Hartati Sulistyo Rini
Dosen Jurusan Sosiologi Dan Antropologi FIS UNNES Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Jaringan dan Sistem Sosial dalam Distribusi Komoditas Pertanian Lahan Kering Fadly Husain; Gunawan Gunawan; Thriwaty Arsal; Asma Luthfi; Hartati Sulistyo Rini
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2018.2.2.2893

Abstract

Farming systems in the highlands have special typologies, as the development of dryland farming systems in the form of “tegalan” or gardens. This farming system also exists in several regions in Central Java. The aim of the study is to understand the distribution network system of local commodities (coffee, cocoa, and sugar palm at the local level). This study used qualitative research methods. The subjects in this study were the community (farmers) in Medono Village, Boja District, Kendal Regency. The results showed that the coffee and palm sugar distribution network system is carried out by collectors who come from local people and vendors or entrepreneurs from outside the village.
DILEMA KEBERADAAN SEKTOR INFORMAL Sulistyo Rini, Hartati
Komunitas Vol 4, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v4i2.2415

Abstract

Sebagai sistem ekonomi alternatif, keberadaan sektor informal mengundang pro dan kontra. Peranannya yang signifikan sebagai katup pengaman ekonomi nasional belum diimbangi dengan proteksi atau perlindungan dari pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah membahas peran sektor informal dalam mengatasi masalah sosial ekonomi masyarakat dan dilema yang dialami oleh sektor informal dalam menjalankan perannya tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peran sektor informal pada bidang ketenagakerjaan dan penyerapan angka pengangguran. Sektor formal dianggap tidak mampu menyediakan kesempatan kerja untuk seluruh lapisan masyarakat, apalagi mereka yang ada pada posisi marjinal. Pada beberapa kasus-khususnya yang berhubungan dengan sektor informal perkotaan perlakuan dan kebijakan negara menjadi sangat diskriminatif karena seringkali berhadapan dengan kebijakan negara yang bahkan berakhir dengan kekerasan.  Perlindungan terhadap sektor informal salah satunya adalah pada pedagang kaki lima di Surakarta.  Kota ini menjadi contoh representatif dalam pengorganisasian kepentingan  pemerintah  dan pedagang kaki lima. Ini dapat menjadi inspirasi positif bagi penanganan sektor informal di tempat yang lain untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial. As an alternative economic system, the existence of informal sector invites pros and cons. The significant role of informal sector as a safety valve of the national economy has not been matched by government with the protection or support The objective of this study is to discuss the role of the informal sector in addressing social and economic issues, and the dilemma faced by the informal sector in carrying out this role. The results of this study shows that there is an important role of the informal sector in the field of employment and unemployment absorption. The formal sector is not considered able to provide job opportunities to all levels of society, especially those in marginal positions. In some cases, particularly with regard to the urban informal sector-treatment and state policy became very discriminatory because often faced with state policies and even lead to violence. The protection of the informal sector one is on street vendors in Surakarta. The city is become representative example in organizing between the government’s interest and street vendors. It can be a positive inspiration for handling informal sector in other places to expand employment opportunities for the community and increase social welfare.
Penguatan Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 8 Semarang Fajar Fajar; Nina Witasari; Hartati Sulistyo Rini; Latif Hendro Wibowo; Rokhis Saidah; Muhammad Asyam; Gaby Lasmaria Rajagukguk; Elluh Khosa Warningsih
Jurnal Puruhita Vol 4 No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v4i1.61403

Abstract

Tahun ajaran 2022/2023 ini seluruh SMA negeri di Kota Semarang mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar dalam proses pembelajarannya. Sebagai salah satu sekolah negeri yang mendukung kebijakan tersebut, SMAN 8 Semarang pun bersiap menghadapinya. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh sekolah sebagai upaya terstruktur tingkat satuan pendidikan, walaupun posisinya bukanlah sebagai sekolah pilot. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di sekolah mitra ini adalah untuk memberikan penguatan pada kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar dalam hal persepsi filosofis maupun dalam konteks pembelajarannya, mengingat beberapa upaya penyiapan telah dilakukan. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam kegiatan ini meiputi tiga hal yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai adalah menyangkut ruang lingkup sekolah dan kesiapan terhadap implementasi kurikulum merdeka, penguatan dan penyamaan persepsi mengenai kurikulum merdeka, dinamika dalam kesiapan implementasi kurikulum merdeka, dan penguatan hasil IHT (in-house training) dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Saran yang dapat disampaikan adalah perlunya pendampingan dari kampus secara kontinu dan berkesinambungan pada implementasi kurikulum merdeka di sekolah ini di masa datang terutama pada pelaksanakan pembelajaran dan penguatan kapasitas sekolah dan guru.
Scientific Paper Writing Training Socio-Cultural Themes for Teachers in MGMP Sociology Semarang City Rini, Hartati Sulistyo; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Safangatun, Ulfa; Rokhmat, Nur
Jurnal Puruhita Vol 6 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v6i1.75474

