakat. Budaya lokal dapat digunakan sebagai pendekatan partisipatif dalam pengembangan masyarakat. Kata kunci: model, budaya lokal, pengembangan masyarakat.
Dampak Pelaksanaan Program CSR PT. JNE-HI Jabar Bagi Kelompok Tani Disabilitas “Pratama Mandiri” di Kota Cimahi Nurwulan, Riany Laila; Nadila, Dini
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 3 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i3.456

Abstract

AbstractEconomic independence can be developed by increasing its ability to engage in productive activities, by forming groups. The “Pratama Mandiri” farmer group is one of the groups whose members are blind, physically disabled, and deaf people who are the target of the West Java HI institution as beneficiaries of PT JNE's CSR assistance. The purpose of the research is to find out the process and results of implementing activities in the corporate social responsibility program in the form of independence for persons with disabilities. The results of the research show that the CSR program of PT. JNE is carried out as an implementation of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies (“UUPT”) which regulates Social and Environmental Responsibility, in which companies carrying out their business activities in the field of and/or related to natural resources are required to carry out social and environmental responsibilities. Social and Environmental Responsibility. The implementation is in collaboration with the West Java Human Initiative (HI Jabar) with the target of beneficiaries with disabilities. The impact of program implementation is meeting the social needs of persons with disabilities and increasing social life which includes the ability to build self confidence, get social support, build social networks, and avoid negative stigma.Keywords: corporate social responsibility; food security; disability empowerment; social needs  AbstrakKemandirian ekonomi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kemampuannya untuk dalam aktifitas produktif, dengan membentuk kelompok. Kelompok tani “Pratama Mandiri” merupakan salah satu kelompok yang beranggotakan penyandang disabilitas netra, daksa, dan rungu wicara yang menjadi sasaran lembaga HI Jawa Barat sebagai penerima manfaat bantuan CSR PT JNE. Berdasarkan itu dimaksudkan untuk mengadakan penelitian “Dampak Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap kemandirian penyandang disabilitas”. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan dan hasil kegiatan pada program tanggung jawab social perusahaan PT. JNE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR PT. JNE dilaksanakan sebagai implementasi dari Pasal 74 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) yang mengatur mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, dimana Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pelaksanaannya bekerjasama dengan Human Initiative Jawa Barat (HI Jabar) dengan sasaran penerima manfaat penyandang disabilitas. Dampak dari pelaksanaan program adalah terpenuhinya kebutuhan social penyandang disabilitas dan meningkatnya kehidupan sosial yang mencakup kemampuan membangun kepercayaan diri, mendapatkan dukungan sosial, membangun jaringan sosial, dan menghindari stigma negatif.Kata Kunci: tanggung jawab sosial perusahaan; pemberdayaan disabilitas; kebutuhan sosial
Pengembangan Usaha “Keito Coffee” di Masa Pandemi Covid 19 Riany Laila Nurwulan; Yuce Sariningsih; Nina Kurniasih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4397

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat dilaksanakan melalui Pengembangan Usaha Kuliner “Keito Coffee”, salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung. Berdasarkan observasi yang dilakukan, Tim pelaksana kegiatan menilai terdapat permasalahan mitra yaitu bahwa dalam situasi Pandemi COVID 19, Pelaku UMKM khususnya bidang usaha kuliner mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis. sehingga berpengaruh terhadap penjualan, yakni penurunan penjualan yang cukup drastis sehingga mengakibatkan menurunnya pula pendapatan dan menimbulkan permasalahan lain, yakni: masalah kemampuan pemenuhan kebutuhan usaha, baik kebutuhan modal, kebutuhan penggajian pegawai, dan kebutuhan sewa tempat. Berdasarkan hal tersebut tim pengusul memberikan solusi pemasalahan mitra yaitu pengembangan usaha guna menanggulangi dan memulihkan kondisi, sehingga pelaku UMKM dapat bangkit dari situasi ini. Adapun Pokok-pokok kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Engagement intake dan kontrak, yaitu tahap pelamaran terhadap mitra, yakni mengenai kesediaannya untuk menjadi mitra dalam kegiatan PKM dan kesepakatan bekerjasama; Asesment; yaitu mengidentifikasi potensi dan kendala kegiatan, Menyusun/kompilasi rencana kegiatan berdasarkan data kebutuhan. Pada tahap pelaksanaan kegiatan memberikan penyuluhan mengenai Pemeliharaan Lingkungan sekitar café, Penyuluhan Optimalisasi Pelayanan Konsumen, Penyuluhan Manajemen SDM, serta Penyerahan bantuan fasilitas, Evaluasi hasil kegiatan dan terminasi. Hasil dari kegiatan Pengembangan Usaha ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha mengenai daya tarik tempat usaha dan hal-hal yang mendukung terhadap pengembangan usaha yang berdampak pada meningkatnya jumlah pelanggan, sehingga dapat menambah penghasilan serta dapat memenuhi kebutuhan usahanya. Dengan demikian dalam masa pandemi ini kegiatan usaha masih bisa bertahan. Kata Kunci: Usaha Kuliner, Dampak Pandemi, Pengembangan Usaha, Penyuluhan.