Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Harapan Orangtua dengan Anak Berkebutuhan Khusus yang Beranjak Dewasa Haerani Nur; Eka Sufartianinsih Jafar
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.888 KB)

Abstract

Abstrak. Prevalensi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia terus meningkat, begitu juga dengan yang beranjak dewasa. Masa depan anak selalu menjadi kekhawatiran bagi orangtua dengan ABK. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri harapan orangtua dengan ABK yang beranjak dewasa di balik kekhawatiran orangtua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, Sembilan orangtua dengan ABK yang beranjak dewasa dilibatkan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik photo voice dan analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gambaran harapan antara orangtua dari ABK yang berusia di atas 15 tahun dan di bawah 15 tahun. Orangtua dengan ABK yang berusia di atas 15 tahun pada umumnya sudah mampu mengidentifikasi potensi yang dimiliki anaknya dan berfokus pada mengembangkan potensi anak untuk dapat menjalani kehidupan secara mandiri. Orangtua telah menyadari bahwa anaknya sulit mengikuti pendidikan formal dan b berusaha mengajarkan keterampilan-keterampilan yang membuatnya bisa produktif. Sebaliknya berbeda dengan orangtua ABK remaja yang berusia di bawah 15 tahun, umumnya masih berfokus mengejar kemampuan anak dalam ranah akademik, khususnya membaca dan menulis, kemampuan interaksi sosial, serta kemampuan menjalankan ibadah secara mandiri. Hal ini dinilai sebagai kemampuan dasar yang memungkinkan anak untuk dapat menjalani kehidupannya secara mandiri. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi orangtua ABK dalam membangun harapan yang tepat untuk anak.  Kata Kunci: Harapan, Orangtua, ABK, Beranjak Dewasa, Photovoice
Intervensi Peningkatan Kualitas Komunikasi Keluarga Jarak Jauh pada Mahasiswa Perantau Eka Sufartianinsih Jafar; Avika Ananda
KALOSARA: Family Law Review Vol 3, No 1 (2023): Kalosara: Family Law Review
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kalosara.v3i1.6117