Abstract

According to Permenpan No. 26 of 2009 concerning functional positions of teachers and their credit points, teachers are required to produce scientific publications or innovative works as part of self-development. In addition, the benefits of writing scientific papers can also be used to complete credit points for promotion. However, the activity of writing scientific papers, especially those published in journals, is still difficult for teachers. Therefore, this scientific paper writing training is important to do. The methods used in this community service activity are lectures and interactive discussions. The lecture contains a presentation that describes material about writing scientific papers, its urgency, and the format for writing articles in scientific journals. The presentation also provides brief and technical instructions on uploading articles to several journals, such as the Social Science Forum Journal and the Community Journal. The results of this community service activity are related to: 1) problems experienced by teachers in compiling scientific papers, and 2) a SWOT analysis of the implementation of scientific paper writing training for teachers at the MGMP Sociology in Semarang City. The problems experienced by teachers are in identifying ideas or written concepts, Sociology teachers still have difficulty determining which ideas are considered interesting, the format for writing articles is still considered difficult to understand because it varies from one journal to another, and teachers are still less confident in expressing ideas in scientific writing standards. The SWOT analysis conducted is used to prepare a follow-up plan for future community service activities.
Power Relations Between Husband and Wife in Interfaith Families in Pancasila Village Wicaksono, Harto; Khunaefi, Wildan; Rini, Hartati Sulistyo; Arsi, Antari Ayuning; Gunawan, Gunawan; Kurniawati, Dwi Wahyuni; Utama, Aji Prasetya Wahyu; Romadhoni, Asyif Awaludin
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 17 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v17i2.22635

Abstract

Research on interfaith families has largely emphasized legal frameworks and institutional constraints, often portraying them as fragile or conflict-ridden. Less attention has been given to how interfaith households negotiate power and intimacy in daily life, particularly within rural settings where pluralism has long been practiced. This article examines power relations between husbands and wives in interfaith families in Kapencar Village, Wonosobo, Indonesia. The study argues that power in such households is not simply hierarchical but negotiated through everyday practices that generate resilience and cohesion. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews and participant observation with twelve interfaith families representing Muslim, Christian, Catholic, and Hindu backgrounds. The analysis highlights negotiations across religious transmission, economic collaboration, reproductive decision-making, parenting, and cultural rituals. Findings show that while relations appear egalitarian on the surface, deeper structures reveal ongoing contestation and adaptation that transform potential conflict into stability. This study contributes to family and interfaith scholarship by demonstrating that negotiation is not a deficit but a productive practice sustaining plural households. It redefines interfaith families as microcosms of pluralism and resilience, offering a lens to rethink family studies beyond legal and doctrinal concerns and toward the politics of everyday life.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Hama Berbasis Pertanian Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Burung Tyto Alba Wardani, Aji Kusuma; Rini, Hartati Sulistyo; Luthfi , Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat, partisipasi masyarakat dan dampak pengendalian hama pertanian menggunakan burung Tyto Alba terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pertanian di Desa Tlogoweru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan mekanisme wawancara mendalam disertai dengan observasi pada kelompok petani. Analisis data yang digunakan mengacu pada model interaktif. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teori inovasi Schoemaker dan konsep partisipasi. Hasil penelitian menunjukan proses pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui tiga tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program yang dibuat dengan melihat kebutuhan masyarakat mendapat tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Program pengendalian hama menggunakan burung Tyto Alba memberi dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pertanian di Desa Tlogoweru.
Strategi Sedulur Sikep Desa Kemantren dalam Melestarikan Kearifan Lokal di Era Modern Prayetno, Agus; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35767

