Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Education on the impact of dangerous chemicals in food on health at Galesong Community Health Center, Galesong District, Takalar Regency, South Sulawesi: Edukasi dampak bahan kimia berbahaya pada makanan terhadap kesehatan di Puskesmas Galesong, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan Surgani, Mishbah Nurul Fajri Surgani; ., Rahmawati; Dwijayanti, Endah; ., Mustaina; Zoraida, Masli Nurcahya
JAKADIMAS (Jurnal Karya Pengabdian Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): JAKADIMAS
Publisher : Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jakadimas.v3i1.12026

Abstract

Food Additives (FA) are ingredients added to food to influence the nature and shape of the food. The FAs that are often used are formalin, borax, artificial sweeteners and artificial coloring. This outreach program aims to provide education to the community at the Galesong Health Center about the dangers of adding hazardous chemicals. The method used is in the form of outreach with a two-way interactive method between the extension worker and the participants. The target of this outreach activity is the surrounding community and health center officers. The results of the community service show that the enthusiasm of the extension participants is very high with the activeness of the participants in the question and answer session. The education provided will become public knowledge in choosing good, safe and halal additives.
FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK BUAH API-API PUTIH (Avicennia alba Blume) SEBAGAI BAHAN AKTIF TABIR SURYA Dwijayanti, Endah; Astriani, A. Dian
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 17 No. 02 (2022): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v17i02.19

Abstract

Buah api-api putih (Avicennia alba Blume) mengindikasikan adanya senyawa berupa golongan flavanoid dan tanin yang diduga mempunyai kemampuan sebagai tabir surya dan mampu memberikan efek perlindungan terhadap radiasi ultraviolet. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan buah api- api putih sebagai tabir surya yang dapat menyerap sinar radiasi ultraviolet (UV) dari paparan sinar matahari. Parameter pengujian meliputi uji stabilitas fisika dan kimia serta uji efektivitas tabir surya dengan menentukan nilai SPF (Sun Protection Factor) menggunakan spektrofotometer ultraviolet sinar tampak (UV-Vis) pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil evaluasi menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara formula 1 sampai formula 3 (F1-F3) untuk penampakkan warna, bau dan homogenitasnya. Sediaan berwarna hijau, homogen dan berbau khas ekstrak tapi tidak terlalu pekat. Warna sediaan dipengaruhi warna sampel buah api- api putih yang berwarna hijau. Nilai pH pada F1-F3 masing-masing 6,7; 7,3 dan 8,0 yang menunjukkan nilai tersebut masuk dalam kisaran standar SNI 16-4399-1996 untuk produk kulit tabir surya yaitu berkisar antara 4,5-8,0. Nilai SPF ekstrak buah api-api putih dari F1-F3 masing-masing 16,72; 19,16 dan 21,86. Berdasarkan standar nasional Indonesia nilai SPF tabir surya minimal 15. Hal ini dapat dikatakan bahwa bahan aktif ekstrak buah api-api putih efektif sebagai tabir surya.