Abstract

Kegiatan intervensi menurut American Psychological Association adalah sebuah aksi untuk menghentikan atau memodifikasi suatu proses atau perilaku yang sedang berlangsung, umumnya berupa masalah atau gangguan dengan tujuan untuk mengurangi permasalahan yang terjadi. Metode dan media dalam intervensi pun beragam. Pada penelitian ini berfokus pada metode menggunakan media infografis cetak kemudian dilakukan intervensi individual untuk meningkatkan kualitas komunikasi jarak jauh. Media poster dipilih dengan beberapa pertimbangan dan memiliki banyak kelebihan diantaranya; poster berisi intisari dari materi yang akan disampaikan, sehingga kalimat yang ada pada poster akan lebih efisien dan memudahkan pembaca dalam memahami hal yang dibahas pada poster. Tujuan intervensi ini untuk memberikan pemahaman, edukasi, serta wadah untuk berbagi dan berdiskusi terkait cara untuk meningkatkan kualitas komunikasi keluarga khususnya bagi mahasiswa perantau dengan keluarga atau orang tua yang berada di  kampung halaman. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa intervensi menunjukkan peningkatan kualitas komunikasi pada responden dalam hal intensitas dan frekuensi komunikasi keluarga serta relasi jarak jauh yang mengalami peningkatan. Implikasi pada penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta pemahaman pada mahasiswa perantau dapat menerapkan intervensi dan memperbaiki kualitas komunikasi keluarga jarak jauh. Kata Kunci: Intervensi; Komunikasi; Keluarga; Mahasiswa; Perantau
Efektivitas Metode Drill and Practice Menggunakan Media Kartu Kata Dalam Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Huruf Pada Anak Down Syndrome Eka Sufartianinsih Jafar; Andi Lilis Dwi Nurabdillah; Utami Lesty Maulana; Alfiah Ramdani; Yunis Liana Galib
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 3 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Down syndrome children are born with a variety of developmental barriers that limit their basic ability to run optimally. The basic ability that needs to be developed is to recognize letters and objects in the surrounding environment. This study aims to describe specifically related to the effectiveness of the use of word card media and drill and practice methods in letterrecognition effortsin Down syndrome children. The subjects in this study amounted to three children who had Down syndrome. Based on the results of the study, it was found that the use of word card media with drill and practice methods is effectively used to improve the ability to recognize letters in Down syndrome children, so that Down syndrome children are easier to understand simple objects and words that can be used in interacting in everyday life. The basic ability that needs to be developed is to recognize letters and objects in the surrounding environment. This study aims to describe specifically related to the effectiveness of the use of word card media and drill and practice methods in letter recognition efforts in Down syndrome children. The subjects in this study amounted to three children who had Down syndrome. Based on the results of the study, it was found that the use of word card media with the drill and practice method is effectively used to improve the ability to recognize letters in Down syndrome children, so that Down syndrome children are easier to understand simple objects and words that can be used in interacting in everyday life.
Gambaran Kecenderungan Cinderella Complex Pada Perempuan Dalam Toxic Relationship Nabila Ikram; Rohmah Rifani; Eka Sufartianinsih Jafar
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The view that women who have Cinderella complex tendencies who experience toxic relationships will find it difficult to move away or escape from unhealthy relationships because of their dependence on their partners. Based on initial observations and interviews, there are still many women who are trapped in unhealthy or toxic relationships but still survive for reasons of dependence on their partners. This study aims to determine the tendency of Cinderella complex in women in toxic relationships. Respondents inthis study amounted to 3 people. The method used in this research is a case study with a qualitative approach. Based on the results of the study, it shows that the three respondents have a picture of the Cinderella complex in the form of always expecting support and help from others. Two of the respondentsrelied heavily on their partners in facing the difficulties experienced in their lives. In addition, the three respondents both showed a lack of ability to believe in themselves. However, the differences between the three respondents in terms of the number of images seen vary between each respondent. The three respondents were equally influenced by aspects of external self-control and low self-esteem. The implications of this research are as a reference and reflection for further researchers in studying the cinderella complex in women.
Hubungan antara Kelekatan Teman Sebaya dengan Regulasi Emosi pada Mahasiswa di Fase Emerging Adulthood Rifdah Lathifah; Dian Novita Siswanti; Eka Sufartianinsih Jafar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5176

Abstract

Masa peralihan memiliki potensi untuk menyebabkan individu kesulitan dalam meregulasi emosi, khususnya emosi negatif yang tidak terkendali dalam durasi dan intensitasnya. Individu yang tidak mampu meregulasi emosi dapat mengakibatkan pemilihan coping emosi yang salah seperti memaki, mengumpat, merokok, melampiaskan kemarahan kepada orang sekitar, melukai diri, hingga melakukan upaya bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Subjek dalam penelitian berjumlah 401 orang dengan kriteria mahasiswa aktif dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kelekatan teman sebaya dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam meregulasi emosi dengan lebih memahami emosi dan mengembangkan strategi untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi yang dimiliki.
Hubungan antara Kepuasa Pernikahan dengan Empty Nest Syndrome pada Wanita Dewasa Madya Mutmainnah Mutmainnah; Dian Novita Siswanti; Eka Sufartianinsih Jafar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5224

Abstract

Middle-aged women are in the empty nest syndrome phase, a period when their children no longer live with them or have moved away. This can lead to various symptoms such as loneliness, loss, and emptiness. One significant factor that can affect the level of empty nest syndrome is marital satisfaction. This study aims to examine the relationship between marital satisfaction and empty nest syndrome in middle-aged women. This research uses a quantitative method. The subjects in this study are middle-aged women who have been left by all their children and are now living only with their husbands, with a total of 60 subjects. The results of the study show that there is a significant negative relationship between marital satisfaction and empty nest syndrome (r = -0.60, p < 0.05). This means that the higher the level of marital satisfaction, the lower the symptoms of empty nest syndrome experienced by middle-aged women. The implications of this research can be a reference for educational institutions and organizations to provide education regarding marital satisfaction so that they can minimize the impact of empty nest syndrome.