Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Waktu Perendaman terhadap Penurunan Kadar Asam Sianida Ubi Kayu Pahit (Manihot palmate) asal Tual Maluku Tenggara Endah Dwijayanti
Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 2 No 01 (2023): Bohr: Jurnal Cendekia Kimia Vol 02 No 01
Publisher : Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi kayu pahit (Manihot palmate) mengandung komponen racun potensial yang disebut glikosida sianogenik, terutama linamarin dan sejumlah kecil lotaustralin (etil linamarin). Glikosida sianogenik merupakan senyawa racun, karena senyawa tersebut melepaskan asam sianida (HCN) dari hidrolisis enzimatik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar asam sianida yang terkandung dalam umbi ubi kayu pahit (Manihot palmate) dan pengaruh variasi waktu perendaman teknik pemisahan secara tradisional. Sampel yang digunakan sebanyak enam sampel dengan berbagai variasi waktu perendaman (tanpa perendaman (U1); 10 menit (U2); 20 menit (U3); 30 menit (U4); 40 menit (U5) dan 50 menit (U6)). Prosedur penelitian meliputi tahap perendaman, pengepresan, pengeringan dan analisis. Analisis yang digunakan secara kuantitatif menggunakan metode destilasi dan titrimetri. Hasil analisis kuantitatif menunjukan adanya kadar asam sianida. Kadar asam sianida sebelum perendaman yaitu 2,43 mg dan setelah dilakukan variasi waktu perendaman mengalami penurunan kadar asam sianida. Semakin lama waktu perendaman kadar asam sianida umbi ubi kayu pahit semakin berkurang. Waktu perendaman paling baik adalah selama 50 menit pada sampel U6 dengan kadar asam sianida yang didapatkan 0,70 mg telah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 2006 tentang bahan tambahan pangan, bahwa jumlah asam sianida yang diperbolehkan pada makanan yaitu 1 mg/kg.
Education on the impact of dangerous chemicals in food on health at Galesong Community Health Center, Galesong District, Takalar Regency, South Sulawesi: Edukasi dampak bahan kimia berbahaya pada makanan terhadap kesehatan di Puskesmas Galesong, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan Surgani, Mishbah Nurul Fajri Surgani; ., Rahmawati; Dwijayanti, Endah; ., Mustaina; Zoraida, Masli Nurcahya
JAKADIMAS (Jurnal Karya Pengabdian Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): JAKADIMAS
Publisher : Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jakadimas.v3i1.12026

Abstract

Food Additives (FA) are ingredients added to food to influence the nature and shape of the food. The FAs that are often used are formalin, borax, artificial sweeteners and artificial coloring. This outreach program aims to provide education to the community at the Galesong Health Center about the dangers of adding hazardous chemicals. The method used is in the form of outreach with a two-way interactive method between the extension worker and the participants. The target of this outreach activity is the surrounding community and health center officers. The results of the community service show that the enthusiasm of the extension participants is very high with the activeness of the participants in the question and answer session. The education provided will become public knowledge in choosing good, safe and halal additives.
FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK BUAH API-API PUTIH (Avicennia alba Blume) SEBAGAI BAHAN AKTIF TABIR SURYA Dwijayanti, Endah; Astriani, A. Dian
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 17 No. 02 (2022): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v17i02.19

Abstract

Buah api-api putih (Avicennia alba Blume) mengindikasikan adanya senyawa berupa golongan flavanoid dan tanin yang diduga mempunyai kemampuan sebagai tabir surya dan mampu memberikan efek perlindungan terhadap radiasi ultraviolet. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan buah api- api putih sebagai tabir surya yang dapat menyerap sinar radiasi ultraviolet (UV) dari paparan sinar matahari. Parameter pengujian meliputi uji stabilitas fisika dan kimia serta uji efektivitas tabir surya dengan menentukan nilai SPF (Sun Protection Factor) menggunakan spektrofotometer ultraviolet sinar tampak (UV-Vis) pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil evaluasi menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara formula 1 sampai formula 3 (F1-F3) untuk penampakkan warna, bau dan homogenitasnya. Sediaan berwarna hijau, homogen dan berbau khas ekstrak tapi tidak terlalu pekat. Warna sediaan dipengaruhi warna sampel buah api- api putih yang berwarna hijau. Nilai pH pada F1-F3 masing-masing 6,7; 7,3 dan 8,0 yang menunjukkan nilai tersebut masuk dalam kisaran standar SNI 16-4399-1996 untuk produk kulit tabir surya yaitu berkisar antara 4,5-8,0. Nilai SPF ekstrak buah api-api putih dari F1-F3 masing-masing 16,72; 19,16 dan 21,86. Berdasarkan standar nasional Indonesia nilai SPF tabir surya minimal 15. Hal ini dapat dikatakan bahwa bahan aktif ekstrak buah api-api putih efektif sebagai tabir surya.