Abstract

Masyarakat Sedulur Sikep di Desa Kemantren merupakan komunitas adat yang tetap mempertahankan kearifan lokal mereka di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan mengapa Sedulur Sikep mempertahankan kearifan lokal dan strategi yang digunakan dalam menjaga identitas budaya mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data utama. Teknik pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling, dengan melibatkan empat orang informan, dari komunitas Sedulur Sikep. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan alasan dipertahankanya kearifan lokal adalah untuk mencegah hilangnya tradisi serta bergesernya pedoman yang dulu diwariskan dari ajaran sedulur sikep. Mewariskan nilai-nilai adat kepada anak-anak karena banyaknya perubahan pergeseran tradisi yang terjadi di lingkungan Sedulur Sikep. Keberhasilan mereka dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas dapat menjadi inspirasi bagi komunitas adat lainnya dalam melestarikan warisan leluhur di era modern. Saran untuk pemerintah Desa Kemantren, supaya ikut serta melestarikan kelompok Sedulur Sikep agar tidak hilang terkikis perkembangan zaman.
Peralihan dan Strategi Pertanian Tembakau di Musim Kemarau: Faktor Penyebab dan Dampaknya Kurniawan, Rico Teguh; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35768

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab: 1) faktor penyebab peralihan pertanian padi menjadi pertanian tembakau di musim kemarau dan 2) dampak yang diakibatkan oleh perubahan itu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan triangulasi sumber, dan teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian yang diperoleh faktor penyebab perubahan pertanian padi menjadi tembakau di musim kemarau adalah perubahan iklim dan ketersediaan air, adanya informasi penyuluh pertanian tentang diversifikasi pertanian dan pemanfaatan lahan, adanya pengalaman pemaksimalan pemanfaatan lahan yang kurang optimal dengan menanam komoditas lain, ada pengalaman berhasil dari petani yang sudah pernah mencoba menanam tembakau di musim kemarau, waktu pemanenan tembakau lebih sering dan jangka waktu lebih singkat daripada padi, pengolahan dan pemasaran pasca panen tembakau yang lebih fleksibel.  Dampak  yang ditimbulkan dari perubahan pertanian itu adalah petani tembakau di desa Keser memiliki dampak positif yang signifikan dalam aspek ekonomi dan sosial.
Pembangunan Jalan Usaha Tani: Urgensi dan Dampaknya Bagi Kesejahteraan Masyarakat Desa Suparji; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i1.35773

Abstract

Jalan Usaha Tani (JUT) adalah sarana trasportasi pada lingkup area pertanian yang bertujuan untuk memudahkan pergerakan alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi pertanian dari lahan ke tempat penyimpanan, pengolahan atau pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini dilakukan di Desa Beganjing Kecamatan Japah Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling kepada enam informan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) JUT dibangun karena jalan yang masih berlumpur dan licin disaat musim hujan; 2) Proses pembangunan JUT dengan cara pelebaran dan pengerasan jalan, yang dilakukan selam waktu 2 tahun, dari tahun 2017 sampai tahun 2018 secara gotong royong warga; 3) Dampak pembangunan JUT menjadikan pengangkutan hasil panen masyarakat desa Beganjing lebih cepat, hemat biaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Beganjing, menambah nilai dari harga lahan pertanian di sekitar jalan itu, dan juga meningkatkan infrastruktur desa agar terciptanya ketahanan pangan melalui sektor pertanian. JUT menjadi sarana meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan petani di desa.  
Paud dan Relasi Antara Orangtua dengan Anak di Dalam Keluarga Wahyono, Sudi Didi; Rini, Hartati Sulistyo; Akhiroh, Ninuk Sholikhah
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) alasan orangtua di desa Karangpucung menyekolahkan anak di PAUD khususnya PAUD Bina Yogi, (2) proses pembelajaran di PAUD Bina Yogi, (3) dampak proses pembelajaran di PAUD Bina Yogi terhadap hubungan orangtua dan anak di rumah. Penelitian ini dilakukan pada orangtua di desa Karangpucung, kabupaten Cilacap yang menyekolahkan anak di PAUD Bina Yogi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) adanya perubahan fungsi-fungsi keluarga di dalam masyarakat desa Karangpucung. Masyarakat desa Karangpucung memilih menyerahkan kebutuhan pendidikan anak kepada lembaga pendidikan dibanding mendidik anak di dalam keluarga, (2) berubahnya fungsi keluarga tersebut salah satunya diakibatkan oleh biaya pendidikan yang terjangkau dan tidak membebani keuangan serta mengikuti pilihan masyarakat lainnya, dan (3) adanya significant other bagi sebagian anak merupakan dampak proses interaksi anak dalam pembelajaran di PAUD. Pada proses pembelajaran memungkinkan terbentuknya komunikasi yang lebih erat antara anak dan guru. Hal tersebut dapat memunculkan pandangan bahwa bagi anak bahwa guru adalah orang yang berpengaruh bagi dirinya. Dampak lainnya adalah meningkatnya komunikasi antara orangtua dengan anak.